Breaking News
light_mode

Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 293
Para guru melakukan napak tilas di SD Wedarijaksa 1 yang menjadi peninggalan zaman kolonial Belanda

PATI – Napak tilas sekolah pada masa kolonial dilakukan sekelompok guru untuk memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Acara ini bertajuk napak tilas perjalanan pendidikan yang ada di Kabupaten Pati. Untuk meningkatkan semangat mengajar dewasa ini.

Acara napak tilas ini dilakukan oleh Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM). Sekolah yang sudah berdiri pada zaman kolonialisme Belanda ini adalah SD Wedarijaksa 1.

Dari berbagai literatur, sekolah tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1918 dan tetap berdiri hingga sekarang. Salah satu gedungnya bahkan tampak masih terlihat kuno. Terlihat dari struktur bangunan hingga penggunaan gedek atau anyaman bambu untuk dindingnya. Menariknya, bangunan itu masih digunakan hingga sekarang. Meskipun di dinding bagian bawah luarnya tampak telah diperkuat.

Kepala SD Wedarijaksa 01, Sulastri menjelaskan, sebenarnya tak hanya bangunan itu saja yang masih otentik. Ada juga WC, dan pendopo kecil yang masih bangunan lama dan dipertahankan hingga saat ini.

“Namun jejak yang paling jelas adalah buku induk di sekolah ini. Terlihat di buku induk itu, awalnya sekolah ini merupakan Volksschool Wedarijaksa. Sekolah di era kolonial Belanda,” paparnya.

Namun di buku induk baru terlacak bukti catatan sejak tahun 1934. Namun hingga di tahun itu tercatat sudah ada 445 siswa yang bersekolah di sana. Di buku induk yang tertulis menggunakan bahasa Belanda itu tercatat nomor induk 445 diisi oleh siswa bernama Hono yang masuk sekolah pada 1 Agustus 1934.

Siswa itu juga dituliskan mulai bersekolah di umur 8 tahun dengan biaya sekolahnya 0,03 f. Selain itu di halaman lain di buku induk tersebut juga dituliskan merupakan Vervolgschool dengan Residentie Jepara –Rembang serta Regentschap Pati. Beruntung buku yang bisa menjadi pintu masuk penggalian sejarah itu disimpan dan dirawat dengan baik oleh sekolah.

Tak hanya sekolah di era Belanda, sekolah tersebut juga digunakan saat era kependudukan Jepang. Diantaranya tertuliskan penggunaan tahun versi Jepang dengan angka ’02 atau 2602 atau jika sama dengan tahun 1942. 

“Sekolah ini pun juga digunakan menjadi Sekolah Rakyat (SR). Pernah juga disebut sekolah kapsul. Sebenarnya dari penuturan orang-orang tua, sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 namun untuk bukti yang sudah terlacak baru tahun 1934 tersebut,” imbuhnya.

Sulastri menambahkan, sekolah itu bahkan bukan hanya untuk satu desa saja. Namun sampai siswa satu kecamatan. Terlihat dari buku induk itu terdapat siswa dari berbagai desa di Kecamatan Wedarijaksa.

“Selain buku induk kami juga masih mendapati berkas-berkas lama. Mulai dari rapor, surat keterangan pengganti ijazah hingga ijazah itu sendiri. Kami berkomitmen untuk menyimpannya dengan baik,” ungkapnya.

Semangat

Sementara itu Ari Wibowo, Ketua Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM) Pati mengatakan, dipilahnya sekolah itu untuk napak tilas lantaran mereka menyadari betapa pentingnya membangun kesadaran tentang masa lalu untuk membangkitkan masa depan.

“Kami ingin belajar dari sejarah pendidikan di masa lalu itu. Sebagaimana nasihat Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah,” terangnya.

