Breaking News
light_mode

Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 385
Para guru melakukan napak tilas di SD Wedarijaksa 1 yang menjadi peninggalan zaman kolonial Belanda

PATI – Napak tilas sekolah pada masa kolonial dilakukan sekelompok guru untuk memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Acara ini bertajuk napak tilas perjalanan pendidikan yang ada di Kabupaten Pati. Untuk meningkatkan semangat mengajar dewasa ini.

Acara napak tilas ini dilakukan oleh Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM). Sekolah yang sudah berdiri pada zaman kolonialisme Belanda ini adalah SD Wedarijaksa 1.

Dari berbagai literatur, sekolah tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1918 dan tetap berdiri hingga sekarang. Salah satu gedungnya bahkan tampak masih terlihat kuno. Terlihat dari struktur bangunan hingga penggunaan gedek atau anyaman bambu untuk dindingnya. Menariknya, bangunan itu masih digunakan hingga sekarang. Meskipun di dinding bagian bawah luarnya tampak telah diperkuat.

Kepala SD Wedarijaksa 01, Sulastri menjelaskan, sebenarnya tak hanya bangunan itu saja yang masih otentik. Ada juga WC, dan pendopo kecil yang masih bangunan lama dan dipertahankan hingga saat ini.

“Namun jejak yang paling jelas adalah buku induk di sekolah ini. Terlihat di buku induk itu, awalnya sekolah ini merupakan Volksschool Wedarijaksa. Sekolah di era kolonial Belanda,” paparnya.

Namun di buku induk baru terlacak bukti catatan sejak tahun 1934. Namun hingga di tahun itu tercatat sudah ada 445 siswa yang bersekolah di sana. Di buku induk yang tertulis menggunakan bahasa Belanda itu tercatat nomor induk 445 diisi oleh siswa bernama Hono yang masuk sekolah pada 1 Agustus 1934.

Siswa itu juga dituliskan mulai bersekolah di umur 8 tahun dengan biaya sekolahnya 0,03 f. Selain itu di halaman lain di buku induk tersebut juga dituliskan merupakan Vervolgschool dengan Residentie Jepara –Rembang serta Regentschap Pati. Beruntung buku yang bisa menjadi pintu masuk penggalian sejarah itu disimpan dan dirawat dengan baik oleh sekolah.

Tak hanya sekolah di era Belanda, sekolah tersebut juga digunakan saat era kependudukan Jepang. Diantaranya tertuliskan penggunaan tahun versi Jepang dengan angka ’02 atau 2602 atau jika sama dengan tahun 1942. 

“Sekolah ini pun juga digunakan menjadi Sekolah Rakyat (SR). Pernah juga disebut sekolah kapsul. Sebenarnya dari penuturan orang-orang tua, sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 namun untuk bukti yang sudah terlacak baru tahun 1934 tersebut,” imbuhnya.

Sulastri menambahkan, sekolah itu bahkan bukan hanya untuk satu desa saja. Namun sampai siswa satu kecamatan. Terlihat dari buku induk itu terdapat siswa dari berbagai desa di Kecamatan Wedarijaksa.

“Selain buku induk kami juga masih mendapati berkas-berkas lama. Mulai dari rapor, surat keterangan pengganti ijazah hingga ijazah itu sendiri. Kami berkomitmen untuk menyimpannya dengan baik,” ungkapnya.

Semangat

Sementara itu Ari Wibowo, Ketua Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM) Pati mengatakan, dipilahnya sekolah itu untuk napak tilas lantaran mereka menyadari betapa pentingnya membangun kesadaran tentang masa lalu untuk membangkitkan masa depan.

“Kami ingin belajar dari sejarah pendidikan di masa lalu itu. Sebagaimana nasihat Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah,” terangnya.

Komunitas SGM sendiri merupakan sekumpulan guru di Kabupaten Pati yang tergerak untuk membangkitkan semangat pendidikan. Pendidikan bagi mereka merupakan hal penting untuk membuat perubahan yang efektif membangun kesadaran menjadi sebuah bangsa.

“Kami berharap bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Kebetulan anggota kami merupakan guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah di Pati. Baik guru TK, SD, SMP maupun SMA dan SMK negeri maupun swasta,” imbuhnya.

“Kami ingin bersama-sama meningkatkan peran dan nilai guru. Karena guru adalah agen perubahan utama dan mendasar,” pungkasnya. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Gelar Public Hearing Terkait Penyelarasan Perda Pariwisata, Fokus pada Tempat Hiburan Malam

    DPRD Pati Gelar Public Hearing Terkait Penyelarasan Perda Pariwisata, Fokus pada Tempat Hiburan Malam

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 376
    • 0Komentar

    PATI – Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pati menggelar public hearing pada Jumat (23/5/2025) untuk menyelaraskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pariwisata. Pertemuan yang dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Pati, Danu Ikhsan, ini dihadiri sejumlah organisasi keagamaan dan fokus membahas menjamurnya tempat hiburan malam, khususnya karaoke, di Kabupaten Pati. “Jadi […]

  • Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Suasana pembacaan slawat dan doa bersama di madrasah Darul falah Sirahan Pati PATI – Salawat Thibbil Qulub mengalun lembut di halaman Perguruan Islam Darul Falah Desa Sirahan, pagi kemarin. Kiai Jamaludin Umar memimpin pembacaan salawat tersebut. Ratusan siswa-siswi duduk bersila menghayati munajat kepada Yang Maha Menyembuhkan itu. Direktur Perguruan Islam Darul Falah, Syamsudin Sukahar mengungkapkan, […]

  • Jadwal Padat Sering Mandi di SPBU

    Jadwal Padat Sering Mandi di SPBU

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Andra Kharisma Andra Kharisma siap-siap menyongsong tur lebaran yang bakal lebih padat dari tahun lalu. Sebelumnya, Andra yang ikut orkes dari Jawa Timur harus berkeliling di 20 tempat usai lebaran. Tahun ini setidaknya dia bakal manggung di 60 titik di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. ”Tahun ini lebih banyak. Ya tentunya persiapan matang dilakukan. Selain […]

  • PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Margoyoso menggelar acara Halalbihalal pada Senin (15/04/2024). Acara ini diadakan di Sekretariat PAC PN Margoyoso, dengan tujuan utama mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di antara anggota dan warga. Azis, Ketua PAC PN Margoyoso, mengemukakan pentingnya acara Halalbihalal ini adalah untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kedamaian. […]

  • LPSK Turun Langsung Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Siap Lindungi Korban dan Saksi

    LPSK Turun Langsung Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Siap Lindungi Korban dan Saksi

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.731
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengambil langkah proaktif menangani kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Tim LPSK tiba di Pati pada 6–7 Mei 2026 guna melakukan peninjauan langsung, penilaian situasi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. […]

  • Rider Asal Jepara Moncer di Ajang 76 Indonesian Downhill 2019

    Rider Asal Jepara Moncer di Ajang 76 Indonesian Downhill 2019

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Salah satu aksi rider di ajang 76 Indonesian Downhill 2019 / FOTO dari Galih  KUDUS – Khoiful Mukhib berhasil tampil menjadi yang tercepat di kelas utama Men Elite. Rider asal Kota Ukir Jepara ini menorehkan catatan waktu 3 menit 18.172 detik di seri ketiga 76 Indonesian Downhill 2019 yang digelar di sirkuit Ternadi Park, Kudus pada […]

expand_less