Breaking News
light_mode

Kabupaten Pati Sukseskan 3.000 Jejaring Desa Wisata Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
  • visibility 285
Pantai Kertomulyo Trangkil Pati dengan wisata hutan mangrove andalan/Instagram Pantai Kertomulyo

Kabupaten Pati siap menyukseskan target jejaring desa wisata secara nasional yang dicanangkan oleh Kemenparekraf. Saat ini sudah ada 4 desa wisata yang dimiliki Bumi MIna Tani. Tahun 2022 ada 13 calon desa wisata lagi.

PATI – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatf (Menparekraf) Sandiaga Uno, menargetkan 3.000 desa wisata yang ada di Indonesia terdaftar menjadi desa wisata di Jadesta (Jejaring Desa Wisata).

Dengan tumbuh dan berkembangnya desa wisata diharapkan akan menambah penghasilan masyarakat baik dari lapangan pekerjaan maupun pelaku UMKM serta menjadikan perekonomian di Indonesia bangkit.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Perda No.2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 53 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pemberdayaan Desa Wisata sebagai dasar pembentukan Desa Wisata di Kabupaten se-Jawa Tengah.

Desa Wisata mempunyai peranan penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, optimalisasi potensi ekonomi dan karakteristik daerah, serta mengangkat dan melindungi nilai-nilai budaya, agama, adat-istiadat, dan menjaga kelestarian alam.

Seorang pengunjung sedang menikmati hutan mangrove Pantai Kertomulyo Trangkil Pati/Instagram dinalupi__


Bahwa dalam rangka pemberdayaan desa wisata diperlukan kemandirian dan kesejahteraan melalui peningkatan pengetahuan, sikap, ketrampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta pemanfaatan sumber daya melalui penetapan kebijakan , program kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

Tahapan pembentukan desa wisata sesuai regulasi yang ada diawali dari pencanangan, penilaian sampai dengan penetapan (SK Bupati). Klasifikasi desa wisata dibagi menjadi 4 kategori, yaitu rintisan, berkembang, maju dan berkelanjutan.

Setiap 4 tahun sekali desa yang telah ditetapkan menjadi desa wisata akan dinilai kembali untuk mengetahui perkembangan dan klasifikasi selanjutnya.

Kabupaten Pati telah memiliki 4 Desa Wisata yang telah mendapatkan SK  Bupati Pati, yaitu :

1. Desa Wisata Talun Kecamatan Kayen

2. Desa Wisata Mina Mangrove Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu

3. Desa Wisata Agro Pamelo Desa Bageng Kecamatan Gembong

4. Desa Wisata Pancasila Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal.

Pada tahun 2022 ada permohonan untuk menjadi desa wisata sejumlah 25 desa. Setelah dilaksanakan survey awal, pembinaan dan pendampingan tinggal 15 desa yang siap mengkuti proses pembentukan desa wisata.

Sampai batas akhir yang ditetapkan tinggal 13 desa yang siap mengikuti tahapan pembentukan desa wisata, meliputi :

1. Desa Pohgading Kec.Gembong;

2. Desa Klakahkasihan Kec. Gembong

3. Desa Sidomulyo Kec. Gunungwungkal;

4. Desa Gulangpongge Kec. Gunungwungkal;

5. Desa Sambiroto Kec. Tayu;

6. Desa Kertomulyo Kec. Trangkil;

7. Desa Mojoagung Kec. Trangkil;

8. Desa Tluwuk Kec. Wedarijaksa;

9. Batik Pati Desa Langgenharjo Kec. Juwana;

10. Desa Bakaran Wetan Kec. Juwana;

11. Desa Pekuwon Kec. Juwana;

12. Desa Larangan Kec. Tambakromo; dan

13. Desa Kedumulyo Kec. Sukolilo. 

Setelah tahapan penilaian selesai, dilanjutkan dengan proses administrasi klasifikasi desa wisata (rintisan, berkembang, maju dan berkelanjutan) sesuai hasil dari penilaian.

