Breaking News
light_mode

Negara Akhirnya Akui Kepahlawanan Ratu Kalinyamat Jepara

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
  • visibility 455

JAKARTA – Tokoh perempuan asal Jepara, Ratu Kalinyamat bakal dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Presiden Republik Indonesia telah menyetujui sejumlah tokoh yang telah ditetapkan sebagai Calon Pahlawan Nasional dan akan menerima Gelar Pahlawan Nasional dalam sebuah upacara penghargaan yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 10 November 2023, di Istana Negara.

Informasi penganugerahan gelar pahlawan nasional itu terungkap dalam surat resmi Kementerian Sekretariat Negara Sekretariat Militer Presiden. Surat kepada Kementerian Sosial itu ditandatangani oleh Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan.

Kementerian Sosial mengundang para ahli waris penerima, termasuk keluarga Ratu Kalinyamat untuk hadir di Jakarta paling lambat tanggal 8 November 2023. Kehadiran mereka diharapkan akan menambah kekhidmatan acara penghargaan tersebut.

Upacara penghargaan yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 November 2023 di Istana Negara akan menjadi momen bersejarah yang akan selalu diingat oleh masyarakat Jepara dan Jawa Tengah.

Diketahui bahwa Ratu Kalinyamat merupakan seorang Ratu yang sangat dihormati oleh bangsa Portugis dan memiliki nilai-nilai perjuangan yang patut dijadikan contoh oleh generasi masa kini.

Fakta-fakta ketokohan Ratu Kalinyamat telah dipaparkan dalam buku laporan hasil penelitian empiris berhasil diterbitkan Yayasan Darma Bhakti Lestari bekerjasama dengan sejumlah pihak. Buku yang diterbitkan Media Indonesia Publishing ini memuat data-data yang mendukung substansial dan penguatan akademik terhadap usulan penganugerahan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Laporan ini dikerjakan oleh tim yang sangat berkompeten dari berbagai disiplin ilmu. Didukung penuh oleh pemerintah daerah, kampus, dan masyarakat Jepara khususnya.
Fakta-fakta sejarah tentang perempuan yang memiliki darah keturunan dari Kerajaan Demak ini disajikan dalam 9 BAB.

Mulai dari sosok Ratu Kalinyamat, perannya melawan kolonialisme dan Imperialisme Portugis di Nusantara, cerita tentang invasi Jepara ke Malaka, membela bangsa Hitu, membantu pasukan Aceh, upaya mengusir Portugis dari Malaka, legacy sang Ratu, hingga tentang julukan Rainha De Japora Senhora Poderosa E Rica dari orang-orang Portugis.

Dalam testimoninya, pengamat militer sekaligus Presiden Indonesian Institute for Maritime Studies Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat pada 1549-1579, Jepara berhasil dibawa ke masa kejayaan.

Kemampuan industri dan kekuatan maritim yang dibangun, mampu memimpin era industrialisasi maritim di kawasan Asia Tenggara. Selain itu Sang Ratu tampil sebagai leader aliansi kekuatan kesultanan Islam di kawasan (Johor, Aceh, Maluku an Jepara).

“Visi Ratu Kalinyamat dalam aliansi itu adalah mencapai kesejahteraan bersama dan menghilangkan ancaman/musuh yang besar kala itu Portugis,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut kehadiran Ratu Kalinyamat sebagai seorang perempuan pada saat itu merupakan suatu lambang bahwa di Nusantara ini perempuan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi.

“Ketinggian Ratu Kalinyamat ditandai dengan kemampuan memimpin penyerangan ke berbagai tempat yang dikuasai penjajah Portugis,” tulisnya dalam pengantar buku laporan hasil riset tersebut.

Penulis: Fatwa

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Banjir di Batangan, Minta Pemerintah Serius Beri Solusi

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Banjir di Batangan, Minta Pemerintah Serius Beri Solusi

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 543
    • 0Komentar

    PATI – Banjir yang sempat merendam jalur Pantura Batangan – Rembang mendapat perhatian serius dari DPRD Pati. Pemerintah diharapkan tanggap untuk benar-benar menuntaskan persoalan banjir yang melumpuhkan aktivitas warga dan lalu lintas. Banjir pada 27 Oktober lalu meluber hingga jalur pantura, tepatnya di sekitar pabrik sepatu, menyebabkan kemacetan dan sejumlah sepeda motor mogok. Selain jalur […]

  • Kasus Kekerasan Seksual di Pati: Ayah Kandung Setubuhi Anaknya Berkali-kali

    Kasus Kekerasan Seksual di Pati: Ayah Kandung Setubuhi Anaknya Berkali-kali

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati sedang memberikan dukungan psikologis kepada seorang remaja perempuan berusia 18 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya. Korban, yang berasal dari Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, telah mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya sejak usia 17 tahun dan masih […]

  • Muslihan Resmi Pimpin DPC PPP Pati untuk Masa Khidmah 2026–2031

    Muslihan Resmi Pimpin DPC PPP Pati untuk Masa Khidmah 2026–2031

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.602
    • 0Komentar

    SEMARANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati kini telah memiliki barisan pengurus baru untuk periode lima tahun ke depan. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang mengatur susunan kepengurusan DPC setempat untuk masa khidmah 2026–2031, pada Minggu (31/5/2026). Berdasarkan dokumen SK tersebut, […]

  • 200 Pendekar Pencak Dor di Kudus

    200 Pendekar Pencak Dor di Kudus

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Aksi salah satu pendekar dalam sebuah tarung bebas atau Pencak Dor di Kudus  KUDUS – Minggu pagi (5/1/2020) di Lapangan Merdeka, Wergu Kota, masyarakat Kudus berjubel. Mereka antusias ingin melihat Pencak Dor atau tarung bebas para pesilat. Pendekat silat datang dari berbagai daerah. Total ada 200 pendekar pencak silat yang ambil bagian. Dari Kudus diwakili […]

  • Sepekan Disurati Temuan Diduga Makam Kuno di Pati Belum Diteliti Balai Arkeologi

    Sepekan Disurati Temuan Diduga Makam Kuno di Pati Belum Diteliti Balai Arkeologi

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo masih menggali bangunan diduga makam kuno PATI – Penemuan struktur bangunan yang diduga sebagai makam kuno di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo belum juga diteliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Meskipun, surat resmi permohonan penelitian temuan benda yang dinilai bersejarah itu, telah dilayangkan oleh dinas terkait pada Kamis (1/11/2018).  Hingga […]

  • Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Kemeriahan festival layang-layang di Desa Tunahan Jepara Festival Layang-Layang pertama kali digelar di Desa Tunahan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Antusiasme penonton dan peserta luar biasa. Bahkan para pegiat layang-layang internasional sampai ikut datang.  JEPARA – Para pemuda RT 13 RW 4 Dukuh Karagan Desa Tunahan Kecamatan Keling menggelar kompetisi laying-layang di area sawah Punden H. […]

expand_less