Breaking News
light_mode

Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
  • visibility 392

 

Salah seorang petani cabai dari Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Pati.


PATI – Harga cabai
anjlok di tingkat petani. Dari yang pernah 30 ribu perkilogram menjadi 5 ribu.
Hal ini seperti yang dialami petani cabai di Desa Sidoarjo Kecamatan
Wedarijaksa, Kabupaten Pati.

Salah seorang petabi cabai,
Wario mengatakan, petani merugi pada masa panen kali ini. Bahkan karena
rendahnya harga di pasaran, para petani enggan memanen dan membiarkan tanaman
cabainya mati.

“Gimana lagi dijual
kemana-mana pada enggak mau. Kita biarkan saja, sampai kering tidak disiram,
kalau perlu kita buang saja,” ujar warga Desa Sidoarjo, Kecamatan
Wedarijaksa ini, Selasa (3/8/2021).

Sebelumnya petani cabai
bisa tersenyum sumringah pada bulan Mei lalu. Mengingat saat itu, harga cabai
merah mencapai record tertinggi diangka 30 ribu perkilogram. Namun sekarang,
Waryo hanya bisa menghela napas karena harga cabai jatuh.

“Cabai merah anjlok
habis-habisan saat ini, murah sekali 5 ribu. Dulunya itu bisa sampai 27-30
ribu, habis itu turun jadi 15 ribu dan sekarang cuman 5 ribu. Harga segitu
kayak petani enggak dapat apa-apa, malah rugi, modal enggak balik,”
ungkapnya lesu.

Idealnya, imbuh Waryo,
harga cabai merah di atas Rp10.000 perkilogram. Baru petani mendapatkan
keuntungan dari kerja kerasnya. Namun dengan di harga yang sekarang, petani
hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah mengambil untuk menyetabilkan harga
di pasaran.

“Minimal harga 10
ribu, meski keuntungannya tipis. Biaya operasional kayak pemupukan,
penyemprotan, belum lagi tenaga dan biaya. Modal per hektare itu15 juta lebih.
Petani enggak bisa apa-apa sekarang,” terangnya.

Anjloknya harga cabai
merah, diduga merupakan dampak dari pemberlakukan pembatasan kegiatan
masyarakat (PPKM). Lantaran di sejumlah titik terjadi penyekatan, sehingga mengakibatkan
pendistribusian terhambat. Padahal bumbu dapur seperti cabai harus cepat
didistribusikan agar tidak busuk. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Haryanto Rombak 28 Pejabat Struktural

    Bupati Haryanto Rombak 28 Pejabat Struktural

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Para pejabat yang dilantik PATI – Tak Ingin ditempati Plt terlalu lama, Bupati Haryanto akhirnya melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Jumat (5/4/2019). Total ada sebanyak 28 pejabat struktural eselon III dan IV dengan penempatan di berbagai OPD. Usai mengambil sumpah jabatan, Bupati Haryanto mengungkapkan alasan pelantikan yang dilakukan hari ini. “Semua […]

  • Wujudkan Wisata Edukasi, Eks Kantor Satpol PP Akan Direnovasi Menjadi Museum Cagar Budaya

    Wujudkan Wisata Edukasi, Eks Kantor Satpol PP Akan Direnovasi Menjadi Museum Cagar Budaya

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.686
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah strategis dalam pelestarian sejarah dengan merencanakan revitalisasi bangunan bekas kantor Satpol PP yang terletak di Jalan RA Kartini, belakang Kantor Bupati, untuk diubah menjadi Museum Cagar Budaya. Rencana tersebut ditinjau langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Minggu (19/4/2026). Inisiatif ini ditujukan untuk mengumpulkan kembali […]

  • Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.623
    • 0Komentar

    KUDUS – Suasana Sanggar Tari RASTI Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus, tampak berbeda dari biasanya. Jika pertemuan mingguan biasanya diisi dengan latihan menari, hari ini anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian permainan literasi, Jumat (1/5/2026). Sejumlah mahasiswa jurusan psikologi Universitas Muria Kudus tengah menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pohon Literasi”. Program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat […]

  • Volly All Damarwulan Final, Tersaji di Porseni IPNU Keling

    Volly All Damarwulan Final, Tersaji di Porseni IPNU Keling

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Para pemain dari Ranting Damarwulan 1 sedang beraksi di laga semifinal JEPARA – Partai puncak bola volly di ajang Porseni IPNU IPPNU Keling-Jepara 2018, akan menyajikan duel sengit satu ranting. Partai final Senin (22/10/2018) akan mempertemukan Ranting Damarwulan 1 melawan Ranting Famarwulan 2 di lapangan bola volly Klepu depan MI Matholiul Huda 2 pukul 15.30. Kepastian […]

  • Pati Handball Championship 2024 Season 6: Rekor Peserta Tertinggi

    Pati Handball Championship 2024 Season 6: Rekor Peserta Tertinggi

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pati Handball Championship 2024, yang berlangsung pada 9-12 Desember 2024, sukses digelar dengan mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah kejuaraan. Kompetisi yang diikuti oleh siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat dan partisipasi terhadap olahraga bola tangan di Kabupaten Pati. Antusiasme para peserta terlihat jelas selama pertandingan. Vidaliya […]

  • Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

    Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Wartawan Suara Merdeka daerah Pati Moh Nor Efendi saat berbincang dalam FGD yang diselenggarakan KPID Jawa Tengah di Hotel Safin Selasa (12/12/17) Lingkar Muria, PATI – Muhammad Rujhan mahasiswa dari Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) mengeluarkan semua kegelisahannya. Salah satunya soal liputan yang berbayar. Rujhan heran mengapa dalam sebuah liputan di beberapa media yang ia […]

expand_less