Breaking News
light_mode

Tiga SMP di Pati Ini Sabet Penghargaan Adiwiyata Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
  • visibility 212

PATI – Prestasi membanggakan datang lagi dari Bumi Mina Tani. Tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pati
berhasil menyabet penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional. Hal itu diungkapkan Kasi
Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup M. Ihsan, yang sekaligus menjadi
pembina sekolah adiwiyata di Kabupaten Pati.
Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN
1 Wedarijaksa, SMPN 5 Pati, dan SMPN 1 Batangan. Selain ketiga sekolah menengah
pertama yang meraih predikat adiwiyata nasional, salah satu sekolah menengah
kejuruan di Kabupaten Pati juga menyabet penghargaan sebagai sekolah adiwiyata
mandiri. Yaitu SMK Tunas Harapan.
Seperti diketahui, tingkatan
penghargaan sebagai sekolah adiwiyata dimulai dari tingkatan, kabupaten,
provinsi, nasional, mandiri, dan internasional. Untuk adiwiyata mandiri SMK
Tunas Harapan menjadi sekolah kedua di Kabupaten Pati.
Keberhasilan beberapa sekolah
tersebut dalam menyabet penghargaan sekolah dengan kepedulian terhadap
lingkungan, karena memiliki beberapa keunggulan. ”Masing-masing sekolah
tersebut memiliki keunngulan dalam kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar,”
kata Ihsan.
Keunggulan itu seperti di SMP N 5
Pati, tim verifikator kepincut dengan komitmen pihak sekolah yang membuat
lingkungan sekolahnya tetap hijau dan asri meskipun lahannya terbatas serta
dengan pemanfaatan barang daur ulang yang baik, di SMPN 1 Wedarijaksa, konsep
pengelolaan kantin sehat yang menjadi nilai lebih sehingga tim penilai memilih
SMPN 1 Wedarijaksa.
Sementara di SMPN 1 Batangan,
keunggulannya terletak pada komitmen sekolah yang mampu mempertahankan
penghijauan. Meskipun kondisi air di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten
Rembang itu sangat sulit masalah air.
Sofia Bardina, kepala SMPN 5 Pati
yang menjadi salah satu sekolah menengah pertama penyabet penghargaan adiwiyata
nasional ini mengaku senang dan hal itu menjadi sebuah kebanggan.
Penghargaan ini sekaligus menjawab
keraguan banyak orang. Dimana banyak yang menganggap SMPN 5 Pati ini akan sulit
menjadi sekolah adiwiyata karena lahannya sudah sempit dan terbatas.
”Namun dengan segala daya kreativitas
dari semua pihak di sekolah, tantangan itu akhirnya mampu kami jawab dengan
penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional ini,” papar Sofia.
Lebih lanjut, Sofia berharap kepada
semua warga sekolah, mampu terus menjaga lingkungan, dan bisa meningkat lagi
dari adiwiyata nasional menuju adiwiyata mandiri. (yan)
  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Persijap Jepara dihajar Persis Solo dengan skor 5-2 Rekor tak pernah kalah Persijap atas Persis Solo patah. Rekor tak pernah kalah selama babak grup Liga 2 musim ini juga patah. Persijap dibantai 5-2. Kekalahan pahit yang harus menjadi cambuk untuk bangkit.  SOLO – Gol cepat itu seperti meruntuhkan kepercayaan diri pemain. Penonton di rumah (seperti […]

  • DPC PDI Perjuangan Pati: Upacara Bendera Tandai Dimulainya Bulan Bung Karno

    DPC PDI Perjuangan Pati: Upacara Bendera Tandai Dimulainya Bulan Bung Karno

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pati menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025). Upacara di halaman kantor DPC tersebut diikuti kader PDIP dari berbagai tingkatan, termasuk anggota DPRD Kabupaten, Provinsi, hingga perwakilan DPR RI. Ketua DPC PDIP Pati, Ali Badrudin (juga Ketua DPRD Pati), menekankan komitmen partai terhadap nilai-nilai […]

  • Komisi B DPRD Pati Minta Implementasi Kebijakan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan Pusat

    Komisi B DPRD Pati Minta Implementasi Kebijakan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan Pusat

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.377
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati terus bergerak cepat mencari solusi atas keluhan petani terkait akses pupuk subsidi. Salah satu langkah yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian untuk menangani masalah ini dalam jangka pendek. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, menekankan bahwa semua pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian setempat, harus memberikan […]

  • Bantuan Ekonomi Produktif Baznas Pati untuk Warga Kurang Mampu

    Bantuan Ekonomi Produktif Baznas Pati untuk Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Kam, 31 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto memberikan bantuan ekonomi produktif PATI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, memberikan bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Margorejo, bersama Bupati Pati Haryanto Kamis (31/1/2019) di Masjid Al Falah Kecamatan Margorejo Pati. Imam Zarkasi Ketua Baznas mengatakan, program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat merupakan program terbaru dari Baznas Pati. […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Tingkatkan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas

    DPRD Pati Dorong Pemkab Tingkatkan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 208
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi penyandang disabilitas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyoroti masih belum meratanya akses bagi penyandang disabilitas di ruang publik. “Dengan belum meratanya akses untuk penyandang disabilitas di ruang publik, membuat Kabupaten belum dapat disebut sebagai […]

  • Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

    Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Puncak Gunung Gede yang menakjubkan dengan kepulan asap dari kawahnya  Matahari mulai meninggi. Kami tak sadar. Setelah makan malam itu kami terlelap. Nyenyak sekali. Bangun kesiangan membuat momen sunrise hilang. Padahal momen saat matahari terbit itu menjadi dambaan para pendaki. Termasuk kami. Setelah bangun, kami mulai bersiap-siap. Memasak sarapan dengan bahan-bahan yang kami bawa dari […]

expand_less