Breaking News
light_mode

Masjid Agung Demak dan Bantahan Telak “Opini” Ridwan Saidi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
  • visibility 287

Diskusi bersama para pakar
DEMAK
– Sejarah Raden Fatah dibedah. Inisiatornya Yayasan Dharma Bhakti Lestari dan
Research Center Media Group melalui Sahabat Lestari. Diskusi digelar untuk
menyegarkan kembali ingatan masyarakat tentang sejarah sultan pertama di Tanah
Jawa tersebut.

Selain itu, diskusi juga
menjadi respon para sejarawan atas pernyataan “ngawur” salah seorang budayawan yang
kerap muncul di layar kaca, Ridwan Saidi. Budayawan berambut gondrong itu
menyebut Raden Fatah dan Sultan Trenggono adalah seorang Yahudi. Pernyatan itu
dinilai telah melukai masyarakat Demak dan para sejarawan yang meneliti
Kerajaan Demak.

Retno Lukito, salah
satu perwakilan Yayasan Dharma Bhakti Lestari mengungkapkan, dengan mengangkat
tema “Menyegarkan Sejarah Raden Fatah,” diskusi tersebut bertujuan untuk
meluruskan opini publik yang tergiring oleh pernyataan Ridwan Saidi tersebut.
Pihaknya merasa sangat mendesak untuk melakukan counter terhadap diskusi liar yang berkembang di masyarakat.

”Kita harus meluruskan
opini publik yang sudah dibingungkan dengan pernyataan Ridwan Saidi. Terutama
diskusi-diskusi yang berkembang di media sosial,” tegas Retno dalam Forum Group
Discussion (FGD) di Hotel Amantis, baru-baru ini.

Senada dengan Retno,
Alamsyah, salah satu pakar penelitian Yayasan Dharma Bhakti Lestari menyatakan,
perlu pergerakan cepat untuk meluruskan pandangan publik terkait isu tersebut.
Melalui FGD tersebut, pihaknya mengajak seluruh narasumber yang hadir dari
berbagai kalangan untuk merekontruksi sejarah Raden Fatah dan Kerajaan Demak.

Senada, Chamamah
Suwarno, Guru Besar Filologi asal Universitas Gajah Mada (UGM) menegaskan bahwa
pernyataan Ridwan Saidi tersebut sangat fatal. Sebab tidak berdasar pada data
dan fakta sejarah yang valid. Dia menilai pernyataan tersebut sangat mudah
dibantah dengan bukti-bukti yang sampai saat ini masih ada.

”Ridwan Saidi itu
ngawur. Pernyataan itu menunjukkan kapasitas keilmuannya menganai sejarah
Kerajaan Demak. Itu sangat fatal,” tegas Chamamah.

Beberapa bukti yang
bisa membantah pernyataan Ridwan Saidi antara lain masih berdiri kokoh masjid
Demak, terdapat makam-makam bercorak Islam, dan hampir seluruh peninggalan
lainnya menunjukkan bahwa Raden Fatah, Sultan Trenggono dan Kerajaan Demak
secara umum beragama Islam. Tidak ada satu bukti yang menyimbolkan adanya
Yahudi di Kerajaan Demak.

Lebih dalam Chamamah
mendedahkan, di dalam Masjid Agung Demak terdapat empat tiang penyangga utama.
Dari intepretasinya, jika empat tiang tersebut ditarik dengan garis diagonal,
maka akan bertemu pada satu titik di tengah. Titik tersebut tepat berada di
bawah kubah masjid. Kaitan antara titik dan kubah itu bisa dimaknai sebagai
pemurnian ketauhidan kepada Tuhan.

”Titik utama tersebut
berada tepat di bawah kubah. Secara filosofis, titik itu terhubung langsung ke
atas kubah. Satu kubah tersebut merupakan simbol yang bisa mengantarkan hati
manusia menujusatu titik puncak semesta. Yakni Tuhan Yang Maha Esa,” terang
Chamamah.

Sementara itu, Joko
Suryo, guru besar sejarah UGM menegaskan bahwa dengan alasan dan dalih apapun,
Raden Fatah dan Sultan Trenggono tidak bisa disebut sebagai seorang Yahudi.
Sebab, Raden Fatah hidup bersama Walisongo yang sudah jelas keislamannya. Bukan
hanya itu, Walisongo lah yang menjadi penyebar Agama Islam di Tanah Jawa.

