Breaking News
light_mode

Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
  • visibility 270

PATI
– Naskah berjudul Anjlok dipentaskan
anak-anak Teater Tsalafiyah (TeTs) MTs Salafiyah Kajen baru-baru ini. berlatar
sebuah desa yang sedang panen raya, dikisahkan terjadi harga gabah yang anjlok
sekaligus merugikan petani.

Naskah
karya Miftahur Rohim, yang juga guru madrsah tersebut memang berniat melakukan
kritik persoalan tersebut melalui panggung teater. Seperti diketahui, polemik
harga gabah yang anjlok selalu terjadi saat panen tiba.

Penonton
langsung dibawa ke dalam setting sebuah desa yang sedang panen raya. Bukan kegembiraan
yang ditemui melainkan kesedihan hati seorang petani bernama Nar. Dia digambarkan
sedang gelisah.

Bahkan,
petani kecil itu terlihat menyesali keadaan. Bukan tanpa alasan, Nar merasa
kesal saat panen raya harga gabah justru anjlok atau turun begitu signifikan.
Dia sendiri tak memiliki banyak pilihan antara menjual dengan harga murah atau
tak laku dijual.

Di
tengah kegelisahan itulah muncul seorang tengkulak. Dia pun menawar gabah para
petani. Meski sedikit lebih tinggi namun harganya tetap saja dirasa tak
mencukupi untuk petani mendapat untung. Tengkulak tersebut berdalih karena
harga dipasaran memang tengah jatuh.

Rupanya
dibalik itu semua para petani tak sengaja mengetahui jika tengkulak itulah yang
memainkan harga. Hal itulah yang kemudian membuat para petani geram lantaran
merasa dibodohi. Hingga akhirnya para petani membuat siasat untuk memojokan
tengkulak yang telah menipu tersebut.

“Kami
memang sengaja mengambil tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena
kesenian tentunya tak dapat dipisahkan dari lingkungan,” terang Miftahur Rohim
yang juga menjadi sutradara dalam pementasan tersebut.

Kisah Lain
Dalam
pentas itu sendiri diakuinya digelar dua pementasan. Naskah Anjlok digarap untuk anggota TeTs putra.
Sedangkan untuk anggota putri sendiri memilih naskah R untuk R. Cerita itu mengambil kisah seorang tokoh bernama Rindu.
Namun sepulang dari Solo tempatnya bekerja perempuan tersebut sering mengurung
diri di kamar dan berujar rindu kepada seseorang.

Dari
situlah pergunjingan di masyarakat bermunculan. Mulai dari yang menganggapnya
gila, hingga ada yang mengatakan terlibat jaringan kelompok radikal. Konflik
pun memuncak saat warga yang khawatir desanya tercemar meminta agar Rindu dapat
diusir. Siapa sangka saat itu Rindu justru keluar serambi bersalawat. Rupanya
yang dinantikan kehadirannya oleh Rindu itu adalah Rasullullah.

“Kalau
dengan naskah itu memang diharapkan agar para santri Kajen tetap menjaga diri
berperilaku yang baik agar sesuai dengan laku kanjeng nabi Muhammad sebagai
wujud kerinduan. Ini juga sesuai dengan background kami yang tinggal dikalangan
pesantren,”imbuhnya. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Kondisi Alun-Alun Juwana yang Kurang Layak

    DPRD Pati Soroti Kondisi Alun-Alun Juwana yang Kurang Layak

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 380
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti kondisi Alun-Alun Juwana yang dinilai kurang layak dan kurang bagus. Padahal, Juwana merupakan salah satu pusat perekonomian di bidang perikanan yang penting bagi wilayah Pati. Anggota DPRD Pati, Mukit, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi alun-alun tersebut. “Harusnya itu bisa menjadi perhatian pemerintah daerah untuk dilakukan penataan […]

  • Atlet Jepara Peraih Medali SEA Games Vietnam Diganjar Bonus Pemkab

    Atlet Jepara Peraih Medali SEA Games Vietnam Diganjar Bonus Pemkab

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pemberian tali asih dari pemkab Jepara kepada atlet yang berprestasi di SEA Games Vietnam. Apresiasi diberikan kepada dua pahlawan olahraga Indonesia asal Kota Ukir Jepara. Keduanya diberikan tali asih serta diarak keliling kota. Ini adalah bentuk kebanggaan pemerintah daerah atas prestasi para atlet tersebut. JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyerahkan tali asih […]

  • Konsleting Mobil Isi BBM di SPBU Bakalan: Satu Orang Meninggal dalam Kebakaran

    Konsleting Mobil Isi BBM di SPBU Bakalan: Satu Orang Meninggal dalam Kebakaran

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kebakaran terjadi di sebuah SPBU di Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, pada Selasa (2/7) dini hari, mengakibatkan satu orang tewas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Sugiyono, mengungkapkan bahwa tim pemadam kebakaran menerima laporan kejadian sekitar pukul 03.40 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.00 WIB. Tampak sebagian bangunan […]

  • Unit Kerja BRI Pati Tingkatkan Keakraban dengan Nasabah Lewat Jajanan Tradisional di Hari Pelanggan Nasional

    Unit Kerja BRI Pati Tingkatkan Keakraban dengan Nasabah Lewat Jajanan Tradisional di Hari Pelanggan Nasional

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 351
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh unit kerja BRI di Pati turut memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025 dengan menyambut nasabah secara khusus. Peringatan ini tidak hanya dilakukan di BRI Kanca Pati, tetapi juga di dua unit BRI KCP, 41 BRI Unit, dan 2 kantor kas. Agus Sumartono, Supervisor Penunjang Operasional BRI Cabang Pati, mengungkapkan bahwa seluruh unit kerja […]

  • Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Selain eksotis, Pantai Lemah Abang konon juga mistis. Dikisahkan, dulu tempat ini merupakan petilasan dari salah seorang wali yang kontroversial pada zaman walisongo. Namanya Syeh Siti Jenar. ”Cerita-ceritanya begitu. Ada aura mistis. Temenku suatu sore pernah “disasarkan” di tengah hutan karetan, saat hendak ke pantai itu,” kata Ardian Firda Maulida, salah seorang pengunjung dari […]

  • Hindari Cuaca Buruk, Sejumlah Kapal Besar Berlindung di Pulau Panjang

    Hindari Cuaca Buruk, Sejumlah Kapal Besar Berlindung di Pulau Panjang

    • calendar_month Kam, 3 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Petugas sedang memantau cuaca JEPARA – Gelombang tinggi akibat cuaca buruk harus membuat kapal-kapal menepi. Gelombang tinggi terpantau masih menjadi ancaman pelayaran di perairan Jepara – Karimunjawa. Terlihat kapal-kapal besar juga berlindung di Pulau Panjang. Sementara para nelayan memilih untuk libur melaut. Kepala UPP Syahbandar Jepara, Tri Jotho, mengatakan sejak 1 hingga 5 Januari, sesuai […]

expand_less