Komunitas SGM sendiri merupakan sekumpulan guru di Kabupaten Pati yang tergerak untuk membangkitkan semangat pendidikan. Pendidikan bagi mereka merupakan hal penting untuk membuat perubahan yang efektif membangun kesadaran menjadi sebuah bangsa.

“Kami berharap bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Kebetulan anggota kami merupakan guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah di Pati. Baik guru TK, SD, SMP maupun SMA dan SMK negeri maupun swasta,” imbuhnya.

“Kami ingin bersama-sama meningkatkan peran dan nilai guru. Karena guru adalah agen perubahan utama dan mendasar,” pungkasnya. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Perhatikan Wayang Golek Kudur, Potensi Besar Jadi Ikon Budaya Daerah

    DPRD Pati Dorong Pemkab Perhatikan Wayang Golek Kudur, Potensi Besar Jadi Ikon Budaya Daerah

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.084
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menyoroti masih minimnya perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian warisan seni dan budaya tradisional yang ada di wilayah Pati. Ia menilai, sejumlah kesenian daerah kini berada dalam ancaman kepunahan karena kurangnya dukungan pendanaan serta kurang terawatnya sarana dan prasarana pendukung. Salah satu kekayaan budaya […]

  • Bawaslu Pati Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilu 2024

    Bawaslu Pati Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Ketua Bawaslu Pati, Ahmadi  Tingkat pengawasan partisipatif di Kabupaten Pati dinilai masih rendah. Karena itu menjelang Pemilu 2024 Bawaslu Pati berupaya meningkatkan pertisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu 2024.  PATI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel New Merdeka Pati, Senin (20/3/2023). Kegiatan itu bertema Peningkatan Peran Organisasi […]

  • Antisipasi Sulitnya Pupuk Subsidi, DPRD Pati Dorong Petani Gunakan Metode Pemupukan Presisi

    Antisipasi Sulitnya Pupuk Subsidi, DPRD Pati Dorong Petani Gunakan Metode Pemupukan Presisi

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 208
    • 0Komentar

    PATI – Seiring dengan antisipasi sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, DPRD Pati mendorong para petani untuk menerapkan metode pemupukan presisi. Hal ini disampaikan oleh Narso, anggota DPRD Pati, yang menilai sistem pemupukan presisi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan mendorong peningkatan hasil produksi pertanian. “Pemupukan model presisi memadukan pemupukan secara kimia dan pemupukan dengan bahan organik,” […]

  • Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Petani di Kecamatan Dukuhseti sedang mengisi solar ke mesin diesel pompa airnya PATI – Petani resah, setelah muncul kebijakan pembatasan pembelian BBM solar. Sejumlah petani di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti mengeluhkan hal itu. Fahrurozi salah satu petani yang mengeluh. Warga RT 6 RW 2 ini mengungkapkan, sangat terbebani dengan kebijakan tersebut. Pasalnya saat ini ia hanya […]

  • Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Diskominfo Jepara  JEPARA – Ratusan keping uang kuno bertuliskan huruf Tiongkok ditemukan di wilayah Jepara utara belum lama ini.  Adalah Muhammad Asri, seorang pekerja perkebunan warga RT 16 RW 5 Desa Kaligarang, Kecamatan Keling yang menemukan uang-uang itu di lokasi perkebunan milik perhutani. Dilansir dari situs milik pemkab jepara.go.id, saat ini benda tersebut telah diserahkan […]

  • Momen Haornas, Bupati Jepara Apresiasi Pesepak Takraw

    Momen Haornas, Bupati Jepara Apresiasi Pesepak Takraw

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sumber : PSTI Jepara JEPARA – Ada yang spesial di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Alun-alun Jepara Minggu (9/9/2018) kemarin. Olahraga sepak takraw mendapat panggung unjuk kebolehan di hadapan para hadirin. Itu lantaran prestasi yang berhasil dicapai sepak takraw di ajang Asian Games 2018. Dimana dua pesepak takraw Jepara turut andil dalam keberhasila menggondol […]

expand_less