Breaking News
light_mode

Melihat Optimisnya Sang Presiden Meski Terus Dicaci

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
  • visibility 283
FOTO : TOPSKOR
Sekitar musim 2008  hingga 2011, atau tepatnya ketika Indonesian
Super League bergulir menjadi kasta tertinggi sepakbola Indonesia,
Persijap boleh dikatakan pernah
mengalami saat-saat mentereng. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini menjadi salah
satu kontestan yang disegani.
Era itu kita mengenal nama-nama beken sekelas Johan Juansyah,
Pablo Frances, Amarildo Souza, Danang Wihatmoko, Isdiantono, A M Bahtiar, dan
beberapa pemain top lainnya. Saat itu mereka diarsiteki coach Almarhum Junaidi.
Masa-masa
itu semua bangga dengan klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini ini.
tiap pertandingan tiap jengkal tribun selalu sesak oleh penonton.
Namun kini, Persijap sedang terseok-seok. Setelah musim lalu
tampil di kasta kedua. Kini musim kompetisi 2018 ini tim kebanggan warga Kota
Ukir ini mesti turun kasta ke liga 3. Jebloknya prestasi Persijap kini
menimbulkan cacian-cacian, cibiran, bahkan rasa tak percaya dengan manajemen
yang ada.
Alhasil CEO Persijap sekaligus presiden klub saat ini, Esti
Puji Lestari harus menjadi sasaran cacian-cacian sebab dinilai gagal. Mulai
saat masih berjuang di Liga 2 hingga saat ini, dimana manajemen sedang
membentuk tim untuk mengarungi kompetisi di kasta ketiga.


Di media sosial banyak sekali cacian-cacian, serta ungkapan
rasa tak percaya lagi, kepada Esti. Bahkan ada pula yang menuduh, Persijap ada
di tangan orang yang salah. 

 

Salah satu cacian yang diterima Esti


Gelombang cacian dan cibiran itu pun kian menjadi,
terutama saat keputusan mendatangkan pelatih impor dari negeri yang saat ini
prestasi sepakbolanya sedang bercokol di puncak klasemen FIFA, Jerman.

Banyak yang meragukan. Namun perempuan yang gila bola ini,
menjawab semua cibiran itu dengan positif dan optimis. Esti tetap fokus dengan
tujuannya untuk membangun Persijap menjadi klub yang professional. 
Berikut ulasan wawancara wartawan Lingkarmuria.com bersama Presiden Klub Persijap Esti
Puji Lestari.
Pasca
prestasi
Persijap
merosot
dari liga dua
ke liga tiga
,
gelombang cibiran dari be
rbagai
kalangan suporter akar rumput sangat tinggi.
Bagaimana anda menanggapi itu?
Saya jujur, tidak mengganggap mereka
supporter akar rumput, mereka itu “aktor intelektual” yang ingin menjatuhkan Persijap
. Kenyataannya
banyak
yang diam
diam DM ke saya
, menyatakan
dukungan dan tidak pernah menghujat saya sekalipun.

Terbaru, soal perekrutan pelatih asal Jerman pun ada
juga yang mencibir. Ada yang meragukan track
recordnya
sebagai pelatih sebuah klub.
Semua boleh meragukan, yang
paling penting saya ikut regulasi
dari
penyelenggara liga.
Minimal lisensi C AFC , dan beliau, mengantongi lisensi B UEFA, jadi sudah pasti di
atas
nya.

Bahkan
entah ini guyon atau serius. Ada yang menganggap itu teman-teman Anda di luar
negeri yang nganggur, kemudian diajak ke Indonesia untuk kerja (Red, Sebagai
pelatih)
.
Perlu
diketahui
Patrick Sofian Ghigani itu
Owner dari sekolah
sepakbola terbesar di Munich,  MSC. Silahkan cek Google. Jadi dia tidak pengangguran. Beliau
datang u
ntuk membantu Persijap, karena merasa sedih dengan situasi saya, dan ingin membantu. Jujur
beliau membantu saya dan juga percaya potensinya.
Seperti yang saya bilang di atas, beliau Head of recruitment di Nike Academy,
bisa di cek juga, dan memiliki sekolah bola sendiri, dengan penghasilan
fantastis dan gaya hidup tinggi. Kenapa beliau ingin ke Persijap dan
meninggalkan 5 anak di sana? Karena beliau prihatin dengan sepak bola Jepara
yang pada saat menganalisa pertandingan di musim lalu, banyak hal-hal yang
beliau rasa bisa diperbaiki. Sementara tim pelatih terdahulu tidak melakukannya.

