Breaking News
light_mode

Syahadah, Kesaksian, dan Kenyataan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 184


Suluk
Maleman pada edisi ke 89 di bulan Ramadan kali ini kembali mengajak untuk
mengulik makna syahadah. Konsep syahadah yang tak sekadar ucapan lisan menjadi
sentilan tersendiri bagi warga yang datang dalam ngaji budaya tersebut.

Sabrang
Mowo Damar Panuluh bahkan membuka dialog dengan menyebut jika syahadah menjadi
suatu fondasi sebuah sistem dalam berkehidupan. Baginya konsep dari syahadat
adalah sebuah kepercayaan. Dan rasa percaya itulah yang kemudian menjadi hakim
dalam perjalanan.

“Misalnya
kita mau ke Jogja tapi tidak tahu jalan. Akhirnya kita percayakan pada Google
Maps. Dan kita akhirnya bisa menemukan titik tersebut. Begitu pula dalam
memulai perjalanan kita berikrar dan menjalankan sistem dengan konsep syahadat
tersebut,” terang pria yang karib disapa Noe Letto ini.

Anis
Sholeh Baasyin menambahkan, banyaknya manusia yang terjebak pada sesuatu yang
formal dan hanya lisan kerap membuat penurunan drastis dalam sikap keagamaan.
Bersyahadat dikatakannya tak hanya dilakukan dengan lisan namun harus dengan
keseluruhan daya dan upaya.

“Syahadat
lebih bagaimana membuktikan kebenaran Allah dan wujud paling mulia adalah Rasullulah.
Tak punya tujuan selain Allah dan citra terbaik adalah Rasullullah,” terangnya.

Dengan
konsep tersebut, maka secara batin akan bersaksi sedangkan dalam hidup selalu
berorientasi meneladani Rasulullah. Jika hal tersebut dialkukan maka sama
halnya bersyahadat dari detik ke detik dan dari waktu ke waktu

“Kita
menjadikan Rasulullah sebagai panutan utama. Dan kalau menggunakan tolak ukur
tertinggi kita pasti akan merasa kurang. Hal itulah yang kemudian menjaga agar
kita tak pernah merasa sombong. Karena pasti selalu dibawah dari panutan
tersebut,” terangnya.

Dia
pun menceritakan seorang ulama besar yang tengah berangkat haji tiba-tiba
bermimpi melihat malaikat. Dari mimpinya disebutkan ada seorang sosok bernama Ali
Muwafiq dari Damaskus yang dikatakan merupakan haji yang paling mabrur.

“Karena
penasaran akhirnya dicarilah sosok tersebut. Rupanya yang bernama Ali Muwafiq
itu seorang tukang sol sepatu. Saat itu sendiri tidak sedang beribadah haji,” ujarnya.

Lantaran
rasa penasaran itulah akhirnya ditanyakan. Ternyata sosok tukang sol itu tak
jadi berangkat haji lantaran uang yang telah ditabungnya bertahun-tahun
diberikan kepada seorang tetangganya.

“Dia
terketuk hatinya karena tetangganya rupanya tengah memasak bangkai lantaran
tidak memiliki harta lagi untuk memberikan makan kepada anak-anaknya. Meskipun
tak jadi berangkat haji, dia rupanya disebutkan haji yang paling mabrur. Yang
dilakukannya bentuk syahadat yang terbaik,” terangnya.

KH.
Ahmad Nadhif Abdul Mudjib memandang jika makna syahadah harus diaktualisasikan
sebagai keterbutuhan dan kerapuhan manusia yang bersifat asli. Sedangkan segala
kesempurnaan hanyalah milikNya. Namun seringkali manusia justru lupa bahwa
sesungguhnya berasal dari ketiadaan yang diadakan oleh yang Maha Ada.

“Dengan
konsep itulah kita akan mengakui kehambaan menjadi bentuk pembebasan paling
total. Kita akan lebih waspada,” terangnya.

Lucunya,
Gus Nadhif justru menyentil akan banyaknya sikap lupa yang justru menghamba
pada sesuatu yang bersifat material. Seperti menghamba jabatan maupun segala
hal yang bersifat duniawi lainnya.

“Seperti
orang bersodaqoh saat mau nyaleg. Lha ini yang merintah sodaqoh kursi mau, tapi
kalau diperintah sama Tuhan tidak mau. Mbah Abdullah, kakek KH. Abdullah
Salam-Kajen, setiap pagi melihat di rumah putranya ada tumpukan beras di rumah,
lantas  menyindir: wah pantas hidupmu
tentram, wong sudah ditemani tumpukan berhala. Dengan cara tersebut beliau mengingatkan
agar putra-putranya lebih waspada munculnya keterikatan pada selain Allah,” terangnya.

