Breaking News
light_mode

Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
  • visibility 78

Dua ajaran
luhur Sunan Muria diangkat sebagai bahan mengikuti lomba cerita budaya desa. Dua
ajaran itu adalah Tapa Ngeli dan Pagar Mangkuk. Ajaran yang penuh nilai
filosofi.

KUDUS
Budaya menjadi pondasi dalam membentuk karakter masyarakat yang penuh dengan
kearifan dan terbuka untuk semua kalangan. Mengikuti lomba cerita budaya desaku
Kemendikbud RI, warga Piji Wetan mengangkat nilai filosofi Tapa Ngeli dan Pagar
Mangkuk ajaran Sunan Muria.

Inisiator
Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini, menjelaskan pemilihan Tapa Ngeli
dan Pagar Mangkuk bertujuan untuk mengenalkan dua ajaran tersebut kepada
masyarakat nasional. Ajaran Tapa Ngeli mengandung makna sengaja menghanyutkan
diri tetapi tidak terbawa oleh arus gelombang yang ada.

Sedangkan
Pagar Mangkuk adalah ajaran Sunan Muria yang mendidik masyarakat agar ringan
tangan dalam bersedekah dan membantu orang lain.

Menurut
Zaini, dua ajaran tersebut dipandang relevan untuk disebarluaskan kepada
masyarakat yang lebih luas untuk bisa mengatasi problematika hidup. Sebenarnya
laku hidup tersebut sudah sejak lama dilaksanakan oleh warga nahdliyin,
utamanya warga Muria di sekitarnya.

“Di Piji
Wetan, dua filosofi ajaran itu diimplementasikan dalam laku budaya berupa
jagongan, tonilan dan mangkukan,” kata Zaini.

Tonilan
sendiri adalah pentas teater rakyat yang didalamnya berisi lakon cerita-cerita
legenda yang berkaitan dengan Sunan Muria, serta asal usul desa-desa yang ada
di Kawasan Muria. Pentas ini berfungsi untuk meluruskan cerita-cerita yang
salah tentang Sunan Muria agar tidak disalah pahami masyarakat.

Zaini
menyebut, banyak versi cerita yang salah tentang Sunan Muria. Karena itu
pihaknya ingin meluruskan, untuk meminimalisir salah paham. Seperti legenda
Dewi Nawangsih dan legenda Bakaran. (yan)

Adapun video
dan konsepnya bisa ditonton di sini 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Bambang Susilo, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Ia menyampaikan hal ini saat bertemu dengan para Kepala Desa di Dapil V. Bambang berpendapat bahwa kelembagaan desa yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, kelembagaan yang kuat juga akan membuka […]

  • MA Salafiyah Kajen Dorong Siswa Manfaatkan Media Sosial untuk Hal Positif, Gandeng Karina Moudy untuk Edukasi

    MA Salafiyah Kajen Dorong Siswa Manfaatkan Media Sosial untuk Hal Positif, Gandeng Karina Moudy untuk Edukasi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 621
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial” pada hari Selasa, 11 November 2025. Acara ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Kepala Madrasah, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi digital di kalangan siswa serta mengajak mereka bijak […]

  • Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    Wangi Sabun Ampas Kopi, Hilangkan Kantung Mata sampai Angkat Sel Kulit Mati

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Tim KKN Undip di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal PATI – Ada-ada saja akal para mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang ini. Mereka membuat terobosan dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan utama, untuk membuat sabun, tentunya dengan bahan-bahan campuran lain. Salah satu Tim KKN Undip, Wulanda Asseptia menjelaskan, temuan sabun kopi itu berawal dari usaha memaksimalkan potensi […]

  • Pria Asal Pati Jualan Angkringan di Wonosobo Sambil Kenakan Jersey Persipa

    Pria Asal Pati Jualan Angkringan di Wonosobo Sambil Kenakan Jersey Persipa

    • calendar_month Jum, 29 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 86
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Di tengah hiruk pikuk kota Wonosobo, terdapat sebuah angkringan unik bernama “Menolak Lupa Angkringan”. Yang membuat angkringan ini berbeda adalah pemiliknya, Fajar Fata Chilwasesa (27), seorang pria asal Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang selalu mengenakan jersey Persipa Pati, klub Liga 2 kebanggaannya, saat berjualan. Fajar, alumnus Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Sains Al-Qur’an […]

  • Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta  Adipura Kencana disabet Kota Jepara. Penghargaan tertinggi kota terbersih ini menjadi kado manis bagi komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jepara. Daerah berjuluk Kota Ukir itu meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai kota sedang terbersih di Indonesia tahun 2022. Di Jawa Tengah, hanya Jepara yang mendapatkan penghargaan […]

  • Instagram PERSIJAP JEPARA 

    Kondisinya Memprihatinkan Rumput Stadion GBK Jepara jadi Sorotan Netizen

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 77
    • 0Komentar

      Instagram PERSIJAP JEPARA JEPARA – Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) yang menjadi kandang Persijap Jepara disorot netizen. Banyak komentar miring karena kondisinya yang dinilai memprihatinkan. Bahkan mencuat wacana galang donasi untuk perbaikan rumput lapangan Stadion GBK. Setiap postingan latihan tim Persijap Jepara hampir selalu ada yang berkomentar soal rumput dinilai tidak layak untuk sebuah […]

expand_less