Breaking News
light_mode

Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
  • visibility 283

Para santri saat mengikuti upacara
Pagi hari, menjelang detik-detik proklamasi, pada Hari Sabtu 17
Agustus 2019, santri-santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati melaksanakan upacara bendera
dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Upacara bendera di Yanbu’ul Qur’an
1 Pati ini sedikit unik, karena dilaksanakan dengan menggunakan atribut santri,
yakni bersarung dan berpeci. 300-an santri dan segenap asatidz Yanbu’ul Qur’an
1 Pati melaksanakan upacara dengan khidmat.

Dalam amanat pembina upacara, Kepala SMPQT Yanbu’ul Qur’an 1 Pati ,
Ustadz Sahal Mahfudh M.Pd menyampaikan beberapa amanat kepada para santri,
yaitu:

Pertama, bahwa kemerdekaan merupakan jembatan emas Indonesia dalam
membangun sebuah peradaban. Jembatan emas ini hanya bisa dibangun oleh generasi
bangsa yang terdidik dan tercerahkan, sesuai dengan yang pernah diucapkan oleh
Bapak Proklamator RI Ir. H. Soekarno dalam Buku “Di Bawah Bendera Revolusi”.
Jika kemerdekaan merupakan jembatan emas, maka para santri merupakan generasi
emas Indonesia, yang harus mampu mengisi kemerdekaan, dengan menjadi generasi
yang terdidik dan tercerahkan. Sehingga, nanti saat Indonesia berada di satu
Abad, para santri menjadi generasi emas negeri ini yang mampu membawa Indonesia
meraih kemajuan dan kejayaan.

Kedua, santri yang “terdidik” harus mampu untuk menjadi santri yang
memiliki kompetensi Abad ke-21, yang bisa disingkat menjadi 4K, yaitu: Kritis,
Komunikatif, Kolaboratif, Kreatif. Khusus santri YQBS 1 Pati, ada kompetensi
lain yang juga harus dimiliki, yaitu: Kompetensi Khidmah, yakni mengabdi dan
melayani masyarakat. Sehingga ada 5K yang harus dimiliki oleh santri-santri
Yanbu’ul Qur’an 1 Pati, selain juga harus senantiasa menjaga al-Qur’an
sepanjang hayat.

Ketiga, santri yang “tercerahkan” adalah yang memiliki akhlak dan
karakter yang baik. Sesuai dengan slogan YQBS 1 Pati “Berfikir Madani Berakhlak
Qur’ani”, santri-santri YQBS 1 Pati harus memiliki akhlak yang sesuai dengan
al-Qur’an. Sebenarnya, mereka punya modal yang besar untuk menjadi generasi
yang terdidik dan tercerahkan. Sebab, setiap hari mereka selalu berupaya
mendekatkan diri kepada Allah, melalui amal-amal ibadah dan aktifitas membaca
dan menghafalkan al-Qur’an. Karenanya, mereka mempunya modal yang besar untuk
menjadi pribadi yang tercerahkan secara ruhani.

Keempat, bahwa menurut Imam Al-Ghazali, seseorang bisa mendapatkan
Ilmu Nafik, manakala ia mau menempuh jalan at-Ta’allum (belajar) dan
at-Taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Ilmu Nafi’ yang dimaksud Imam
Ghazali adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengantarkan
masyarakatnya maju, memiliki karakter yang baik, serta dekat dengan Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Jalan Ta’allum dan Taqarrub pada dasarnya selain
mengantarkan seseorang meraih Ilmu Nafik, juga mengantarkan pribadi-pribadi
mereka menjadi pribadi yang terdidik dan tercerahkan, yang mampu menjadi
generasi emas pengisi kemerdekaan Indonesia.

Kelima, santri-santri harus percaya diri. Jangan merasa rendah
diri. Ketika berkumpul dengan orang lain, harus mampu untuk bergaul. Ketika
berkumpul dengan bangsa lain, harus mampu untuk menjadi pemimpin. Coba
ditelisik sejarah, bahwa Hadhratusy Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari saat masih
mondok di Mekkah, pernah menginisiasi sebuah perkumpulan santri-santri yang
berasal dari negara-negara yang terjajah untuk melakukan sebuah sumpah bersama
di depan Multazam, bahwa kelak mereka akan kembali mengabdi kepada negaranya
untuk berjuang jihad fi sabilillah dan memerdekakan agama mereka. Kisah ini
ditulis oleh Sayyid Muhammad Asad Syihab dalam Kitab “al-‘Allamah Muhammad
Hasyim Asy’ari, Wadhi’u Lubnati Istiqlali Indonesia” (KH Muhammad Hasyim
Asy’ari, Peletak Dasar Kemerdekaan Indonesia). Akhirnya, ketika kembali ke
negara masing-masing, mereka mampu untuk berjuang dan berjihad fi sabilillah. 

