Breaking News
light_mode

Melihat Optimisnya Sang Presiden Meski Terus Dicaci

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
  • visibility 209
FOTO : TOPSKOR
Sekitar musim 2008  hingga 2011, atau tepatnya ketika Indonesian
Super League bergulir menjadi kasta tertinggi sepakbola Indonesia,
Persijap boleh dikatakan pernah
mengalami saat-saat mentereng. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini menjadi salah
satu kontestan yang disegani.
Era itu kita mengenal nama-nama beken sekelas Johan Juansyah,
Pablo Frances, Amarildo Souza, Danang Wihatmoko, Isdiantono, A M Bahtiar, dan
beberapa pemain top lainnya. Saat itu mereka diarsiteki coach Almarhum Junaidi.
Masa-masa
itu semua bangga dengan klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini ini.
tiap pertandingan tiap jengkal tribun selalu sesak oleh penonton.
Namun kini, Persijap sedang terseok-seok. Setelah musim lalu
tampil di kasta kedua. Kini musim kompetisi 2018 ini tim kebanggan warga Kota
Ukir ini mesti turun kasta ke liga 3. Jebloknya prestasi Persijap kini
menimbulkan cacian-cacian, cibiran, bahkan rasa tak percaya dengan manajemen
yang ada.
Alhasil CEO Persijap sekaligus presiden klub saat ini, Esti
Puji Lestari harus menjadi sasaran cacian-cacian sebab dinilai gagal. Mulai
saat masih berjuang di Liga 2 hingga saat ini, dimana manajemen sedang
membentuk tim untuk mengarungi kompetisi di kasta ketiga.


Di media sosial banyak sekali cacian-cacian, serta ungkapan
rasa tak percaya lagi, kepada Esti. Bahkan ada pula yang menuduh, Persijap ada
di tangan orang yang salah. 

 

Salah satu cacian yang diterima Esti


Gelombang cacian dan cibiran itu pun kian menjadi,
terutama saat keputusan mendatangkan pelatih impor dari negeri yang saat ini
prestasi sepakbolanya sedang bercokol di puncak klasemen FIFA, Jerman.

Banyak yang meragukan. Namun perempuan yang gila bola ini,
menjawab semua cibiran itu dengan positif dan optimis. Esti tetap fokus dengan
tujuannya untuk membangun Persijap menjadi klub yang professional. 
Berikut ulasan wawancara wartawan Lingkarmuria.com bersama Presiden Klub Persijap Esti
Puji Lestari.
Pasca
prestasi
Persijap
merosot
dari liga dua
ke liga tiga
,
gelombang cibiran dari be
rbagai
kalangan suporter akar rumput sangat tinggi.
Bagaimana anda menanggapi itu?
Saya jujur, tidak mengganggap mereka
supporter akar rumput, mereka itu “aktor intelektual” yang ingin menjatuhkan Persijap
. Kenyataannya
banyak
yang diam
diam DM ke saya
, menyatakan
dukungan dan tidak pernah menghujat saya sekalipun.

Terbaru, soal perekrutan pelatih asal Jerman pun ada
juga yang mencibir. Ada yang meragukan track
recordnya
sebagai pelatih sebuah klub.
Semua boleh meragukan, yang
paling penting saya ikut regulasi
dari
penyelenggara liga.
Minimal lisensi C AFC , dan beliau, mengantongi lisensi B UEFA, jadi sudah pasti di
atas
nya.

Bahkan
entah ini guyon atau serius. Ada yang menganggap itu teman-teman Anda di luar
negeri yang nganggur, kemudian diajak ke Indonesia untuk kerja (Red, Sebagai
pelatih)
.
Perlu
diketahui
Patrick Sofian Ghigani itu
Owner dari sekolah
sepakbola terbesar di Munich,  MSC. Silahkan cek Google. Jadi dia tidak pengangguran. Beliau
datang u
ntuk membantu Persijap, karena merasa sedih dengan situasi saya, dan ingin membantu. Jujur
beliau membantu saya dan juga percaya potensinya.
Seperti yang saya bilang di atas, beliau Head of recruitment di Nike Academy,
bisa di cek juga, dan memiliki sekolah bola sendiri, dengan penghasilan
fantastis dan gaya hidup tinggi. Kenapa beliau ingin ke Persijap dan
meninggalkan 5 anak di sana? Karena beliau prihatin dengan sepak bola Jepara
yang pada saat menganalisa pertandingan di musim lalu, banyak hal-hal yang
beliau rasa bisa diperbaiki. Sementara tim pelatih terdahulu tidak melakukannya.

Apa
sih sebenarnya target Anda untuk Persijap saat ini
.
Sesuai kontrak dengan Patrick, 2+1,
kembali ke liga 1 bertahap dan kuat

Sepertinya
Anda begitu tegar, dari saat di liga 2 Persijap mulai terseok-seok hingga
sampai akhirnya terdegradasi, banyak sekali hujatan-hujatan. Apa yang membuat
Anda bertahan.
Banyak masa di mana bukan saya yang ingin keluar, tapi
keluarga saya. Karena mereka merasa ini sudah merenggut nama baik saya, saya
kembali memberikan penjelasan. Hidup ini bukan menumpuk harta, atau mencari
uang semata.
Tapi juga merubah nasib sebuah bangsa, menggeser
paradigma yang kuat ke jalan yang benar, dan pada akhirnya, saya memang sebagai
business woman percaya sepak bola Indonesia
bisa menjadi industri dan bisnis yang sehat, bukan untuk saya saja !
Tapi untuk siapapun penerus Persijap selanjutnya
setelah saya, untuk bisa menikmati hasil kemandirian Persijap sebagai klub,
jangan selalu bergantung ke personal yang banyak uang misalnya, karena itu
tidak stabil dan tidak permanen.

