Breaking News
light_mode

Menjaga Arah Partisipasi Rakyat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
  • visibility 48

Pemilu serentak 17 April kian dekat, sebentar lagi
negara akan berpesta bersama seluruh rakyat. Itulah harapan normatif
penyelenggara pemilu tiap kali menggelar hajatan demokrasi. Pertanyaannya
adalah apakah harapan itu akan benar-benar terwujud?

Faktanya, setiap kali penyelenggaraan pemilu selalu
dihantui oleh realitas yang cukup sulit dihadapi. Hantu tersebut bernama
golongan putih (golput). Ya, golput memang selalu menjadi momok bagi pemilu.

Berdasarkan data Litbang
Kompas
yang dimuat dalam Harian
Kompas
(11/3/2019), yang dilakukan pada 5-6 Maret 2019 dengan melibatkan
567 responden di 16 kota besar di Indonesia menunjukkan, hampir semua responden
(97,9 persen) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Presentase itu meningkat 4,5 persen dibandingkan respons dari responden pada
jejak pendapat Kompas sekitar enam bulan lalu (Kompas, 24/9/2018).

Membaca data tersebut, secara gamblang kita bisa
melihat ada trend positif terhadap
partisipasi pemilu 2019 nanti. Namun kita tidak boleh tersenyum lebar-lebar.
Sebab, ada hal yang mungkin saja “luput” dari survey, yakni semangat
partisipasi pemilih yang pada faktanya mengarah kepada fanatisme yang
berlebihan.

Bisa jadi karena calon presidennya hanya dua lah yang
menyebabkan fanatisme berlebihan itu berakibat adanya pembelahan dalam
masyarakat. Betapa tidak, mereka yang terlampau fanatik akan melakukan apapun
untuk menyerang dan menjatuhkan lawannya. Sebagai contoh, ditangkapnya  tiga emak-emak pendukung paslon 02 pada Februari
silam yang melakukan kampanye hitam. Kampanyenya sangat keterlaluan: Kalau
Jokowi menang tidak ada lagi suara adzan, tidak ada lagi perempuan memakai
kerudung, dan perkawinan sejenis akan diperbolehkan.

Realitas itu menimbulkan kegelisahan sebagian besar
masyarakat. “Kok, pemilu sampai segitunya
sih?”
Kegelisahan itu sebenarnya sudah muncul sejak awal (bahkan sebelum)
kampanye yang diwarnai dengan narasi fitnah dan hoaks. Bukan tidak mungkin
kegelisahan tersebut akan berubah menjadi apatisme terhadap pemilu. Ini ancaman
dari “hantu” itu bukan?

Akal
sehat
Data Litbang
Kompas
juga menunjukkan tingginya dukungan terhadap gerakan antigolput.
Jumlahnya lumayan tinggi, yakni 77,8 persen. Gerakan antigolput dinilai cukup efektif
meningkatkan partisipasi rakyat.

Kita musti mengingat bahwa partisipasi pemilih
cenderung menurun sejak Pemilu 2004. Pada Pemilu 2014, partisipasi pemilih
menyentuh 75,11 persen untuk pemilu legislatif dan 69,58 persen pemilu
eksekutif. Kini, KPU menargetkan tingkat partisipasi hingga 77,5 persen.

Partisispasi tersebut tentu kalah jauh dengan awal
reformasi. Angka partisipasi pada Pemilu 1999 mencapai 92,7 persen. Yang
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemilu Orde Baru. Namun perbedaannya tentu
terletak pada kecenderungan mobilisasi oleh penguasa yang otoriter saat itu.

