Breaking News
light_mode

Menjaga Arah Partisipasi Rakyat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
  • visibility 306

Pemilu serentak 17 April kian dekat, sebentar lagi
negara akan berpesta bersama seluruh rakyat. Itulah harapan normatif
penyelenggara pemilu tiap kali menggelar hajatan demokrasi. Pertanyaannya
adalah apakah harapan itu akan benar-benar terwujud?

Faktanya, setiap kali penyelenggaraan pemilu selalu
dihantui oleh realitas yang cukup sulit dihadapi. Hantu tersebut bernama
golongan putih (golput). Ya, golput memang selalu menjadi momok bagi pemilu.

Berdasarkan data Litbang
Kompas
yang dimuat dalam Harian
Kompas
(11/3/2019), yang dilakukan pada 5-6 Maret 2019 dengan melibatkan
567 responden di 16 kota besar di Indonesia menunjukkan, hampir semua responden
(97,9 persen) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Presentase itu meningkat 4,5 persen dibandingkan respons dari responden pada
jejak pendapat Kompas sekitar enam bulan lalu (Kompas, 24/9/2018).

Membaca data tersebut, secara gamblang kita bisa
melihat ada trend positif terhadap
partisipasi pemilu 2019 nanti. Namun kita tidak boleh tersenyum lebar-lebar.
Sebab, ada hal yang mungkin saja “luput” dari survey, yakni semangat
partisipasi pemilih yang pada faktanya mengarah kepada fanatisme yang
berlebihan.

Bisa jadi karena calon presidennya hanya dua lah yang
menyebabkan fanatisme berlebihan itu berakibat adanya pembelahan dalam
masyarakat. Betapa tidak, mereka yang terlampau fanatik akan melakukan apapun
untuk menyerang dan menjatuhkan lawannya. Sebagai contoh, ditangkapnya  tiga emak-emak pendukung paslon 02 pada Februari
silam yang melakukan kampanye hitam. Kampanyenya sangat keterlaluan: Kalau
Jokowi menang tidak ada lagi suara adzan, tidak ada lagi perempuan memakai
kerudung, dan perkawinan sejenis akan diperbolehkan.

Realitas itu menimbulkan kegelisahan sebagian besar
masyarakat. “Kok, pemilu sampai segitunya
sih?”
Kegelisahan itu sebenarnya sudah muncul sejak awal (bahkan sebelum)
kampanye yang diwarnai dengan narasi fitnah dan hoaks. Bukan tidak mungkin
kegelisahan tersebut akan berubah menjadi apatisme terhadap pemilu. Ini ancaman
dari “hantu” itu bukan?

Akal
sehat
Data Litbang
Kompas
juga menunjukkan tingginya dukungan terhadap gerakan antigolput.
Jumlahnya lumayan tinggi, yakni 77,8 persen. Gerakan antigolput dinilai cukup efektif
meningkatkan partisipasi rakyat.

Kita musti mengingat bahwa partisipasi pemilih
cenderung menurun sejak Pemilu 2004. Pada Pemilu 2014, partisipasi pemilih
menyentuh 75,11 persen untuk pemilu legislatif dan 69,58 persen pemilu
eksekutif. Kini, KPU menargetkan tingkat partisipasi hingga 77,5 persen.

Partisispasi tersebut tentu kalah jauh dengan awal
reformasi. Angka partisipasi pada Pemilu 1999 mencapai 92,7 persen. Yang
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemilu Orde Baru. Namun perbedaannya tentu
terletak pada kecenderungan mobilisasi oleh penguasa yang otoriter saat itu.

