Breaking News
light_mode

Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
  • visibility 804
Observasi yang dilakukan tim ahli Balai Arkeologi Yogyakarta di Desa Bageng Gembong.

PATI – Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya meneliti situs-situs bersejarah di Kota Jepara. Tim peneliti juga menyambangi situs-situs yang ada di Kabupaten Pati. Kalau di Jepara mayoritas sebaran situs ada di Desa Tempur Kecamatan Keling saja, di kota berjuluk Bumi Mina Tani ini sebaran situs-situs bersejarah ditemukan di banyak lokasi di beberapa kecamatan. Tim melakukan penelitian dan observasi secara cermat untuk menguak nilai-nilai kesejarahan dari situs-situs tersebut secara ilmiah sesuai disiplin ilmu mereka.

Berikut adalah hasil survei arkeologi yang dilakukan di Kabupaten Pati berdasarkan lokasi temuan :

KecamatanTlogowungu

1. Situs PomahanAjar

Situs Pomahan Ajar terletak di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari. Di lokasi ini dijumpai 2 bangunan baru dengan menggunakan bata-bata kuna yang dijumpai disekitarnya. Ukuran bata mempunyai panjang 25-33 cm, lebar 22 cm, dan tebal 4  cm. Di sekitar Situs Pomahan Ajar ini dijumpai temuan lepas berupa fragmen gerabah, figure terakota, keramik asing, serta lingga patok yang akumulasi jumlahnya sekitar 22 keping.


2. Watu Payon

Situs Watu Payon terletak di Dukuh Pangonan Desa Gunungsari tepatnya di puncak watu payon yang tingginya 1500 meter di atas permukaan air laut. Untuk mencapai lokasi watu payon ini harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua selama 1 satu dan kemudian diteruskan berjalan kaki selama 2 jam untuk mencapai puncak watu payon. Watu payon yang dimaksud adalah berupa monolit andesit yang bentuknya menyerupai tutup waruga (peti kubur batu). Dimensi watu payong mempunyai panjang dasar 115 cm dan panjang bagian atas 65 cm; lebar 65 dan tinggi 31 cm. Pada saat dilakukan observasi, Watu payon ini berdiri diatas 4 tiang kayu namun yang sebelumnya menggunakan tiang dari batu. Di bagian dasar watu payon dijumpai ukiran dalam bentuk palang dengan ukiran phallus, vajra dan cakra.


3. Candi Waloh

Candi Waloh terletak di Desa Desa Gunungsari. Untuk mencapai lokasi ini dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda 2 menjelajahi area yang terjal yang ditempuh selama hampir 1 jam. Setelah melalui observasi di lokasi yang diinformasikan masyarakat sebagai Candi Waloh ternyata berupa singkapan batuan yang ditumbuhi pohon-pohon besar. Data arkeologi tidak dijumpai di lokasi ini dan Candi Waloh ini merupakan singkapan akibat proses geologi.

Fragmen figurin milik warga Desa Bageng Kecamatan Gembong


Kecamatan Gembong

1. Prasasti Jolong

Prasasti Jolong tersebut berada pada wilayah yang relativf datar dan berada diantara pohon kopi dan cengkeh yang termasuk wilayah desa Bageng. Untuk menuju ke lokasi ini harus ditempuh dengan kendaraan roda 2 selama 1 jam dengan kondisi jalan yang curam dan mendaki. 

Pada saat dilakukan observasi kembali, temuan prasasti masih dalam bentuk utuh dan tulisan yang masih tampak jelas, seperti ketika tahun 2019. Prasasti tersebut memiliki tinggi 37 cm, lebar 27 cm, dan tebal 13 cm. Tulisan pada prasasti diduga merupakan jenis huruf jawa kuno dan jawa baru, serta dibawahnya diasumsikan merupakan tulisan yang dijadikan sebagai notasi. Prasasti tersebut terdiri atas 2 baris dengan lebar tulisan kira-kira 10 cm.


2. Lumpang Batu

Temuan berupa lumpang batu dijumpai di Dukuh Beji, Desa Plukaran. Lumpang batu di lokasi ini dijumpai sebanyak 3 buah yang sebagian besar berada di area kebun  kopi. Bahan lumpang batu berupa batu andesit. Sebuah lumpang batu dijumpai dilokasi yang dikenal dengan sebutan kenini mempunyai dimensi panjang 80 cm, lebar 48 cm dan tinggi; sedangkan dua buah lumpang dijumpai di lokasi area Mbah Ronggo Geni (Lumpang Mbah Ronggogeni). 

Objek geografis yang terlihat dari situs adalah Puncak Argojembangan di sisi barat. Pada sisi utara objek batu lumpang, terdapat susunan batu berundak dengan talud yang disusun dari batuan boulder.

