Breaking News
light_mode

Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 16 Des 2019
  • visibility 208

Pahlawan tanpa tanda jasa 
Tidak sedikit pahlawan yang tak
ingin dikenal. Mereka lebih senang tak diperhitungkan. Karena sudah benar sejak
niatnya. Menjadi orang berguna yang tulus dan ikhlas saja.

PATI – Gedung SMKN Jawa Tengah
disulap menjadi panggung teater. Ada pemakaman umum di pinggir jalan desa. Pencahayaan
lampu panggung yang menyorot sebuah makam membuat suasana begitu tintrim. Rupanya itu makam seorang
pejuang di era kemerdekaan dahulu.

Cukup banyaknya pahlawan yang
berasal dari desa-desa di pelosok negeri ini menjadi perhatian tersendiri dari
siswa siswi SMK N Jawa Tengah. Jasa para pahlawan itu mereka angkat dalam
pementasan teater berjudul “Kakek” adaptasi dari naskah Selendang dan Peluru
karya Miftahur Rohim.

Pertunjukan dengan mengangkat
permasalah kepahlawanan itu begitu komplek, dan mampu dimainkan para aktor
dengan apik, menyentuh hati para penonton yang hadir. Sebab, sisi kepahlawanan
yang dihadirkan adalah seorang pahlawan yang tidak mau diakui, yang tulus, dan
ikhlas.

Mereka mampu membawa pesan satire
masih adanya sosok pahlawan yang tidak ingin ditonjolkan karena kerelaannya
berjuang bagi bangsa. Meski begitu ada pula oknum yang justru tidak begitu
menghormatinya.

Menurut Miftahur Rohim selaku
pembina ISMI mengatakan bahwa pementasan ini rencana menjadi agenda rutin dari
Teater ISMI untuk tetap berproses dalam karya. Setiap tahunnya di agendakan dua
sampai tiga kali pementasan, pada saat click semester gasal dan setiap
triwulan.

“Tujuan dari pementasan ini, guna
menjadi sarana pembelajaran bagi para anggota ekskul teater di lingkungan SMK
Negeri Jateng, baik yang berhubungan dengan dunia teater maupun
permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada dalam naskah,”ujarnya.

Salah satu adegan 
Sehingga diharapkan secara langsung
maupun tidak langsung akan tertanam dalam diri siswa untuk berpikir kritis,
mandiri, tanggung jawab, dan ada kepekaan sosial dalam kehidupan. Selain itu
juga melatih keberanian para anggota teater tampil di depan umum.

Kepala SMKN Jateng Agus Triyana,
mengaku begitu mengapresiasi pementasan dari para siswanya tersebut. Baginya
pementasan tersebut akan mampu mengasah bakat dan minat dari para siswa.

“Ini juga sesuai visi sekolah dalam
membentuk karakter ilmu. Kami berharap dengan menghargai seni dan mengasah
kreativitas seperti sekarang ini bisa menjadi langkah untuk mengasah karakter
siswa,”imbuhnya.

Pementasan itu sendiri menjadi
pentas produski perdana sekali penanda berdirinya teater Ismi sebagai salah satu
kelompok teater pelajar yang ada di Pati. Dalam pementasan ini juga dimeriahkan
oleh ekstrakurikuler-ekstrakurikuler yang ada di SMK, meliputi tari dan musik.
Selain itu, ada juga pembacaan puisi dari siswa, tamu undangan, serta dewan
guru yang hadir. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Penggerak di Pati Bagikan Buku Gairahkan Siswa Membaca di Sekolah Pinggiran

    Guru Penggerak di Pati Bagikan Buku Gairahkan Siswa Membaca di Sekolah Pinggiran

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Donasi buku dan pembelajaran literasi dilakukan komunitas guru penggerak Kabupaten Pati di SMP Negeri Satu Atap Sumbersoko, Sukolilo kegiatan ini bertepatan dengan temu akbar komunitas guru penggerak, Jumat (17/5). Para guru penggerak ini memiliki banyak pekerjaan rumah di bidang pendidikan salah satunya terkait literasi di sekolah. “Kegiatan donasi dan pembelajaran literasi ini sangat […]

  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 211
    • 0Komentar

    PATI – Kasus penemuan jenazah laki-laki yang diidentifikasi bernama Kukuh Riyanto (34), warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Pati, yang ditemukan di dasar jurang dengan kondisi mengenaskan, telah terungkap sebagai kasus pembunuhan. Hasil autopsi yang dibantu Dokkes Polda Jateng menunjukkan penyebab kematian Kukuh adalah hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala, mengakibatkan perdarahan otak. Polisi telah […]

  • Tampil di Kandang, Persipa Disikat Persikat

    Tampil di Kandang, Persipa Disikat Persikat

    • calendar_month Ming, 8 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PATI – Persipa harus mengakui keunggulan lawannya. Meski bermain di depan ribuan pendukungnya, Persipa disikat Persikat 1-4 di Stadion Joyokusumo Minggu (8/4/2018) kemarin. Dengan begitu, Laskar Saridin tak mampu menambah perolehan poinnya di klasemen sementara Liga 3 Jawa Tengah Grup A. Tim tamu yang datang dengan kepercayaan diri tinggi, usai menahan imbang Persiku di kandangnya, […]

  • Pansus Angket DPRD Pati: Penugasan Guru Harus Berdasarkan Aturan yang Jelas!

    Pansus Angket DPRD Pati: Penugasan Guru Harus Berdasarkan Aturan yang Jelas!

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Kebijakan penugasan guru oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kasus yang menimpa Yuli Istianah, seorang guru Bahasa Inggris yang sempat ditugaskan di SMPN 1 Tayu sebelum ditarik kembali ke sekolah asalnya, memicu pertanyaan serius. Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan keprihatinannya […]

  • DPRD Pati Apresiasi Sedekah Laut, Dukung Kelestarian Budaya Pesisir

    DPRD Pati Apresiasi Sedekah Laut, Dukung Kelestarian Budaya Pesisir

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.859
    • 0Komentar

    PATI – Tradisi Sedekah Laut yang digelar di Juwana bukan sekadar ajaran sakral semata, melainkan telah menjadi bagian dari khazanah budaya lokal serta menjadi bukti nyata kekuatan kolektif masyarakat pesisir. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, yang menyatakan dukungan penuh untuk menjaga kelangsungan tradisi yang telah melekat di kalangan masyarakat setempat. […]

  • Terbentuk Secara Tak Sengaja

    Terbentuk Secara Tak Sengaja

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Diecaster Pati, atau pecinta mobil-mobilan di Kabupaten Pati terbentuk secara tak sengaja. Awalnya di tahun 2013. Ketua Komunitas Diecaster Pati, Whido Danang Kesumo mengisahkan, saat itu ada yang berdagang diecast, sebutan untuk mainan mobil-mobilan secara offline. Ada yang berjualan dengan salah satu merk terkenal di Stadion Joyokusumo di hari Minggu pagi. Dari situ kemudian mulai […]

expand_less