Breaking News
light_mode

Membaca Kecerdasan Sang Idiot, Kisah Pertetitrahan Kyai Sandal Jepit

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
  • visibility 194
Sampul buku Kecerdasan Sang Idiot

            Kyai Sandal Jepit adalah patron yang
saya usung dalam buku-buku kisah hikmah. Pada awalnya, kisah Kyai Sandal Jepit
diterbitkan oleh Narasi, Yogyakarta. Disebabkan best seller, maka kisah
Kyai Sandal Jepit kemudian dilanjut di buku yang kedua dan diterbitkan oleh
penerbit yang sama.

            Sekitaran sepuluh tahun berikutnya
kisah Kyai Sandal Jepit ini dilanjutkan dalam sebuah buku yang berjudul
Kecerdasan Sang Idiot. Apabila dibandingkan dengan buku-buku sebelumnya, maka
tentu saja Kecerdasan Sang Idiot lebih bagus, baik dari segi isi maupun
kemasan.

            Kecerdasan Sang Idiot menjadi begitu
istimewa sebab di dalamnya termaktub 38 kisah hikmah dalam 233 halaman yang
dapat dibaca sekali duduk untuk tiap ceritanya. Kisahnya sendiri begitu bernas
dan berisi dengan narasi yang gampang sekali dimengerti. Buku ini dibagi
menjadi dua, yakni ketika Kyai Sandal Jepit berada di Indonesia dan di luar
Indonesia.

            Kisah-kisah hikmah mengalir lancar
seiring dengan pertetirahan Kyai Sandal Jepit ke Spanyol, Jepang, maupun ke
negeri Prancis. Pada cerita ‘Ziarah Wali’ Kyai Sandal Jepit menohok kita semua
dengan sindiran keras betapa sesungguhnya kita lebih senang berziarah atau
bertetirah tetapi malah melupakan orang tua yang menjadi wakil Tuhan di dunia.
Pada cerita ‘Treprovokasi’ Kyai Sandal Jepit mengetengahkan tentang
pertetirahannya ke Spanyol dan peristiwa Charlie Hebdo di Prancis yang
direlasikan dengan kisah Abu Utsman yang terkenal sabar.

            Kisah-kisah hikmah yang ditampilkan
terasa lebih lengkap dengan adanya sebuah tarikan benang merah atau simpulan
yang terdapat di bagian akhir cerita yang diketengahkan dalam ‘Hikmah Sandal
Jepit’.

            “Jhon Fredy Sanchez Rico (salah satu
dosen di Chile), Saadia Chelkha (pengajar di Accent Français, Montpellier,
Prancis), dan Claudia Bigler yang orang Swiss itu menjadikan buku ini begitu
spesial dengan kata pengantar yang dibawakan dalam bahasa mereka, bukan bahasa
Indonesia. Ditambah pula dengan kehadiran tiga endorse dari sarah Frustié,
Salah-Eddin Boudjadaar, serta Elisa Echegoyen menjadikan buku ini tambah
semarak dan ‘wah!’. []

            Yoyok
Dwi Prastyo,
seorang guru SMA Negeri
2 Pati, pegiat literasi sekaligus Direktur Penerbit Soleil du Monde.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liga 2 Musim 2024/2025 Persiapan Persijap Jepara Lebih Menjanjikan

    Liga 2 Musim 2024/2025 Persiapan Persijap Jepara Lebih Menjanjikan

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 191
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara sudah memenuhi kuota pemain asingnya di Liga 2 musim 2024/2025. Total ada tiga pemain. Ketiga pemain asing itu adalah Rosalvo Junior asal Brazil yang mengisi posisi striker, Elias asal Brazil berposisi penyerang sayap, dan bintang muda timnas Tajikistan Rakhmatso Rakhmatzoda yang berposisi sebagai bek tengah. Mereka sudah berkumpul dan melakoni latihan […]

  • Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Ilustrasi jalan alternatif Pengguna jalan yang melintas Pantura Juwana – Rembang harus paham jalur alternatif. Agar terhindar dari kemacetan. Sebab ditutupnya jembatan Juwana sebelah timur akibat kebakaran, hingga nanti dibongkar untuk dibangun kembali yang memakan waktu selama setengah tahun lebih. PATI – Pasca kebakaran 10 bangunan liar di kolong Jembatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, […]

  • BUMDes Pati Jadi Rujukan DPRD Tuban

    BUMDes Pati Jadi Rujukan DPRD Tuban

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Anggota Komisi A DPRD Tuban ketika berkunjung ke DPRD Pati PATI – Komisi A DPRD Tuban melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Pati Rabu (27/2/2019).  Kunjungan itu dilakukan untuk belajar mengenai pengentasan kemiskinan di daerah. Melalui program (Badan Usaha Milik Desa) BUMDes. Dimana hampir 100 persen desa di Pati memiliki usaha tersebut. Ketua Komisi A […]

  • MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) ke-13 tingkat Kabupaten Pati tahun 2025 resmi dibuka pada 9 Agustus di Stadion Gelora Soekarno, Mojoagung, Pati, setelah sempat mengalami penundaan dari jadwal semula di bulan Juli. Cabang lomba kesenian ditempatkan di Yayasan Salafiyah Kajen, Pati, sementara cabang olahraga dipusatkan di Safin Arena, Mojoagung, Pati. Moh. Azka […]

  • 61 Desa di Pati Pastikan Ikuti Pilkades Serentak Tahap Kedua 2018

    61 Desa di Pati Pastikan Ikuti Pilkades Serentak Tahap Kedua 2018

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    SUMBER : ISTIMEWA PATI – Desa peserta pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang kedua mengalami penambahan. Dari semula 55 desa yang mengikuti pilkades serentak, kini bertambah menjadi 61 desa. Jumlah tersebut menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kecuali Kecamatan Batangan. Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pati melalui Kasubbag Tata Pemerintahan Desa Indah Febriana mengungkapkan, penambahan […]

  • Potensi Krisis Pangan, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan

    Potensi Krisis Pangan, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 163
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, mengungkapkan keprihatinan terkait potensi krisis pangan yang mengancam di masa depan. Ia mendesak Pemkab Pati untuk segera merumuskan strategi khusus guna mengantisipasi ancaman tersebut. “Kita harus proaktif menghadapi potensi krisis pangan. Indonesia, termasuk Pati, memiliki potensi keanekaragaman pangan lokal yang melimpah. Ini adalah modal kita untuk mengatasi masalah ini,” […]

expand_less