Breaking News
light_mode

Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
  • visibility 277





Lapangan RS dr Rehatta Desa Kelet Kecamatan Keling
mendadak ramai Rabu (17/10/2018). Ratusan kader Nahdlatul Ulama’ mulai dari GP
Ansor, IPNU, IPPNU, Muslimat, dan Fatayat berkumpul menyambut rombongan Kirab
Satu Negeri (KSN). Pagi itu dilakukan serah terima pasukan pembawa pataka merah
putih dari GP Ansor Pati kepada GP Ansor Jepara.

Usai serah terima, sebanyak 17
pataka merah putih dikirab menyusuri jalan raya sepanjang 60 kilometer. Dimulai
dari Kecamatan Keling hingga finish di Kecamatan Mayong. Dalam kirab ini
pasukan pembawa pataka GP Ansor terbagi menjadi dua tim.
Tim pertama bertugas membawa
merah putih dari Lapangan RS dr Rehatta Kelet Jepara menuju Pendapa Kabupaten
Jepara. Setelah sampai di pendapa, romobongan KSN diterima Bupati Jepara Ahmad
Marzuqi dan Ketua PCNU Jepara KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq.
Kader IPPNU Keling sedang menunggu serah terima pasukan pembawa pataka merah putih dari GP Ansor Pati


Pasukan KSN 1 kemudian
menyerahkan bendera kepada Pasukan KSN 2. Selanjutnya dikirab menuju Makam
Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Mantingan. Memeriahkan kirab, tampil
Marching Band Banser, yang diikuti 17 mobil bouble
cabin,
dan 100 mobil dari tujuh kecamatan. Sesampainya di Mantingan,
Pasukan KSN yang juga dikirab ratusan kader Ansor Banser ziarah di makam wali
Kota Ukir tersebut. 
Setelah selesai perjalanan
dilanjutkan menuju pendapa Kecamatan Mayong. Sempat diguyur hujan, pasukan
sampai di  Pendapa Kecamatan Mayong sore hari.
Pasukan dan bendera diinapkan di Mayong. 
Dilanjutkan salawatan dan malam budaya. 
Hari ini Kamis (18/10/2018) pasukan akan menyerahkan bendera kepada tim
KSN Kudus untuk dilanjutkan.
Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor
Kabupaten Jepara Syamsul Anwar mengatakan, kegiatan kirab ini merupakan
kegiatan nasional yang bertujuan untuk tetap bersatu dalam wadah kebhinekaan.
Tidak ada yang saling menjatuhkan, apapun suku dan asal daerahnya. “Ketika kita
sudah menginjak di Indonesia adalah satu kesatuan,” ujarnya.
Prosesi kirab diberhentikan di
Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, Mantingan untuk melakukan doa
bersama. Dengan wasilah wali dan penguasa Jepara terdahulu dipanjatkan doa
untuk keselamatan Kota Ukir dan Indonesia secara umum. “Kami juga menginap di tempat
kelahiran RA. Kartini. GP  Ansor
mengingatkan kembali perjuangan para pendahulu bangsa dengan menapak tilasi
tempat-tempat bersejarah,” katanya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evaluasi LKPJ 2025, Komisi B DPRD Pati Minta Kinerja Perseroda Dimaksimalkan

    Evaluasi LKPJ 2025, Komisi B DPRD Pati Minta Kinerja Perseroda Dimaksimalkan

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.659
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025, Komisi B DPRD Kabupaten Pati menekankan perlunya peningkatan kinerja Perseroda. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat. Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Muslihan, bersama jajaran manajemen […]

  • Mahasiswa PGMI IAIN Kudus Kenalkan Cerita Kayu Naga Muria

    Mahasiswa PGMI IAIN Kudus Kenalkan Cerita Kayu Naga Muria

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Pentas Kayu Naga Muria yang akan dilakukan mahasiswa PGMI IAIN Kudus. Mahasiswa PGMI IAIN Kudus mengajak masyarakat mengenal folkor di Kudus. Salah satu yang dikenalkan adalah cerita tentang Kayu Naga Muria. Yang dipercaya mampu mengusir tikus yang meresahkan petani. KUDUS – Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) A angkatan 19 IAIN Kudus  menampilkan pentas pertunjukan […]

  • Plt Bupati Pati Usulkan Izin Pesantren di Tlogowungu Dicabut Permanen

    Plt Bupati Pati Usulkan Izin Pesantren di Tlogowungu Dicabut Permanen

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.383
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menyampaikan usulan resmi ke pemerintah pusat agar izin operasional sebuah pesantren di Kecamatan Tlogowungu dicabut untuk selamanya. Pernyataan itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5). Pertemuan tersebut berupa rapat […]

  • Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kegiatan Senandung Cinta 7 Kampus Pantura di STAI Syekh Jangkung Pati  Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sentuhan dari para penyair kenamaan tanah air. Adalah Yudhistira Massardi dan Renny Djajoesman dengan agenda tur “Senandung Cinta 7 Kampus Pantura” yang turut mampir ke Kampus STAI Syekh Jangkung Pati. PATI – Dua penyair kenamaan Yudhistira Massardi dan […]

  • Caping Kalo, Sebuah Kesadaran Nguri-Uri Budaya Kudus

    Caping Kalo, Sebuah Kesadaran Nguri-Uri Budaya Kudus

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 585
    • 0Komentar

      Sejumlah model menampilkan busana yang dilengkapi caping kalo di atas kepala Kesadaran nguri-uri budaya lokal semakin menguat di Kudus. Yang menjadi perhatian adalah Caping Kalo, menjadi pelengkap busana adat wanita Kudus. KUDUS – Bupati Kudus Hartopo merasa gembira dengan apa yang dilakukan oleh PT Nojorono Tobacco International pada peringatan HUT ke-90, Jumat (14/10/2022) malam. […]

  • Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

    Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.292
    • 0Komentar

    PATI – Sujud secara bahasa dan makna membawa konsep ketundukan yang tak terbatas, kepatuhan total, serta penghambaan diri baik dari segi jasmani maupun rohani. Bagi ajaran Islam yang mengedepankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sujud menjadi puncak dari manifestasi itu. Begitu pula jika Islam dipahami sebagai ajaran kedamaian, sujud adalah bentuk yang paling sempurna […]

expand_less