Breaking News
light_mode

Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
  • visibility 268

Para santri saat mengikuti upacara
Pagi hari, menjelang detik-detik proklamasi, pada Hari Sabtu 17
Agustus 2019, santri-santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati melaksanakan upacara bendera
dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Upacara bendera di Yanbu’ul Qur’an
1 Pati ini sedikit unik, karena dilaksanakan dengan menggunakan atribut santri,
yakni bersarung dan berpeci. 300-an santri dan segenap asatidz Yanbu’ul Qur’an
1 Pati melaksanakan upacara dengan khidmat.

Dalam amanat pembina upacara, Kepala SMPQT Yanbu’ul Qur’an 1 Pati ,
Ustadz Sahal Mahfudh M.Pd menyampaikan beberapa amanat kepada para santri,
yaitu:

Pertama, bahwa kemerdekaan merupakan jembatan emas Indonesia dalam
membangun sebuah peradaban. Jembatan emas ini hanya bisa dibangun oleh generasi
bangsa yang terdidik dan tercerahkan, sesuai dengan yang pernah diucapkan oleh
Bapak Proklamator RI Ir. H. Soekarno dalam Buku “Di Bawah Bendera Revolusi”.
Jika kemerdekaan merupakan jembatan emas, maka para santri merupakan generasi
emas Indonesia, yang harus mampu mengisi kemerdekaan, dengan menjadi generasi
yang terdidik dan tercerahkan. Sehingga, nanti saat Indonesia berada di satu
Abad, para santri menjadi generasi emas negeri ini yang mampu membawa Indonesia
meraih kemajuan dan kejayaan.

Kedua, santri yang “terdidik” harus mampu untuk menjadi santri yang
memiliki kompetensi Abad ke-21, yang bisa disingkat menjadi 4K, yaitu: Kritis,
Komunikatif, Kolaboratif, Kreatif. Khusus santri YQBS 1 Pati, ada kompetensi
lain yang juga harus dimiliki, yaitu: Kompetensi Khidmah, yakni mengabdi dan
melayani masyarakat. Sehingga ada 5K yang harus dimiliki oleh santri-santri
Yanbu’ul Qur’an 1 Pati, selain juga harus senantiasa menjaga al-Qur’an
sepanjang hayat.

Ketiga, santri yang “tercerahkan” adalah yang memiliki akhlak dan
karakter yang baik. Sesuai dengan slogan YQBS 1 Pati “Berfikir Madani Berakhlak
Qur’ani”, santri-santri YQBS 1 Pati harus memiliki akhlak yang sesuai dengan
al-Qur’an. Sebenarnya, mereka punya modal yang besar untuk menjadi generasi
yang terdidik dan tercerahkan. Sebab, setiap hari mereka selalu berupaya
mendekatkan diri kepada Allah, melalui amal-amal ibadah dan aktifitas membaca
dan menghafalkan al-Qur’an. Karenanya, mereka mempunya modal yang besar untuk
menjadi pribadi yang tercerahkan secara ruhani.

Keempat, bahwa menurut Imam Al-Ghazali, seseorang bisa mendapatkan
Ilmu Nafik, manakala ia mau menempuh jalan at-Ta’allum (belajar) dan
at-Taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Ilmu Nafi’ yang dimaksud Imam
Ghazali adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengantarkan
masyarakatnya maju, memiliki karakter yang baik, serta dekat dengan Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Jalan Ta’allum dan Taqarrub pada dasarnya selain
mengantarkan seseorang meraih Ilmu Nafik, juga mengantarkan pribadi-pribadi
mereka menjadi pribadi yang terdidik dan tercerahkan, yang mampu menjadi
generasi emas pengisi kemerdekaan Indonesia.

Kelima, santri-santri harus percaya diri. Jangan merasa rendah
diri. Ketika berkumpul dengan orang lain, harus mampu untuk bergaul. Ketika
berkumpul dengan bangsa lain, harus mampu untuk menjadi pemimpin. Coba
ditelisik sejarah, bahwa Hadhratusy Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari saat masih
mondok di Mekkah, pernah menginisiasi sebuah perkumpulan santri-santri yang
berasal dari negara-negara yang terjajah untuk melakukan sebuah sumpah bersama
di depan Multazam, bahwa kelak mereka akan kembali mengabdi kepada negaranya
untuk berjuang jihad fi sabilillah dan memerdekakan agama mereka. Kisah ini
ditulis oleh Sayyid Muhammad Asad Syihab dalam Kitab “al-‘Allamah Muhammad
Hasyim Asy’ari, Wadhi’u Lubnati Istiqlali Indonesia” (KH Muhammad Hasyim
Asy’ari, Peletak Dasar Kemerdekaan Indonesia). Akhirnya, ketika kembali ke
negara masing-masing, mereka mampu untuk berjuang dan berjihad fi sabilillah. 

