Breaking News
light_mode

Unik Inilah Daftar 12 Wisata Budaya di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
  • visibility 505
Tari Kolosal Kirab Boyongan Hari Jadi Pati pada tahun 2019


Selain wisata alam, juga wisata kuliner salah satu yang menjadi magnet wisatawan adalah sajian wisata budaya dengan kearifan lokal, serta keunikannya. 

PATI – Wisata budaya kini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Wisata budaya memiliki keunikan tersendiri. Ada nilai-nilai kearifan lokal yang sarat akan makna dan bisa mengundang decak kagum bagi mereka yang menonton.

Di Kabupaten Pati, daerah yang memiliki budaya agraris dan pesisiran yang kuat juga melahirkan banyak budaya yang menarik dan unik, sehingga akhirnya menjadi magnet “wisata budaya” bagi para wisatawan.

Berikut redaksi merangkum wisata budaya yang ada di Bumi Mina Tani yang bersumber dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati :

1.  Festival Budaya Landoh Kayen, diselenggarakan setiap 10 Rajab, yang merupakan rangkaian haul Syeh jangkung untuk mengenang dan mewarisi semangat perjuangannya semasa hidup melalui syiar Islam di Desa Landoh Kayen. Syeh Jangkung atau Saridin merupakan salah seorang tokoh legendaris di Kabupaten Pati, bahkan namanya diambil sebagai julukan tim sepak bola Persipa Pati yaitu Laskar Saridin

2. Festival Budaya Sunan Prawoto, diselenggarakan setiap 15 Rajab, dalam rangka haul Sunan Prawoto. Sunan Prawoto merupakan salah satu sultan dari Kerajaan Islam Demak. Dipercaya pada suatu masa pusat kekuasaan Kerajaan Demak pernah berdiri di wilayah yang berada di lereng Pegunungan Kendeng ini.

Keramaian tradisi meron di Sukolilo Pati tahun 2022


3. Festival Kali Silugonggo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di Desa Kedungpancing Juwana. Agenda rutinnya adalah lomba perahu tradisional. Di desa ini juga terkenal sebagai pusat pelatihan atlet dayung Kabupaten Pati yang banyak menyumbang medali emas di level provinsi bahkan hingga internasional.

4. Tradisi Larung Sesaji Banyutowo, dilakukan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI  Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Acaranya yaitu tradisi larung sesaji bagi para nelayan dalam rangka wujud syukur atas hasil laut yang sudah dinikmati, sekaligus memohon selamat dalam bekerja sehari-hari. 

5. Tradisi Larung Sesaji Juwana, diselenggarakan setiap 8 Syawal, tepatnya di TPI Juwana. Acara larung sesaji di Juwana sangat ramai, biasanya para pengunjung akan ikut mengiringi pelarungan sesaji yang dilakukan di muara Sungai Juwana. 

6. Tradisi Larung Sesaji Sambiroto, dilakukan setiap 8 Syawal, di TPI Sambiroto Tayu. Sama seperti larung sesaji, agenda ini dilakukan sebagai tradisi untuk meminta keselamatan dan wujud syukur para nelayan. 

7. Haul Syeh Ronggo Kusumo, dilakukan setiap 10 Dzulqo’dah, tepatnya di makam Syeh Ronggo Kusumo Desa Ngemplak Margoyoso, acara rangkaian haul dan kirab budaya diiringi grup kesenian dan marching band. Bahkan diklaim kirab ini menjadi yang paling spektakuler dalam menyajikan parade marching band di Kabupaten Pati.

8. Prosesi Hari Jadi Kabupaten Pati, dilakukan setiap 5 tahun sekali pada 7 Agustus. Terakhir dilakukan pada 2019 lalu, kirab dilakukan secara spektakuler, dengan rute dari Pendopo Genuk Kemiri ke Pendopo Kaborongan Pati, tradisi boyongan mengenang kepindahan kadipaten pesantenan ke kadipaten pati. Selain kirab juga digelar pertunjukan-pertunjukan seperti teatrikal terbentuknya Kabupaten Pati.

9. Festival Tradisi Budaya Tambakromo, setiap 1 Muharom, tepatnya di Makam Nyi Ageng Ngerang Desa Ngerang Tambakromo. Acara berupa kirab budaya.

10. Festival Tradisi Budaya Kajen, diselenggarakan ssetiap 10 Muharom, tepatnya di Makam Syeh Ahmad Mutamakkin Desa Kajen Margoyoso, mengenang pengabdian dan perjuangan untuk syiar Islam. Ada banyak kegiatan, mulai dari pengajian, buka luwur, dan juga acara kirab yang menampilkan puluhan grup marching band.

