Breaking News
light_mode

Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
  • visibility 939
Observasi yang dilakukan tim ahli Balai Arkeologi Yogyakarta di Desa Bageng Gembong.

PATI – Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya meneliti situs-situs bersejarah di Kota Jepara. Tim peneliti juga menyambangi situs-situs yang ada di Kabupaten Pati. Kalau di Jepara mayoritas sebaran situs ada di Desa Tempur Kecamatan Keling saja, di kota berjuluk Bumi Mina Tani ini sebaran situs-situs bersejarah ditemukan di banyak lokasi di beberapa kecamatan. Tim melakukan penelitian dan observasi secara cermat untuk menguak nilai-nilai kesejarahan dari situs-situs tersebut secara ilmiah sesuai disiplin ilmu mereka.

Berikut adalah hasil survei arkeologi yang dilakukan di Kabupaten Pati berdasarkan lokasi temuan :

KecamatanTlogowungu

1. Situs PomahanAjar

Situs Pomahan Ajar terletak di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari. Di lokasi ini dijumpai 2 bangunan baru dengan menggunakan bata-bata kuna yang dijumpai disekitarnya. Ukuran bata mempunyai panjang 25-33 cm, lebar 22 cm, dan tebal 4  cm. Di sekitar Situs Pomahan Ajar ini dijumpai temuan lepas berupa fragmen gerabah, figure terakota, keramik asing, serta lingga patok yang akumulasi jumlahnya sekitar 22 keping.


2. Watu Payon

Situs Watu Payon terletak di Dukuh Pangonan Desa Gunungsari tepatnya di puncak watu payon yang tingginya 1500 meter di atas permukaan air laut. Untuk mencapai lokasi watu payon ini harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua selama 1 satu dan kemudian diteruskan berjalan kaki selama 2 jam untuk mencapai puncak watu payon. Watu payon yang dimaksud adalah berupa monolit andesit yang bentuknya menyerupai tutup waruga (peti kubur batu). Dimensi watu payong mempunyai panjang dasar 115 cm dan panjang bagian atas 65 cm; lebar 65 dan tinggi 31 cm. Pada saat dilakukan observasi, Watu payon ini berdiri diatas 4 tiang kayu namun yang sebelumnya menggunakan tiang dari batu. Di bagian dasar watu payon dijumpai ukiran dalam bentuk palang dengan ukiran phallus, vajra dan cakra.


3. Candi Waloh

Candi Waloh terletak di Desa Desa Gunungsari. Untuk mencapai lokasi ini dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda 2 menjelajahi area yang terjal yang ditempuh selama hampir 1 jam. Setelah melalui observasi di lokasi yang diinformasikan masyarakat sebagai Candi Waloh ternyata berupa singkapan batuan yang ditumbuhi pohon-pohon besar. Data arkeologi tidak dijumpai di lokasi ini dan Candi Waloh ini merupakan singkapan akibat proses geologi.

Fragmen figurin milik warga Desa Bageng Kecamatan Gembong


Kecamatan Gembong

1. Prasasti Jolong

Prasasti Jolong tersebut berada pada wilayah yang relativf datar dan berada diantara pohon kopi dan cengkeh yang termasuk wilayah desa Bageng. Untuk menuju ke lokasi ini harus ditempuh dengan kendaraan roda 2 selama 1 jam dengan kondisi jalan yang curam dan mendaki. 

Pada saat dilakukan observasi kembali, temuan prasasti masih dalam bentuk utuh dan tulisan yang masih tampak jelas, seperti ketika tahun 2019. Prasasti tersebut memiliki tinggi 37 cm, lebar 27 cm, dan tebal 13 cm. Tulisan pada prasasti diduga merupakan jenis huruf jawa kuno dan jawa baru, serta dibawahnya diasumsikan merupakan tulisan yang dijadikan sebagai notasi. Prasasti tersebut terdiri atas 2 baris dengan lebar tulisan kira-kira 10 cm.


2. Lumpang Batu

Temuan berupa lumpang batu dijumpai di Dukuh Beji, Desa Plukaran. Lumpang batu di lokasi ini dijumpai sebanyak 3 buah yang sebagian besar berada di area kebun  kopi. Bahan lumpang batu berupa batu andesit. Sebuah lumpang batu dijumpai dilokasi yang dikenal dengan sebutan kenini mempunyai dimensi panjang 80 cm, lebar 48 cm dan tinggi; sedangkan dua buah lumpang dijumpai di lokasi area Mbah Ronggo Geni (Lumpang Mbah Ronggogeni). 

Objek geografis yang terlihat dari situs adalah Puncak Argojembangan di sisi barat. Pada sisi utara objek batu lumpang, terdapat susunan batu berundak dengan talud yang disusun dari batuan boulder.

Data artefaktual milik penduduk

Tim penelitian mempunyai kesempatan melakukan pendataan benda cagar budaya yang berasal dari sekitar Desa Bageng yang dimiliki warga setempat. Hasil pendataan diperoleh informasi berupa sebuah tutup dari keramik, sebuah bata kuna, gandik sebanyak 2 buah, fragmen figurin sebanyak 3 buah, dan fragmen miniatur candi seanyak 2 buah.


