Breaking News
light_mode

Kritik Kang Putu untuk Kumcer Antawacana di Sunyi Kurusetra

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 459

BUDAYA, LINGKARMURIA.COM – Gunawan Budi Susanto atau yang akrab disapa Kang Putu, memberikan sejumlah kritikan terhadap buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh Achiar M Permana. Menurut Kang Putu penggarapan kumpulan cerpen kurang optimal dan juga banyak terkesan monoton. 

Kang Putu menilai seharusnya pengembangan cerita dalam kumpulan ceritanya bisa lebih baik. Dia berpendapat bahwa pola penceritaan dalam beberapa cerpen terasa monoton dan membosankan.

“Achiar punya kemampuan bercerita. Tapi saya menilai di kumcer pertama ini dia kurang optimal. Ketidakoptimalan itu karena dia tidak cukup sabar meneliti dan mencermati ulang cerpen-cerpen yang dia tulis,” ungkapnya.

“Dia terjebak dalam pola penceritaan yang nyaris tunggal. Sembilan dari 12 cerpen dia, model penceritaannya sama persis. Endingnya juga nyaris sama, antara ibunya mati, minggat, atau cerai. Kalau dia ubah sedikit saja, misalnya mengubah perspektif Bapak menjadi perspektif Ibu, hasilnya akan berbeda,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Kang Putu menyarankan agar Achiar lebih berani mencoba variasi dalam gaya penulisan dan memberikan ruang bagi tokoh anak dalam cerita tersebut untuk berperan lebih aktif.

Selain itu, dia berharap agar kritik semacam ini bisa membuat Achiar semakin bersemangat dalam menulis dan menemu cara-cara bercerita yang makin kuat. 

“Sebagai jurnalis selama belasan tahun, cukuplah dia punya kekayaan data yang bisa jadi sumber penceritaan. Achiar punya potensi,” jelasnya dalam forum Bedah Buku Sambang Sastra #3 di Joglo Sucen, jalan Pasucen-Lahar Kilometer 3, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Jumat (29/09/2023) malam.

Diketahui Achiar menerbitkan buku berjudul Antawacana di Sunyi Kurusetra.  Buku tersebut berisi 12 cerita pendek yang memiliki akar atau inspirasi dari cerita-cerita wayang. Beberapa di antaranya menggunakan kisah wayang untuk menggambarkan fenomena dan masalah kontemporer, sementara yang lain adalah penafsiran ulang dari cerita-cerita wayang yang sudah ada.

Achiar telah menerbitkan beberapa karya sebelumnya, termasuk buku esai “Dusta Yudhistira” pada 2018 dan kumpulan puisi “Sepasang Amandava” pada 2020, yang semuanya memiliki keterkaitan dengan kisah pewayangan. 

Karya yang disebutkan terakhir mendapatkan Penghargaan Prasidatama dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sebagai antologi puisi terbaik. Meski digarap dalam tiga bentuk berbeda, yakni esai, puisi, dan cerpen, ketiga buku tersebut punya benang merah yang sama, yakni berpijak pada kisah pewayangan. 

Karena itulah, Achiar menyebut ketiga karyanya itu sebagai trilogi. Bahkan berpotensi jadi tetralogi karena dia juga punya keinginan menulis novel dengan corak serupa. 

“Saya menulis buku dengan kepentingan agar wayang bisa kembali hidup dan teman-teman muda mau melirik wayang. Sebab memiliki kaitan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Achiar berusaha menghidupkan kembali minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya wayang dengan menghubungkannya dengan isu-isu dan peristiwa saat ini. Dia percaya bahwa cerita wayang dapat digunakan untuk menggambarkan realitas kehidupan masa kini. Namun, dia menyadari bahwa jika cerita wayang hanya disajikan secara tradisional, mungkin tidak akan menarik perhatian generasi muda.

“Karena itulah, pilihan saya adalah menautkan wayang dengan fenomena dan persoalan hari ini. Misalnya berkait konflik pembebasan lahan di Kendeng. Cerita wayang saya kaitkan untuk melihat situasi ambyar, hati yang tersakiti, sebagai pijakan untuk menggambarkan peristiwa dan persoalan hari ini,” jelasnya.

Penulis : Arif

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda PAUD Pati Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital

    Bunda PAUD Pati Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 327
    • 0Komentar

    PATI – Bunda PAUD Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, membuka acara halal bihalal dan pelatihan Himpaudi Kabupaten Pati di Gedung Haji Pati, Selasa (15/4/2025). Acara bertema “Merajut Silaturahmi, Wujudkan Pendidikan Hebat melalui Pelatihan Tari” ini dihadiri anggota DPRD Pati, Plt Kepala Disdikbud Pati, Ketua dan Penasehat Himpaudi, serta para pendidik PAUD se-Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, […]

  • Fraksi Gerindra DPRD Pati Dorong Penggunaan Anggaran Lebih Selektif

    Fraksi Gerindra DPRD Pati Dorong Penggunaan Anggaran Lebih Selektif

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.571
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah lebih cermat dalam mengalokasikan anggaran menyusul adanya penurunan target pendapatan daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. Dalam pembahasan tersebut, Fraksi Gerindra turut menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 serta kondisi kemampuan fiskal daerah. […]

  • Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Kota Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan. Namun, kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, […]

  • Ponpes Darul Aitam Pati Kota Sabet Gelar Juara Banyak Talenta Pesepakbola Dari Pesantren

    Ponpes Darul Aitam Pati Kota Sabet Gelar Juara Banyak Talenta Pesepakbola Dari Pesantren

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Cabang sepak bola dipertandingkan lebih awal sebelum upacara pembukaan POSPEDA 2017. Dalam waktu tiga hari, sembilan kesebelasan turut berlaga di cabang sepak bola yang di gelar di Stadion Joyokusumo. Senin (9/10) hingga babak final Selasa (10/10) lalu. Gunawan, panitia pelaksana cabang sepak bola menuturkan, banyak pesepakbola yang bertalenta dari pondok pesantren. […]

  • Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.389
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra, mengajukan usulan penyesuaian besaran batas minimal omzet pelaku usaha yang akan dikenakan pajak dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Angka yang diusulkan pihak legislatif jauh lebih tinggi dibandingkan draf awal yang disampaikan pemerintah daerah. Jika usulan […]

  • Persipa Pati Siap Hentikan Laju Bhayangkara FC di Kandang Sendiri

    Persipa Pati Siap Hentikan Laju Bhayangkara FC di Kandang Sendiri

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap menghadapi laga kandang melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2024) pukul 15.00 WIB di Stadion Joyokusumo, Pati, ini menjadi momentum penting bagi Laskar Saridin untuk meraih poin penuh dan memperbaiki posisi di klasemen. Persipa Pati saat ini berada di […]

expand_less