Melihat data sejarah partisispasi tersebut tentu
membuat kita bertanya-tanya mengapa tingkat partisipasi kian tahun kian
menurun? Bukankah telah banyak orang mengagung-agungkan keberhasilan demokrasi
kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh elit-elit
polotik yang ingin berkuasa nanti. Bahwa mereka harus menjawab realitas
“demokrasi kebablasan” yang ditunjukkan dengan buruknya fanatisme berlebih pada
pemilu kali ini. Dengan menjawab itu, rakyat akan menilai sendiri siapa
pemimpin yang layak untuk didukung dan dipilih. Tentunya dengan akal sehat.
Akal sehat yang menyehatkan demokrasi, bukan membunuh demokrasi.[]     
Faqih Mansyur Hidayat, tinggal di Kota Ukir
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Askab PSSI Pati Umumkan Jadwal Liga 4 Piala Bupati

    Askab PSSI Pati Umumkan Jadwal Liga 4 Piala Bupati

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 370
    • 0Komentar

    PATI – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati bersiap menggelar kompetisi Liga 4 Piala Bupati pada November 2025. Kompetisi ini akan menjadi ajang bagi klub-klub anggota PSSI Pati yang memenuhi persyaratan. Ketua Umum Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menyatakan bahwa kompetisi Liga 4 akan dimulai dari putaran kabupaten/kota. “Kompetisi Liga 4 sekarang dimulai dari putaran […]

  • Langkah Tegas Kodim Pati: Sanksi Berat bagi Anggota Terlibat Judi Online

    Langkah Tegas Kodim Pati: Sanksi Berat bagi Anggota Terlibat Judi Online

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PATI – Dalam upaya pencegahan judi online, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi, S.Sos mengadakan kegiatan Jam Komandan yang bertujuan untuk memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota Kodim Pati dan Persit (Persatuan Istri Tentara). Kegiatan ini dilaksanakan di hotel New Pemuda Kabupaten Pati pada hari Rabu pagi, (3/7/2024). Letkol Inf Jon Young Saragi, […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Fasilitas Perikanan di Juwana

    Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Fasilitas Perikanan di Juwana

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Mukit, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, mendesak pemerintah untuk meningkatkan fasilitas di sektor perikanan di Juwana. Ia menilai sektor perikanan merupakan salah satu penunjang perekonomian utama di Pati yang berdampak luas pada sektor lainnya. “Perikanan di Juwana menjadi barometer perikanan di Indonesia. Kita harus akui bahwa sektor ini sangat penting […]

  • Menyalakan Suluh Masa Depan Literasi di Bumi Mina Tani

    Menyalakan Suluh Masa Depan Literasi di Bumi Mina Tani

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pembukaan bedah buku PATI – Sejak awal, peserta workshop dan bedah buku Akhir Sekolah Elite, sebuah kumpulan artikel bertema pendidikan, didoktrin untuk datang murni belajar. Para peserta yang mayoritas guru di SD maupun SMP ini pun gayeng saja mengikuti pelatihan yang lebih mengedepankan dialog ini. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.30, diawali pembukaan oleh Kepala Dinas […]

  • Stadion Sriwedari Solo kandang alternatif Persiku Kudus.

    Selama Bulan Ramadan Kandang Persiku Kudus Pindah ke Stadion Sriwedari Solo, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.480
    • 0Komentar

    SOLO – Stadion Stadion Sriwedari Solo resmi ditunjuk sebagai markas sementara Persiku Kudus selama bulan Ramadan, dalam mengarungi putaran ketiga Championship Liga 2. Hal ini seperti dikutip dari akun kampiun.id, pemilihan stadion di Kota Solo tersebut dilakukan karena stadion milik Persiku Kudus belum memenuhi standar untuk menggelar pertandingan pada malam hari. Persiku Kudus bakal menjamu […]

  • DPRD Pati : Optimis Bisa Mencapai Rp 500 Miliar, Peningkatan PAD untuk Kemaslahatan Masyarakat

    DPRD Pati : Optimis Bisa Mencapai Rp 500 Miliar, Peningkatan PAD untuk Kemaslahatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – Ali Badrudin, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, menyatakan optimisme terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025. Ia menargetkan PAD tahun depan mencapai Rp 500 miliar, naik dari target Rp 435 miliar di tahun 2024. Ali menilai potensi yang ada di Kabupaten Pati memungkinkan peningkatan PAD. “Pendapatan Asli Daerah kabupaten Pati […]

expand_less