Breaking News
light_mode

Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
  • visibility 364

PATI – Sebuah tradisi warisan leluhur yang melibatkan penyerahan sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kerbau telah dilakukan di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sesaji tersebut diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dilarung ke muara Sungai Tayu, Jumat (19/4/2024).

Sesaji ditata di atas miniatur perahu dan diarak dalam sebuah parade yang diiringi oleh musik drumband dan pertunjukan kesenian barongan. Parade ini berangkat dari kantor desa dan berakhir di TPI Sambiroto.

Setelah doa-doa dipanjatkan, sesaji kemudian dinaikkan ke perahu nelayan dan dilarung ke muara Sungai Tayu untuk kemudian dilarung ke muara, yakni laut utara Pulau Jawa.

Tidak hanya kerbau, sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kambing serta ayam putih mulus juga dilarung ke hilir sungai. Ribuan warga berkerumun di sepanjang rute parade untuk menyaksikan ritual ini.

Menurut Kepala Desa Sambiroto, Sulistiono, ritual ini adalah bagian utama dari tradisi Lomban Kupatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 1950-an.

“Yang mengawali tradisi ini ialah leluhur kami yang bernama Pak Wedono. Dulu, setiap sepekan setelah lebaran, beliau dan penggawanya selalu lomban (menaiki perahu di sepanjang sungai),” kata dia.

Lomban ini disertai dengan penyembelihan kerbau yang kemudian dilarung sebagai bentuk rasa syukur. Kebiasaan Wedono tersebut kemudian menjadi tradisi yang dilestarikan masyarakat setempat hingga kini.

“Yang dilarung bukan hanya kepala kerbau. Kalau kepala kerbau khusus untuk di muara sungai. Ada sesaji lain yang diletakkan di hilir sungai, yakni kepala, kaki, dan ekor kambing. Ada pula ayam putih mulus,” jelasnya.

Tradisi ini juga bertujuan untuk tolak bala, atau mencegah musibah, bagi masyarakat Desa Sambiroto yang sebagian besar adalah nelayan. Mereka percaya bahwa ritual ini dapat melindungi mereka dari musibah saat bekerja di laut.

Seorang warga, Kholistiono, mengungkapkan kegembiraannya dapat menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi Lomban Kupatan ini. Dia juga menambahkan bahwa ini adalah kali pertamanya naik perahu hingga ke muara untuk melihat langsung proses pelarungan sesaji.

“Ini tradisi setahun sekali setelah lebaran. Baru pertama kali saya ikut naik perahu sampai muara,” ucapnya.

Kholistiono menekankan bahwa sebagai warga, mereka mendukung kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah tradisi warisan leluhur yang harus dihargai dan dipertahankan.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santunan yatim dan dhuafa di PIM Mujahidin Bageng Gembong Pati.

    Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan dari PIM Mujahidin Bageng

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Santunan yatim dan dhuafa di PIM Mujahidin Bageng Gembong Pati. Diberikan kepada 73 anak.

  • Pengurus Yayasan PIM Mujahidin Bageng Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Modern

    Pengurus Yayasan PIM Mujahidin Bageng Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Modern

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng masa khidmah 2025-2030 secara resmi dikukuhkan pada Minggu (19/10/2025). Acara pengukuhan dan serah amanah ini berlangsung di Pusat Kegiatan (Pusgia) PIM Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati, diawali dengan khotmil qur’an bin nadhor, pembacaan tahlil, serta selawat bersama. PIM Mujahidin Bageng, yang mengelola lembaga […]

  • Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati 

    Di Kandang Banteng Loyalis Prabowo Pati Targetkan Raup Suara 55 Persen

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati Pada Pilpres 2024 nanti, kelompok relawan Loyalis Prabowo Pati (LPP) menargetkan Prabowo Subianto bisa meraup suara lebih dari 55 persen di Kabupaten Pati. Padahal Pati adalah kandang banteng alias PDI Perjuangan. Optimisme itu karena LPP didukung sejumlah kalangan termasuk “jebolan” PDI Perjuangan. PATI – […]

  • Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.645
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah madrasah terkemuka di Kabupaten Pati secara resmi mengumumkan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus selama bulan suci Ramadan. Keputusan ini, yang diambil oleh beberapa lembaga pendidikan agama di bawah naungan yayasan besar seperti Salafiyah Kajen dan Al Ma’ruf Hadiwijaya/PGIP Kajen, bukanlah penentangan terhadap program pemerintah secara umum, melainkan sebuah sikap […]

  • Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Dialog publik dalam rangka hari perawat di Universitas AnNur Grobogan Perawat mendapat tempat istimewa, hal ini terlihat dari persembahan BEM Unan Grobogan yang menggelar dialog publik dengan tema “Perawat Bersama Rakyat Menuju Bangsa Sehat Bebas dari Covid-19” GROBOGAN – BEM Universitas An Nur Purwodadi (Unan) Grobogan menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional […]

  • Suasana gayeng setelah pementasan Geger Bumi Muria di TMII Jakarta 

    Pentas Asal Usul Kretek Ramaikan TMII Jakarta

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Suasana gayeng setelah pementasan Geger Bumi Muria di TMII Jakarta JAKARTA – Perwakilan Kabupaten Kudus tampil  pentas duta seni, yang digelar oleh Badan Penghubung Jawa Tengah di TMII Jakarta. Pentas duta seni sempat vakum selama 3 tahun akibat pandemi, tahun ini mulai diadakan kembali.  Kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus menggandeng komunitas seni […]

expand_less