Breaking News
light_mode

Menebas Pegunungan Sampah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
  • visibility 303
Foto bersama usai diskusi soal penanganan sampah 


Malam
tadi saya belajar banyak dari para petugas sampah. Mereka berpikir sangat
sederhana, jika dengan gerobak kecil saja bisa mengelola sampah dan
menghasilkan uang, apalagi dengan armada truk yang bisa mengangkut lebih banyak
sampah, pasti lebih menguntungkan.

Bertemu
mereka jangan pernah berharap akan mendengar pemikiran-pemikiran muluk. Kepada
wakil Dinas LH yang hadir malam itu, mereka mengajukan usulan kecil, meminta
difasilitasi kredit motor roda tiga ke bank milik Pemda dengan bunga rendah.
Mereka ingin meningkatkan daya angkut agar bisa menjangkau luasan wilayah dan
besaran kapasitas sampah yang masih belum terjamah petugas Pemda. Bukan armada
truk yang tak bisa masuk ke gang-gang tikus.

Dengan
tambahan itu, mereka akan mengajak kerabatnya memanfaat peluang sampah yang
belum terkelola itu. Mereka meminta Pemda mengawasi rakyat yang masih bandel
membuang sampah, kalau perlu diberikan sanksi tegas. Juga membangun tempat
pembuangan sementara di beberapa tempat. Kesadaran dan ketakutan itu akan
memberi mereka peluang usaha. Jasa untuk pengelolaan itu bisa dari masyarakat,
bisa juga dari anggaran Pemda. Titik.

Ini
ide yang sangat cerdas. Mereka bukan lulusan sekolah tinggi yang biasanya
cita-citanya digantungkan setinggi langit. Mereka juga bukan keluarga kaya yang
kalau kerja maunya pilih yang bersih-bersih. Cita-cita mereka setinggi tanah,
bahkan lebih bawah lagi, di kubangan sampah. Sebagian besar hanya lulus SMP.
Tetapi, cara melihat peluang usaha dan serapan tenaga kerja, pemikiran mereka
setara pengusaha.

Mari
kita cek kepintaran mereka. Tahun 2019, jumlah timbunan sampah di Kudus,
seperti dikatakan Plt Bupati Hartopo, mencapai 159.083 ton. Dari jumlah
tersebut, hanya 60,54 persen yang dapat dikelola, dan 39,46 persen sisanya
masih belum terkelola (Tribunjateng, 11 Agustus 2020).

Oke,
kita konsentrasi pada 39,46 persen yang belum dikelola. Ia setara dengan 58 ton
sampah setiap tahun. Jika armada motor roda tiga bisa memuat 250 kg, dibutuhkan
232 armada baru. Apabila setiap armada bisa mengangkut dua rit setiap hari,
setidaknya butuh 116 armada pengangkut sisa sampah yang belum terkelola. Jelas,
mereka cerdas melihat peluang usaha.

Dikelola
atau tidak, 159.083 ton sampah tiap tahun adalah jumlah yang sangat besar. Mari
kita hitung dimensinya. Setiap bak truk bisa mengangkut rata-rata 1,5 ton
sampah. Maka, produksi sampah 159.083 ton setara dengan 106,05 bak truk. Dengan
ketinggian bak 1,5 meter, dalam setahun jumlah sampah akan setara setinggi
106,05 meter. Dalam 10 tahun, ketinggiannya sudah menyaingi pegunungan Muria
yang puncak tertingginya 1.594 meter.

Dengan
luas TPA Pemda yang hanya 5,25 Ha, produksi sampah sejumlah itu pasti tidak
akan tertampung. Ia harus dikelola secara renewable terutama sampah organik
atau non logam/plastik dengan memfermentasinya, bisa melalui proses composting
(pengomposan) dengan bantuan bakteri pengurai maupun melalui reaktor biogas
yang bisa menampung gas buang metan. Sampah-sampah jenis organik dengan cara
itu akan menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman.

Bagaimana
kompos tersebut dimanfaatkan? Dalam skema yang saya buat atas permintaan Pemda
setahun lalu, tepatnya beberapa bulan setelah Kudus meraih Piala Adipura, saya
mengusulkan program desentralisasi pengelolaan sampah. Kewenangan mengelola
didelegasikan ke RT/RW atau komunitas pengelola bank sampah yang diinisiasi
oleh Pemda dengan program audisi dan stimulasi seperti dalam flowchart.

