Breaking News
light_mode

Ketika DPRD Pati Kecolongan Ada Lahan Produktif jadi Kawasan Industri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
  • visibility 330

 

Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo
Lahan produktif seluas 1.036 hektare di Kecamatan Trangkil yang diperuntukkan sebagai kawasan peruntukan industri (KPI) mengagetkan anggota DPRD Pati. Hal ini mencuat di tengah wacana pembangunan pabrik besar di Kecamatan Trangkil itu.

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati merasa kecolongan, sebab adanya kawasan peruntukan industri (KPI) seluas seribu hektare di Kecamatan Trangkil. Padahal dalam pembahasan Raperda tentang RTRW hal itu tidak muncul.

Awalnya, warga Desa Pasucen resah akan adanya KPI yang seluas itu, KPI ini mencakup beberapa desa. Di antaranya Desa Pasucen, Mojoagung, Desa Tegalharjo dan Desa Ketanen. 

“Kami mendapatkan data dari (kantor) kecamatan, ada empat desa masuk wilayah industri. Kalau memang benar bagaimana nasib anak kita. Padahal lahan itu lahan produktif dan bisa ditanami. Kenapa di wilayah kami bukan selatan,” ujar Abdul Majid, salah satu perwakilan warga dalam audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Selasa (22/3/2022) seperti dikutip dari murianews.com

Anggota DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengaku merasa kecolongan. Pasalnya, berdasarkan paparan eksekutif saat membahas Raperda ini, tidak ada KPI seluas itu di satu kecamatan. 

Bandang menjelaskan, Perda RTRW itu inisiasi eksekutif (Pemkab Pati) merubah Perda 2011. Sudah bertahun-tahun dibahas. Per kecamatan di bahas. 

“Untuk Kecamatan Trangkil dan Margoyoso seingat kami fokusnya untuk industri rumahan,” kata Bandang yang menjadi Ketua Pansus Raperda RTRW. 

“Pikir kami ndak ngeblok. Ternyata kog ngeblok. Lahan seribu hektare. Kami merasa kog ndak pas seperti yang kita inginkan,” lanjut Bandang. 

Ia mengungkapkan saat pembahasan Raperda RTRW dengan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, lahan KPI di setiap kecamatan tidak sebesar ini. Setiap kecamatan tidak sampai 200 hektare lahan untuk industri. 

“Harapan kami memang investor masuk Kabupaten Pati. Tetapi ndak begini caranya,” kata dia. 

Lebih lanjut, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Muhammadun menambahkan, ia meminta hal ini diusut secara tuntas. Bila perlu dibentuk pansus untuk membahas hal ini. Ia khawatir ada yang bermain dengan hal ini. 

“Menurut saya ini hal yang fundamental. Maka saya mengusulkan untuk diteliti, perlu dilihat kembali, teman-teman merasa tidak membahas kok ada. Ini permainan siapa,” beber Muhammadun. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    PATI – Forum komunikasi pengasuh pondok pesantren (FKPP) menggelar diskusi dan rapat bersama menjelang tahun ajaran baru. Dalam kesempatan itupun mereka mengajak agar para santri dapat menguatkan semangat dalam mencari ilmu dan memperbaiki akhlak. Pertemuan yang dihadiri 45 pengasuh pondok pesantren se Kajen dan sekitarnya itu digelar di Aula MA Salafiyah Kajen Sabtu (14/6/2018) kemarin. […]

  • Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara […]

  • Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati berhasil meringkus enam pelaku tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Raya Pati-Gembong pada Jumat (9/5/2025) siang. Kasat Reskrim Polresta Pati, AKP Heri Dwi Utomo, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan pers Jumat malam (9/5/2025). Tawuran yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di depan showroom mobil “Mitra Mobilindo,” Desa Muktiharjo, Kecamatan Gembong, mengakibatkan […]

  • Melihat Perbukitan Hijau di Camp Ground Tutupan, Desa Bageng

    Melihat Perbukitan Hijau di Camp Ground Tutupan, Desa Bageng

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Suasana di Camp Ground Tutupan Desa Bageng, Gembong, Pati PATI – Kawasan Pegunungan Muria menambah pilihan wisata berkemah. Di penghujung 2019 lalu, Pemerintah Desa Bageng Kecamatan Gembong meresmikan Camp Ground Tutupan. Lokasinya berada pada ketinggian 800 Mdpl. Udara sejuk menyambut para pengunjung yang datang. Serta pemandangan bukit-bukit dengan rimbun pepohonan yang menyegarkan mata. Tempat ini […]

  • Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo Dorong Pemberantasan Rokok Ilegal

    Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo Dorong Pemberantasan Rokok Ilegal

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 386
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal. Ia menegaskan bahwa maraknya rokok tanpa cukai merugikan negara karena mengurangi pendapatan pajak cukai. “Kami mendukung upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal yang berdampak merugikan pendapatan negara dari sektor cukai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peredaran rokok tanpa cukai […]

  • Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Mengenai kelayakan fasilitas kesenian di Kabupaten Pati rencananya juga akan diakomodir Komisi D DPRD Kabupaten Pati, dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pelestarian seni dan budaya daerah. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Musalam Mas’ul. Menurutnya, pihaknya akan berupaya total mendukung kelestarian sekaligus kemajuan seni dan budaya tradisional Pati dari […]

expand_less