Breaking News
light_mode

Nyadong Syafaat Bagi Negeri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
  • visibility 226




Bertepatan
dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman
mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian
tersebut yang ke 88.

Menurut
Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian
masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila
eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang ke arah yang tak
terkendali. Bila tak terkelola, pertarungan politik yang semula berkembang di
tingkat elite, bisa melebar menjadi tubrukan antar rakyat secara horisontal.

Anis
menganalogikan ketakutan masyarakat ini dengan ketakutan sahabat Nabi, Abubakar
RA, saat bersembunyi bersama Nabi dari kejaran kafir Quraisy di gua Tsur.
Abubakar sangat takut atas keselamatan Nabi, karena para pengejar sudah berada
di mulut gua, bahkan sudah terlihat kakinya; sementara penghalang mereka
hanyalah sarang laba-laba, dua ekor burung dara yang sedang mengeram dan dahan-dahan
pohon.

Melihat
ketakutan sahabatnya, Rasulullah mengatakan: jangan bersedih, Allah bersamaku.
Seperti diungkap oleh Al Qur’an, penegasan Rasulullah inilah yang menjadi kunci
diturunkannya  ketenangan/sakinah dari
Allah dan bala bantuan berupa tentara yang tak terlihat mata, yang kemudian
terbukti tidak saja menyebabkan mereka selamat dari ancaman ketakutan, tapi
juga membuat mereka menang.

Maka,
demikian menurut Anis, dalam kondisi takut dan kuatir sekarang ini, ada dua
pilihan sikap yang bisa kita ambil: pertama, mengambil sikap seperti Rasulullah
waktu itu, dengan menegaskan keyakinan: jangan bersedih, Allah bersama kita.
Dan kedua, marilah kita ‘datangi’ Rasulullah, dan seperti Abubakar, kita
keluhkan ketakutan kita, agar beliau sudi mensyafa’ati kita semua.

“Yang
paling baik, keduanya kita lakukan bersamaan. Sehingga melalui syafa’atnya, pertolongan
Allah turun, membuat kita tenang sekaligus menyelamatkan kita semua dari
perpecahan yang mengancam di depan mata” jelas Anis.

Dr
Abdul Jalil dari Kudus, menambahi penjelasan Anis tersebut dengan mengatakan
bahwa untuk mendapat syafaat seseorang harus mampu mengakui keberadaan Allah
secara tulus dengan hati dan jiwanya. Syafaat akan berlaku bagi orang yang hati
dan jiwanya berikrar tentang Ketuhanan.

“Jadi
harus ada keutuhan antara fisik, hati, akal dan roh yang sama sama berikrar.
Yang seringkali terjadi dalam hati telah tulus namun tidak tertransformasi
nafs. Seperti seorang koruptor tentu tahu kalau korupsi itu tidak baik tapi
tetap dilakukan,” ujarnya.

Dia
pun menyebut jika syafaat tentunya pasti muncul manakala hati dan jiwanya
kembali. Namun manusia seharusnya dapat menyiapkan wadah atau tempatnya
terlebih dahulu. 
“Seperti
kopi baru bisa dinikmati jika ada gelasnya,” tambahnya.

Syafaat
itu sendiri menurut Abdul Jalil secara bahasa  artinya adalah melengkapi atau menggenapi.
Artinya ia berfungi untuk melengkapi atau menggenapi apa yang telah dicapai
manusia, tapi capaian tersebut dianggap belum sesuai standar yang ditentukan.

Anis
Sholeh Baasyin, kembali menambahi agar ummat senantiasa terus bergerak tanpa
perlu harus menunggu sesuatu. Terutama dalam senantiasa mengingat Allah.

“Kalau
keyakinan sudah dipegang tanpa sedikitpun keraguan hidup tentu akan beres. Akan
dibimbing melalui semesta dan yang ada didalam diri sendiri. Bukankah Tuhan
lebih dekat dari urat leher, kenapa harus khawatir,” terangnya.

Bahkan
saat tidak mengetahui pun, apalagi pada dasarnya manusia memang tidak tahu,
maka dengan keyakinan manusia akan diberitahu melalui berbagai jalan. Ini
berlaku selama keyakinan itu dapat dijaga. Hanya seringkali justru keyakinan
manusia tersebut dihalang-halangi dengan keraguan oleh pikirannya sendiri.
Banyak ketakutan-ketakutan yang dimunculkannya sendiri.

“Selain
jangan ragu, yang perlu diingat yakni jangan pernah sombong. Seringkali yang
membuat celaka adalah kesombongan itu sendiri. Merasa diri kotor itu lebih baik
daripada merasa paling jernih sendiri,” terangnya.

Sujiwo
Tedjo, budayawan yang turut hadir pun turut memberikan cerita terkait cerita di
dunia perwayangan. Presiden Jancukers itu menyebut ada kepercayaan dalam dunia
wayang tentang bagaimana bertapa dengan jalan mendiamkan ujung lidah.

