Breaking News
light_mode

Pemuda Lintas Agama di Jepara Bagikan Masker ke Peserta Takbir Keliling

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
  • visibility 252



JEPARA – Anak-anak muda di Desa
Tunahan Kecamatan Keling, Jepara ini patut dicontoh.
Dua jempol
pantas untuk mereka.
Hal itu karena saat berlangsung
kegiatan takbir keliling, mereka membagikan ratusan masker penutup hidung
kepada para peserta.
Anak-anak
muda itu berasal dari lintas agama. Ada Bud
ha, Kristen, dan tentu saja Islam.

Pantas saja,
aksi itu lantas mengundang decak kagum masyarakat yang hadir menyaksikan takbir
keliling.
Total ada sekitar 600
buah masker yang dibagikan secara Cuma-Cuma. Anak-anak muda lintas agama itu
tergabung dalam Komunitas Pemuda Congger Kencono. ”Kegiatan bagi-bagi masker
ini dalam rangka menjalin kerukunan, toleransi, persaudaraan dan persatuan para
pemuda serta masyarakat di Desa Tunahan, khususnya di Dukuh Congger, Karagan,
dan Karong,” kata Aris Puput S, ketua komunitas pemuda tersebut.

Dengan adanya kegiatan bagi-bagi
masker ini, kata Puput, bertujuan agar masyarakat yang mengikuti takbir
keliling terlindungi dari asap kendaraan bermotor, yang bisa mengganggu
pernapasan dan kesehatannya.

Lebih lanjut,
Puput berharap, kegiatan itu bisa menjadi inspirasi di tengah

masyarakat
. Dimana momen
lebaran di malam takbiran seharusnya menjadi ajang suka cita meraih kemenangan.
”Tahun depan kami ingin ada kegiatan yang membikin sejuk suasana seperti
membagikan masker ini. Semoga ditiru pemuda-pemuda di desa lain supaya di malam
takbiran lebih sejuk dengan suasana berbagi kepada sesama,” terangnya.

Di Desa
Tunahan sendiri, terutama di Dukuh Karagan, Karong, dan Congger, takbir
keliling berlangsung cukup meriah. Masing-masing kontingen dari masjid dan
mushola menampilkan kreasi terbaiknya seperti membuat replika burung, masjid,
bedug dan lainnya.

Takbir
keliling mengambil
rute dari Dukuh Karong Bodean,
Desa Gelang, Dukuh Karong Pete, Dukuh Congger, Dukuh Tunahan, Dukuh Unda’an
kemudian berakhir di Balai Desa Tunahan.
Kegiatan takbir
keliling itu sendiri dimotori oleh Pimpinan Ranting NU Tunahan 2. (alb)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan, DPRD Pati Minta Kades Tingkatkan Peran Kelembagaan Desa

    Tingkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan, DPRD Pati Minta Kades Tingkatkan Peran Kelembagaan Desa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – Ir. Bambang Susilo, anggota DPRD Pati, menekankan pentingnya peran kelembagaan desa dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Bambang dalam sebuah pernyataan baru-baru ini. Bambang, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Pati, mendorong kepala desa untuk bekerja sama dengan lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa […]

  • Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

      Dialog budaya ngobrolin dr Tjipto  Jepara tidak hanya RA Kartini dan Sosrokartono. Ada nama besar Dr Tjipto. Putra kelahiran Pecangaan Kulon. Tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia ini terkenal sebagai tiga serangkai. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker. Kiprahnya pada masa pergerakan dulu patut diteladani generasi masa kini.   Di balaidesa Pecangaan Kulon, Kabupaten Jepara, […]

  • Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa. Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan […]

  • DPRD Pati Dorong Fokus Pengembangan Wisata Pegunungan Kendeng

    DPRD Pati Dorong Fokus Pengembangan Wisata Pegunungan Kendeng

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Warsiti, mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk fokus mengembangkan potensi wisata di Pegunungan Kendeng, khususnya di wilayah Pati Selatan. Ia menyoroti pentingnya konsentrasi pada satu titik pengembangan wisata untuk memaksimalkan dampak dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. “Sebetulnya saya sangat mengapresiasi upaya tersebut, saya senang dengan adanya pariwisata itu. […]

  • Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    PATI – Perpustakaan yang benar-benar layak anak masih sulit diwujudkan di Kabupaten Pati. Hingga saat ini, perpustakaan milik daerah pun belum bisa dikatakan sebagai perpustakaan yang layak anak.  Secara umum ikhtiar mewujudkan perpustakaan daerah di Kabupaten Pati untuk menjadi perpustakaan yang layak anak sudah dilakukan pemerintah melalui dinas terkait. Namun, lebih spesifik untuk dikategorikan menjadi […]

  • Cover Majalah National Geographic yang mengangkat tema tentang Gunung Muria.

    Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 22.673
    • 0Komentar

    Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh. Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang […]

expand_less