Breaking News
light_mode

Ingin Hijrah Puluhan Orang Hapus Tato di Masjid Djauharotul Imamah Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
  • visibility 376

 

Dengan menghapus tato, orang-orang ini seakan keluar dari masa jahiliah menuju hijrah kembali ke jalan Allah menjadi pribadi yang lebih baik.

PATI – Puluhan orang
memenuhi Masjid Djauharotul Imamah, Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan
Pati, Sabtu (8/1/2022). Mereka ingin menghapus tatonya. Kebetulan hari itu
sedang dilangsungkan kegiatan hapus tato gratis. Kegiatan kolaborasi sejumlah
organisasi sosial.

Ada sekitar 40 peserta,
baik laki-laki maupun perempuan, yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini
digelar secara kolaboratif oleh berbagai komunitas, di antaranya Dawwam
Semarang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pati Raya, Mualaf Center Indonesia Peduli,
dan Pati Berani Hijrah.

Sigit Dwika, warga Bangsri,
Kabupaten Jepara, adalah salah satu peserta hapus tato gratis ini. Pemuda 20
tahun ini memiliki tato di dada dan kedua lengannya.

“Kalau dibilang sakit,
dilaser seperti ini ya sakit. Tapi saya ingin menghapus tato karena merasa ini
tuntutan agama,” ujar pemuda yang mengaku sudah tiga tahun menimba ilmu di
Pondok Pesantren Al-Muniroh Jepara ini.

Sigit mengatakan, ia
memiliki tato di tubuhnya sejak 2017 lalu. Dulu dia membuat tato karena
terpengaruh pergaulan. Ketika itu semua teman-temannya bertato.

Ketika mendapat informasi
dari temannya di pesantren mengenai kegiatan hapus tato gratis ini, dia tak
berpikir panjang. Lagipula, sebelumnya dia sudah pernah mendapat treatment
hapus tato. Kali ini adalah yang keempat. Sebab memang, tato tidak bisa
langsung hilang dengan satu kali tindakan laser.

Pendiri Dawwam Semarang,
Alfian Yusuf, mengatakan bahwa pihaknya diundang ke Pati karena memang punya
layanan hapus tato keliling.

“Selain di Semarang kami
sudah di Weleri, Salatiga, Jepara, Kudus, dan Pati. Di Pati sendiri ini sudah
kali ketiga. Kami adakan sebulan sekali, sejak November lalu,” tutur dia.

Alfian mengatakan, karena
hanya dua mesin laser yang tersedia, peserta dibatasi hanya 40 orang per
kegiatan. Mesin tidak boleh diforsir agar tidak cepat rusak.

Keterbatasan jumlah mesin
jadi kendala untuk perluasan jangkauan. Sebab, tato di tubuh seseorang
rata-rata baru bisa terhapus sepenuhnya setelah lima sampai 10 kali tindakan
laser picosure atau YAG laser.

“Jadi kalau hari ini 40
orang. Peserta bulan depan juga masih orang-orang yang sama,” kata dia.

Alfian menyebut, seandainya
ada dermawan yang bersedia berdonasi untuk pembelian unit mesin hapus tato, hal
itu akan sangat membantu gerakan ini.

“Kalau di Pati punya mesin
sendiri, tiap minggu bisa treatment 40 orang. Sangat bermanfaat. In syaa Allah
bisa jadi ladang berkhidmat pada sesama,” ujar dia.

Ia menyebut, harga mesin
laser untuk menghapus tato ini bervariasi. Namun, berdasarkan pertimbangan
kualitas, yang ia rekomendasikan adalah mesin dengan harga Rp 30 juta ke atas.

Bagaimanapun, dengan
keterbatasan yang ada saat ini, Alfian tetap membuka kesempatan seluas-luasnya
bagi masyarakat yang ingin menghapus tato.

Penanggung jawab kegiatan
hapus tato di Masjid Djauharotul Imamah, Bagus, bersyukur animo masyarakat
untuk mengikuti kegiatan ini sangat baik.