Karena
keterlupaan itu pulalah yang kemudian seringkali membuat manusia sering menjambret
kewenangan Allah. Banyak orang yang begitu mudah mengkafirkan. Padahal manusia
disebutkannya hanya sebagai penyeru bukan menghakimi, hakim hanyalah Allah. Diapun
mengingatkan agar lebih baik keliru menganggap orang itu muslim daripada salah
menganggap kafir.

“Secara
sederhana kebenaran ada dua yakni objektif mutlak dan nisbi. Kalau kebenaran
nisbi pendapatku bagiku benar tapi masih mungkin salah sedangkan pendapat orang
lain bagiku salah tapi masih mengandung kebenaran. Berbeda dengan kebenaran
mutlak. Meskipun kebenaran tetap tidak boleh dipaksakan kepada orang lain,” terangnya.

Terkait
hal tersebut Noe pun memiliki analogi yang begitu menarik. Dia mengibaratkan
sesama manusia selayaknya sesama siswa dalam satu kelas.

“Tentunya
sesama siswa tidak bisa mengisi rapot temannya. Sesama siswa harus sibuk
bersih-bersih kelas. Tidak menunjuk orang tapi wani tandang resik-resik kelas,”
tambahnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah

    Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pahlawan tanpa tanda jasa  Tidak sedikit pahlawan yang tak ingin dikenal. Mereka lebih senang tak diperhitungkan. Karena sudah benar sejak niatnya. Menjadi orang berguna yang tulus dan ikhlas saja. PATI – Gedung SMKN Jawa Tengah disulap menjadi panggung teater. Ada pemakaman umum di pinggir jalan desa. Pencahayaan lampu panggung yang menyorot sebuah makam membuat suasana […]

  • Kabupaten Pati Raih Sorotan di CJIBF 2025, Dua Proyek Unggulan Tarik Investor

    Kabupaten Pati Raih Sorotan di CJIBF 2025, Dua Proyek Unggulan Tarik Investor

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 233
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung mempromosikan 15 proyek investasi unggulan di Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Forum yang dihadiri duta besar, delegasi negara sahabat, dan calon investor nasional dan internasional ini mengangkat tema “Investasi Inklusif dan Berkelanjutan dalam Mendukung Pangan dan Energi Terbarukan”. […]

  • Polresta Pati Berangkatkan Warga Mudik Balik Gratis ke Jakarta

    Polresta Pati Berangkatkan Warga Mudik Balik Gratis ke Jakarta

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    PATI– Warga Pati menikmati mudik balik gratis ke Jakarta. Program mudik balik gratis ini difasilitasi oleh Polresta Pati. Ada 200 orang yang ikut program ini. Sebanyak 200 orang diberangkatkan dengan empat armada bus, mereka diberangkatkan dari Mapolresta Pati, Sabtu (29/4/2023). Kapolresta Pati Kombes Pol. Andhika Bayu Adhittama didampingi pejabat utama Polresta memberangkatkan para pemudik yang […]

  • Persijap Jepara Ditahan Imbang, Tiket Promosi ke Liga 1 Makin Berat

    Persijap Jepara Ditahan Imbang, Tiket Promosi ke Liga 1 Makin Berat

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara gagal meraih kemenangan di laga kandang melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada lanjutan babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (12/2/2025). Pertandingan berakhir imbang 0-0. Hasil ini memastikan Bhayangkara Presisi Indonesia FC promosi ke Liga 1 musim depan, sementara Persijap harus berjuang lebih keras untuk […]

  • Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sayang. Fernando Taryono yang bermain bagus sekaligus mencuri perhatian tim pelatih saat beruji coba, tak jadi sepakat untuk mengikat kontrak. Manajemen hanya deal atas negosiasi dengan Bayu Eko prastyo yang berposisi sebagai bek. Mantan kapten PSCS tersebut ingin kembali ke klub yang membersarkannya. Dia masih ingin bermain di kompetisi sekelas minimal Liga 2. Manajemen Persipa […]

  • Bunda PAUD Pati Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

    Bunda PAUD Pati Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PATI – Bunda PAUD Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, hadir dalam Gebyar PAUD Tahun 2025 yang diselenggarakan di SPNF SKB Pati. Acara bertema “Mewujudkan Generasi Adaptif, Rajin, Unggul, dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas” ini menampilkan beragam kreativitas anak-anak PAUD, mulai dari senam bersama dan tari garuda hingga lomba menyanyi dan paduan suara, Jum’at (25/7/2025). […]

expand_less