Breaking News
light_mode

Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 327
Para guru melakukan napak tilas di SD Wedarijaksa 1 yang menjadi peninggalan zaman kolonial Belanda

PATI – Napak tilas sekolah pada masa kolonial dilakukan sekelompok guru untuk memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Acara ini bertajuk napak tilas perjalanan pendidikan yang ada di Kabupaten Pati. Untuk meningkatkan semangat mengajar dewasa ini.

Acara napak tilas ini dilakukan oleh Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM). Sekolah yang sudah berdiri pada zaman kolonialisme Belanda ini adalah SD Wedarijaksa 1.

Dari berbagai literatur, sekolah tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1918 dan tetap berdiri hingga sekarang. Salah satu gedungnya bahkan tampak masih terlihat kuno. Terlihat dari struktur bangunan hingga penggunaan gedek atau anyaman bambu untuk dindingnya. Menariknya, bangunan itu masih digunakan hingga sekarang. Meskipun di dinding bagian bawah luarnya tampak telah diperkuat.

Kepala SD Wedarijaksa 01, Sulastri menjelaskan, sebenarnya tak hanya bangunan itu saja yang masih otentik. Ada juga WC, dan pendopo kecil yang masih bangunan lama dan dipertahankan hingga saat ini.

“Namun jejak yang paling jelas adalah buku induk di sekolah ini. Terlihat di buku induk itu, awalnya sekolah ini merupakan Volksschool Wedarijaksa. Sekolah di era kolonial Belanda,” paparnya.

Namun di buku induk baru terlacak bukti catatan sejak tahun 1934. Namun hingga di tahun itu tercatat sudah ada 445 siswa yang bersekolah di sana. Di buku induk yang tertulis menggunakan bahasa Belanda itu tercatat nomor induk 445 diisi oleh siswa bernama Hono yang masuk sekolah pada 1 Agustus 1934.

Siswa itu juga dituliskan mulai bersekolah di umur 8 tahun dengan biaya sekolahnya 0,03 f. Selain itu di halaman lain di buku induk tersebut juga dituliskan merupakan Vervolgschool dengan Residentie Jepara –Rembang serta Regentschap Pati. Beruntung buku yang bisa menjadi pintu masuk penggalian sejarah itu disimpan dan dirawat dengan baik oleh sekolah.

Tak hanya sekolah di era Belanda, sekolah tersebut juga digunakan saat era kependudukan Jepang. Diantaranya tertuliskan penggunaan tahun versi Jepang dengan angka ’02 atau 2602 atau jika sama dengan tahun 1942. 

“Sekolah ini pun juga digunakan menjadi Sekolah Rakyat (SR). Pernah juga disebut sekolah kapsul. Sebenarnya dari penuturan orang-orang tua, sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 namun untuk bukti yang sudah terlacak baru tahun 1934 tersebut,” imbuhnya.

Sulastri menambahkan, sekolah itu bahkan bukan hanya untuk satu desa saja. Namun sampai siswa satu kecamatan. Terlihat dari buku induk itu terdapat siswa dari berbagai desa di Kecamatan Wedarijaksa.

“Selain buku induk kami juga masih mendapati berkas-berkas lama. Mulai dari rapor, surat keterangan pengganti ijazah hingga ijazah itu sendiri. Kami berkomitmen untuk menyimpannya dengan baik,” ungkapnya.

Semangat

Sementara itu Ari Wibowo, Ketua Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM) Pati mengatakan, dipilahnya sekolah itu untuk napak tilas lantaran mereka menyadari betapa pentingnya membangun kesadaran tentang masa lalu untuk membangkitkan masa depan.

“Kami ingin belajar dari sejarah pendidikan di masa lalu itu. Sebagaimana nasihat Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah,” terangnya.

Komunitas SGM sendiri merupakan sekumpulan guru di Kabupaten Pati yang tergerak untuk membangkitkan semangat pendidikan. Pendidikan bagi mereka merupakan hal penting untuk membuat perubahan yang efektif membangun kesadaran menjadi sebuah bangsa.

“Kami berharap bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Kebetulan anggota kami merupakan guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah di Pati. Baik guru TK, SD, SMP maupun SMA dan SMK negeri maupun swasta,” imbuhnya.

“Kami ingin bersama-sama meningkatkan peran dan nilai guru. Karena guru adalah agen perubahan utama dan mendasar,” pungkasnya. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Pentingnya Implementasi Program Stunting Hingga Tingkat Bawah

    DPRD Pati Soroti Pentingnya Implementasi Program Stunting Hingga Tingkat Bawah

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk mempercepat penurunan angka stunting. Hal ini ditegaskan dalam rapat evaluasi dan sosialisasi konvergensi penurunan stunting yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa (7/10/2025). Dra. Hj. Suhartini, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, menyatakan bahwa sinergi lintas sektor sangat […]

  • Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 740
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang datangnya musim penghujan, anggota DPRD Pati, Warsiti, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian. Hal ini disampaikan Warsiti mengingat pentingnya peran sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Pati. “Biasanya, saat musim penghujan tiba, para petani akan memulai penanaman di lahan pertanian,” ujar dia. “Pemerintah harus siap […]

  • Wakil Pimpinan Sementara DPRD Pati : Siap Menyambut Program Pemerintahan Prabowo – Gibran

    Wakil Pimpinan Sementara DPRD Pati : Siap Menyambut Program Pemerintahan Prabowo – Gibran

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin akan berakhir pada 20 Oktober mendatang. Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka siap meneruskan estafet kepemimpinan negara. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang akan dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai kader Partai Gerindra, partai […]

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 236
    • 0Komentar

    PATI – Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pati. Anggota DPRD Pati, Warsiti, mengungkapkan bahwa sosialisasi hingga tingkat RT menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. “Sosialisasi di tingkat RT sangat penting untuk mengubah kebiasaan buruk warga,” ujarnya. “Selain itu, pemahaman tentang sampah sejak dini bagi anak-anak juga sangat […]

  • Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    PEDULI : Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pati menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Desa Kebonturi Kecamatan Jaken Sabtu (6//1/18) lalu. JAKEN – Hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (6/1) petang lalu, membuat beberapa daerah terendam. Ketinggian banjir bervariasi. Mulai dari 20 centimeter hingga 30 centimeter, hal ini lantas menimbulkan keprihatinan […]

expand_less