Breaking News
light_mode

NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 364

Dokumen facebook


Meski tak punya kartu anggota Nadlatul
Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural,
bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam
kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga
NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh lebih
besar jumlah dan kekuatan. Maka memahami NU akan mengalami kesusahan
tersendiri.

Fleksibelitas sikap warga NU
merupakan karakter ushuli yang tidak mudah dijelaskan. Dalam sikap politik misalnya,
selalu dekat dengan penguasa seolah menjadi stigma tersendiri meski perlawanan
secara tersembunyi selalu terjadi di balik layar. 

Saat Presiden Sukarno
mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli 1959 bahkan menyatakan diri sebagai
presiden seumur hidup, kreasi politik NU sangat luar biasa. PKI yang sedang
naik daun di mata rakyat, hampir bisa dipastikan menang pemilu 1960 dan 1965.
Posisi krusial inilah yang menjadikan tokoh NU menginisiasi penundaan pemilu
pasca 1955 sebagai pemilu pertama, dan pengangkatan Sukarno sebagai presiden
seumur hidup pada 1963 agar PKI tak memuncaki pemerintahan saat itu.

NU masuk dalam koalisi Nasakom,
sering dipersepsi sebagai kawan komunis. Namun secara ini, jika tidak ada
agamawan dalam pemerintahan yang mengawal presiden, bisa jadi negara ini
benar-benar mengarah pada pencapaian sebagai negara komunis. 

NU melakukan
perlawanan tersembunyi untuk menjaga kaum tani dan rakyat pedesaan dari
pengaruh PKI. Kontestasi tak terhindarkan sehingga PKI menjuluki para kyai dan
santri sebagai “setan desa” yang harus dimusnahkan. 

NU menjadi
penyeimbang kekuatan di pemerintahan sekaligus melakukan kontrol kebijakan
presiden agar PKI tidak secara mudah memainkan diri mengatur-atur kebijakan
negara. Prinsip dar’ul mafasid muqoddamu ala jalbil masholih benar-benar
menjadi “mantra” dalam menempatkan diri.

Dalam sisi budaya, warga NU tentu
mengalami banyak keunikan. Seorang kyai dan santri hampir sangat mudah bergaul
dengan preman bahkan ahli maksiat sekalipun. Seorang kyai dan santri hampir
sangat akrab dengan pemuka dan umat agama lain bahkan yang tak beragama
sekalipun. 

Seorang kyai dan santri sangat akrab dengan pemberian dan hadiah
dari pejabat maupun orang paling miskin sekalipun. Fenomena tersebut tak mudah
dijawab tanpa menjelaskan pokok ushuli dalam pendekatan fiqih.

Sebagai contoh, seorang yang sangat
miskin memberikan amplop sedekah pada kyai atau santri dalam mengisi mengaji.
Jika tidak diterima, bisa jadi ketersinggungan orang miskin lebih menjadi
karena merasa terhina tak bisa memberi dalam nominal banyak sehingga ditolak. 

Ketersinggungan orang miskin karena rasa terhina sangat rentan berdampak
menjauhi kyai dan santri dengan mencari teman pergaulan yang jauh dari praktik
agama. Sebaliknya, jika kyai menerima amplop dari orang miskin maka bisa jadi
tertuduh sebagai pihak yang “disetankan” karena tak peka dengan
kondisi kemiskinan di depan mata. Pada posisi demikian, keunikan-keunikan akan
muncul di masyarakat itu sendiri.

Harus diakui bahwa masih terlalu
banyak hal yang menjadi tantangan bagi warga NU. Terlebih pasca-Muktamar 33 di
Jombang pada 2015, yang menyisakan banyak identitas baru dari NU Garis Lurus,
NU Garis Lucu, bahkan yang secara terang benderang menyatakan
“mufarraqah” dari NU kultural. Namun apapun itu, anak-anak saat bertanya
tentang apa makna gambar di ruang tamu berkaitan NU, maka kujawab dengan mudah
“Nikmate Uwakih”.

NU itu nikmatnya uwakih (banyak).
Tahlilan ada makan-makan. Manaqiban ada makan-makan. Selametan ada makan-makan.
Syukuran ada makan-makan. Termasuk hari ini, 31 Januari 2021, bertepatan 16
minggu jalan ke 17 minggu janin di perut istri, anak-anak tersuguhi dengan
hidangan untuk makan-makan. 

Selamat Harlah NU ke-95.

Selametan untuk janin di usia empat
bulan..

Ighfirlana
dzunubana, wa liwalidina, wa dzurriyyatina..

Ilalkhoiri
qoribna, ‘anissyarri ba’idna..

Balligh
maqoshidana, waqdhi hawaijana..

Bogor, 31 Januari 2021

Muh Khamdan

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Darurat Diberlakukan, Perbatasan Jateng Dikunci

    PPKM Darurat Diberlakukan, Perbatasan Jateng Dikunci

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syarifuddin Perbatasan Jawa Tengah dengan provinsi tetangga dikunci Ditlantas Polda Jawa Tengah. Hal ini merupakan kebijakan dalam masa PPKM Darurat Jawa – Bali. SEMARANG – Ditlantas Polda Jateng melaksanakan kegiatan PPKM Darurat di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Sabtu (3/7/21), dengan melakukan penguncian di beberapa titik perbatasan di Jawa […]

  • Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    KUDUS – Gerakan tanam padi serentak di 14 provinsi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto turut dilaksanakan di Kabupaten Kudus, Rabu (23/4/2025). Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, turut serta menanam padi di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kudus dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sam’ani menyatakan bahwa ketahanan pangan Kudus telah […]

  • DPRD Pati Dorong Atlet Maksimalkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026

    DPRD Pati Dorong Atlet Maksimalkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.582
    • 0Komentar

    PATI – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 semakin dekat. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober mendatang, sehingga para atlet kini hanya memiliki waktu sekitar 25 hari untuk mematangkan persiapan. DPRD Pati mendorong seluruh atlet yang akan memperkuat kontingen daerah agar memanfaatkan sisa waktu persiapan dengan sebaik-baiknya. Kesiapan […]

  • Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak agar Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa beroperasi secara optimal untuk menggenjot perekonomian desa. Dukungan terhadap pembentukan koperasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Muslihan menekankan pentingnya manajemen yang baik dan transparansi dalam pengelolaan koperasi. “Kinerjanya harus […]

  • Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sayang. Fernando Taryono yang bermain bagus sekaligus mencuri perhatian tim pelatih saat beruji coba, tak jadi sepakat untuk mengikat kontrak. Manajemen hanya deal atas negosiasi dengan Bayu Eko prastyo yang berposisi sebagai bek. Mantan kapten PSCS tersebut ingin kembali ke klub yang membersarkannya. Dia masih ingin bermain di kompetisi sekelas minimal Liga 2. Manajemen Persipa […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Grobogan

    Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Grobogan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti rendahnya kepesertaan masyarakat dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dalam sosialisasi bersama warga Nahdliyyin di Gedung Kartika, Kecamatan Gubug, Kamis (7/8), ia menyerukan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Ini bukan sekadar anjuran, tapi kebutuhan mutlak. Warga harus terlindungi dari risiko kerja dan […]

expand_less