Breaking News
light_mode

Syahadah, Kesaksian, dan Kenyataan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 246


Suluk
Maleman pada edisi ke 89 di bulan Ramadan kali ini kembali mengajak untuk
mengulik makna syahadah. Konsep syahadah yang tak sekadar ucapan lisan menjadi
sentilan tersendiri bagi warga yang datang dalam ngaji budaya tersebut.

Sabrang
Mowo Damar Panuluh bahkan membuka dialog dengan menyebut jika syahadah menjadi
suatu fondasi sebuah sistem dalam berkehidupan. Baginya konsep dari syahadat
adalah sebuah kepercayaan. Dan rasa percaya itulah yang kemudian menjadi hakim
dalam perjalanan.

“Misalnya
kita mau ke Jogja tapi tidak tahu jalan. Akhirnya kita percayakan pada Google
Maps. Dan kita akhirnya bisa menemukan titik tersebut. Begitu pula dalam
memulai perjalanan kita berikrar dan menjalankan sistem dengan konsep syahadat
tersebut,” terang pria yang karib disapa Noe Letto ini.

Anis
Sholeh Baasyin menambahkan, banyaknya manusia yang terjebak pada sesuatu yang
formal dan hanya lisan kerap membuat penurunan drastis dalam sikap keagamaan.
Bersyahadat dikatakannya tak hanya dilakukan dengan lisan namun harus dengan
keseluruhan daya dan upaya.

“Syahadat
lebih bagaimana membuktikan kebenaran Allah dan wujud paling mulia adalah Rasullulah.
Tak punya tujuan selain Allah dan citra terbaik adalah Rasullullah,” terangnya.

Dengan
konsep tersebut, maka secara batin akan bersaksi sedangkan dalam hidup selalu
berorientasi meneladani Rasulullah. Jika hal tersebut dialkukan maka sama
halnya bersyahadat dari detik ke detik dan dari waktu ke waktu

“Kita
menjadikan Rasulullah sebagai panutan utama. Dan kalau menggunakan tolak ukur
tertinggi kita pasti akan merasa kurang. Hal itulah yang kemudian menjaga agar
kita tak pernah merasa sombong. Karena pasti selalu dibawah dari panutan
tersebut,” terangnya.

Dia
pun menceritakan seorang ulama besar yang tengah berangkat haji tiba-tiba
bermimpi melihat malaikat. Dari mimpinya disebutkan ada seorang sosok bernama Ali
Muwafiq dari Damaskus yang dikatakan merupakan haji yang paling mabrur.

“Karena
penasaran akhirnya dicarilah sosok tersebut. Rupanya yang bernama Ali Muwafiq
itu seorang tukang sol sepatu. Saat itu sendiri tidak sedang beribadah haji,” ujarnya.

Lantaran
rasa penasaran itulah akhirnya ditanyakan. Ternyata sosok tukang sol itu tak
jadi berangkat haji lantaran uang yang telah ditabungnya bertahun-tahun
diberikan kepada seorang tetangganya.

“Dia
terketuk hatinya karena tetangganya rupanya tengah memasak bangkai lantaran
tidak memiliki harta lagi untuk memberikan makan kepada anak-anaknya. Meskipun
tak jadi berangkat haji, dia rupanya disebutkan haji yang paling mabrur. Yang
dilakukannya bentuk syahadat yang terbaik,” terangnya.

KH.
Ahmad Nadhif Abdul Mudjib memandang jika makna syahadah harus diaktualisasikan
sebagai keterbutuhan dan kerapuhan manusia yang bersifat asli. Sedangkan segala
kesempurnaan hanyalah milikNya. Namun seringkali manusia justru lupa bahwa
sesungguhnya berasal dari ketiadaan yang diadakan oleh yang Maha Ada.

“Dengan
konsep itulah kita akan mengakui kehambaan menjadi bentuk pembebasan paling
total. Kita akan lebih waspada,” terangnya.

Lucunya,
Gus Nadhif justru menyentil akan banyaknya sikap lupa yang justru menghamba
pada sesuatu yang bersifat material. Seperti menghamba jabatan maupun segala
hal yang bersifat duniawi lainnya.

