Breaking News
light_mode

Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
  • visibility 342

 

Salah seorang petani cabai dari Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Pati.


PATI – Harga cabai
anjlok di tingkat petani. Dari yang pernah 30 ribu perkilogram menjadi 5 ribu.
Hal ini seperti yang dialami petani cabai di Desa Sidoarjo Kecamatan
Wedarijaksa, Kabupaten Pati.

Salah seorang petabi cabai,
Wario mengatakan, petani merugi pada masa panen kali ini. Bahkan karena
rendahnya harga di pasaran, para petani enggan memanen dan membiarkan tanaman
cabainya mati.

“Gimana lagi dijual
kemana-mana pada enggak mau. Kita biarkan saja, sampai kering tidak disiram,
kalau perlu kita buang saja,” ujar warga Desa Sidoarjo, Kecamatan
Wedarijaksa ini, Selasa (3/8/2021).

Sebelumnya petani cabai
bisa tersenyum sumringah pada bulan Mei lalu. Mengingat saat itu, harga cabai
merah mencapai record tertinggi diangka 30 ribu perkilogram. Namun sekarang,
Waryo hanya bisa menghela napas karena harga cabai jatuh.

“Cabai merah anjlok
habis-habisan saat ini, murah sekali 5 ribu. Dulunya itu bisa sampai 27-30
ribu, habis itu turun jadi 15 ribu dan sekarang cuman 5 ribu. Harga segitu
kayak petani enggak dapat apa-apa, malah rugi, modal enggak balik,”
ungkapnya lesu.

Idealnya, imbuh Waryo,
harga cabai merah di atas Rp10.000 perkilogram. Baru petani mendapatkan
keuntungan dari kerja kerasnya. Namun dengan di harga yang sekarang, petani
hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah mengambil untuk menyetabilkan harga
di pasaran.

“Minimal harga 10
ribu, meski keuntungannya tipis. Biaya operasional kayak pemupukan,
penyemprotan, belum lagi tenaga dan biaya. Modal per hektare itu15 juta lebih.
Petani enggak bisa apa-apa sekarang,” terangnya.

Anjloknya harga cabai
merah, diduga merupakan dampak dari pemberlakukan pembatasan kegiatan
masyarakat (PPKM). Lantaran di sejumlah titik terjadi penyekatan, sehingga mengakibatkan
pendistribusian terhambat. Padahal bumbu dapur seperti cabai harus cepat
didistribusikan agar tidak busuk. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tetap Anggun Mesti Nunggang Motor Laki

    Tetap Anggun Mesti Nunggang Motor Laki

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Rengganis Kristina Dewi Kesan tomboy tak ditemukan sedikitpun pada sosok Rengganis Kristina Dewi. Meski sering nunggang motor laki, perempuan kelahiran Pati, 19 Februari 2000 ini tetap tampak anggun pembawaannya. Hal ini nampak dari sederet prestasi yang berhasil direngkuh perempuan yang akrab disapa Ganis ini. Sederet prestasi itu diantaranya, menjadi Juara 1 Catwalk Proklamasi Indonesia Award […]

  • Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Tim KKN Undip di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal PATI – Ada-ada saja akal para mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang ini. Mereka membuat terobosan dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan utama, untuk membuat sabun, tentunya dengan bahan-bahan campuran lain. Salah satu Tim KKN Undip, Wulanda Asseptia menjelaskan, temuan sabun kopi itu berawal dari usaha memaksimalkan potensi […]

  • Guru Bahasa Inggris Terbitkan Novel Bahasa Jawa Berbasis Hadist Arba’in Nawawi

    Guru Bahasa Inggris Terbitkan Novel Bahasa Jawa Berbasis Hadist Arba’in Nawawi

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 698
    • 0Komentar

    PATI – Mohammad Ghufron Wahid, seorang guru bahasa Inggris di Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Margoyoso, Pati, telah menerbitkan novel berbahasa Jawa perdananya yang unik. Novel berjudul “Parmin & Atun” ini memadukan kisah sehari-hari dengan kandungan 42 hadis dari Kitab Arba’in Nawawi. Peluncuran novel ini dilakukan dalam sebuah acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Pustakawan […]

  • Jelang Lebaran, Duafa Lansia di Pelosok Pati-Jepara Dapat THR

    Jelang Lebaran, Duafa Lansia di Pelosok Pati-Jepara Dapat THR

    • calendar_month Rab, 6 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    PATI – Beruntungnya kaum duafa lansia di pelosok Pati dan Jepara. Meskipun mereka jauh dari pusat kota, menjelang lebaran mereka mendapat berkah berupa pemberian paket sembako beserta uang tunai. Adalah Komunitas Sedekah Lancar Selawase (Selawe) yang mengisiasi kegiatan bagi-bagi THR ini. Pembagian bingkisan ini dilakukan di beberapa desa di daerah Kecamatan Cluwak, Keling, hingga Trangkil. […]

  • Cepat Tanggap, Kurang dari 24 Jam Polresta Pati Ringkus Dua Pencuri Enam Laptop SDN 2 Mulyoharjo

    Cepat Tanggap, Kurang dari 24 Jam Polresta Pati Ringkus Dua Pencuri Enam Laptop SDN 2 Mulyoharjo

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.547
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati melalui Unit Reskrim Polsek Pati berhasil membongkar kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang menimpa SD Negeri 2 Mulyoharjo, Kecamatan Pati. Keberhasilan ini ditandai dengan pengamanan dua orang tersangka serta penyitaan seluruh barang bukti berupa perangkat elektronik milik sekolah yang sempat diambil pelaku. Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati, IPTU […]

  • Polda Jateng Klarifikasi Pernyataan Terkait 11 Ormas yang Teridentifikasi Terkait Premanisme

    Polda Jateng Klarifikasi Pernyataan Terkait 11 Ormas yang Teridentifikasi Terkait Premanisme

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    BOYOLALI – Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Polda Jateng sebelumnya yang menyebutkan 11 ormas teridentifikasi terkait aksi premanisme dalam Operasi Aman Candi 2025. Klarifikasi ini disampaikan menyusul keberatan dari sejumlah ormas. Dalam konferensi pers di Boyolali, Kamis (5/6/2025), Brigjen Latif Usman menjelaskan bahwa pernyataan sebelumnya yang menyebut 11 ormas terafiliasi […]

expand_less