Breaking News
light_mode

Suluk Maleman, Kepekokan Massal Melanda Bangsa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Apr 2018
  • visibility 229

PATI – Ngaji budaya Suluk Maleman kembali hadir. Di
edisi yang ke 76 itu, Suluk Maleman hadir mengolah rasa para jamaah dengan tema
Zaman Pekok Now, Sabtu (21/4) malam lalu di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan
Pangeran Diponegoro Nomor 70.
Suguhan musik khas ala Orkes Puisi
Sampak Gusuran membuka acara itu. lagu-lagu soal kritik soal dilantunkan hingga
membius puluhan jamaah yang duduk bersila. Tiga lagu dimainkan, acara kemudian
dimulai oleh pembina Suluk Maleman Habib Anis Sholeh Ba’asyin.
Malam itu, Habib Anis membuka
dengan kritikannya soal laku orang-orang yang sekarang banyak yang sumpek.
”Kesumpekan itu yang menjadikan pola pikir sumbu pendek. Misalnya, baru-baru
ini Ganjar Pranowo dilaporkan karena membaca puisi yang menurut satu kelompok
itu adalah penistaan agama, namun kemudian dicabut saat tahu itu puisinya Gus
Mus. Lalu kemudian minta maaf,” kata Habib Anis. 
Menurutnya, kesumpekan itu berlatar
dari kepekokan yang kini banyak diderita orang-orang. ”Pola pikir yang sumbu
pendek ini yang merpotkan,” imbuh Habib Anis.
Sementara itu Saratri Wilonoyudho, menyadari
kepekokan masal ini memang benar-benar terjadi. Akademisi dan juga penggiat
budaya dari Semarang ini menyadari betul kepekokan yang menurutnya telah
menjangkiti bangsa Indonesia.
”Bagaimana tidak pekok, misalnya
kita ini punya makanan-makanan khas yang sehat dan murah, namun memilih makanan
mahal dan tidak sehat. Contohnya kini banyak yang suka makan-makan seperti
burger dan sejenis makanan produk impor ketimbang melahap makanan pecel
misalnya. Itu kan pekok,” kata Saratri disambut tawa para jamaah.
Lanjut Saratri, pola pikir pekok
itu yang menjadikan orang tidak jernih memilih. ”Ya seperti kasus memilih
makanan itu. rasanya nyata pekoknya saya pikir,” papar Saratri.
Ngaji budaya kali tambah gayeng,
ketika salah satu budayawan Eko Tunas yang datang malam itu menampilkan sebuah
monolog. Eko Tunas yang banyak menulis naskah teater ini menampilkan monolog.
Lagi-lagi monolog yang menyoroti persoalan bangsa ini. Eko Tunas dalam monolognya
menyinggung juga soal arak dan kopi. Dulu di zaman penjajahan, Belanda
mengajari minum arak, namun dilawan dengan minum wedang kopi.
”Dulu para tokoh-tokoh bangsa dalam
setiap pertemuan, menyuguhkan kopi bukan arak. Apa jadinya jika yang disuguhkan
arak, tentu kemerdekaan ini tak pernah terwujud. Sebab para tokohnya mabuk,”
kata Eko Tunas yang menyihir jamaah dengan kemampuan monolognya. (lil)
      

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Angka Kecelakaan Turun, Kematian Naik PATI – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati terbilang masih cukup tinggi. Bahkan dalam catatan Satlantas Polres Pati, dalam bulan April saja, tercatat sebanyak 20 nyawa melayang di jalan raya. Meskipun angka korban kecelakaan naik, namun angka kejadiannya turun. Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasatlantas AKP Ikrar Potawari […]

  • Sosialisasi Bangga Kencana, Edy Wuryanto Ingatkan Risiko Nikah Dini dan Stunting

    Sosialisasi Bangga Kencana, Edy Wuryanto Ingatkan Risiko Nikah Dini dan Stunting

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 973
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, kembali menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan dini dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana di GOR Tlogomulyo, Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Dalam acara tersebut, Edy Wuryanto menyampaikan bahwa pernikahan usia dini memiliki dampak serius terhadap kesehatan perempuan dan bayi […]

  • Persipa Pati Degradasi ke Liga 3, Suporter Kecewa Berat

    Persipa Pati Degradasi ke Liga 3, Suporter Kecewa Berat

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 251
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati resmi terdegradasi ke Liga 3 musim depan setelah menelan kekalahan 0-1 dari Persikas Subang di Stadion Joyokusumo, Jumat (21/2/2025). Petualangan Laskar Saridin di Liga 2 berakhir setelah tiga musim berlaga. Kekalahan ini semakin memukul Persipa Pati, yang tampil buruk di laga kandang terakhirnya. Peluang emas dari Silvio Escobar di kotak penalti […]

  • DPRD Pati Harapkan Semua Pihak Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada 2024

    DPRD Pati Harapkan Semua Pihak Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    PATI – Suasana politik di Kabupaten Pati semakin memanas menjelang Pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang. Untuk mencegah situasi semakin memanas, anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Sudi Rustanto, mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas daerah agar Pilkada dapat berlangsung aman dan damai. “Kami berharap, semua pihak dapat menjaga kondusifitas serta saling […]

  • Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Penampakan kolak singkong gudang dengan balutan gula merah  Banyak sekali olahan singkong yang lezat dan banyak disukai orang-orang. Singkong merupakan hasil bumi yang banyak dikreasikan untuk menjadi kudapan yang enak. Seperti menjadi getuk, singkong keju atau olahan lainnya. Di Kudus Jawa Tengah ada salah satu olahan singkong yang lezat dan juga unik. Nama olahannya adalah […]

  • Persipa Pati Siap Mengarungi Liga Nusantara 2025/2026, Laga Perdana Hadapi Dejan FC di Magelang

    Persipa Pati Siap Mengarungi Liga Nusantara 2025/2026, Laga Perdana Hadapi Dejan FC di Magelang

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 968
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati siap mengarungi kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. Persipa Pati tergabung di Grup A, dengan pertandingan yang akan berlangsung tersentral di Magelang. Laga perdana akan dimainkan pada 29 November 2025, di mana Persipa akan menghadapi Dejan FC di Stadion Moch Soebroto pada pukul 15.00 WIB. CEO Persipa Pati, Rafi Arifin, menyatakan bahwa […]

expand_less