Breaking News
light_mode

Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
  • visibility 292






Kehadiran buku
berjudul Saring sebelum Sharing ini
semakin menyadarkan kita untuk tak gampang buru-buru percaya sebuah kebenaran. Sebab, bisa jadi kebohongan yang terus berulang dipercaya menjadi kebenaran. Setidaknya
hal itu yang hendak disampaikan penulisnya. Profesor Nadirsyah Hosen. Atau kita
akrab mengenalnya Gus Nadirsyah. Rosi Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI)
Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru.

Salah satu contoh kasus yang dibahas Gus Nadir dalam buku ini adalah soal
quote dari Imam Syafi’i. Dimana disebutkan yang intinya soal ulama yang dibenci
orang kafir, itulah yang diikuti. Setelah ditelisik lebih dalam mengenai quote
yang sudah dianggap benar nyatanya tak ada.

”Saya sudah mencari-cari pernyataan itu di
kitab-kitabnya Imam Syafi’i. Tidak ada. Entah bacaan saya yang memang kurang
dalam. Atau dolan saya yang kurang jauh,” kata dosen di Monash University ini
sambil bergurau. Saat bertemu dengan salah satu ulama keturunan Imam Syafi’i
pun Gus Nadir tidak mendapat jawaban.

”Saya bahkan pernah bertanya, apa benar datuknya
jenengan pernah berkata demikian,” kata Gus Nadir menanyakan kepada seorang
ulama yang diakuinya telah lama menjadi teman diskusi dalam berbagai topik
tersebut.
Kasus semacam itu menjadi sudah sangat sering terjadi.
Banyak netizen, kata Gus Nadir yang juga menanyakan hal itu. Apa benar soal
quote-quote yang sering dibagikan. ”Oleh karena itu kita harus waspada. Terutama
soal quote-quote itu. Asal cantumkan gambar tokoh, lalu ada kata-kata sedikit
di bawahnya. Gus Mus mengaku hal itu sering terjadi padanya. Padahal ia tak
merasa mengatakan hal itu. Ya intinya jika menerima informasi itu jangan
buru-buru diiyakan. Harus tahu sanadnya,” jelas Gus Nadirsyah.

Tak hanya itu, Gus
Nadir juga menyindir perilaku orang-orang yang suka bertanya namun sebenarnya
hanya ngetes. Bahkan ada yang lebih parah lagi. ”Ya seperti ketika ada berita misal
isu si A ternyata begini. Kemudian link berita itu diforward ke grup Whatsapp. Padahal sudah jelas di grup itu tidak
ada orang yang bisa memberikan klarifikasi. Tidak ada orang yang punya akses ke
si A. Ya itu sama saja ikut nyebar berita belum tentu benar dengan gaya
bertanya,” papar Gus Nadir. (alb)   

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kuliner lontong tuyuhan khas Rembang Jawa Tengah

    Kuliner Lontong Tuyuhan Khas Rembang yang Selalu Ngangeni

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Lontong Tuyuhan merupakan kuliner khas Rembang Jawa Tengah yang lezat dengan rasa pedas gurih yang ngangeni.

  • Pembahasan Perda CSR Mandek Tiga Tahun, DPRD Pati Tegaskan Pentingnya Aturan yang Jelas

    Pembahasan Perda CSR Mandek Tiga Tahun, DPRD Pati Tegaskan Pentingnya Aturan yang Jelas

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.934
    • 0Komentar

    PATI – Proses penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Pati belum menemukan titik terang. Meskipun telah dibahas selama lebih dari tiga tahun, regulasi yang diharapkan menjadi landasan hukum pelaksanaan program tersebut masih terhenti karena belum tercapainya kesepahaman antara pihak DPRD dan […]

  • Persipa Takluk Tipis dari PSIM, Banur Akui Kesulitan Manfaatkan Peluang

    Persipa Takluk Tipis dari PSIM, Banur Akui Kesulitan Manfaatkan Peluang

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Laskar Saridin gagal mencuri poin di Stadion Krida Mandala saat bertandang ke markas PSIM Jogja dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 2024/2025, Minggu (15/12/2024). Persipa Pati takluk tipis 1-0 dari tuan rumah yang diiringi guyuran hujan. Gol tunggal PSIM Jogja dicetak oleh Muamar Khadafi pada menit ke-4 melalui tendangan keras. Persipa yang tertinggal langsung […]

  • Bupati Pati Mediasi Sengketa Lahan Pundenrejo, Tekankan Kondusivitas

    Bupati Pati Mediasi Sengketa Lahan Pundenrejo, Tekankan Kondusivitas

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 349
    • 0Komentar

    PATI – Upaya penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati memasuki babak baru. Bupati Pati, Sudewo, menggelar audiensi antara Gerakan Masyarakat Pundenrejo (GERMAPUN) dan Lembaga Perkebunan Indonesia (LPI) Pabrik Gula Pakis pada Rabu (28/5) di Kantor Bupati. Audiensi yang dihadiri Kapolresta Pati, Dandim 0718/Pati, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati, […]

  • Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 404
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa yang dinilai tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan adanya ‘sound horeg’ dijadikan kesempatan berpesta bahkan sampai […]

  • Tambak Udang Dilarang Kelestarian Karimunjawa Terjaga

    Tambak Udang Dilarang Kelestarian Karimunjawa Terjaga

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Pemandangan di pulau Menjangan kecil Karimunjawa/ INSTAGRAM @saiul038 Setelah ramai menjadi polemik akhirnya tambak udang di Karimunjawa dilarang. Hal ini merupakan buntut dari penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara 2023-2043 menjadi Perda, Kamis (4/5/2023). JEPARA – Dengan adanya penetapan perda itu, keberadaan tambak udang di wilayah Karimunjawa, […]

expand_less