Apa
sih sebenarnya target Anda untuk Persijap saat ini
.
Sesuai kontrak dengan Patrick, 2+1,
kembali ke liga 1 bertahap dan kuat

Sepertinya
Anda begitu tegar, dari saat di liga 2 Persijap mulai terseok-seok hingga
sampai akhirnya terdegradasi, banyak sekali hujatan-hujatan. Apa yang membuat
Anda bertahan.
Banyak masa di mana bukan saya yang ingin keluar, tapi
keluarga saya. Karena mereka merasa ini sudah merenggut nama baik saya, saya
kembali memberikan penjelasan. Hidup ini bukan menumpuk harta, atau mencari
uang semata.
Tapi juga merubah nasib sebuah bangsa, menggeser
paradigma yang kuat ke jalan yang benar, dan pada akhirnya, saya memang sebagai
business woman percaya sepak bola Indonesia
bisa menjadi industri dan bisnis yang sehat, bukan untuk saya saja !
Tapi untuk siapapun penerus Persijap selanjutnya
setelah saya, untuk bisa menikmati hasil kemandirian Persijap sebagai klub,
jangan selalu bergantung ke personal yang banyak uang misalnya, karena itu
tidak stabil dan tidak permanen.

Ada
beberapa suporter di kawasan yang menantang Anda, mampukah mengulang masa emas
di era Super League? Era pelatih almarhum Junaidi. Menjadi 4 besar Copa
Indonesia. Bagaimana tanggapan Anda.
Menantang atau
mengajak? Saya pikir ini yang sangat saya tekankan untuk berubah, masa lalu
bisa saja dijadikan patokan, tapi masa lalu tidak bisa kembali, dengan
regulasi, industri sepak bola yang sudah berbeda, ini bukan jaman APBD.
Kita bukan jago kandang, kita bukan klub kabupaten, kita harus jadi klub
besar secara financial dan struktur
dulu, baru prestasi akan menyusul dan akan menjadi fundamental yang kuat.

Makanya sesuai dengan motto Persijap menemukan kembali
ciri  atau identitas baru, membuat visi
baru dan sejarah baru. Siapa tahu bukan hanya menjadi Big 4 di sebuah kompetisi,
tetapi bisa menjadi juara. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan sepeda BMX dipamerkan dalam kontes yang digelar di Desa Winong Pati.

    Kontes BMX di Pati, Dorong Anak Hobi Bersepeda

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 697
    • 0Komentar

      PATI – Kontes sepeda BMX digelar di Desa Winong Pati, Minggu (5/4). Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan mendorong anak-anak lebih mencintai sepeda dibanding kendaraan bermotor. Suasana meriah kontes sepeda BMX yang digelar di lapangan tertutup bulutangkis Desa Winong, Pati sangat terasa siang itu. Kontes yang berlangsung saat libur akhir pekan ini […]

  • Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 492
    • 0Komentar

      Pemeran Sang Ratu  Ratu Kalinyamat adalah sosok pemberani. Sejarah mencatat keberaniannya dalam berupaya mengusir orang-orang Portugis dari bumi nusantara.  Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani”. JEPARA – Film sejarah digarap para seniman Dewan Kesenian […]

  • Ketua DPRD Pati: Pimpinan dan Fraksi DPRD Pati Dukung Penuh Upaya Pencegahan Korupsi

    Ketua DPRD Pati: Pimpinan dan Fraksi DPRD Pati Dukung Penuh Upaya Pencegahan Korupsi

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.471
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan komitmen kuat lembaganya dalam mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikannya usai mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ali menyampaikan bahwa seluruh unsur pimpinan, ketua fraksi, dan ketua komisi memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, […]

  • DPRD Pati Kecewa Kenaikan PBB Tanpa Koordinasi, Pemkab Dinilai Lebih Pilih Kades dan Camat

    DPRD Pati Kecewa Kenaikan PBB Tanpa Koordinasi, Pemkab Dinilai Lebih Pilih Kades dan Camat

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 352
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen tanpa melibatkan pihak legislatif dalam proses pengambilan keputusan. Ali Badrudin menyatakan, koordinasi dengan DPRD dalam kebijakan strategis seperti kenaikan tarif pajak sangat penting, mengingat peraturan […]

  • Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa. Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan […]

  • Sambut Lebaran Yayasan Subur Makmur Ajak Anak Yatim Belanja Baju

    Sambut Lebaran Yayasan Subur Makmur Ajak Anak Yatim Belanja Baju

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

      Serunya belanja baju lebaran bareng anak yatim, piatu dan dhuafa. PATI – Kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak binaan Yayasan Subur Makmur Sejahtera Pati. Anak-anak yatim, piatu dan dhuafa ini diajak berbelanja baju baru, untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Agenda belanja baru ini menjadikan anak-anak semangat dalam menyambut hari kemenangan yang akan […]

expand_less