Hadhratusysyekh mampu mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama untuk menyatukan
visi-misi para Ulama untuk melawan penjajah, menginisiasi pendirian Hizbullah
dan Sabilillah yang menjadi wadah militer rakyat untuk melawan penjajah.
Bercermin dari kisah Hadhratusy Syekh Kiai Hasyim Asy’ari, seharusnya para santri
sekarang juga harus percaya diri, dan mampu untuk menunjukkan kemampuan dan
kiprahnya demi berjuang di jalan Allah.

Keenam, para santri khususnya santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati di saat
Indonesia mendapatkan bonus demografi pada rentang tahun 2030-2045, harus mampu
berkiprah dan memiliki peranan yang signifikan dalam menyongsong satu abad
Indonesia. Bonus demografi adalah manakala usia penduduk yang produktif (15-64
tahun) di sebuah negara lebih banyak daripada penduduk yang memiliki usia tidak
produktif (dibawah 15, diatas 64). Santri harus mampu mengambil peran, karena
pesantren merupakan salah satu partner pemerintah Republik Indonesia dalam
membangun masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang madani dan berperadaban.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan 

    Potensi Kerusakan Lingkungan di Masa Depan Akibat Sampah Plastik

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan      Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia saat ini. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik dibuang ke lingkungan, termasuk lautan dan sungai, yang menyebabkan dampak negatif yang luas terhadap ekosistem alami dan kesehatan manusia. Jika tidak ditangani dengan serius, ada potensi kerusakan lingkungan […]

  • Warga Dukuh Tapen Desa Tawangharjo Bersatu Dukung Kadus Terpilih, Tolak Intimidasi dan Penyuapan

    Warga Dukuh Tapen Desa Tawangharjo Bersatu Dukung Kadus Terpilih, Tolak Intimidasi dan Penyuapan

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menggelar demonstrasi di kantor balai desa setempat pada hari Selasa, (6/11/2024). Mereka menuntut dilantiknya Selamet Riyadi, yang terpilih sebagai Kepala Dusun (Kadus) Tapen, setelah diduga mendapat intimidasi untuk mundur. Massa aksi membawa spanduk bertuliskan “Wong Tapen Butuh Keadilan”, “Selamet Ora Kamituwo Kades Lengser”, […]

  • Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Salam komando narasumber dan tamu undangan Silatnas ke 2 Dunia Santri di  PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Jepara JEPARA – Isu lingkungan dan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Bahtsul Masa’il PBNU kini dibahas lebih lanjut lagi oleh para santri lintas daerah. Bertempat di PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Dunia Santri Community (DSC) menggelar silaturrahmi […]

  • Pemkab Kudus Apresiasi HIPMI Kudus atas Seminar Pajak dan Silaturahmi

    Pemkab Kudus Apresiasi HIPMI Kudus atas Seminar Pajak dan Silaturahmi

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kudus atas penyelenggaraan Halalbihalal dan Seminar Pajak di Blackstone Urban Lounge, Jumat (25/04/2025). Kegiatan ini dinilai penting, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah diskusi mengenai sistem perpajakan berbasis digital Coretax yang saat ini tengah diterapkan pemerintah. […]

  • Nadirsyah Hosen ; NU Harus Melawan Provokator-provokator Umat

    Nadirsyah Hosen ; NU Harus Melawan Provokator-provokator Umat

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Bedah buku Saring sebelum Sharing bersama Prof Nadirsyah Hosen, Rois Syuriah PCINU Australia – Selandia Baru Pukul sepuluh pagi, Minggu (17/3/2019)  Profesor Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengisi seminar dan bedah buku terbarunya yang berjudul “Saring Sebelum Sharing” di Gedung PC NU Kabupaten Jepara. Bedah buku di Jepara ini merupakan rangkaian _tour_nya […]

  • Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 288
    • 0Komentar

      EDUKASI – Dalam salah satu edisi pengaosan Ahad-an Kitab al-Mizan al-Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Abah KH Ahmad Nafi’ Abdillah Salam menceritakan tentang kuatnya hafalan salah seorang Imam Madzhab Fiqih, yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau kemudian mengisahkan, bahwa Imam Hanafi itu, ketika melihat teks sekali saja, bisa langsung hafal. Salah satu sebabnya, antara […]

expand_less