Breaking News
light_mode

Mengakrabi Muria dari Karya Seni Rupa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 258

satuharapan.com
Pegunungan Muria dan kota-kota
yang melingkarinya berunjuk gigi, melalui tangan-tangan lembut para seniman
perupa. Ada sepuluh perupa dari tiga kota yang berada tepat di kaki Pegunungan
Muria. Jepara, Pati, dan Kudus.

Mereka tergabung dalam kelompok
yang bernama Songolikur Art Project. Mereka menggelar pameran karya bertajuk “Dari
Titi Muria” di Tembi Rumah Budaya, Yogjakarta. Pameran dibuka sejak (17/5)
hingga (7/6/2019).

Para perupa itu adalah Angga
Aditya, Apis Btwr, Briyan Farid, Budi Karya, Indarto Agung Sukmono, Indrayana,
Putut Puspito Edi, S. Mulyana Gustama, Susilo Tomo, dan Winantyo Agung P.

Mereka mempresentasikan karya
dua-tiga matra dengan mengeksplorasi sejarah-geografis semenanjung Muria
sebagai pijakan proses berkarya sekaligus membangun dialektika berkesenian.

“Berawal dari relasi pertemanan
saat berkumpul di puncak 29 (puncak tertinggi kedua di Pegunungan Muria)
memperbincangkan hal-hal sederhana tentang berkesenian oleh seniman-pekerja
seni di lingkar Muria. Dalam perjalanannya perbincangan berkembang dalam
berbagai ranah termasuk sosio-historis semenanjung Muria,” jelas S. Mulyana
“Mamik” Gustama yang dikutip lingkarmuria.com
dari satuharapan.com.

satuharapan.com

Kawasan Pegunungan Muria, kata Mamik,
dahulu adalah sebuah pulau tersendiri yang terpisah dari daratan pesisir Pulau
Jawa sekitar Kudus-Pati sehingga meninggalkan jejak kebudayaan yang bisa jadi
cukup berbeda. Kita mengenalnya ada Selat Muria.

Secara geografis terlihat pada
berbagai aspek yang melingkupinya. Dari aspek kebudayaan bisa dilihat pada sisi
sejarah, tradisi yang masih hidup hingga realitas budaya kontemporer yang
didalamnya mengandung dimensi sosial politik.

Secara garis besar, karya yang
dipresentasikan kesepuluh seniman-perupa lebih banyak berbicara pada pembacaan
suasana, refleksi historis, dan realitas.

Dalam lukisan berjudul Dandangan,
kemeriahan dinanti historis dilupa Bryan Farid Abdillah Arif, membaca
tradisi dandangan yang masih digelar untuk mengawali bulan Ramadan
namun hanya menyisakan kemeriahan semata.

Karya tersebut menjadi kritik
Farid pada realitas upacara adat-tradisi di berbagai daerah kehilangan
ruh-nilai sakralnya dan berganti hanya sebatas rutinias semata, termasuk
tradisi dandangan di Kudus.

Kritik sosial dilakukan juga oleh
Apis Btwr dalam karya berjudul Investor dan enam lukisan panil
berjudul Kalangkabut #1 dengan goresan abstrak serta penggunaan obyek
figur binatang ikan, burung, anak ayam, kepik sejati atau biasa disebut bapak
pucung.

Berasal dari Pati yang dikenal
sebagai Bumi Mina Tani bisa jadi karya-karya tersebut merupakan
keprihatinan Apis pada program pembangunan yang hanya memberikan ruang bagi
investor semata.

Hari-hari ini Pati dikepung oleh
kepentingan investor-investor yang masuk dan mencoba mengeksploitasi sumberdaya
alam, dalam bentuk industri ekstarktif semen dan bahan tambang lainnya yang
membahayakan bagi keberlangsungan-kelestarian sumberdaya karst sebagai
sumber mata air dan penghidupan bagi usaha mina-tani masyarakat.

Dalam karya panil drawing pada
empat layer akrilik transparan berjudul Batu Rahtawu, Indarto
Agung Sukmono memotret suasana Desa Rahtawu Kecamatan Gebog-Kudus dengan
bebatuannya. Secara visual karya panil drawing Indarto yang ber-layer tersebut
memunculkan kesan tiga dimensi dan menjadi dramatis saat Indarto membuatnya
dalam rona monochromehitam-transparan.

Pembacaan hal yang sama pada
suasana dilakukan oleh Mamik pada dua karya dalam medium tinta-cat akrilik di
atas kanvas berjudul Bertetangga dan Gapura Tanjung. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Politisi Partai Gerindra, Hardi, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan infrastruktur pendukung di sektor pariwisata. Menurutnya, akses jalan menuju destinasi wisata dan fasilitas umum perlu mendapatkan perhatian serius. “Kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas agar wisatawan betah dan berpotensi kembali ke Pati,” tegas Hardi. Permintaan ini muncul setelah terungkapnya kondisi sejumlah […]

  • Sosiawan Leak Bedah Buku Suara-Suara NU di Pinggiran

    Sosiawan Leak Bedah Buku Suara-Suara NU di Pinggiran

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sosiawan Leak hadir dalam bedah buku di Pucakwangi – Pati Gairah literasi membuncah di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pucakwangi. Sosiawan Leak, penyair sekaligus penulis kondang dihadirkan menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah buku karya para pelajar-pemuda di Pucakwangi. PATI – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Pucakwangi, Kabupaten Pati gelar […]

  • Akademi Safin Pati Juara Nasional Ajang Bergengsi Barati Cup di Bali

    Akademi Safin Pati Juara Nasional Ajang Bergengsi Barati Cup di Bali

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Tim Safin Pati menjadi juara Barati Cup di Bali Tim Safin Pati Sports School (SPSS) Kelompok Umur (KU) 2010 tampil sebagai juara nasional di ajang bergengsi Tays Bakers Barati Cup 2023. Ini adalah ajang sepak bola bergengsi usia muda. Anak-anak yang terpilih bakal diberangkatkan dalam dua tim untuk berlaga pada turnamen sepak bola remaja World […]

  • Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi Kunjungi Ponpes Al-Huda Pucakwangi

    Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi Kunjungi Ponpes Al-Huda Pucakwangi

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PATI – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor 1, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda di Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, pada Kamis (14/11/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk memperkenalkan diri dan meminta doa restu menjelang Pilkada Jawa Tengah yang akan digelar pada 27 November 2024. […]

  • Dari Model Menjadi Pribadi yang Percaya Diri

    Dari Model Menjadi Pribadi yang Percaya Diri

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Dina Solihatun Dina Solihatun Dunia modeling tak hanya menampilkan glamour, dan kecantikan. Lebih dari pada itu, dunia model menghadirkan karakter percaya diri kepada siapa saja yang menggelutinya. Hal itu diakui Dina Solikatun. Gadis asal Desa Giling, Gunungwungkal ini mengatakan, dunia model menjadikan karakter dirinya lebih percaya diri, baik dalam kepribadian atau penampilan. Di sisi lain, […]

  • Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

      selerarasa.com Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti dimanjakan dalam satu sendok kolak. Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak berkembang lebih beragam. […]

expand_less