Breaking News
light_mode

Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 31 Mar 2023
  • visibility 299

 

Pelatih Papua Football Academy melihat cara anak asuhnya mengumpan bola/FOTO PAPUA FOOTBALL ACADEMY 

Shin Tae Yong pernah mengkritik pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar, dari teknik bermain hingga pemenuhan nutrisinya. Karenanya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola yang membina usia dini mesti berbenah

PAPUA – Lahirnya Papua Football Academy (PFA) cukup menarik, untuk memoles potensi pemain-pemain muda “Mutiara Hitam” Papua. Para pemain dari Papua dikenal memiliki skill yang luar biasa. 

Pengelolaan PFA disebut sebagai akademi profesional. Dengan fasilitas standar internasional di Mimika Sport Center, Kota Timika disokong dengan tenaga profesional mulai staf kepelatihan hingga fisioterapi dan video analisisnya. 

Pelatihan dalam akademi ini disusun dengan pertimbangan Sains Olahraga secara menyeluruh, yaitu aspek teknis sepak bola, analisis, nutrisi, psikologi dalam olahraga, fisiologi dan penanganan cidera. 

PFA yang saat ini memiliki 30 pemain binaan hasil seleksi ini dipimpin direktur teknik dan tim pelatih dengan lisensi kepelatihan tingkat nasional dan internasional. PFA juga dilengkapi ahli nutrisi hingga staf video analisis.

Pelatihan yang komplet itu menjadi penting, terlebih untuk memberi bekal para pemain muda ini dengan dasar-dasar dan teknik bermain yang baik. Agar kedepan nantinya para pemain muda ini berkembang lebih.

Kita ingat bagaimana pada awal menukangi timnas pada tahun 2020 lalu, Shin Tae Yong blak-blakan mengungkap kesalahan pemain-pemain timnas Indonesia. Menurutnya para pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar dari teknik hingga persoalan gizi dan nutrisinya.

Yang menjadi sorotan tentu masalah teknik dasar dalam bermain bola. Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu menilai teknik mengumpan bola para pemain timnas Indonesia sangat jelak, bahkan menyamakannya seperti anak SD melalukan passing.

Kemampuan passing yang baik tentu menjadi prasyarat dalam bermain bola yang baik, terutama dalam skema permainan sentuhan bola satu – dua. 

“Kualitas operan sentuhan satu – dua jauh dari sempurna. Bola sering kali tidak meluncur tepat ke kaki para pemain yang dituju. Bahkan terkadang mengarah liar tidak tentu arah,” kritik Shin Tae Yong. 

Nutrisi juga menjadi persoalan penting . Disiplin menjaga pola makan dan nutrisi menjadi prinsip yang harus dipegang kuat seorang atlet. 

Salah-salah mengkonsumsi makanan bisa berisiko fatal. Para pemain bisa mengalami gangguan kebugaran atau paling parah risiko cidera.

Contohnya adalah gorengan. Terlalu banyak makan gorengan bisa bikin lemas dan mengantuk. 1 gorengan 140 kalori, 2,5 gram lemak, 4 gram karbohidrat.

Bakat Besar 

Siapa yang tak sepakat jika anak-anak Papua memiliki potensi yang luar biasa di bidang sepak bola. Tanah Papua bahkan disebut sebai “Brazil-nya” Indonesia. Julukan ini tidak lepas dari banyaknya pemain-pemain top yang malang melintang di berbagai tim besar tanah air, dan juga timnas Indonesia. 

Sayangnya bakat besar dari Bumi Cendrawasih ini belum benar-benar meledak menjadi pemain yang top. “Mutiara Hitam” itu belum benar-benar mengkilap benar. 

Secara fisik dan skill mengolah bola para pemain Papua ini memiliki kekhasan tersendiri. Para pemain Papua sangat layak di masa mendatang bisa tampil di liga-liga top dunia. (mif)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemutaran Film Dokumenter Tutup Festival Kajen Falsafah dan Gerakan dakwah Syeh Mutamakkin Kajen

    Pemutaran Film Dokumenter Tutup Festival Kajen Falsafah dan Gerakan dakwah Syeh Mutamakkin Kajen

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Penyelenggaraan Festival Kajen yang ke empat telah usai. Acara pesta literasi dan keilmuwan di Kota Santri Kajen ini, ditutup dengan pemutaran film dokumenter Falsafah dan Gerakan dakwah Syeh Mutamakkin Kajen di Perpustakaan Mutamakkin kemarin. Narasi Kajen 2 menjadi film dokumenter festival yang digelar sejak Sabtu, 23 September hingga Ahad, 15 Oktober […]

  • Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

      Suasana Kampung Ramadan Kajen Pati  PATI – Kampung Ramadan Kajen digelar selama 16 hari mulai tanggal 1 Ramadan. Di tempat ini menjadi pusatnya jajanan berbuka dan menjadi tempat ngabuburit favorit, seperti rebbana dan musik akustik. Pasar Ramadan yang digagas Karang Taruna Sumohadiwijayan Desa Kajen berlokasi di belakang balai desa, sekitar 50 meter dari makam […]

  • Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

      Fakta mencengangkan terkuak dalam kasus video mesum gay yang mengenakan seragam putih abu-abu. Video itu terjadi di Banjarnegara Jawa Tengah. Pengakuan pelaku, video tersebut merupakan konten yang omsetnya bisa untuk beli motor Vario. BANJARNEGARA – Video porno berisi penyimpangan seksual (gay) viral di jagad maya. Video viral tersebut ditemukan oleh Tim Patroli Cyber Polres […]

  • PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) di Aula Markas PMI Pati pada Sabtu (15/2/2025). Acara yang dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Pati, Haryanto, dihadiri oleh pengurus dan perwakilan PMI dari berbagai kecamatan, kecuali PMI Kecamatan Kayen yang berhalangan karena tugas di luar kota. Muskerkab tersebut membahas program kerja […]

  • DPRD Pati Komitmen Laksanakan Pengawasan di Seluruh Bidang Program

    DPRD Pati Komitmen Laksanakan Pengawasan di Seluruh Bidang Program

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.834
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah siap untuk menjalankan peran pengawasannya secara menyeluruh guna memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan akan diterapkan secara komprehensif meliputi segala sektor pembangunan. Tak hanya fokus pada infrastruktur, namun juga mencakup bidang kesehatan, pendidikan, serta berbagai layanan […]

  • Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Mengenai kelayakan fasilitas kesenian di Kabupaten Pati rencananya juga akan diakomodir Komisi D DPRD Kabupaten Pati, dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pelestarian seni dan budaya daerah. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Musalam Mas’ul. Menurutnya, pihaknya akan berupaya total mendukung kelestarian sekaligus kemajuan seni dan budaya tradisional Pati dari […]

expand_less