Breaking News
light_mode

Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
  • visibility 266

Pemain PSG Pati/AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya membawa bola dibayangi pemain Persijap Jepara/@sri.nugroho

Apa yang terjadi pada PSG Pati memang sungguh di luar dugaan. Klub sultan dengan uang berlimpah namun harus susah payah menjalani kompetisi perdana mereka di Liga 2. Dari ambisi naik kasta hingga akhirnya harus berjuang untuk lolos dari maut zona degradasi.

PATI – Siapa tak
silau dengan PSG Pati (AHHA PS Pati). Diperkuat dengan materi pemain mewah
untuk kelas Liga 2, didukung sumber dana besar dari dua chairman yang merupakan
pesohor tanah air. Atta Halilintar youtuber kondang Asia Tenggara, dan Putra
Siregar pengusaha smartphone besar PS Store.

Sejak keduanya masuk
sebagai investor, perombakan besar terjadi. Sejumlah pemain top nasional
didatangkan. Tidak sedikit yang menuai kontroversi karena tim merekrut dua nama
pemain yang kerap kena masalah indisipliner di timnas kelompok umur. Mereka
adalah Nurhidayat dan Yudha Febrian hingga pada akhirnya nama terakhir didepak
dari tim sebelum liga dimulai.

Nama-nama tenar lain yang
merapat adalah Zulham Zamrun, Syaiful Indra Cahya hingga merapatnya Osas Saha.
Boleh dibilang materi pemain yang dimiliki PSG Pati adalah kelas Liga 1 seperti
di tim Persi Solo.

Karena itu tim ini
digadang-gadang bakal merepotkan tim-tim tradisional di Liga 2 dan masuk
kandidat tim yang akan lolos ke Liga 2. Bahkan sang pemilik tim jauh-jauh hari
sudah mematok target naik kasta tak kalah dengan sesumbar bos Persis Solo
Kaesang Pengarep.

Sayangnya bola memang
benar-benar bundar. Catatan mentereng di atas kertas tak sama dengan apa yang
terjadi di lapangan. Tim ini pada akhirnya harus menjadi bulan-bulanan.
Tergabung di grup C bersama Persis Solo, PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSIM
Yogyakarta, dan Hizbul Wathan FC. Tim ini bukannya bersaing mendapat tiket
babak 8 besar malah harus susah payah berjuang lolos dari lubang degradasi
bersaing dengan Hizbul Wathan yang berada di dasar klasemen sementara.

Tim dengan 1 juta followers
Instagram ini babak belur di putaran pertama, 3 kalah, sekali seri dan sekali
menang. Tentu yang paling sial saat sanksi kalah WO dan denda 90 juta yang
didapat saat menghadapi Persis Solo akibat memainkan pemain baru mereka yang
dianggap ilegal. Akibat sanksi itu langkah tim PSG Pati jadi semakin berat dan
harus berjuang menjauh dari zona merah.

Selain hasil pertandingan
yang buruk, tim ini juga selalu mendapat masalah. Selain pemainnya yang banyak
mendapat sanksi akibat bermain kasar, tim ini total sudah mendapat denda dari
Komdis PSSI sebesar 173 juta. Tentu uang segini tidak terlalu besar. Mengingat
sederet sponsor yang melekat di jersey mereka musim ini.

Sungguh ironis sekali.
(redaksi)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

    Prediksi Derbi Muria : Persipa Lebih Dijagokan Menang

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

  • Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    • calendar_month Jum, 1 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    ISTIMEWA JEPARA – Mulai Jumat (8/6/2018) mendatang, maskapai Nam Air bakal melayani penerbangan ke Karimunjawa, Jepara. Rutenya dari bandara Ahmad Yani di Semarang. Pesawat dengan kode ATR 72 ini melayani penerbangan pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Dilansir dari laman twitter @jeparakabgoid, jadwal penerbangan pada pukul 06.00 dari bandara Ahmad Yani Semarang, sedangkan pukul 7.15 […]

  • Waspada Serangan Macan Tutul Muria di Dukuh Duplak Desa Tempur, Jepara

    Waspada Serangan Macan Tutul Muria di Dukuh Duplak Desa Tempur, Jepara

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

      Tim BKSDA turun melakukan penelitian macan tutul yang turun ke perkampungan Dukuh Duplak, Tempur, Jepara Dalam sepekan warga Dukuh Duplak Desa Tempur digegerkan dengan serangan macan tutul. Ternak mereka yang ada di kandang dimangsa satwa langka tersebut. Hal ini tentu membuat masyarakat resah. JEPARA – Macan tutul di hutan Pegunungan Muria dilaporkan turun gunung. […]

  • Semur Kutuk Legendaris Langganan Wakil Bupati Saiful Arifin

    Semur Kutuk Legendaris Langganan Wakil Bupati Saiful Arifin

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Jadi Langganan Pejabat, Sehari Habiskan 10 Kilogram Ikan Kutuk   Wakil Bupati Pati Saiful Arifin sedang menyantap semur kutuk Masakannya sederhana. Bumbu semur lengkap yang gurih dengan potongan ikan Kutuk. Jadilah namanya semur kutuk. Karena rasanya yang khas, kuliner ini menjadi buruan orang-orang. Para pejabat sering kali datang, termasuk Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang menjadi […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Sayangkan Lambatnya Pengolahan Sampah oleh Investor Asing 

    Wakil Ketua DPRD Pati Sayangkan Lambatnya Pengolahan Sampah oleh Investor Asing 

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pati dan perusahaan asal Australia, Infinity Eco Solutions International, melalui PT Avaniel Bintang Energi Indonesia, untuk pengolahan sampah menjadi briket hingga kini belum menunjukkan perkembangan. Padahal, penandatanganan kerja sama telah dilakukan pada tahun 2024. Hal ini disayangkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi. Politisi Partai Gerindra […]

  • Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    PATI – Pada tahun ajaran 2019/2020, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP didasarkan pada 90 persen sistem zonasi. Sisanya 5 persen prestasi, dan 5 persen lainnya adalah berdasarkan surat pindahan. Untuk zonasi tidak boleh kurang dari 90 persen. Harus diisi peserta didik dari zona tersebut. Sedangkan untuk prestasi dan pindahan maksimal diisi masing-masing 5 persen. […]

expand_less