Breaking News
light_mode

Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 318


Lampu temaram menyinari Gedung
FKIP Universitas Muria Kudus, Sabtu (18/5/2019) malam. Hari itu sedang
berlangsung pementasan teater oleh kelompok Tetater Gerak 11. Lakon yang
dibawakan adalah
Masjid Tanpa Sujud,
karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Budayawan dari Bumi Mina Tani.

Masjid Tanpa Sujud merupakan
refleksi diri, melihat kekacauan antar kelompok. Dimana masing-masing kelompok
menganggap dirinya paling benar. Dan menilai kelompok lain salah.

Sayup-sayup dari balik tirai
panggung teater terdengar senandung gending Jawa. Tampak bayangan enam lelaki.
Paling depan memegang bedug diikuti empat pemain yang membawa rebana. Sementara
lelaki paling belakang  seperti membaca
kitab.

Bayangan itu berpakaian adat Jawa.
Berjarik dan mengenakan ikat kepala. 
Mereka pun bernyanyi sembari menabuh alat musik yang dibawa
masing-masing. Kali ini suara lebih ramai. Terdengar suara perempuan juga.

Semua formasi tadi mendadak
buyar. Mereka berlarian tak karuan. Lalu keluarlah satu laki-laki gendut dan
perempuan tua. Mereka pun berdebat tentang dimana mereka berada. Ditengah
perdebatan mereka, datang lelaki tua bernama Abdullah. Ia pun berkata kepada
dua orang yang berdebat tadi. Bahwa mulut mereka masih cerewet. Tangan mereka
juga sering usil.

Adegan panggung Masjid Tanpa Sujud

Kedua orang itu berjilbab dan
bersarung tetapi tidak memiliki kesabaran. Abdullah lalu mengeluarkan buku dan
meminta mereka membaca. Lampu panggung mendadak redup. Lantunan ayat Al Qur’an
pun menggema.

Penari sufi dibalik layar
menampilkan bayangannya yang sedang berputar-putar. Sembari menunjukkan jubah
bagian bawahnya yang makin mekar.

Suasana kembali tenang. Abdullah
pun menghilang. Dipanggung hanya ada lelaki gendut dan perempuan tua. Kini
mereka kembali berdiskusi. Tentang fenomena orang-orang yang sibuk membuat
barisan sendiri. Sembari menuding yang lain sesat. Serta dilakukan oleh siapa
saja dan atas nama apa saja.

Sutradara pementasan, Sutrimo
mengatakan, setting panggung dengan background membentuk kubah disertai
ranting dan dedaunan kering memiliki makna tersendiri. Pohon yang daunnya
kering melambangkan kesucian yang sudah mulai mengering. Bahkan hampir
dikatakan mati.

”Intinya kegersangan dimana orang
satu (lelaki gendut,Red) dan orang dua (wanita tua,Red) mencari sebuah
kebenaran,” ujarnya.

Alasannya mengangkat setting ini
sebagai refleksi tentang fenomena perpecahan umat. Setiap pergantian scene,
lampu panggung juga berkelap-kelip dengan cepat. Lighting yang digambarkan
kelap-kelip itu sebagai penggambaran suasana yang krodit. Selain itu ditengah
kelap-kelip lampu panggung, terdengar sayup-sayup teriakan bid’ah, salah, dan
tuduhan-tuduhan lainnya. (hus)



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI — Suasana dini hari di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mendadak ricuh pada Jumat (18/7/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Dua kelompok pemuda terlibat tawuran di depan warung makan “Botok Ayu” di Jalan Winong-Jakenan. Aksi kekerasan ini terekam video dan viral di media sosial. Video menunjukkan dua kelompok pemuda; satu datang dengan sepeda motor […]

  • Inilah Lawan Persijap di Liga 3 Nanti

    Inilah Lawan Persijap di Liga 3 Nanti

    • calendar_month Ming, 11 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, JAKARTA – Pelaksanaan kompetisi Liga 3 Nasional dipastikan mengalami perubahan. Tak hanya jadwal bertanding, format kompetisi pun juga dipastikan berubah. Sesuai hasil Manager Meeting yang digelar PSSI di Jakarta Jumat (9/3/18) malam, kontestan 40 tim Liga 3 Nasional dibagi kedalam delapan grup, dimana Persijap tergabung di Grup 3 bersama PSCS Cilacap, Persibas Banyumas, Persip […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.654
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi sorotan serius dari kalangan legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Pastikan Selama Rapat Tertib Administrasi

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Pastikan Selama Rapat Tertib Administrasi

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 385
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah sorotan publik terhadap kinerja DPRD, Pansus Hak Angket DPRD Pati mengambil langkah tegas untuk memastikan keterbukaan informasi. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menekankan bahwa setiap keterangan yang disampaikan dalam rapat harus dipertanggungjawabkan secara administratif. “Kami tidak main-main soal ini. Setiap kepala dinas yang kami undang, keterangannya harus ada tanda tangan,” tegasnya. […]

  • Daftar 6 Alasan Kenapa Harus Piknik ke Blora

    Daftar 6 Alasan Kenapa Harus Piknik ke Blora

    • calendar_month Sab, 18 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 936
    • 0Komentar

      Barongan khas Kota Blora/ @barongan_blora Kabupaten Blora memang tidak populer sebagai tempat tujuan wisata. Tidak seperti kota besar semacam Solo atau Jogjakarta. Namun sangat disayangkan jika tidak menyempatkan untuk mengunjungi kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan daerah Jawa Timur ini. Blora memiliki sederet hal-hal memikat bagi siapa saja yang mengunjunginya. […]

  • DPRD Pati Dorong Sinergi Bumdes dan Kopdes Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi Desa

    DPRD Pati Dorong Sinergi Bumdes dan Kopdes Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi Desa

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memperkuat perekonomian desa. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Harus bersinergi, untuk menjadi lebih baik,” tegasnya. Ia berharap Kopdes Merah Putih […]

expand_less