Breaking News
light_mode

Relokasi PKL, Wajah Baru untuk Pati Lebih Rapi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 16 Jan 2019
  • visibility 301
Bupati tinjau lokasi relokasi


PATI – PKL yang saat ini masih berjualan di zona merah seperti di Alun-alun Simpanglima Pati bakal direlokasi. Pemkab Pati menargetkan relokasi bakal dilakukan awal Februari tahun 2019 ini. Terkait relokasi PKL ke area TPK Perhutani KPH Pati, pemerintah menggelar sosialisasi pagi kemarin di Pendapa Kabupaten Pati. Rencana relokasi ini pun diyakini akan membuat tata kota di Kabupaten Pati lebih rapi dan menambah keindahan kota.
Sekitar 400 PKL yang
menempati zona merah dikumpulkan untuk diberikan arahan sekaligus pengertian tentang
relokasi PKL tersebut. Rencana awal Februari relokasi dilaksanakan.
Bupati
Haryanto menegaskan, relokasi tersebut merupakan kepedulian pemerintah untuk ngrumat PKL selain menjalankan Perda
Nomor 7 Tahun 2018 tentang ketertiban dan ketentraman masyarakat.
Bukan
untuk menyengsarakan dengan melakukan relokasi. Sebeb, seperti yang sudah
berulang kali digembar-gemborkan, pemkab telah menyediakan tempat yang dinilai
sangat layak dan juga menguntungkan bagi pedagang.
”Kami
sudah siapkan tempat yang baik, strategis berada di tengah kota. Fasilitas
sudah terpenuhi. Tempat, tenda, fasilitas kamar mandi, maupun tempat parkir
tersedia. Ini untuk menunjang bisnis PKL. Selain itu jam operasional juga
dibebaskan. Dari semula di zona merah hanya waktu malam saja, saat menempati
tempat baru, PKL bisa bebas berjualan sejak pagi hingga malam hari,” jelas
bupati yang ditemani Wakil Bupati Saiful Arifin dan OPD terkait.
Sosialisasi relokasi
Mengenai
kekhawatiran sepi pembeli, pihaknya juga berjanji bakal memperbanyak menaruh
even di tempat tersebut. Bahkan akan menggratiskan pajak dan retribusi PKL
selama tiga bulan pertama. ”Minimal tiga bulan pertama kami bebaskan mereka.
Kami juga akan terus melakukan evaluasi setelah di tempati,” papar Bupati
Haryanto.
Langkah relokasi PKL ke sebuah tempat, yang disebut sebagai pusat PKL diyakini akan membuat wajah Kabupaten Pati menjadi lebih rapi. PKL seperti yang ditulis Historia.id, memiliki citra yang kurang baik. Keberadaan PKL sering menimbulkan masalah kekumuhan dan dianggap merusak keindahan kota. 
“Memasuki 1960-an, cap PKL kian buruk. Beberapa alasannya, menurut Mayapada 15 Januari 1968, PKL dianggap merusak keindahan kota, cara dagangnya primitif, dan bikin malu negara jika tamu asing datang. Tapi sebagian kalangan membela mereka. “Sebagian dari pedagang-pedagang kita baru mampu berkaki lima,” tulis Mayapada, seperti yang dikutip dari Historia.id. PKL bikin kumuh. 
Seperti yang diketahui, keberadaan PKL di alun-alun misalnya memang kerap membuat lalu lintas menjadi padat, cenderung semrawut. Selain itu, dengan direlokasinya PKL ini, bupati berencana akan melakukan penataan kawasan alun-alun agar lebih indah dan benar-benar menjadi ruang publik yang bisa diakses siapapun. (hus)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Sambut Baik Pelebaran Sungai Silugonggo untuk Atasi Kepadatan Lalu Lintas Kapal

    DPRD Pati Sambut Baik Pelebaran Sungai Silugonggo untuk Atasi Kepadatan Lalu Lintas Kapal

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 411
    • 0Komentar

    PATI – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk melebarkan Sungai Silugonggo mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Anggota Komisi B DPRD Pati, Sudi Rustanto, menilai pelebaran sungai tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas kapal dan banyaknya kapal yang parkir di sungai tersebut. “Program Pemkab Pati yang akan memperlebar Sungai […]

  • Lapak Baru Pasar Kalinyamatan Belum Diminati Pedagang

    Lapak Baru Pasar Kalinyamatan Belum Diminati Pedagang

    • calendar_month Jum, 1 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    KOSONG: Lapak baru di depan Pasar Kalinyamatan hingga kemarin belum ditempati pedagang kaki lima. KALINYAMATAN – Lapak baru di bagian timur pasar Kalinyamatan belum ditempati. Lapak tesebut diperuntukkan kepada pedagang kaki lima (PKL). Sebelum dibangun lapak baru, tempat itu tak tertata. Dari pantauan Lingkar Muria Sabtu (2/12/17), lapak baru ini memang belum ditempati pedagang. Namun […]

  • APTRI Blora Kembangkan Varietas Tebu Unggul Baru dengan Dukungan TJSL Bulog Peduli Petani

    APTRI Blora Kembangkan Varietas Tebu Unggul Baru dengan Dukungan TJSL Bulog Peduli Petani

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    BLORA – Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora berkolaborasi dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Petani untuk mengembangkan varietas tebu unggul baru, Mustika A, di Blora. Program ini menargetkan peningkatan produktivitas dan rendemen tebu di lahan seluas 100 hektar. Varietas Mustika A, yang diimpor dari Thailand, diharapkan mampu mengatasi […]

  • DPRD Pati Didin Syafrudin Minta Pemkab Tingkatkan PAD, Ini Alasannya

    DPRD Pati Didin Syafrudin Minta Pemkab Tingkatkan PAD, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Didin Syafruddin, menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pembangunan daerah. Didin menyatakan bahwa PAD yang lebih tinggi akan memungkinkan pengelolaan pembangunan yang lebih efektif dan efisien. “PAD dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan Kabupaten Pati menjadi lebih baik, sehingga perlu ditingkatkan,” ujar dia. Ia menambahkan bahwa PAD […]

  • Edy Wuryanto: Pemerintah Harus Pastikan Perusahaan Siap Bayar THR Sejak Dini

    Edy Wuryanto: Pemerintah Harus Pastikan Perusahaan Siap Bayar THR Sejak Dini

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.774
    • 0Komentar

    JAKARTA – Temuan terkait pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperoleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menunjukkan bahwa perlindungan hak dasar pekerja di negara ini masih belum optimal. Perhitungan hingga pukul 15.00 WIB tanggal 25 Maret 2026 mencatat adanya 200 Laporan Hasil Pemeriksaan, 7 Nota Pemeriksaan I, serta 4 rekomendasi terkait kasus pelanggaran THR. Sebanyak 1.461 […]

  • Gagal Total Jerman dan Mitos Kutukan Juara Bertahan

    Gagal Total Jerman dan Mitos Kutukan Juara Bertahan

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Papan skor di Stadion Kazan Arena masih menunjukkan angka 0-0, hingga menit 90. Wasit Mark Geiger menambah enam menit lagi waktu bermain. Jerman yang sedang keasyikan memburu gol menuju babak 16 besar, harus meradang di malam nan kelam Rabu (27/6) waktu setempat Rusia. Adalah Kim Yong-Gwon sang pembawa petaka untuk tim yang menyandang status juara […]

expand_less