“Pihak Dawwam minta 30
peserta. Kurang dari tiga hari kami sudah dapat peserta sebanyak itu. Bahkan
saat ini di grup sudah ada 80 peserta. Dan yang hari ini ditreatment 40 peserta.
Kami menjaring peserta lewat media sosial,” kata pria yang bergiat di komunitas
Pati Berani Hijrah ini.

Menurut Bagus, kebanyakan
peserta memiliki motivasi agar kembali bersih dan ibadahnya diterima.

“Istilahnya mereka ini
berhijrah, dari jahiliyah kembali ke jalan Allah. Langkah kecil ini semoga
diridhai Allah,” harap dia. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selain Kurban Hewan, Haryanto Ajak Warga Berkurban untuk Pembangunan

    Selain Kurban Hewan, Haryanto Ajak Warga Berkurban untuk Pembangunan

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Salat Id di Masjid Agung Baitunnur dilaksanakan pukul 07.00, sebelum melangsungkan salat, Bupati Haryanto menyapa masyarakatnya dari atas mimbar masjid Rabu (22/8/2018). Dalam kesempatan itu Haryanto mengajak masyarakat Pati juga berkorban untuk pembangunan Kabupaten Pati. Bukan hanya berkurban setahun sekali dengan menyembelih hewan kurban. ”Pada momentum Hari Raya Idul Adha 1439 ini, kita […]

  • DPRD Pati Apresiasi Program RTLH TMMD, Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Cepat

    DPRD Pati Apresiasi Program RTLH TMMD, Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Cepat

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.037
    • 0Komentar

    PATI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kini telah memasuki hari ke-24 pelaksanaan, terhitung sejak pembukaan resmi pada 22 April 2026 lalu. Berbagai sasaran pekerjaan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik, kini sudah nyaris rampung dikerjakan. Satuan […]

  • Semangat dari Teman Sehobi

    Semangat dari Teman Sehobi

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Nala Triananda Meinika DOKUMEN PRIBADI Punya banyak teman memang terasa menyenangkan. Apalagi teman itu satu hobi. Demikan yang dialami Nala Triananda Meinika. Perempuan kelahiran Bumi Mina Tani, 12 Mei 2002 itu merasakan manisnya memiliki banyak teman satu hobi. Hal itu ditemukan di aktivitasnya di ekstrakurikuler teater. Bagi Nala sapaan akrabnya, punya banyak teman di satu […]

  • Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    PATI – Forum komunikasi pengasuh pondok pesantren (FKPP) menggelar diskusi dan rapat bersama menjelang tahun ajaran baru. Dalam kesempatan itupun mereka mengajak agar para santri dapat menguatkan semangat dalam mencari ilmu dan memperbaiki akhlak. Pertemuan yang dihadiri 45 pengasuh pondok pesantren se Kajen dan sekitarnya itu digelar di Aula MA Salafiyah Kajen Sabtu (14/6/2018) kemarin. […]

  • Prestasi Membanggakan! Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Tiket Grand Final MYRES 2024 di Ternate

    Prestasi Membanggakan! Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Tiket Grand Final MYRES 2024 di Ternate

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Berdasarkan data dari evaluasi presentasi laporan hasil penelitian di acara Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) tahun 2024 yang berlangsung pada tanggal 27 hingga 28 Agustus baru-baru ini, ada kabar baik dari perwakilan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen, Pati, yang berhasil meraih prestasi positif. Penelitian dalam bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) yang dipresentasikan telah […]

  • Usai Kasus Kades Tlogosari, Ketua DPRD Pati Tekankan Pengelolaan Dana Desa Harus Taat Aturan

    Usai Kasus Kades Tlogosari, Ketua DPRD Pati Tekankan Pengelolaan Dana Desa Harus Taat Aturan

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.822
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan dana desa dan bantuan keuangan yang diterima setiap desa, menyusul terungkapnya dugaan penyimpangan anggaran di wilayah Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. DPRD Pati meminta seluruh jajaran pemerintahan desa memastikan setiap anggaran yang ada digunakan sesuai ketentuan dan tujuan yang telah ditetapkan. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali […]

expand_less