Hadhratusysyekh mampu mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama untuk menyatukan
visi-misi para Ulama untuk melawan penjajah, menginisiasi pendirian Hizbullah
dan Sabilillah yang menjadi wadah militer rakyat untuk melawan penjajah.
Bercermin dari kisah Hadhratusy Syekh Kiai Hasyim Asy’ari, seharusnya para santri
sekarang juga harus percaya diri, dan mampu untuk menunjukkan kemampuan dan
kiprahnya demi berjuang di jalan Allah.

Keenam, para santri khususnya santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati di saat
Indonesia mendapatkan bonus demografi pada rentang tahun 2030-2045, harus mampu
berkiprah dan memiliki peranan yang signifikan dalam menyongsong satu abad
Indonesia. Bonus demografi adalah manakala usia penduduk yang produktif (15-64
tahun) di sebuah negara lebih banyak daripada penduduk yang memiliki usia tidak
produktif (dibawah 15, diatas 64). Santri harus mampu mengambil peran, karena
pesantren merupakan salah satu partner pemerintah Republik Indonesia dalam
membangun masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang madani dan berperadaban.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para pemain Persijap Jepara dalam sesi latihan di GBK.

    Juan Cortes Berpacu dengan Waktu Persiapan Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berpacu dengan waktu untuk mematangkan persiapan menghadapi persaingan Super League 2026/2027. Pelatih anyar Laskar Kalinyamat, Juan Cortes, menyadari timnya memiliki waktu pramusim yang relatif singkat sehingga setiap sesi latihan harus dimanfaatkan secara maksimal. Juan Cortes ditunjuk sebagai pelatih Persijap pada pertengahan Agustus 2026. Sejak saat itu, pelatih asal Spanyol tersebut langsung […]

  • DPRD Pati Tegaskan Penyaluran DBHCHT Wajib Prioritaskan Buruh Tembakau dan Cengkeh

    DPRD Pati Tegaskan Penyaluran DBHCHT Wajib Prioritaskan Buruh Tembakau dan Cengkeh

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menjamin penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang berhak. Penekanan ini disampaikan mengingat pentingnya bantuan tersebut bagi masyarakat terdampak. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menjelaskan kriteria […]

  • Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati: Membangun Sinergi untuk Kemajuan Kabupaten Pati

    Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati: Membangun Sinergi untuk Kemajuan Kabupaten Pati

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 369
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, kader Partai Golkar, memiliki visi untuk memajukan Kabupaten Pati melalui sinergi dengan berbagai stakeholder. Ia berkomitmen untuk membangun sinergi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan dalam bentuk anggaran, program, dan kebijakan. Ia juga akan membangun kemitraan dengan pelaku usaha swasta untuk mendorong investasi, khususnya di sektor […]

  • Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

      Beragam motif batik Jepara dipamerkan Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penghargaan itu diraih atas dedikasinya terhadap pelestarian batik Jepara. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Alamsyah, didampingi tim peneliti Siti Maziyah, pada Jumat (20/11/2020), di Pendopo Kartini Jepara. […]

  • Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.637
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mendesak dilakukannya pendampingan psikologis dan proses trauma healing menyeluruh bagi para santriwati yang menjadi korban maupun yang terdampak kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi D, Eko Kuswanto. Eko menilai bahwa peristiwa yang diduga dilakukan oknum kiai tersebut telah […]

  • Kayu Mahoni Setengah Tahun Tersangkut Warga Mulai Khawatir

    Kayu Mahoni Setengah Tahun Tersangkut Warga Mulai Khawatir

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    BAHAYA : Dua batang kayu mahoni tersangkut setengah tahun di kabel kawat penyangga tiang listrik di Jalan Tayu –Pati turut Desa Ngablak Kecamatan Cluwak Lingkar Muria, PATI – Sudah setengah tahun, dua batang kayu mahoni menempel di kabel kawat penyangga listrik. Letaknya sekitar 30 meter dari Balaidesa Ngablak Kecamatan Cluwak Jalan Raya Tayu-Jepara. Hingga kini […]

expand_less