Breaking News
light_mode

Ratusan Ribu Bibit Gratis untuk Lahan Kritis di Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 10 Des 2019
  • visibility 183

Bibit tanaman. Sumber : Diskominfo Jepara  
JEPARA
– Lahan kritis di Kabupaten Jepara mendapat perhatian. Dinas Lingkungan Hidup
setempat bahkan sudah menyiapkan sekitar 400 ribu bibit tanaman keras siap
tanam, di Kebun Bibit Dinas (KBD), Bangsri.

Bibit-bibit tanaman itu disiapkan sebagai langkah penghijauan
lahan kritis. Kepala DLH Jepara Farikah Elida, baru-baru ini mengatakan,
sebagian besar bibit yang disalurkan ke masyarakat merupakan bibit tanaman
keras. Diantaranya adalah bibit pohon sengon, jati, trembesi, elo, cemara, dan
mahoni. Selain itu juga tanaman buah seperti durian, rambutan, matoa, alpukat,
sirsat dan kelengkeng.

“Bibit tanaman keras memang lebih banyak jumlahnya, lantaran kami
lebih fokus untuk program konservasi. Tanaman keras dibutuhkan untuk
menghijaukan kembali lahan kritis yang ada di wilayah Kabupaten Jepara,” terangnya.

Lahan kritis di Jepara mencapai 349,05 hektare tersebar di sekitar
lereng Gunung Muria, Batealit, Bangsri, Keling, Mayong dan Kembang. Paling
besar di Kecamatan Batelait dan Keling.

Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan dan Pengembangan Kapasitas
Pemulihan di DLH Jepara, Duddy Ika Kurniawan mengatakan, tanaman yang
disediakan ini berpotensi bisa menyimpan cadangan air seperti trembesi dan elo,
cocok jika ditanam di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai).

Lebih lanjut, dia menyebut perbaikan lahan kritis tidak hanya
mengarah ke daerah lereng gunung saja. Wilayah pesisir pantai yang juga
mengalami ancaman lahan kritis juga mendapatkan perhatian.

Ada beberapa wilayah pesisir pantai yang menghadapi ancaman abrasi
laut. Sedikitnya ada empat titik yang saat ini sudah menjadi perhatian serius
untuk bisa dipulihkan. Wilayah tersebut meliputi Ujungwatu, Mororejo, Bulak,
dan Tanggul Tlare.

“Daerah-daerah itu menghadapi ancaman besar abrasi laut. Tahun
depan akan jadi prioritas. Tanaman yang akan disiapkan untuk wilayah pantai
adalah mangrove, cemara, dan ketapang. Saat ini bibit-bibit tanaman tersebut
sudah ada namun jumlahnya masih sedikit,” jelasnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Pantai Bondo, 24 Jam Tempat Asyik Ngapain Aja (1)

    Di Pantai Bondo, 24 Jam Tempat Asyik Ngapain Aja (1)

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Seru-seruan  Lautnya tenang. Warnanya kebiruan. Cerah. Pasirnya putih bersih. Enak dipandang. Siang-siang apalagi pagi dan sore hari. Pantai Bondo berada di Desa Bondo Kecamatan Bangsri. Dari pusat Kota Jepara jaraknya sekitar 13 kilometer. Aksesnya mudah. Bangjo pertigaan sebelum Pasar Mlonggo masuk. Jalannya mulus beraspal. Ikuti saja. Pantai ini belum terlalu ramai. Hanya di waktu-waktu tertentu. […]

  • Siapkan BUMDes Jadi Pusat Pertumbuhan Pertanian

    Siapkan BUMDes Jadi Pusat Pertumbuhan Pertanian

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

      Bekas bangunan PAUD Desa Tompomulyo yang direncanakan bakal digunakan sebagai pertokoan pertanian BUMDes Lingkar Muria, PATI – Perekonomian masyarakat Desa Tompomulyo Kecamatan Batangan yang mayoritas bertumpu pada sektor pertanian, membuat pemerintah desa menaruh perhatian yang lebih terhadap bidang pertanian. Hal ini dikemukakan Kepala Desa Tompomulyo Soepadi kemarin. Salah satu bentuk perhatiannya dengan cara menggerakkan […]

  • Polisi Ngaji, Ajak Warga Implementasikan Nilai-nilai Salat Menghadapi Pemilu

    Polisi Ngaji, Ajak Warga Implementasikan Nilai-nilai Salat Menghadapi Pemilu

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    PATI- Ratusan personil Kepolisian Resor Pati duduk berjajar dengan rapi di depan panggung Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Selasa (9/4/2019) di halaman Polres Pati. Dalam tabligh akbar tersebut, hadir pula Bupati Pati Haryanto, perwakilan Kodim Pati, dan perwakilan sejumlah Ormas Islam di Kabupaten Pati. Sedangkan yang mengisi ceramah dalam pengajian […]

  • DPRD Pati Dorong Perbaikan Distribusi Agar Pupuk Tepat Waktu

    DPRD Pati Dorong Perbaikan Distribusi Agar Pupuk Tepat Waktu

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.383
    • 0Komentar

    PATI – Isu sulitnya akses pupuk subsidi kembali menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Kendala ini dinilai masih menjadi masalah klasik yang hingga kini belum menemukan titik terang secara maksimal. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dan aduan dari para petani terkait kelangkaan pupuk […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Penayangan program televisi swasta yang dianggap melecehkan pesantren memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Pati. Bambang Susilo, Wakil Ketua II DPRD Pati yang juga kader NU, mengecam tayangan tersebut dan mendesak pemerintah pusat untuk mengambil tindakan tegas. “Harapannya segera diusut tuntas. Pemerintah pusat saya kira bertanggung jawab karena yang menayangkan televisi nasional. Harus […]

  • Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

    Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Lampu temaram menyinari Gedung FKIP Universitas Muria Kudus, Sabtu (18/5/2019) malam. Hari itu sedang berlangsung pementasan teater oleh kelompok Tetater Gerak 11. Lakon yang dibawakan adalah Masjid Tanpa Sujud, karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Budayawan dari Bumi Mina Tani. Masjid Tanpa Sujud merupakan refleksi diri, melihat kekacauan antar kelompok. Dimana masing-masing kelompok menganggap dirinya paling […]

expand_less