Breaking News
light_mode

Mandi Sampai Pagi di Blumbang Sarean Kajen Malam Suro

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • visibility 291

Suasana mandi di kolam belakang makam Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen
PATI Toyib, 17, sama sekali tak menggigil kedinginan. Walaupun
sudah lebih 30 menit berendam di semua kolam besar di belakang makam Syeh Ahmad
Mutamakkin Kajen tersebut. Sabtu (31/8) malam lalu, area kolam yang tepat
bersebelahan dengan balai desa tersebut penuh sesak. Baik oleh orang-orang dan
sepeda motor yang diparkir.

Orang-orang
datang mengerumun di kolam yang dikenal sebagai Blumbang Sarean itu. Dari mulai
anak-anak remaja tanggung, hingga orang dewasa. Sebagian besar anak laki-laki
semua. Hanya satu-dua terlihat ibu-ibu. Malam itu mereka menyebut sebagai
kegiatan mandi di awal tahun hijriah. Atau malam satu Suro.

Mandi di malam satu Suro seakan menjadi tradisi di kalangan
santri Kajen, tidak hanya santri, masyarakat di luar Desa Kajen pun
berbondong-bondong datang ke desa yang terkenal dengan pondok pesantrennya.

Kebiasaan ini sudah lama mengakar
di kalangan masyarakat
daerah
Margoyoso dan sekitarnya. Berbagai
latar belakang menjadi alasan melakukan ritual
mandi, yang lebih pas disebut berenang ini.

Kolam berbentuk persegi ini sudah
ramai selepas Isya’ dan bertambah ramai ketika tengah malam. Waktu isya’ sampai
sebelum pukul 11.00, biasanya anak-anak kecil yang mandi. Setelah itu giliran
usia dewasa. Semuanya laki-laki.

”Tiap tahun
selalu kesini, tiap malam Suro. Ikut-ikutan mandi saja di awal tahun.
Mungkin bisa berkah di tahun baru ini,” kata Toyib yang datang bersama teman
dan orang tuanya tersebut. Anak muda asal Waturoyo, Kecamatan Margoyoso ini mengaku
tak tahu secara pasti alasan ikut mandi di tempat itu.

Rofi’i
warga Desa Ngemplak Kecamatan Margoyoso mengungkapkan, tiap tahun bertepatan
dengan malam satu Suro
,
kolam berukuran
sekitar
30×60 meter ini selalu ramai. Terutama para remaja.

”Ritualnya ya membersihkan badan
karena menyambut tahun baru. Tapi ada cerita-cerita katanya dengan mandi malam
satu Suro di sini bakal enteng jodoh
juga. Selain itu,
kolam ini juga ada hubungannya dengan Mbah Mutamakin, mungkin ngalap berkah wali,” kata
Rofi’i.

Dimas,
salah satu santri yang turut mandi di kolom ini membenarkan. Pria berpostur
jangkung ini ikut mandi di kolam sebab percaya bakal berkah. ”Ngalap
berkah saja mas, tahun baru bersih diri
. Biar awet muda,” kata santri yang sudah empat
tahun tinggal di Kajen.

Sementara
itu, di berbagai literatur disebutkan, tradisi mandi di masyarakat Jawa lekat
dengan nilai filosofis. Mandi, berarti
membersihkan dan mensucikan kotoran atau najis. Hal itu berarti isyarat bahwa
pada malam 1 suro itu orang harus
mensucikan dirinya dari segala dosa dan perbuatan dosa dengan memohon magfirah Allah
Sang Maha Pengampun. Kemudian meniti hidup baru dengan langkah yang lebih
positif serta semangat baru pula.

Di momen-momen tertentu, mandi selalu menjadi bagian
dari ritual yang dijalankan. Sebagaimana maknanya untuk persiapan secara lahir
batin. (ars) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian dan Mimpi Santri untuk Indonesia 2025

    Pengabdian dan Mimpi Santri untuk Indonesia 2025

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2.207
    • 0Komentar

    Misbahul Munir saat di London Inggris/CSSMoRA ITS   Ahad, 07 Januari 2017 menjadi hari pertama saya mengabdi di Perguruan Islam Darul Falah, Pati, Jawa Tengah. Tempat saya menghabiskan enam tahun usia remaja. Kegiatan pengabdian ini sebenarnya program yang sangat bagus, agar alumni penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mau kembali ke pesantrennya pascalulus. Bagaimana tidak […]

  • DPRD Pati Kecewa Kenaikan PBB Tanpa Koordinasi, Pemkab Dinilai Lebih Pilih Kades dan Camat

    DPRD Pati Kecewa Kenaikan PBB Tanpa Koordinasi, Pemkab Dinilai Lebih Pilih Kades dan Camat

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen tanpa melibatkan pihak legislatif dalam proses pengambilan keputusan. Ali Badrudin menyatakan, koordinasi dengan DPRD dalam kebijakan strategis seperti kenaikan tarif pajak sangat penting, mengingat peraturan […]

  • Rapat Paripurna DPRD Pati Sepakati Perda Perlindungan Pelaku Usaha Perikanan dan Tambak Garam

    Rapat Paripurna DPRD Pati Sepakati Perda Perlindungan Pelaku Usaha Perikanan dan Tambak Garam

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.393
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati yang diselenggarakan di Sekretariat DPRD Kabupaten Pati dihadiri langsung oleh Bupati Pati Sudewo pada Rabu (24/12/2025). Pada rapat tersebut, berbagai rancangan peraturan daerah strategis menjadi bahan pembahasan dan disepakati, antara lain terkait perlindungan serta pemberdayaan pelaku usaha perikanan dan tambak garam, begitu juga dengan penyempurnaan rancangan APBD Tahun […]

  • DPRD Pati Pertimbangkan Lokasi Strategis untuk Stadion Baru Persipa, Belajar dari Surabaya

    DPRD Pati Pertimbangkan Lokasi Strategis untuk Stadion Baru Persipa, Belajar dari Surabaya

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 410
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati aktif memberikan masukan terkait lokasi strategis untuk pembangunan stadion baru Persipa Pati. Anggota DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengungkapkan bahwa beberapa opsi lokasi sedang dipertimbangkan, termasuk kawasan Pasar Hewan, Tlogowungu, dan area dekat TPA Margorejo. Inspirasi penempatan stadion di dekat TPA ini datang dari keberhasilan Kota Surabaya dengan Gelora Bung Tomo. […]

  • DPRD Pati: RPJMD Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Miskin

    DPRD Pati: RPJMD Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Miskin

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 331
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan pengentasan kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ketua Fraksi Golkar, Endah Sriwahyuningati, menyatakan bahwa aspek sosial ekonomi harus menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan daerah. “Fraksi Golkar mendorong upaya pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran,” ujarnya. Ia […]

  • Beli Kosmetik Online, Waspadalah

    Beli Kosmetik Online, Waspadalah

    • calendar_month Sab, 19 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PATI – Kepala BPOM Semarang Endang Pudjiwati beberapa waktu lalu mengimbau masyarakat soal belanja kosmetik secara online. Hal itu lantaran pembelian yang dilakukan melalui online rawan dengan produk ilegal. . Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat supaya waspada ketika belanja kosmetik ataupun obat-obatan dalam bentuk online. ”Untuk memastikan keaslian sebuah produk perlu dilakukan pengecekan nomor izin edarnya. Apalagi untuk […]

expand_less