Breaking News
light_mode

Suluk Maleman, Kepekokan Massal Melanda Bangsa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Apr 2018
  • visibility 202

PATI – Ngaji budaya Suluk Maleman kembali hadir. Di
edisi yang ke 76 itu, Suluk Maleman hadir mengolah rasa para jamaah dengan tema
Zaman Pekok Now, Sabtu (21/4) malam lalu di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan
Pangeran Diponegoro Nomor 70.
Suguhan musik khas ala Orkes Puisi
Sampak Gusuran membuka acara itu. lagu-lagu soal kritik soal dilantunkan hingga
membius puluhan jamaah yang duduk bersila. Tiga lagu dimainkan, acara kemudian
dimulai oleh pembina Suluk Maleman Habib Anis Sholeh Ba’asyin.
Malam itu, Habib Anis membuka
dengan kritikannya soal laku orang-orang yang sekarang banyak yang sumpek.
”Kesumpekan itu yang menjadikan pola pikir sumbu pendek. Misalnya, baru-baru
ini Ganjar Pranowo dilaporkan karena membaca puisi yang menurut satu kelompok
itu adalah penistaan agama, namun kemudian dicabut saat tahu itu puisinya Gus
Mus. Lalu kemudian minta maaf,” kata Habib Anis. 
Menurutnya, kesumpekan itu berlatar
dari kepekokan yang kini banyak diderita orang-orang. ”Pola pikir yang sumbu
pendek ini yang merpotkan,” imbuh Habib Anis.
Sementara itu Saratri Wilonoyudho, menyadari
kepekokan masal ini memang benar-benar terjadi. Akademisi dan juga penggiat
budaya dari Semarang ini menyadari betul kepekokan yang menurutnya telah
menjangkiti bangsa Indonesia.
”Bagaimana tidak pekok, misalnya
kita ini punya makanan-makanan khas yang sehat dan murah, namun memilih makanan
mahal dan tidak sehat. Contohnya kini banyak yang suka makan-makan seperti
burger dan sejenis makanan produk impor ketimbang melahap makanan pecel
misalnya. Itu kan pekok,” kata Saratri disambut tawa para jamaah.
Lanjut Saratri, pola pikir pekok
itu yang menjadikan orang tidak jernih memilih. ”Ya seperti kasus memilih
makanan itu. rasanya nyata pekoknya saya pikir,” papar Saratri.
Ngaji budaya kali tambah gayeng,
ketika salah satu budayawan Eko Tunas yang datang malam itu menampilkan sebuah
monolog. Eko Tunas yang banyak menulis naskah teater ini menampilkan monolog.
Lagi-lagi monolog yang menyoroti persoalan bangsa ini. Eko Tunas dalam monolognya
menyinggung juga soal arak dan kopi. Dulu di zaman penjajahan, Belanda
mengajari minum arak, namun dilawan dengan minum wedang kopi.
”Dulu para tokoh-tokoh bangsa dalam
setiap pertemuan, menyuguhkan kopi bukan arak. Apa jadinya jika yang disuguhkan
arak, tentu kemerdekaan ini tak pernah terwujud. Sebab para tokohnya mabuk,”
kata Eko Tunas yang menyihir jamaah dengan kemampuan monolognya. (lil)
      

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengintip Latihan Beladiri di Abror Muay Thai Boxing Camp Pati

    Mengintip Latihan Beladiri di Abror Muay Thai Boxing Camp Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

      PATI, Cluwak – Sore menjelang, anak-anak mulai berdatangan ke sebuah tempat latihan beladiri yang sederhana di Desa Mojo Kecamatan Cluwak. Tempat latihan itu bernama Abror Muay Thai Boxing Camp. Camp latihan ini berdiri sudah setahunan ini, sejak Desember 2020. Pendiri sekaligus pengelolanya adalah Ahmad Azarudin Al Abror. Dia berlatar belakang atlet beladiri. Namanya sempat […]

  • Jampisawan Kecewa BBWS Tak Sosialisasikan Fungsi Bendung Karet

    Jampisawan Kecewa BBWS Tak Sosialisasikan Fungsi Bendung Karet

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) mengaku kecewa dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pasalnya, BBWS tidak hadir dalam acara Rembug Kali Juwana ke 2 yang berlangsung di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Pati. Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti mengungkapkan bahwa acara Rembug Kali Juwana ini bertujuan mendiskusikan bersama tentang persoalan di sungai […]

  • Potensi Kebakaran Tinggi di Pati, Dewan Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    Potensi Kebakaran Tinggi di Pati, Dewan Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 169
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati Sementara, Ali Badrudin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah kejadian kebakaran di wilayah Pati dalam beberapa bulan terakhir. “Masyarakat harus ekstra hati-hati, terutama saat membakar sampah. Banyak kejadian kebakaran yang disebabkan oleh faktor human error, seperti kelalaian saat membakar sampah,” ujarnya. Data dari […]

  • Komisi A DPRD Pati Targetkan Tiga Perda Desa Selesai Tahun Ini, Pengisian Perangkat Desa Masih Tunggu Perda

    Komisi A DPRD Pati Targetkan Tiga Perda Desa Selesai Tahun Ini, Pengisian Perangkat Desa Masih Tunggu Perda

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.056
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memasang target penyelesaian tiga rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan erat dengan pemerintahan desa paling lambat akhir tahun 2026. Tiga materi regulasi yang sedang disiapkan tersebut mencakup aturan mengenai tata cara pengisian perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). […]

  • Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

      JEPARA – Suporter Persijap Jepara kompak melayangkan petisi kepada manajemen dalam hal ini PT Jepara Raya Multitama yang menjadi badan hukum Persijap. Ada enam tuntutan yang ditandatangani tiga perwakilan kelompok supporter, Jetman, Banaspati dan Curva Nord Syndicate. Tuntutannya mulai dari kejelasan status headcoach Jaya Hartono sampai kejelasan target manajemen di kompetisi Liga 2 musim […]

  • Gali Keindahan Lokal, DPRD Pati Minta Potensi Wisata Alam Dikelola Secara Optimal

    Gali Keindahan Lokal, DPRD Pati Minta Potensi Wisata Alam Dikelola Secara Optimal

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.334
    • 0Komentar

    PATI – Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, wilayah ini sesungguhnya memiliki kekayaan alam dan pemandangan yang layak dijadikan daya tarik utama sektor pariwisata. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi yang ada harus dikembangkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya, agar Kabupaten Pati memiliki tujuan wisata alam yang unggulan dan dikenal luas. Beberapa lokasi yang memiliki nilai […]

expand_less