Untuk
memastikan keseriusannya, saya ajak Bupati dan teamnya memaparkan pengembangan
desa termasuk pengelolaan sampah di Bentara Budaya, Kompas, usai menerima piala
Adipura. Panel dengan Kementerian Desa, anggota DPR RI dan Stafsus Presiden.
Acara yang dihadiri oleh puluhan wartawan dan para aktivis desa.

Secara
informal, saya sudah presentasikan skema ini ke perusahaan besar yang concern
di bidang lingkungan dan ke pejabat di Kementerian Desa. Mereka mendukung dan
menunggu Pemda yang punya wilayah dan kewenangan memutuskan. Tetapi, waktu
terus berganti, Pemda masih belum merespon dan tak juga punya program lain yang
spektakuler. Padahal semua kepala daerah penerima Piala Adipura sudah meneken
kontrak untuk mengurangi sampah 30 persen dalam kurun lima tahun.

Rupanya
untuk menebas gunung sampah, kita perlu belajar dari para tukang sampah ini.
Dengan tagline: “mengubah masalah menjadi berkah”, mereka terbukti
tak hanya lebih pintar dari bahkan pejabat dan ahli, juga lebih bijak dari kita
semua. 
Salam
dongeng! 

Tulisan ini ditayangkan secara utuh dari status facebook Hasan Aoni

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Infrastruktur Pati Diawasi KPK dan Kejari, Wakil Ketua DPRD Tekankan Kualitas Pekerjaan

    Proyek Infrastruktur Pati Diawasi KPK dan Kejari, Wakil Ketua DPRD Tekankan Kualitas Pekerjaan

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.790
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan proyek infrastruktur di wilayahnya harus dikerjakan dengan standar yang baik dan tidak boleh sembarangan. Ia mengingatkan secara tegas bahwa proses dan hasil pekerjaan tersebut berada dalam pengawasan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kejaksaan Negeri Pati. “ Ini kan mulai persiapan siapa […]

  • BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

      Rembug tani yang dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan H. Masruhan, Dukuh Winong, Desa Tulakan, Senin (10/2022) Aparat desa berdiri satu barisan mendukung penuh langkah para petani Desa Tulakan yang mempertahankan kelangsungan masa depan pertanian desanya dari ancaman penambangan batuan di Kali Gelis. JEPARA – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulakan Kecamatan […]

  • Putra Mantan Wakil Bupati Pati Pimpin Persipa, Bidik Pembinaan Pemain Muda

    Putra Mantan Wakil Bupati Pati Pimpin Persipa, Bidik Pembinaan Pemain Muda

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Rafi Rizqullah Arifin, pemuda 25 tahun dan CEO Safin Pati Sports School (SPSS), resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Persipa Pati. Pengangkatan ini menyusul peralihan kepemilikan saham dari Joni Kurnianto kepada Saiful Arifin, ayah Rafi dan mantan Wakil Bupati Pati. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Resto Omah Kuno 1868, Kamis […]

  • Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    Semarakkan Kemerdekaan Pemuda Tunahan Jepara Gelar Festival Layang-Layang

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Kemeriahan festival layang-layang di Desa Tunahan Jepara Festival Layang-Layang pertama kali digelar di Desa Tunahan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Antusiasme penonton dan peserta luar biasa. Bahkan para pegiat layang-layang internasional sampai ikut datang.  JEPARA – Para pemuda RT 13 RW 4 Dukuh Karagan Desa Tunahan Kecamatan Keling menggelar kompetisi laying-layang di area sawah Punden H. […]

  • Persiku Kudus Siapkan Strategi Khusus Redam Agresivitas Barito Putera

    Persiku Kudus Siapkan Strategi Khusus Redam Agresivitas Barito Putera

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus bertekad meraih poin penuh saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan kompetisi Championship 2025/2026. Laga yang akan digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Jumat (10/10/2025) ini diprediksi akan dipenuhi ribuan suporter yang haus akan kemenangan. Pelatih Persiku Kudus, Alfiat, menegaskan bahwa timnya siap memberikan yang terbaik demi mengamankan tiga poin penting. […]

  • PPP Partai Islam Paling Dicari

    PPP Partai Islam Paling Dicari

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    DOKUMEN DETIK NEWS Lingkar Muria, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipilih sebagai partai islam paling diminati, mengalahkan tiga partai islam lain seperti PAN, PKS, dan PBB. Hal ini diketahui dari polling yang dilakukan akun Twitter @PolingNetizen sejak 29 Januari 2018 dan ditutup pada 5 Februari 2018 lalu. Diketahui, sebanyak 9.140 responden yang mengikuti polling […]

expand_less