Ada
beberapa suporter di kawasan yang menantang Anda, mampukah mengulang masa emas
di era Super League? Era pelatih almarhum Junaidi. Menjadi 4 besar Copa
Indonesia. Bagaimana tanggapan Anda.
Menantang atau
mengajak? Saya pikir ini yang sangat saya tekankan untuk berubah, masa lalu
bisa saja dijadikan patokan, tapi masa lalu tidak bisa kembali, dengan
regulasi, industri sepak bola yang sudah berbeda, ini bukan jaman APBD.
Kita bukan jago kandang, kita bukan klub kabupaten, kita harus jadi klub
besar secara financial dan struktur
dulu, baru prestasi akan menyusul dan akan menjadi fundamental yang kuat.

Makanya sesuai dengan motto Persijap menemukan kembali
ciri  atau identitas baru, membuat visi
baru dan sejarah baru. Siapa tahu bukan hanya menjadi Big 4 di sebuah kompetisi,
tetapi bisa menjadi juara. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Pati Perkuat Sinergi dengan AgenBRILink Melalui Gathering Kemitraan

    BRI Pati Perkuat Sinergi dengan AgenBRILink Melalui Gathering Kemitraan

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Pati menggelar Gathering Sinergi BRI dan AgenBRILink di Kopi Klotok Pati, Rabu (15/10), sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis. Acara ini bertujuan mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi dalam pelayanan kepada masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Manager Bisnis Mikro BRI BO Pati, Bambang Widiyantoro, Ketua Brilinkers Pati, M. […]

  • PWI Pati Gelar Motion Infographic Contest Berhadiah Jutaan Rupiah

    PWI Pati Gelar Motion Infographic Contest Berhadiah Jutaan Rupiah

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

      PATI – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati menggelar sejumlah agenda. Diantaranya Motion Infographic Contest (MIC) untuk umum, orientasi kewartawan, serta virtual expo. Khusus untuk lomba Motion Infographic Contest,  panitia menyediakan hadiah jutaan rupiah. “Periode lombanya mulai hari ini, 10 Maret -23 maret 2021. Objeknya bisa berupa […]

  • Imunisasi Polio di Pati Capai Target 95% Anak Usia 0-7 Tahun di Sekolah dan Posyandu

    Imunisasi Polio di Pati Capai Target 95% Anak Usia 0-7 Tahun di Sekolah dan Posyandu

    • calendar_month Sen, 15 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 206
    • 0Komentar

    PATI  – Sejumlah sekolah dan desa di Kabupaten Pati telah melaksanakan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) Polio pada hari Senin (15/1/2024). Program vaksinasi polio gratis ini diterima dengan baik oleh para orang tua. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia, menjelaskan bahwa tujuan dari Sub-PIN Polio ini adalah untuk memudahkan penjangkauan target imunisasi, […]

  • DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A DPRD Kabupaten Pati kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Koripandriyo, Kecamatan Gabus, Kamis (15/5/2025). Sidak tersebut difokuskan pada pengecekan kedisiplinan dan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan publik. Hasil sidak menunjukkan sistem presensi di Balai Desa Koripandriyo masih menggunakan metode manual. “Presensi masih manual dan otomatis tidak ada. Apalagi alat […]

  • Menyongsong Liga 2, Persijap Latihan Perdana

    Menyongsong Liga 2, Persijap Latihan Perdana

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Suasana latihan perdana Persijap Jepara di Liga 2 musim 2022 Latihan perdana Persijap Jepara dipercepat dari yang semula dijadwalkan Kamis (14/7/2022). Coach Salahaduin memimpin langsung latihan. Skuad Laskar Kalinyamat bakal berkejaran dengan waktu mengingat kick off Liga 2 diperkirakan pada bulan Agustus. Praktis tinggal satu bulan lagi.  JEPARA – Persijap Jepara memulai persiapan menyongsong […]

  • Edy Wuryanto: Pemerintah Harus Pastikan Perusahaan Siap Bayar THR Sejak Dini

    Edy Wuryanto: Pemerintah Harus Pastikan Perusahaan Siap Bayar THR Sejak Dini

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.713
    • 0Komentar

    JAKARTA – Temuan terkait pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperoleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menunjukkan bahwa perlindungan hak dasar pekerja di negara ini masih belum optimal. Perhitungan hingga pukul 15.00 WIB tanggal 25 Maret 2026 mencatat adanya 200 Laporan Hasil Pemeriksaan, 7 Nota Pemeriksaan I, serta 4 rekomendasi terkait kasus pelanggaran THR. Sebanyak 1.461 […]

expand_less