Data artefaktual milik penduduk

Tim penelitian mempunyai kesempatan melakukan pendataan benda cagar budaya yang berasal dari sekitar Desa Bageng yang dimiliki warga setempat. Hasil pendataan diperoleh informasi berupa sebuah tutup dari keramik, sebuah bata kuna, gandik sebanyak 2 buah, fragmen figurin sebanyak 3 buah, dan fragmen miniatur candi seanyak 2 buah.


Kecamatan Margorejo

1. Sendang Mbah Gamirah

Lokasi Sendang Mbah Gamirah ini terletak di Dukuh Cacah, Desa  Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Di lokasi ini dijumpai sebuah sendang dengan struktur bata dan  di sebelah timurnya juga dijumpai struktur bata yang berkarakater struktur masa kolonial (rolakan). Keberadaan struktur bata di lokasi ini berhubungan dengan adanya industri gula pada masa kolonial di Pati.

Kecamatan Pati

1. Situs Sawah Candi

Lokasi Situs Sawah Candi beradi di Desa Sidokerto Kecamatan Pati. Situs ini terdapat di tengah persawahan, ditemukaan fragmen bata-bata kuna berukuran besar. Tebal bata antara 8 – 9 cm, lebar 21 – 23 cm, dan panjang 33 – 36 cm. Selain ditemukan fragmen bata di persawahan sekitar situs tersebut juga ditemukan fragmen tembikar dan fragmen keramik asing. 

Lingkungan situs yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman persawahan itu ditumbuhi pohon-pohon mangga.Lokasi situs ini berbatasan dengan Dusun Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, dibatasi oleh selokan kecil di sebelah baratnnya. Di dinding selokan pada kedalaman 50 cm tampak adanya struktur bata.

2. Situs Watu Gong

Lokasi Situs Watu Gong terletak di Dusun Randukuning, Kalurahan Pati Lor, Kecamatan Pati. Di Lokasi ini dijumpai sebuah sumur/ sendang dengan struktur bata dan terdapat 4 batu lumpang yang berjejer urut dari barat ke timur. Diameter batu-batu lumpangtersebut antara 15 – 74 Cm. Batu-batu lumpang ini merupakan umpak dan bagi masyarakat setempat lokasi Watu Gong ini masih dikeramatkan.


Kecamatan Kayen

1. Candi Kayen

Situs Candi Kayen berada di Desa Kayen Kecamatan Kayen dijumpai struktur candi  yang terbuat dari bata. Situs ini pernah diekskavasi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini terdiri dari dua buah struktur bangunan. Bangunan di sebelah timur kemungkinan merupakan candi induk. Bangunan induk berukuran 6 x 6 m². Bata-batanya berukuran panjang 38–40 cm, lebar22–29 cm, dan tebal 8–12cm.

Di tengah bangunan candi induk ini terdapat sumuran candi berukuran 130 x 130 cm². Sehingga diperkirakan Candi Kayen berlatar belakang agama Hindu. Ukuran bata setebal itu biasanyya digunakan pada masa-masa Mataram Kuna atau bahkan lebih tua. Pada jarak 7,8 m di sebelah barat candi induk terdapat bangunan berdenah empat persegi panjang berukuran 4,5 x 2,5 m². 

Di tengah bangunan ini berlubang dengan ukuran 270 x 70 cm². Kemungkinan bangunan ini adalah candi perwara. Permasalahannya biasanya di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Dengan demikian apakah masih ada dua buah candi perwara yang belum ditemukan di kiri dan kanan candi perwara yang sudah ditemukan. Ataukah mungkin hanya sebuah pondasi panjang dengan tiga candi perwara di atasnya. Sebagai contoh Candi Lawang dan Candi Kimpulan UII mempunyai tiga  candi perwara dengan satu pondasi empat persegi panjang.

Namun untuk memastikannya perlu penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. Kira-kira 200 m di sebelah barat daya Situs Candi Kayen terdapat Situs Pomahan yang kemungkinan juga merupakan situs candi bata. Situs ini pada tahun 2014/2015 pernah diekskavasi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs itu berada di dekat tempuran sungai di tanah milik bapak Sungep dan bapak Kenang Sunaryo. Di situs itu selain ditemukan struktur bata juga ditemukan antefiks yang cukup banyak dengan relief yang bagus serta hiasan kemuncak.


Kecamatan Winong

1.Yoni Dukuh Gunungpati

Lokasi Yoni Dukuh Gunungpati berada di tengah pasar desa di Dukuh Gunungpati Desa Gunungpati Kecamatan Winong tepatnya di bawah pohon Asem besar ditemukan yoni kecil yang terbuat dari bahan batu tufa. Yoni tersebut terjepit di antara akar pohon Asem itu dan sebagian besar terpendam tanah, sehingga yang tampak hanya bagian atasnya  saja. Cerat yoni sudah patah. Ukuran yoni 50 x 50 cm², sedangkan tingginya tidak dapat diukur. Yoni tersebut mempunyai lubang persegi di tengah dengan ukuran 19 x 19 cm². Sedangkan kedalaman lubang 20 cm.