Berikutnya pada tahapan permohonan Surat Keputusan dari Bupati Pati sebagai dasar penetapan sebagai Desa Wisata Kabupaten Pati. Yang terakhir dari tahapan Pembentukan Desa Wisata adalah  Launching Penetapan Desa Wisata Kabupaten Pati oleh Bupati Pati yang direncanakan pada bulan Juni 2022. (hus)


  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda di Pati Gelar Razia Perut Lapar

    Pemuda di Pati Gelar Razia Perut Lapar

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

      Sambil ngritik kebijakan PPKM dari pemerintah, pemuda di Kota Pati ini membagi-bagikan makanan gratis. Kegiatan itu bertajuk razia orang lapar. PATI – Sekelompok pemuda di Kabupaten Pati menuntut pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pati, agar solutif dalam memberikan jalan keluar terhadap kebijakan perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Menurut mereka, perpanjangan PPKM kurang memberikan solusi. Dengan […]

  • Potensi Kebakaran Tinggi di Pati, Dewan Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    Potensi Kebakaran Tinggi di Pati, Dewan Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati Sementara, Ali Badrudin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah kejadian kebakaran di wilayah Pati dalam beberapa bulan terakhir. “Masyarakat harus ekstra hati-hati, terutama saat membakar sampah. Banyak kejadian kebakaran yang disebabkan oleh faktor human error, seperti kelalaian saat membakar sampah,” ujarnya. Data dari […]

  • Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Observasi yang dilakukan tim ahli Balai Arkeologi Yogyakarta di Desa Bageng Gembong. PATI – Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya meneliti situs-situs bersejarah di Kota Jepara. Tim peneliti juga menyambangi situs-situs yang ada di Kabupaten Pati. Kalau di Jepara mayoritas sebaran situs ada di Desa Tempur Kecamatan Keling saja, di kota berjuluk Bumi Mina […]

  • DPRD Pati Dorong Anak Muda Kembali Gandrungi Kesenian Wayang Kulit

    DPRD Pati Dorong Anak Muda Kembali Gandrungi Kesenian Wayang Kulit

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoerul Sofyan, menekankan pentingnya pelestarian budaya wayang kulit, yang menurutnya merupakan warisan leluhur yang luar biasa. Namun, ia menyoroti kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian ini. “Generasi muda saat ini kurang tertarik terhadap kesenian wayang kulit yang sarat nilai. Oleh karena itu, saya mengajak pemuda untuk terus melestarikan […]

  • BPD di Pati Tuntut Tunjangan Naik jadi 4 Juta

    BPD di Pati Tuntut Tunjangan Naik jadi 4 Juta

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Kegiatan audiensi BPD bersama DPRD Pati.  Merasa memiliki tanggungjawab dan andil penting dalam pemerintahan desa, anggota BPD meminta kenaikan tunjangan. Mereka ngadu ke DPRD untuk memuluskan usulan kenaikan tunjangan sesuai kehendak mereka yaitu 4 juta per tahun. PATI – Lembaga Komunitas dan Komunikasi (LKK) Badan Permusywaratan Daerah (BPD) Kabupaten Pati menuntut kenaikan tunjangan. Dari sebelumnya […]

  • Genjot Ekonomi Desa, Pemdes Klayusiwalan Pati Percepat Pembangunan Jalan Rabat Beton di RW 02

    Genjot Ekonomi Desa, Pemdes Klayusiwalan Pati Percepat Pembangunan Jalan Rabat Beton di RW 02

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.867
    • 0Komentar

    PATI — Pemerintah Desa (Pemdes) Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, memprioritaskan pembangunan jalan lingkungan berupa rabat beton di wilayah RT 02 dan RT 03, RW 02. Pembangunan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian. Pemdes Klayusiwalan menyebut kondisi jalan lingkungan yang kerap becek saat musim […]

expand_less