Breaking News
light_mode

Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 4 Des 2019
  • visibility 305
Tandatangan kerjasama 

Pemkab Jepara dan BTN bekerjasama. Sebanyak 190 unit rumah bagi
masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disapkan. Rumah bertipe 36 ini bakal
dibanderol harga khusus. Rp 84 juta.
JEPARA – Lahan seluas dua hektare tengah disiapkan. Lahan yang
berada di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara ini akan menjadi tempat dibangunnya
190 unit rumah.

Rumah-rumah itu diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR). Rumah yang dibangun bertipe 36. Harga yang dibanderol Rp 84 juta.
Program yang digulirkan pemerintah itu, untuk membantu masyarakat dalam
kepemilikan tempat tinggal.

Hunian itu sudah dilengkapi dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas
(PSU. Program itu menjadi kerja bareng antara Pemkab Jepara dan PT Bank
Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang (KC) Kudus.

Seremoni kerja sama ditandai dengan penandatanganan terkait
pembiayaan, yang dilakukan langsung langsung oleh Plt. Bupati Jepara Dian
Kristiandi, dan Direktur PT BTN KC Kudus Asep Marliansyah. Kepala Disperkim
Kabupaten Jepara Ashar Ekanto, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Jepara
juga turut hadir dan mendampingi.

Untuk mendapatkan rumah tersebut harus membentuk komunitas
terlebih dahulu. Saat ini sudah ada hampir 400 warga yang mendaftarkan diri.
Mereka yang telah mendaftar nantinya akan diseleksi sesuai syarat dan
ketentuan. Syarat kepemilikan berpenghasilan Rp 2 juta, belum memiliki rumah,
dan sudah berkeluarga. Itulah yang menjadi faktor banyaknya peminat. “Kita sudah
sosialisasi dua kali, ini yang diutamakan komunitas dari rusunawa, tapi kemarin
itu membludak hampir 400an orang,” terang Kepala Disperkim Kabupaten Jepara
Ashar Ekanto.

Lebih lanjut, rumah MBR ini akan segera dibangun mulai awal tahun 2020
nanti, dan diperkirakan akan rampung dalam waktu lima bulan. Meski jatah kuota
kali ini terbatas, kata Ashar, tidak menutup kemungkinan akan dimasukkan daftar
antrean pada program selanjutnya. “Kalau masih ada lagi kesempatan kita
mintakan lagi di pusat,” imbuhnya.

Rumah bersubsidi ini tanpa uang muka, warga hanya perlu mencicil
antara Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan selama 10 tahun. Rumah bertipe
36 ini akan dibangun di atas tanah seluas 72 meter persegi. (ars)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor.

    Tambang di Gunung Kendeng Longsor Sopir Truk Tewas

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor. Tambang di Gunung Kendeng Pati mengalami longsor. Tiba-tiba saja tanah bergerak dan material batu padas menimbun truk dum yang ada di sana. PATI – Musibah longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Minggu (2/7/2023). Akibatnya seorang sopir truk dum […]

  • Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    Anggota DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 335
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menekankan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Kinerja BPD sebagai mitra Pemdes harus selalu solid untuk mendukung program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan […]

  • Edy Wuryanto Dorong Pengetatan Prosedur Usai 803 Orang Keracunan MBG di Grobogan

    Edy Wuryanto Dorong Pengetatan Prosedur Usai 803 Orang Keracunan MBG di Grobogan

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.625
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Kasus keracunan dalam rangkaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menunjukkan tren peningkatan. Baru-baru ini, sebanyak 803 penerima manfaat di Grobogan mengalami kondisi keracunan, di samping 433 kasus yang terjadi di Mojokerto. Kasus serupa juga pernah tercatat di Pekalongan. Padahal Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan target nol kasus keracunan untuk tahun ini, […]

  • Dukung Kirab Imlek Imam Suroso Siagakan Ambulan dan Tim Kesehatan

    Dukung Kirab Imlek Imam Suroso Siagakan Ambulan dan Tim Kesehatan

    • calendar_month Kam, 7 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Siagakan ambulan PATI – Sambutan hangat dirasakan dalam acara kirab budaya imlek yang diadakan Kelenteng Hok Tik Bio Pati Selasa (5/2/2019). Tak terkecuali dari anggota DPR RI Imam Suroso, yang juga mendukung kegiatan budaya tersebut agar berjalan tertib dan aman. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya sampai ikut menyiagakan satu unit ambulan lengkap dengan tenaga kesehatannya. Ambulan […]

  • Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Percaya Diri Angkat Guyonan Khas Bumi Mina Tani   Para personil Nyekiklik saat berbincang di Cafe Gojoos Kelat Senin (29/1/18) Berawal dari teman satu tongkrongan, Nyekiklik Channel hadir. Mereka percaya diri menampilkan guyonan dengan mengusung dialek khas asalnya, Kabupaten Pati di layar Youtube. Obrolan terasa gayeng, saat saya mencoba menggali kisah tentang Nyekiklik Channel yang belakangan […]

  • DPRD Pati Minta Pendidikan Karakter Ditingkatkan di Era Gempuran Medsos

    DPRD Pati Minta Pendidikan Karakter Ditingkatkan di Era Gempuran Medsos

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Kekhawatiran muncul mengenai minimnya pendidikan karakter anak di Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dari tingginya angka kejahatan yang melibatkan anak muda. Didin Syafruddin, anggota DPRD Kabupaten Pati, mengungkapkan keprihatinannya. “Banyaknya kasus kejahatan yang melibatkan anak muda menunjukkan bahwa karakter mereka masih lemah dan mudah terpengaruh hal negatif,” ujar Didin. Menurutnya, karakter yang kuat […]

expand_less