2. Situs Godo

Situs ini berada di tepi jalan desa di depan rumah warga tepatnya di Dukuh Godo Desa Godo Kecamatan Winong. Di situs ini ditemukan dua buah batu persegi berlubang persegi di tengah. Sepintas batu persegi dari bahan tufa tersebut mirip denn yoni dengan cerat patah. 

Namun setelah diamati ternyata merupakan dua buah batu yang di tumpuk. Batu bagian atas mempunyai ukuran 80 x 80 cm² tebal 21 cm daan mempunyai lubang tembus ke bawah dengan ukuran 25 x 25 cm². Kondisi batu ini terpecah menjadi dua bagian. Batu persegi di bagian bawah ternyata mempunyai lubang yang lebih besar dari lubang batu di atasnya, yaitu berukuran 33 x 33 cm². 

Dengan demikian kedua batu tersebut masing-masing berdiri sendiri tidak berpasangan. Batu di bagian bawah  beukuran 70 x 70 cm² dan tinggi 23 cm. Di timur laut dari situs ini di tengah persawahan terdapat gundukan tanah setinggi 1,5 m dengan ukuran luas 12 x 12 m². Sekeliling gundukan tanah tersebut dinndingnya oleh masyarakat diberi talud dari balok-balok batu tufa dan serpihan batu tufa serta fragmen bata kuna. Ukuran bata utuh. Sedangkan balok batutufaadayangberukuranpanjang30cm,lebar25cm,dantebal11cm.


Kecamatan Tambakromo

1. Lingga

Lingga Dukuh Krajan Simowidodo berada di tengah sawah yang ditanami tebu di sebelah utara jalan aspal ditemukan sebuah lingga berbahan batu andesit yang berada di Dusun

Krajan Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo. Bagian lingga yang berbentuk persegi terpendam tanah. Di sebelah timur laut situs terdapat makam Desa Sinomwidodo. Ukuran lingga yang tampak di permukaan tanah, tinggi dari bagian yang berbentuk segi delapan sampai bentuk bulat 47 cm. Tinggi bagian yang berbentuk bulat 25 cm dengan diameter 27 cm. Biasanya lingga berpasangan dengan yoni, namun di situs ini tidak ditemukan ybesar oni. Apakah yoninya masih terpendam tanah belum dapat diketahui. Untuk mengetahui ada tidaknya yoni perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Pansus Hak Angket DPRD Pati terus bergerak mendalami berbagai isu yang menjadi perhatian publik. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pertemuan penting untuk mengumpulkan informasi dan klarifikasi. “Hari ini, kami mengundang Kepala Sekolah SMPN 1 Tayu terkait pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan tentang pemindahan guru. Selain itu, kami […]

  • Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Abdul Hamid sedang memeriksa tanaman bidara yang masih berada di dalam pot Pekarangan rumah Abdul Hamid di Desa Bageng Kecamatan Gembong nampak hijau. Ribuan bibit tanaman menghampar.  Belakangan ini tanaman Bidara boleh dibilang sedang naik daun. Sebab banyak diburu untuk dibudidayakan atau diambil manfaatnya, terutama yang getol mencari adalah para wanita. Hal itu lantaran khasiatnya […]

  • Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mendorong pengembangan batik tulis di Desa Bakaran Wetan agar dapat bersaing di pasaran. Yeti menekankan pentingnya promosi untuk meningkatkan popularitas batik khas desa tersebut. “Agar Batik Bakaran tidak kalah saing, saya berpesan agar Pemdes atau masyarakat sering-sering melakukan promosi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya telah mengunjungi Desa […]

  • Ketoprak Pelajar SMPN 2 Kayen Pati Unjuk Gigi di TMII

    Ketoprak Pelajar SMPN 2 Kayen Pati Unjuk Gigi di TMII

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Penampilan ketoprak cilik oleh pelajar SMPN 2 Kayen  Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta mendadak ramai Minggu (28/4/2019). Hari itu sedang berlangsung pentas seni budaya. Kabupaten Pati mendapat jatah mengisi acara tersebut. Pentas seni Kabupaten Pati tersebut mementaskan ketoprak cilik dari SMP Negeri 2 Kayen dan seni drama tari oleh Paguyuban […]

  • Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 426
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tengah bertransformasi menjadi kawasan agro-wisata yang menjanjikan. Program penghijauan yang dimulai sejak tahun 2020 telah membuahkan hasil berupa kebun buah-buahan yang subur dan produktif. Namun, kemajuan ini terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Kepala Desa Terban, Supeno, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Bambang Susilo, mendorong petani di wilayahnya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk, salah satunya dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk Biosaka. Hal ini disampaikan dalam upaya mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Kami berharap petani dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk untuk tanaman mereka. Salah satunya adalah dengan kombinasi […]

expand_less