Breaking News
light_mode

Stabilkan Harga, Pasar Murah Dinas Ketahanan Pangan Sasar Masyarakat Desa di Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
  • visibility 286

PATI – Intervensi terhadap tingginya harga pokok mulai gencar dilakukan oleh pemerintah daerah. Diantaranya dengan menggelar pasar murah.

Seperti yang diadakan di Desa Kedungbulus dan Desa Bageng Kecamatan Gembong. Kegiatan ini bertajuk Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini digelar demi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Bumi Mina Tani, Kamis 29 Februari 2024.

Masyarakat tampak antusias memberi barang kebutuhan pokok yang dijual dengan harga murah di bawah pasaran.

Berbagai jenis barang kebutuhan pokok masyarakat yang dijual di bawah harga pasaran cukup beragam.

Subkoordinator Seksi Harga Pangan Dinas Ketapang Provinsi Jawa Tengah, Dhani Sardono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

Menurut Dhani, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kabupaten Pati masuk kategori tinggi, terutama komoditas beras.

“Ini langkah awal kami untuk mengintervensi. Karena Pati termasuk lima besar kabupaten/kota se-Indonesia dengan IHK tinggi,” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya menggandeng Bulog untuk menyediakan beras sebanyak tiga ton. Beras tersebut dibagi di dua desa yang menggelar gerakan pangan murah.

“Harga beras di pasaran merangkak naik sampai Rp 17 ribu per kilogram. Di sini kami jual Rp 52 ribu per lima kilogram. Namun kami batasi satu sak per orang demi pemerataan dan untuk menghindari pedagang masuk,” lanjut Dhani.

Adapun untuk komoditas kepokmas selain beras, pihaknya menggandeng BUMD pangan, Gapoktan produsen telur, dan sejumlah pihak terkait lain.

“Telur harga di kandang Rp 29 ribu, kami subsidi Rp 1.500 per kilogram. Lalu cabai, bawang merah, bawang putih, kami subsidi per kilogram Rp 1.700, supaya harga yang dijual di bawah harga pasar,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Pati, Tri Hariyama, menambahkan bahwa kegiatan ini bermula dari keinginan masyarakat terhadap pasar sembako murah.
Mereka mengeluhkan harga beras yang melambung tinggi.

“Untuk mencegah inflasi, kami bersama provinsi mengusulkan. Alhamdulillah direspon. Mudah-mudahan gerakan pangan murah ini bisa menstabilkan harga,” harapnya.

Salah seorang warga Desa Kedungbulus, Legiyanto, membeli beras kemasan lima kilogram dengan harga Rp 52 ribu.
Menurut dia, selisih harga dibanding di luar cukup signifikan.

“Kalau beli di luar Rp 15 ribu per kilogram. Selisihnya lumayan. Beras memang sedang mahal, mulai terasa sejak dua bulan lalu. Sebelumnya Rp 12.500, Rp 13 ribu,” paparnya.

Legiyanto berharap, harga bahan pokok bisa turun dan kembali stabil. Bukan hanya beras, melainkan juga cabai, minyak goreng, dan lainnya.

Penulis: Arif

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN IPMAFA Sukses Gelar Edukasi Ecoprint di Tiga Sekolah Dasar di Desa Bakaran Kulon

    KKN IPMAFA Sukses Gelar Edukasi Ecoprint di Tiga Sekolah Dasar di Desa Bakaran Kulon

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    PATI – Kegiatan edukasi ecoprint yang diselenggarakan oleh KKN IPMAFA di tiga Sekolah Dasar (SD) di Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, sukses menarik minat siswa. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 28 hingga 31 Agustus 2024, bertujuan untuk memperkenalkan seni batik ecoprint menggunakan bahan alami kepada anak-anak. Tim KKN IPMAFA berkolaborasi […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Hadirkan Pameran Seni Unik “Tapa Ngeli”

    Kampung Budaya Piji Wetan Hadirkan Pameran Seni Unik “Tapa Ngeli”

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 537
    • 0Komentar

    KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menggelar pameran residensi seni bertajuk “Tapa Ngeli: Muria, Santri, Kretek” dari tanggal 21 hingga 26 April 2025. Pameran yang menampilkan 15 karya seni dari seniman residensi se-Jawa Tengah dan DIY ini merupakan hasil visualisasi perjumpaan warga dan seniman selama dua bulan terakhir. Karya-karya tersebut merepresentasikan […]

  • MA Salafiyah Kajen Dorong Siswa Manfaatkan Media Sosial untuk Hal Positif, Gandeng Karina Moudy untuk Edukasi

    MA Salafiyah Kajen Dorong Siswa Manfaatkan Media Sosial untuk Hal Positif, Gandeng Karina Moudy untuk Edukasi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 944
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial” pada hari Selasa, 11 November 2025. Acara ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Kepala Madrasah, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi digital di kalangan siswa serta mengajak mereka bijak […]

  • Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan Desak Peningkatan Pengawasan untuk Cegah Geng Remaja

    Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan Desak Peningkatan Pengawasan untuk Cegah Geng Remaja

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti maraknya aksi geng motor yang melibatkan remaja di wilayah tersebut. Hal ini menyusul viralnya video sekelompok remaja yang menenteng senjata tajam sambil mengendarai motor di Jalan Raya Gabus – Tlogoayu, Pati. Danu Ikhsan Hariscandra, anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, menekankan perlunya langkah preventif untuk […]

  • DPRD Pati Tanggapi SiLPA 2026 Senilai Rp287 Miliar, Minta Dikelola Sesuai Kebutuhan

    DPRD Pati Tanggapi SiLPA 2026 Senilai Rp287 Miliar, Minta Dikelola Sesuai Kebutuhan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.324
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menanggapi hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 yang nilainya mencapai Rp287 miliar. Pihak dewan meminta agar penggunaan dana tersebut disesuaikan dengan kebutuhan serta diarahkan guna mendukung program-program utama daerah. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyebutkan SiLPA […]

  • Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Komisi D DPRD Pati untuk Tekan HIV/AIDS

    Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Komisi D DPRD Pati untuk Tekan HIV/AIDS

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.809
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati menegaskan bahwa penekanan angka penyebaran HIV/AIDS di daerah perlu didukung oleh kerja sama yang erat antar berbagai sektor. Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D, menyampaikan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara mandiri oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kontribusi bersama dari berbagai komponen masyarakat dan instansi yang […]

expand_less