Kecamatan Margorejo

1. Sendang Mbah Gamirah

Lokasi Sendang Mbah Gamirah ini terletak di Dukuh Cacah, Desa  Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Di lokasi ini dijumpai sebuah sendang dengan struktur bata dan  di sebelah timurnya juga dijumpai struktur bata yang berkarakater struktur masa kolonial (rolakan). Keberadaan struktur bata di lokasi ini berhubungan dengan adanya industri gula pada masa kolonial di Pati.

Kecamatan Pati

1. Situs Sawah Candi

Lokasi Situs Sawah Candi beradi di Desa Sidokerto Kecamatan Pati. Situs ini terdapat di tengah persawahan, ditemukaan fragmen bata-bata kuna berukuran besar. Tebal bata antara 8 – 9 cm, lebar 21 – 23 cm, dan panjang 33 – 36 cm. Selain ditemukan fragmen bata di persawahan sekitar situs tersebut juga ditemukan fragmen tembikar dan fragmen keramik asing. 

Lingkungan situs yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman persawahan itu ditumbuhi pohon-pohon mangga.Lokasi situs ini berbatasan dengan Dusun Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, dibatasi oleh selokan kecil di sebelah baratnnya. Di dinding selokan pada kedalaman 50 cm tampak adanya struktur bata.

2. Situs Watu Gong

Lokasi Situs Watu Gong terletak di Dusun Randukuning, Kalurahan Pati Lor, Kecamatan Pati. Di Lokasi ini dijumpai sebuah sumur/ sendang dengan struktur bata dan terdapat 4 batu lumpang yang berjejer urut dari barat ke timur. Diameter batu-batu lumpangtersebut antara 15 – 74 Cm. Batu-batu lumpang ini merupakan umpak dan bagi masyarakat setempat lokasi Watu Gong ini masih dikeramatkan.


Kecamatan Kayen

1. Candi Kayen

Situs Candi Kayen berada di Desa Kayen Kecamatan Kayen dijumpai struktur candi  yang terbuat dari bata. Situs ini pernah diekskavasi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini terdiri dari dua buah struktur bangunan. Bangunan di sebelah timur kemungkinan merupakan candi induk. Bangunan induk berukuran 6 x 6 m². Bata-batanya berukuran panjang 38–40 cm, lebar22–29 cm, dan tebal 8–12cm.

Di tengah bangunan candi induk ini terdapat sumuran candi berukuran 130 x 130 cm². Sehingga diperkirakan Candi Kayen berlatar belakang agama Hindu. Ukuran bata setebal itu biasanyya digunakan pada masa-masa Mataram Kuna atau bahkan lebih tua. Pada jarak 7,8 m di sebelah barat candi induk terdapat bangunan berdenah empat persegi panjang berukuran 4,5 x 2,5 m². 

Di tengah bangunan ini berlubang dengan ukuran 270 x 70 cm². Kemungkinan bangunan ini adalah candi perwara. Permasalahannya biasanya di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Dengan demikian apakah masih ada dua buah candi perwara yang belum ditemukan di kiri dan kanan candi perwara yang sudah ditemukan. Ataukah mungkin hanya sebuah pondasi panjang dengan tiga candi perwara di atasnya. Sebagai contoh Candi Lawang dan Candi Kimpulan UII mempunyai tiga  candi perwara dengan satu pondasi empat persegi panjang.

Namun untuk memastikannya perlu penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. Kira-kira 200 m di sebelah barat daya Situs Candi Kayen terdapat Situs Pomahan yang kemungkinan juga merupakan situs candi bata. Situs ini pada tahun 2014/2015 pernah diekskavasi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs itu berada di dekat tempuran sungai di tanah milik bapak Sungep dan bapak Kenang Sunaryo. Di situs itu selain ditemukan struktur bata juga ditemukan antefiks yang cukup banyak dengan relief yang bagus serta hiasan kemuncak.


Kecamatan Winong

1.Yoni Dukuh Gunungpati

Lokasi Yoni Dukuh Gunungpati berada di tengah pasar desa di Dukuh Gunungpati Desa Gunungpati Kecamatan Winong tepatnya di bawah pohon Asem besar ditemukan yoni kecil yang terbuat dari bahan batu tufa. Yoni tersebut terjepit di antara akar pohon Asem itu dan sebagian besar terpendam tanah, sehingga yang tampak hanya bagian atasnya  saja. Cerat yoni sudah patah. Ukuran yoni 50 x 50 cm², sedangkan tingginya tidak dapat diukur. Yoni tersebut mempunyai lubang persegi di tengah dengan ukuran 19 x 19 cm². Sedangkan kedalaman lubang 20 cm.

2. Situs Godo

Situs ini berada di tepi jalan desa di depan rumah warga tepatnya di Dukuh Godo Desa Godo Kecamatan Winong. Di situs ini ditemukan dua buah batu persegi berlubang persegi di tengah. Sepintas batu persegi dari bahan tufa tersebut mirip denn yoni dengan cerat patah. 