“Diamnya
ujung lidah itu diharapkan untuk meminimalisir lisan dan mengolah apa yang ada
di jiwa. Dalam yoga sendiri ada tekhnik dimana untuk pikiran pun ada kalanya
harus berhenti dari aktivitas mengingat, menamai dan diheningkan,” ujarnya. 

Semua
itu dilakukan agar pengolahan yang ada di dalam diri dan jiwa manusia bisa
semakin dimaksimalkan. Menurut Sujiwo Tejo, dalam khasanah Jawa juga disebut adanya
mata ketiga pada diri manusia. Mata itulah yang bertugas untuk melihat ke dalam
diri manusia.

“Kalau
dirasakan, itulah sebabnya tidak ada alasan untuk saling berjarak dan tidak
bersyukur. Sekalipun dari luar terlihat tidak memiliki apa-apa. Kedekatan
dengan Tuhan inilah yang harus dipertahankan jangan justru dijauhkan sendiri,”
ujar cerpenis Budi Maryono menambahi semua penjelasan sebelumnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghadapi Persoalan dengan Pikiran Jernih

    Menghadapi Persoalan dengan Pikiran Jernih

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Gayeng diskusi Suluk Maleman Ada yang luput di zaman sekarang ini. Tentang bagaimana menghadapi sebuah persoalan. Sering kali, manusia kurang memerhatikan kejernihan dalam menghadapi persoalan. Perlunya kejernihan dalam menghadapi persoalan dinilai penting agar tidak sampai terjadi ketidakadilan ketika memberikan sebuah penilaian. Hal itu menjadi obrolan mendalam pada Suluk Maleman edisi ke 93, Sabtu (22/9/2019) malam […]

  • BRI Pati Semarakkan Maulid Nabi dengan Jumat Berkah Peduli Santri di Ponpes Al-Manaj

    BRI Pati Semarakkan Maulid Nabi dengan Jumat Berkah Peduli Santri di Ponpes Al-Manaj

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, BRI Branch Office (BO) Pati mengadakan kegiatan sosial “Jumat Berkah Peduli Santri” di Pondok Pesantren Al-Manaj, Desa Semampir, Pati. BRI menyerahkan 60 paket bingkisan kepada para santri sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan keagamaan. “Melalui kegiatan Jumat Berkah Peduli Santri, BRI ingin meneguhkan komitmen untuk selalu hadir dan […]

  • Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    • calendar_month Kam, 28 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Target Naik Kasta  Para pemain Persipa yang telah menandatangani kontrak Hujan baru saja reda mengguyur Kota Pati. Minggu malam (24/3/2019), udara kota masih terasa dingin. Jalanan sedikit masih basah. Mendung tebal menggelantung di langit The Safin Hotel. Dari lantai 11 gemerlap lampu-lampu  membikin suasana menjadi syahdu. Sayup-sayup kendaraan di jalanan terasa senyap. Masih pukul 19.00. […]

  • DPRD Pati Bentuk Pansus, Percepat Pembahasan Aturan Bantuan Hukum Bagi Kelompok Rentan

    DPRD Pati Bentuk Pansus, Percepat Pembahasan Aturan Bantuan Hukum Bagi Kelompok Rentan

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.074
    • 0Komentar

    PATI – Menindaklanjuti pelaksanaan dengar pendapat umum atau public hearing, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana segera membentuk Panitia Khusus (Pansus). Tugas utama tim ini adalah mendalami dan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur pemberian bantuan hukum bagi masyarakat yang tergolong rentan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten […]

  • Talenta-talenta Muda Butuh Arahan

    Talenta-talenta Muda Butuh Arahan

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

      DIPILIH : Tim pelatih PSIS U-19 mengerucutkan nama-nama peserta seleksi usai menggelar minigame Lingkar Muria, PATI – Tour seleksi PSIS U-19 di empat kota di Jawa Tengah, telah dimulai Sabtu (20/1/18) kemarin di Stadion Joyokusumo. Sebanyak 700 pemain muda antusias mendaftar seleksi, namun hanya 300 yang lolos seleksi administrasi dan boleh unjuk ketangkasan mengolah […]

  • Mengenal Bandeng Presto Rindang 84 Asli Juwana Pati

    Mengenal Bandeng Presto Rindang 84 Asli Juwana Pati

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Bandeng presto Rindang 84 Juwana Kuliner bandeng presto tak pernah sepi peminat hingga saat ini. Hal ini  seperti yang diungkapkan salah satu produsen makanan olahan dari bandeng, Rindang 84 dari Desa Dukutalit Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengajh.  Hana, pemilik usaha Rindang 84 mengungkapkan, rata-rata per hari dirinya bisa mengolah puluhan kilogram ikan bandeng segar […]

expand_less