Breaking News
light_mode

Selesai DIbangun Pedagang Pasar Rogowongso Siap Kembali ke Pasar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
  • visibility 226
Jamin Jual Beli Tetap Ramai

Pedagang Pasar Rogowongso masih menempati kios darurat


Lingkar Muria, PATI – Beberapa pedagang Pasar Rogowongso yang masih
menempati kios darurat,  mengaku
transaksi jual beli lebih ramai di pinggir jalan ketimbang di dalam pasar.
Seperti yang dituturkan Atik, 45, pedagang sayuran ini mengaku jualannya lebih
ramai saat menempati kios darurat yang berada di sekitar kawasan pecinan ini.
”Lebih ramai, orang gampang kalau
mau belanja. Tinggal berhenti sembari masih duduk di atas motor, tanpa perlu
parkir, transaksi jual beli terjadi. Berbeda saat di dalam pasar,” kata penjual
sayur yang berada di samping kelenteng ini.
Bahkan, kalau di pasar transaksi
paling banter hanya sampai pukul 14.00, saat jualan di pinggir jalan seperti
ini, di kiosnya sampai pukul 15.00, masih ada saja pembeli yang datang. Bahkan
ada beberapa pedagang yang merasa nyaman dan ingin tetap berjualan di kios
darurat saja.
Menanggapi hal demikian, Kepala
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Riyoso melalui Kabid Pengelolaan Pasar, B J
Ishrony menuturkan pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada pedagang.
”Ya memang ramai pastinya karena di
pinggir jalan kan strategis, tapi perlu melihat juga jalan merupakan fasilitas
umum. Tentu aktivitas jual beli, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lah. Selain itu pasar juga sudah
dibangun dengan bagus, harus dimanfaatkan lah,”
katanya.
Senada dengan Kabid Pengelolaan
Pasar, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati Noto Subiyanto mengungkapkan, meski
memang ramai di pinggir jalan tetapi pedagang mesti harus menempati pasar.
”Sudah dibangun pemerintah
bagus-bagus mesti harus ditempati. Kalau sudah langganan, pasti kemanapun
dicari. Jadi jangan khawatir lah, pasti ramai,” ungkap politisi PDI Perjuangan
ini.

Selain itu pasar-pasar dibangun
sekarang ini agar pembeli maupun pedagang nyaman. Sebab pasar sekarang bersih,
bangunannya bagus. Kalau hujan tidak akan becek seperti pasar-pasar tradisional
di masa sebelumnya. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyrakat
kecil agar tak kalah bersaing dengan keberadaan swalayan dan semacamnya,”
terang Noto. (has)
  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU

    NU

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Dokumen facebook Meski tak punya kartu anggota Nadlatul Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural, bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh […]

  • Maknai Merdeka Bendera 100 Meter Diarak Keliling Desa

    Maknai Merdeka Bendera 100 Meter Diarak Keliling Desa

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Mengarak bendera keliling desa Minggu (18/8/2019) siang, cuaca panas terik memayungi Desa Pesucen, Kecamatan Trangkil, Pati. Meski panas menyengat, jalanan desa ramai. Warga sekitar tengah menanti arak-arakan bendera sepanjang 100 meter. Arak-arakan itu dilakukan oleh pelajar dari Yayasan Luhful Ulum Wonokerto desa setempat. Selain bendera merah putih, arak-arakan juga dimeriahkan gunungan hasil bumi desa setempat, […]

  • Unjuk Rasa di Alun-alun Tayu: Massa Tuntut Kapolresta Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Koordinator AMPB

    Unjuk Rasa di Alun-alun Tayu: Massa Tuntut Kapolresta Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Koordinator AMPB

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Gelombang demonstrasi kembali mengguncang Kabupaten Pati pada hari Senin (6/10/2025), dipicu oleh serangkaian insiden yang menimpa seorang koordinator aliansi masyarakat setempat. Aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Pati Anti Premanisme (Kompres) ini berlangsung di Alun-Alun Kecamatan Tayu. Pemicu utama demonstrasi ini adalah dua peristiwa nahas yang dialami oleh Teguh Istiyanto, koordinator […]

  • Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

    Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Barongan Blora saat pentas di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta Geliat kesenian asli Kabupaten Blora, Barongan makin digandrungi. Barongan kini telah dibilang menjadi sebuah identitas kebanggaan bagi masyarakat Blora. Baronganpun menjadi lekat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. Terutama dalam gebyar sebuah perayaan. Kepala Dinas Pemuda Pariwisata Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Blora, Kunto Aji mengungkapkan hal […]

  • Peresmian gedung senam Kabupaten Pati 

    Pati Gymnastics Hall Diresemikan Siap Gelar Porprov 2023

    • calendar_month Sen, 26 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 359
    • 0Komentar

      Peresmian gedung senam Kabupaten Pati Setelah bertahun-tahun tidak memiliki gedung senam, akhirnya Kota Pati memiliki gedung senam di tahun 2023. Gedung senam ini dipersiapkan untuk menjadi venue Porprov 2023 bulan Agustus mendatang. PATI – Gedung senam Pati akhirnya diresmikan, Senin 26 Juni 2023. Gedung yang dinamakan Pati Gymnastics Hall ini berada di sebelah SPBU […]

  • Menteri Sosial Sambangi Wilayah Terisolir Banjir di Gadudero Pati

    Menteri Sosial Sambangi Wilayah Terisolir Banjir di Gadudero Pati

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau lokasi banjir di Gadudero Sukolilo Pati PATI – Menteri Sosial Tri Rismaharini menembus daerah yang terisolir karena banjir, daerah itu di Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo, Jumat (7/1). Risma dan rombongan harus menaiki perahu karet untuk sampai ke pemukiman warga. Akibat banjir ini, warga desa tersebut terisolasi selaman sepekan. Karena banjir […]

expand_less