Namun setelah diamati ternyata merupakan dua buah batu yang di tumpuk. Batu bagian atas mempunyai ukuran 80 x 80 cm² tebal 21 cm daan mempunyai lubang tembus ke bawah dengan ukuran 25 x 25 cm². Kondisi batu ini terpecah menjadi dua bagian. Batu persegi di bagian bawah ternyata mempunyai lubang yang lebih besar dari lubang batu di atasnya, yaitu berukuran 33 x 33 cm². 

Dengan demikian kedua batu tersebut masing-masing berdiri sendiri tidak berpasangan. Batu di bagian bawah  beukuran 70 x 70 cm² dan tinggi 23 cm. Di timur laut dari situs ini di tengah persawahan terdapat gundukan tanah setinggi 1,5 m dengan ukuran luas 12 x 12 m². Sekeliling gundukan tanah tersebut dinndingnya oleh masyarakat diberi talud dari balok-balok batu tufa dan serpihan batu tufa serta fragmen bata kuna. Ukuran bata utuh. Sedangkan balok batutufaadayangberukuranpanjang30cm,lebar25cm,dantebal11cm.


Kecamatan Tambakromo

1. Lingga

Lingga Dukuh Krajan Simowidodo berada di tengah sawah yang ditanami tebu di sebelah utara jalan aspal ditemukan sebuah lingga berbahan batu andesit yang berada di Dusun

Krajan Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo. Bagian lingga yang berbentuk persegi terpendam tanah. Di sebelah timur laut situs terdapat makam Desa Sinomwidodo. Ukuran lingga yang tampak di permukaan tanah, tinggi dari bagian yang berbentuk segi delapan sampai bentuk bulat 47 cm. Tinggi bagian yang berbentuk bulat 25 cm dengan diameter 27 cm. Biasanya lingga berpasangan dengan yoni, namun di situs ini tidak ditemukan ybesar oni. Apakah yoninya masih terpendam tanah belum dapat diketahui. Untuk mengetahui ada tidaknya yoni perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Gantung Kayen Dibangun, DPRD Pati Soroti Kualitas dan Keamanan

    Jembatan Gantung Kayen Dibangun, DPRD Pati Soroti Kualitas dan Keamanan

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.147
    • 0Komentar

    PATI – Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, mendapat perhatian dari DPRD Pati. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat sekaligus menunjang kegiatan ekonomi di wilayah setempat. Jembatan itu nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari akses menuju […]

  • Guru BK Dituntut Paham Tangani Pelajar Pecandu Narkoba

    Guru BK Dituntut Paham Tangani Pelajar Pecandu Narkoba

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Para guru sedang mengikuti sosialisasi teknis konseling pecandu narkoba PATI – Badan Narkotika Kabupaten (BNP) Pati mengundang puluhan guru Bimbingan Konseling (BK) SMP di Ruang Joyokusumo, Komplek Setda Pati Rabu (27/2/2019) kemarin. Selain guru BK, beberapa perwakilan siswa juga diundang dalam rangka sosialisasi teknis konseling pecandu narkoba. Masalah penyalahgunaan narkoba, diklaim sebagai ancaman global yang mengkhawatirkan […]

  • Polda Jateng Terjunkan Seribuan Personel Sukseskan PPKM Darurat

    Polda Jateng Terjunkan Seribuan Personel Sukseskan PPKM Darurat

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al Qudusy Semarang – Polda Jawa Tengah (Jateng) menegaskan bakal maksimal atau All Out untuk melaksanakan kebijakan Pemerintah soal Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di wilayah hukumnya. Sebanyak 1.520 personel kepolisian bakal diturunkan untuk melaksanakan kebijakan pengganti sementara PPKM Mikro tersebut. Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi […]

  • Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 328
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menghadiri Temu Alumni Nasional Ke-5 dan Reuni Akbar Madrasah Salafiyah Kajen di Pati, Sabtu (5/7/2025). Ribuan alumni hadir dalam acara tersebut. Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH Ubaidillah Wahab, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah antar alumni. “Mempertemukan para alumni ini bertujuan agar terus […]

  • BRI Tak Bisa Kembalikan Dana yang Hilang, Nasabah Kecewa Berat

    BRI Tak Bisa Kembalikan Dana yang Hilang, Nasabah Kecewa Berat

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Nasabah BRI Siti Mardhiyah yang menjadi korban penipuan didampingi suaminya Salah seorang nasabah BRI Juwana mengaku sangat kecewa karena tabungan milik istrinya yang digondol penipu cyber tak bisa dikembalikan. Padahal salah satu rekening yang menjadi tujuan transfer dana tersebut sudah diblokir. Pihak bank menyarankan untuk melaporkan ke polisi. PATI – Nasabah BRI Juwana mengaku sangat […]

  • Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menunjukkan komitmen serius dalam upaya penurunan angka stunting melalui langkah-langkah konkret yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Pati, Sudewo, dalam sambutannya pada acara Evaluasi Kinerja dan Sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/10). Sudewo mengungkapkan bahwa Pemkab Pati sebelumnya […]

expand_less