Melihat data sejarah partisispasi tersebut tentu
membuat kita bertanya-tanya mengapa tingkat partisipasi kian tahun kian
menurun? Bukankah telah banyak orang mengagung-agungkan keberhasilan demokrasi
kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh elit-elit
polotik yang ingin berkuasa nanti. Bahwa mereka harus menjawab realitas
“demokrasi kebablasan” yang ditunjukkan dengan buruknya fanatisme berlebih pada
pemilu kali ini. Dengan menjawab itu, rakyat akan menilai sendiri siapa
pemimpin yang layak untuk didukung dan dipilih. Tentunya dengan akal sehat.
Akal sehat yang menyehatkan demokrasi, bukan membunuh demokrasi.[]     
Faqih Mansyur Hidayat, tinggal di Kota Ukir
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger Petani Tulakan Jepara Dikasuskan Penambang

    Geger Petani Tulakan Jepara Dikasuskan Penambang

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Aksi protes petani dengan memotong jembatan glugu beberapa waktu lalu. Buntut kasus penambangan batuan illegal, petani Tulakan dilaporkan penambang. Hal ini diduga akibat buntut dari pemotongan jembatan glugu oleh kelompok tani. Para petani dilaporkan atas sangkaan perusakan akses jembatan. JEPARA – Kasus penambangan batuan illegal di Kali Gelis Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara memasuki […]

  • Gandrung Sastra Sukses Gelar Pementasan Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”

    Gandrung Sastra Sukses Gelar Pementasan Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KUDUS – Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari (RKBBR) Kudus menjadi saksi bisu sebuah perpaduan unik antara sastra dan pertunjukan. Gandrung Sastra, komunitas sastra dari Margoyoso, Pati, sukses menggelar pementasan monolog dan bedah buku “Jabrik” karya Arif Khilwa, pada Sabtu lalu, 14 Juni 2025. Acara ini bukan hanya sekadar pementasan, melainkan sebuah pernyataan berani yang menyatukan […]

  • Jelang Pilpres 2024 PPI Jerman Gelar Debat Terbuka, Pembangunan Daerah dan Tata Ruang Jadi Sorotan

    Jelang Pilpres 2024 PPI Jerman Gelar Debat Terbuka, Pembangunan Daerah dan Tata Ruang Jadi Sorotan

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Edukasi – Forum debat terbuka yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (PPI Jerman) telah sukses digelar, melibatkan tim ahli dari beberapa pasangan calon presiden dan wakil presiden RI untuk periode 2024-2029. Acara ini, yang bertajuk “Pembangunan Daerah dan Tata Ruang”, dilaksanakan dalam format hibrid, yaitu secara offline dan online pada hari Sabtu, (20/01/2024). […]

  • BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PATI – BRI Unit Tlogorejo, Pati, menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat sekitar dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 12 warga kurang mampu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI untuk meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan. Kepala Unit BRI Tlogorejo, Mundhi Pranoto, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para penerima di sekitar kantor […]

  • INSTAGRAM Gali Freitas 

    Inilah Paulo Gali Freitas Idola Baru PSIS

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 64
    • 0Komentar

      INSTAGRAM Gali Freitas SEMARANG – Pemain asing PSIS Semarang bernama lengkap Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas menjadi rekrutan pemain asing yang moncer di Liga 1 musim 2023/2024. Hingga pekan ke-9 Liga 1 pemain asal Timor Leste itu tampil memukau.   Gali Freitas menjadi pilar penting skuad Mahesa Jenar. Beroperasi di sayap kiri, dia selalu […]

  • Warga Pati Menanti Garudafood dan Dua Kelinci Sponsor Utama Persipa

    Warga Pati Menanti Garudafood dan Dua Kelinci Sponsor Utama Persipa

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 56
    • 0Komentar

      Para pemain Persipa Pati di Liga 3 nasional musim 2021/2022 Setelah tampil apik di Liga 3 musim 2021/2022 dan memastikan diri promosi ke Liga 2, warga Kabupaten Pati menaruh harapan besar perusahaan-perusahaan besar di kota ini bisa menjadi sponsor utama klub Persipa Pati. Seperti Dua Kelinci dan Garudafood. PATI – Penampilan Persipa Pati cukup […]

expand_less