Breaking News
light_mode

Mandi Sampai Pagi di Blumbang Sarean Kajen Malam Suro

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • visibility 72

Suasana mandi di kolam belakang makam Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen
PATI Toyib, 17, sama sekali tak menggigil kedinginan. Walaupun
sudah lebih 30 menit berendam di semua kolam besar di belakang makam Syeh Ahmad
Mutamakkin Kajen tersebut. Sabtu (31/8) malam lalu, area kolam yang tepat
bersebelahan dengan balai desa tersebut penuh sesak. Baik oleh orang-orang dan
sepeda motor yang diparkir.

Orang-orang
datang mengerumun di kolam yang dikenal sebagai Blumbang Sarean itu. Dari mulai
anak-anak remaja tanggung, hingga orang dewasa. Sebagian besar anak laki-laki
semua. Hanya satu-dua terlihat ibu-ibu. Malam itu mereka menyebut sebagai
kegiatan mandi di awal tahun hijriah. Atau malam satu Suro.

Mandi di malam satu Suro seakan menjadi tradisi di kalangan
santri Kajen, tidak hanya santri, masyarakat di luar Desa Kajen pun
berbondong-bondong datang ke desa yang terkenal dengan pondok pesantrennya.

Kebiasaan ini sudah lama mengakar
di kalangan masyarakat
daerah
Margoyoso dan sekitarnya. Berbagai
latar belakang menjadi alasan melakukan ritual
mandi, yang lebih pas disebut berenang ini.

Kolam berbentuk persegi ini sudah
ramai selepas Isya’ dan bertambah ramai ketika tengah malam. Waktu isya’ sampai
sebelum pukul 11.00, biasanya anak-anak kecil yang mandi. Setelah itu giliran
usia dewasa. Semuanya laki-laki.

”Tiap tahun
selalu kesini, tiap malam Suro. Ikut-ikutan mandi saja di awal tahun.
Mungkin bisa berkah di tahun baru ini,” kata Toyib yang datang bersama teman
dan orang tuanya tersebut. Anak muda asal Waturoyo, Kecamatan Margoyoso ini mengaku
tak tahu secara pasti alasan ikut mandi di tempat itu.

Rofi’i
warga Desa Ngemplak Kecamatan Margoyoso mengungkapkan, tiap tahun bertepatan
dengan malam satu Suro
,
kolam berukuran
sekitar
30×60 meter ini selalu ramai. Terutama para remaja.

”Ritualnya ya membersihkan badan
karena menyambut tahun baru. Tapi ada cerita-cerita katanya dengan mandi malam
satu Suro di sini bakal enteng jodoh
juga. Selain itu,
kolam ini juga ada hubungannya dengan Mbah Mutamakin, mungkin ngalap berkah wali,” kata
Rofi’i.

Dimas,
salah satu santri yang turut mandi di kolom ini membenarkan. Pria berpostur
jangkung ini ikut mandi di kolam sebab percaya bakal berkah. ”Ngalap
berkah saja mas, tahun baru bersih diri
. Biar awet muda,” kata santri yang sudah empat
tahun tinggal di Kajen.

Sementara
itu, di berbagai literatur disebutkan, tradisi mandi di masyarakat Jawa lekat
dengan nilai filosofis. Mandi, berarti
membersihkan dan mensucikan kotoran atau najis. Hal itu berarti isyarat bahwa
pada malam 1 suro itu orang harus
mensucikan dirinya dari segala dosa dan perbuatan dosa dengan memohon magfirah Allah
Sang Maha Pengampun. Kemudian meniti hidup baru dengan langkah yang lebih
positif serta semangat baru pula.

Di momen-momen tertentu, mandi selalu menjadi bagian
dari ritual yang dijalankan. Sebagaimana maknanya untuk persiapan secara lahir
batin. (ars) 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Almayda Fyandani Gadis kelahiran Pati 22 Oktober 2000 ini mengatakan, menari bukan hanya sebuah budaya dan kesenian belaka. Almayda menganggap, tari adalah sebuah penggambaran karakter seseorang. Menari baginya, dapat memunculkan ekspresi kelembutan hati. Kelembutan hati ini sangat cocok dengan karakter seorang perempuan. Terlebih dalam tarian Jawa yang punya gerakan halus yang sangat memikat. Almayda mulai […]

  • Jelajah Cita Rasa : Kuliner Khas yang Wajib Dicoba di Blora

    Jelajah Cita Rasa : Kuliner Khas yang Wajib Dicoba di Blora

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BLORA – Blora, sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan hutan jatinya, masyarakat samin dan sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang menggugah selera. Jika Anda berkunjung ke Blora, jangan lewatkan untuk mencicipi beberapa hidangan khas yang otentik dan lezat berikut ini: 1. Sate Blora Pak Daman Sate Blora terkenal […]

  • Muda-Mudi Kudus Gelar Fashion Show Jalanan

    Muda-Mudi Kudus Gelar Fashion Show Jalanan

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

      Even fashion show anak muda Kudus saat CFD KUDUS – Fashion show jalanan ala Citayam Fashion Week yang ngtrend di Jakarta hadi juga di Kudus. Saat momen Car Free Day Minggu (31/7/2022) jalanan di kawasan alun-alun Kudus dipadati pengunjung menyaksikan keseruan fashion show tersebut. Even fashion show itu bertajuk bertajuk casual fashion street itu […]

  • DPRD Pati Dorong Batik Tulis Asal Desa Soneyan Lebih Dikembangkan

    DPRD Pati Dorong Batik Tulis Asal Desa Soneyan Lebih Dikembangkan

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 92
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Maulana Andhika Prasetya, mendorong promosi batik tulis asal Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, melalui media sosial. Batik tulis Soneyan yang memiliki ciri khas motif topeng dan filosofi budaya, menurutnya, perlu dikenal lebih luas di masyarakat. “Kerajinan batik tulis Soneyan sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan merupakan warisan leluhur,” ujarnya. Maulana […]

  • Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Logo Hari Santri 2021 dari Kementerian Agama terlihat simpel. Namun filosinya cukup dalam. Kreatornya adalah seorang santri tulen asal Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso. Semalaman dia menggarap proyek dadakan itu. PATI – Kementerian Agama resmi meluncurkan logo peringatan Hari Santri tahun 2021. Adalah M. Shofa Ulul Azmi, pria kelahiran Pati, 27 Juni 1992 ini yang menciptakan […]

  • Kabar Gembira! Stadion Wergu Wetan Kudus Akan Direnovasi dengan Dana 60 Miliar dari Pemerintah Pusat

    Kabar Gembira! Stadion Wergu Wetan Kudus Akan Direnovasi dengan Dana 60 Miliar dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabar baik datang bagi pecinta sepak bola di Kudus! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, baru-baru ini mengumumkan bahwa Stadion Wergu Wetan akan segera direnovasi dengan kucuran dana sebesar 60 miliar rupiah dari Pemerintah Pusat. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki stadion yang menjadi markas kebanggaan tim Persiku Kudus. Plt Kepala Dinas PUPR […]

expand_less