11. Tradisi Meron, setiap 13 Robi’ul Awal, di Desa/Kecamatan Sukolilo. Acara ini merupakan peringatan maulid nabi. Diadakan kirab dengan sejumlah gunungan. Tradisi ini mirip dengan Sekaten di Yogyakarta. Kemeriahan tradisi ini bahkan sampai membuat jalan utama menuju Purwodadi harus ditutup selama peregelaran tradisi ini.

12. Tradisi Sendang Sani, diselenggarakan pada 12 Robi’ul Awal, di Desa Tamansari Tlogowungu. Acara ini sebagai bentuk peringatan maulid nabi. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Lebaran, Duafa Lansia di Pelosok Pati-Jepara Dapat THR

    Jelang Lebaran, Duafa Lansia di Pelosok Pati-Jepara Dapat THR

    • calendar_month Rab, 6 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    PATI – Beruntungnya kaum duafa lansia di pelosok Pati dan Jepara. Meskipun mereka jauh dari pusat kota, menjelang lebaran mereka mendapat berkah berupa pemberian paket sembako beserta uang tunai. Adalah Komunitas Sedekah Lancar Selawase (Selawe) yang mengisiasi kegiatan bagi-bagi THR ini. Pembagian bingkisan ini dilakukan di beberapa desa di daerah Kecamatan Cluwak, Keling, hingga Trangkil. […]

  • Ketua DPRD Pati : Pastikan Seluruh Program Berjalan Sesuai Aturan

    Ketua DPRD Pati : Pastikan Seluruh Program Berjalan Sesuai Aturan

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.683
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menegaskan komitmen kuat untuk menjalankan seluruh fungsi dan tugasnya secara transparan serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kejaksaan Negeri. Kolaborasi ini memastikan bahwa seluruh proses legislasi, mulai dari […]

  • DPRD Pati Setujui Raperda Perlindungan Nelayan dan Pegaraman untuk Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Pati Setujui Raperda Perlindungan Nelayan dan Pegaraman untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 249
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati mengadakan rapat paripurna untuk membahas beberapa agenda penting. Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan dihadiri oleh Pj Bupati Pati. Salah satu agenda utama adalah membahas hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda RPJPD 2025-2045. Selain itu, rapat juga membahas persetujuan bersama mengenai rancangan perubahan APBD Kabupaten […]

  • TBM Omah Dongeng Marwah Kudus:  Bantuan Buku Perpusnas Sukses Tingkatkan Minat Baca

    TBM Omah Dongeng Marwah Kudus: Bantuan Buku Perpusnas Sukses Tingkatkan Minat Baca

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 274
    • 0Komentar

    KUDUS – Taman Baca Masyarakat (TBM) Omah Dongeng Marwah (ODM) di Kudus, Jawa Tengah, merasakan manfaat besar dari bantuan seribu buku yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Buku-buku tersebut telah meningkatkan semangat literasi anak-anak, khususnya siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ODM. “Sebelum pembelajaran dimulai, anak-anak PKBM ODM memang punya tradisi setiap pagi membaca cerita,” […]

  • Penerapan WFH ASN Dapat Dukungan Anggota Komisi D DPRD Pati, Ini Alasannya

    Penerapan WFH ASN Dapat Dukungan Anggota Komisi D DPRD Pati, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.110
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Adhi Pamungkas, menyatakan sikap mendukung terkait rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Menurutnya, kebijakan ini memiliki banyak manfaat, namun harus tetap memperhatikan aspek penting, khususnya di sektor pendidikan. Adhi menjelaskan bahwa pelaksanaan WFH bukan hanya soal […]

  • CEO Persipa Pati Minta Liga 2 Punya Operator Tersendiri

    CEO Persipa Pati Minta Liga 2 Punya Operator Tersendiri

    • calendar_month Sel, 13 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    CEO Persipa Pati Joni Kurnianto (tengah biru) saat memberikan pengarahan kepada pemain dan official yang akan bermain tandang.  Pembentukan operator Liga 2 tersendiri dan terpisah dengan Liga 1 semakin kencang dihembuskan. CEO Persipa Pati Joni Kurnianto menghendaki hal itu. Karenanya sebelum pelaksanaan kongres luar biasa PSSItahun 2023, Joni mengirimkan 3 poin masukan untuk kebaikan sepak […]

expand_less