Breaking News
light_mode

Kostum Garuda Jepara Raih The Best di Malang Culture Carnival

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
  • visibility 479




JEPARA – Bayu
Supriyono, lelaki asal Jepara yang juga seniman kondang berhasil menjuarai
kontes kostum etnik dalam gelaran Malang Culture Carnival akhir pekan lalu.
Gelaran busana carnival tersebut merupakan even nasional yang memang menjadi
sarana untuk memunculkan seniman-seniman kostum etnik.

Dalam
gelaran tersebut, Bayu dengan Luna Art Carnival-nya mengikutsertakan lima
busana carnival bertemakan nusantara. Kostum tersebut, kostum Dewa Ruci, Dewi
Sri, garuda, naga emas dan Papua.

Bayu
menjelaskan, ada tiga kategori yang dilombakan. Mulai dari festival kostum
karakter, festival busana mantenan, serta festival fashion show. Dia sendiri
ambil bagian di festival kostum karakter.

Salah
satu kostumnya, kostum Garuda meraih penghargaan the best costum. Busana
carnival itu, diperagakan oleh talent Sanggar Dua Sisi M Rifan Jawahirul
mahasiswa dari Unnes Semarang. ”Secara umum semua kostum kami mendapatkan
apresiasi dari para juri,” urainya.

Bayu
mengatakan, kostum garuda buatannya itu memiliki berat hingga 8 kilogram.
Sebelumnya kostum tersebut sudah ada, namun khusus untuk lomba di Malang
Culture Carnival dia merombak semuanya. Mulai dari warna secara keseluruhan
hingga bagian sayapnya.

Disinggung
mengenai keunikan busana itu, Bayu menjelaskan, cukup ringan dari bagian sayap
dan mahkotanya. ”Setiap talent yang mengenakan sayap itu bilang terasa ringan.
Padahal inti berat kostum itu di bagian sayap. Itu lah keunikan dari kostum
garuda nusantara ini,” tuturnya.

Sementara
itu, mengenai perolehan penghargaan the best costum, Bayu mengaku bangga bisa
mendapatkan yang terbaik dan membawa nama carnival Jepara di ajang nasional.
”Tak pernah bermimimpi mendapatkan penghargaan ini. Dengan modal nekad, tak ada
dana sponsor dari manapun,” ungkapnya.

Bayu
menambahkan, pihaknya bangga bisa memperkenalkan nama Jepara di Malang. Sebab,
pada kenyataannya jarang sekali mereka tahu bahwa Jepara punya potensi carnival
yang besar. ”Terima kasih untuk semua pihak yang sudah bergabung di Luna Art
Carnival,” imbuhnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Minta Perusahaan Perkuat Bantuan Air Bersih Saat Kekeringan

    DPRD Pati Minta Perusahaan Perkuat Bantuan Air Bersih Saat Kekeringan

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.547
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati masih menjadi perhatian. Puluhan desa dilaporkan mengalami krisis air bersih sehingga membutuhkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Pati mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah Pati untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Bantuan air bersih […]

  • Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Pembentukan desa tangguh bencana di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Jepara Pembentukan desa tangguh bencana (destana) di Jepara memiliki arti penting. Sebab Kota Ukir memiliki permasalahan tinggi terkait bencana, bahkan nomor 10 di Jawa Tengah.  JEPARA – Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Jepara Edy […]

  • DPRD Pati Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Juwana

    DPRD Pati Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Juwana

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.727
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan seluruh proses penyelidikan terkait kasus pembuangan bayi yang terjadi di wilayah Kecamatan Juwana beberapa waktu lalu. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan pihaknya mendorong kepolisian agar segera mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut. […]

  • Komisi IX DPR RI Dorong Perguruan Tinggi Aktif Gerakkan Germas di Daerah, Libatkan Peran Mahasiswa

    Komisi IX DPR RI Dorong Perguruan Tinggi Aktif Gerakkan Germas di Daerah, Libatkan Peran Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.419
    • 0Komentar

    REMBANG – Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) hingga ke tingkat daerah. Dorongan ini ditegaskan sekaligus ditandai dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan program Germas yang berlangsung di Hotel Pollos, Rembang, pada Minggu (24/5). Anggota Komisi IX DPR RI, Edy […]

  • Desa Margomulyo dan Kedungsari Terdampak Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

    Desa Margomulyo dan Kedungsari Terdampak Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Bencana angin puting beliung melanda dua desa di wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Rabu (12/3/2025) siang. Puluhan bangunan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Dalam video yang beredar secara berantai di WhatsApp, tampak perabotan dan atap rumah porak poranda usai terjadinya angin puting beliung. Sejumlah kabel listrik pun tampak menjuntai ke jalan. […]

  • Kekuasaan Tanpa Cinta, Bahaya

    Kekuasaan Tanpa Cinta, Bahaya

    • calendar_month Sen, 11 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Anis Sholeh Ba’asyin sedang memaparkan mengenai persoalan cinta dalam acara Suluk Maleman edisi ke 78 Sabtu (9/6/2018) malam lalu. Topik cinta menjadi perbincangan kembali. Setelah diedisi sebelumnya, mengusung tema Jalan Cinta. Suluk Maleman edisi ke 78, Sabtu (9/6) malam lalu, hadir dengan membincangkan cinta yang dibalut dalam tema Bulan Beribu Kasih Sayang. Seperti biasa, ngaji […]

expand_less