”Saya bisa bantah
dengan mudah pernyataan menyesatkan Ridwan Saidi itu. sebab, Kesultanan Demak
merupakan pusat peradaban Islam di Jawa dan Nusantara pada abad ke 16,” tegas
Joko. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi C DPRD Pati Soroti Masalah Pengelolaan Alun-Alun Kembangjoyo

    Komisi C DPRD Pati Soroti Masalah Pengelolaan Alun-Alun Kembangjoyo

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.880
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengangkat sejumlah masalah yang masih terjadi dalam pengelolaan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo. Menurutnya, berbagai kekurangan terlihat jelas di lokasi tersebut, mulai dari jumlah petugas kebersihan yang masih kurang hingga sistem saluran air yang belum berfungsi secara maksimal. Kondisi tersebut berujung pada seringnya genangan air di beberapa […]

  • Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Kunjungan perwakilan keluarga Citrosomo di Pendopo Jepara/ DISKOMINFO JEPARA Siapa sangka Edy Supriyanta ternyata masih memiliki darah keturunan dari Citrosomo, leluhur yang memimpin Jepara di tahun 1800-an.   JEPARA – Edy Supriyanta yang saat menjabat sebagai Pj Bupati Jepara ternyata masih memiliki garis keturunan dengan Citrosomo. Hal ini terungkap saat perwakilan keluarga Citrosomo mendatangi pendopo Kabupaten […]

  • Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

      Suasana Kampung Ramadan Kajen Pati  PATI – Kampung Ramadan Kajen digelar selama 16 hari mulai tanggal 1 Ramadan. Di tempat ini menjadi pusatnya jajanan berbuka dan menjadi tempat ngabuburit favorit, seperti rebbana dan musik akustik. Pasar Ramadan yang digagas Karang Taruna Sumohadiwijayan Desa Kajen berlokasi di belakang balai desa, sekitar 50 meter dari makam […]

  • DPRD Pati Terima Aspirasi Aliansi Pati Bangkit Terkait Netralitas Sidang Paripurna Hak Angket

    DPRD Pati Terima Aspirasi Aliansi Pati Bangkit Terkait Netralitas Sidang Paripurna Hak Angket

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 317
    • 0Komentar

    PATI– Gedung DPRD Kabupaten Pati menjadi pusat perhatian pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, ketika puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Pati Bangkit mendatangi untuk menyampaikan aspirasi terkait Sidang Paripurna hasil akhir Pansus Hak Angket terhadap Bupati Pati, Sudewo. Kedatangan mereka bertujuan untuk memastikan proses sidang berjalan netral dan tanpa intimidasi. Ketua DPRD Pati, Ali […]

  • Pemkab Pati Berkomitmen untuk Menuntaskan Kemiskinan Ekstrem Hingga 0 Persen

    Pemkab Pati Berkomitmen untuk Menuntaskan Kemiskinan Ekstrem Hingga 0 Persen

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Pemkab Pati menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penanganan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrim. Acara ini dihadiri oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Sekda Pati Jumani, Forkopimda Kabupaten Pati, Kepala Bapperida Pati Muhtar, Camat se Kabupaten Pati, mitra pembangunan, serta Kepala OPD terkait di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (04/03/2024) pagi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian […]

  • Fokus Pembinaan Sepak Bola Putri, Djarum Tolak Halus Kerjasama dengan Persiku Kudus

    Fokus Pembinaan Sepak Bola Putri, Djarum Tolak Halus Kerjasama dengan Persiku Kudus

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pihak Djarum menolak secara halus upaya kerjasama Persiku Kudus untuk meminjam Stadion Super Soccer Arena dalam mengarungi kompetisi Liga 2. Itu terungkap dalam wawancara terhadap Program Director Djarum Foundation Bakti Olahraga Yoppy Rosimin. Saat disinggung terkait permohonan untuk memakai Super Soccer Arena pihaknya mengaku akan lebih baik jika Stadion Wergu Wetan Kudus direnovasi. […]

expand_less