“Seperti
orang bersodaqoh saat mau nyaleg. Lha ini yang merintah sodaqoh kursi mau, tapi
kalau diperintah sama Tuhan tidak mau. Mbah Abdullah, kakek KH. Abdullah
Salam-Kajen, setiap pagi melihat di rumah putranya ada tumpukan beras di rumah,
lantas  menyindir: wah pantas hidupmu
tentram, wong sudah ditemani tumpukan berhala. Dengan cara tersebut beliau mengingatkan
agar putra-putranya lebih waspada munculnya keterikatan pada selain Allah,” terangnya.

Karena
keterlupaan itu pulalah yang kemudian seringkali membuat manusia sering menjambret
kewenangan Allah. Banyak orang yang begitu mudah mengkafirkan. Padahal manusia
disebutkannya hanya sebagai penyeru bukan menghakimi, hakim hanyalah Allah. Diapun
mengingatkan agar lebih baik keliru menganggap orang itu muslim daripada salah
menganggap kafir.

“Secara
sederhana kebenaran ada dua yakni objektif mutlak dan nisbi. Kalau kebenaran
nisbi pendapatku bagiku benar tapi masih mungkin salah sedangkan pendapat orang
lain bagiku salah tapi masih mengandung kebenaran. Berbeda dengan kebenaran
mutlak. Meskipun kebenaran tetap tidak boleh dipaksakan kepada orang lain,” terangnya.

Terkait
hal tersebut Noe pun memiliki analogi yang begitu menarik. Dia mengibaratkan
sesama manusia selayaknya sesama siswa dalam satu kelas.

“Tentunya
sesama siswa tidak bisa mengisi rapot temannya. Sesama siswa harus sibuk
bersih-bersih kelas. Tidak menunjuk orang tapi wani tandang resik-resik kelas,”
tambahnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Persijap Jepara dihajar Persis Solo dengan skor 5-2 Rekor tak pernah kalah Persijap atas Persis Solo patah. Rekor tak pernah kalah selama babak grup Liga 2 musim ini juga patah. Persijap dibantai 5-2. Kekalahan pahit yang harus menjadi cambuk untuk bangkit.  SOLO – Gol cepat itu seperti meruntuhkan kepercayaan diri pemain. Penonton di rumah (seperti […]

  • Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

      Kwarcab Pramuka Kabupaten Pati menerima penghargaan sebagai yang tergiat di Jawa Tengah bidang abdimas. BOYOLALI – Pramuka Kwarcab Pati kembali menerima penghargaan sebagai yang tergiat bidang abdimas Kwarda Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo. Penghargaan ini dirasa spesial setelah menunggu lebih dari satu dekade, akhirnya kwartir […]

  • Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PATI – Kebakaran melanda rumah milik Sri Ningsih (43), warga Dukuh Pundenrejo RT 4 RW 4, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Api menghanguskan bagian dapur dan ruang jahit rumah korban, diduga akibat kelalaian saat membakar sampah di halaman belakang rumah. Saksi mata, Siti Fatimah (65), tetangga korban, pertama kali […]

  • Suasana nongkrong di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah.

    Angkringan Joss Awalnya Dapur Disulap jadi Kedai Kopi

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Salah satu tempat ngopi asyik di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah. Tersedia kopi dari lereng Muria yang disajikan spesial di sebuah kedai yang awalnya adalah dapur rumah.

  • DPUTR Pati: Sejumlah Proyek Strategis Masih Tahap Perencanaan, Tunggu Asistensi

    DPUTR Pati: Sejumlah Proyek Strategis Masih Tahap Perencanaan, Tunggu Asistensi

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.905
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati belum memulai pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur berskala besar yang telah dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Hingga awal Juni, seluruh proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan dan belum memasuki tahap pekerjaan konstruksi di lapangan. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan […]

  • Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER 

    #SaveKarimunjawa Ultras Persijap Kembali Suarakan Isu Tambak Udang

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER JEPARA – Isu tentang tambak udang di Karimunjawa Jepara masih ramai. Tambak udang di Karimunjawa diduga berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan wilayah kepulauan yang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara itu. Saat ini masih terjadi pro kontra meskipun pemerintah daerah sudah melakukan penutupan. Pada pertandingan uji coba Persijap vs Persipa […]

expand_less