Breaking News
light_mode

Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
  • visibility 288

Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya
Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel
18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan
dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia.
Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita
tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di universitas
yang terletak di ibukota. Thomas menjalin cinta dengan gadis lokal bernama
Aida. Gadis dari keluarga broken home.
Ayah dan ibunya cerai dan pisah rumah. Novel ini sendiri memang berisi banyak
renungan kehidupan.
Buku ini dibagi menjadi menjadi 9 bagian. Dengan
masing-masing bagiannya menyuguhkan konflik cerita yang menarik, ekspresif,
romantis, terkadang humoris dan tentu saja banyak kisah tragis yang dialami
tokoh utama. Tentang cinta, Soes menuliskan betapa cinta adalah bagian hidup
manusia yang paling indah. Orang paling melarat di dunia adalah orang yang
hidup tanpa cinta. (hlm 26)
Novel ini berlatar tahun 1960an akhir, hingga awal 1970an
di negeri Uni Soviet sekarang Rusia. Di awal-awal, kisah percintaan Thomas dan
Aida menjadi pembuka cerita. Pertemuan demi pertemuan menumbuhkan benih cinta,
hingga ciuman pertama di sebuah taman kota.

JUDUL BUKUANAK BUNGSUPENULISSOESILO TOERHALAMANX + 234 HALAMANPENERBITPATABAPRESSTAHUN TERBIT2018ISBN978-602-73893-8-0

Konflik dimulai ketika Thomas memutuskan berlibur ke
sebuah kampung. Aida tetap tinggal di ibukota. Aida menghabiskan liburannya
untuk beberapa saat dengan mengabdi di sebuah rumah sakit. Aida mahasiswa
kedokteran. Dia bercita-cita menjadi dokter. Niatnya mulia. Tentang
kemanusiaan. Dari cerita ibunya, meski tumbuh normal, Aida kecil kerap
sakit-sakitan. Dari sana ibunya merasa hutang budi, dan berharap anaknya yang
saat kecil sakit-sakitan itu bisa bermanfaat untuk kemanusiaan melalui profesi
dokter.
Sebenarnya perpisahan Thomas dan Aida ketika musim
liburan itu menjadikan Aida merasa sangat kehilangan. Dia merasakan kekosongan
jiwa, dimana itu biasanya diisi oleh Thomas. Memang perpisahan pada detik-detik
permulaan merupakan peristiwa yang tidak diinginkan banyak orang. (hlm 75) Saat
itu cinta Thomas dan Aida memang sedang dalam masa emasnya.
Ditinggal Thomas, sosok Frans seorang  calon diplomat menghampiri kehidupan Aida.
Sosoknya yang pandai menarik perhatian dengan gaya bicaranya itu lama-lama
membuat hati Aida kalut. Kemudian menduakan perasaannya dengan Thomas. Ditambah
surat-surat yang diharapkan dari Thomas sesuai janjinya. Percintaan tumbuh
diantara keduanya. Saat musim liburan itu juga Thomas sempat beromantis ria
dengan gadis Belanda bernama Yance. Bahkan mereka sempat menghabiskan waktu
bersma keliling tempat-tempat di Amsterdam. (hlm 152)
Karena bertajuk novel dewasa, Soesilo Toer dengan
gamplang mendeskripsikan tentang hal-hal yang memang berbau dewasa. Tentang
susu yang ranum, hingga soal ciuman. Emosi pembaca akan dimainkan ketika tiba
pada babak Aida yang tengah hamil. Namun Frans menghilang tanpa kabar. Thomas
yang baru beberapa saat bertemu kembali dengan Aida menjadi pelampiasan. Thomas
mengalah. Dan menikah dengan Aida hingga lahirlah bayi bernama Lora.
Thomas sadar itu bukan anaknya. Lora hasil kerja
orang lain. Namun Thomas seperti tak kuasa melawan. Di sini, kehidupan mulai
terasa memuakkan bagi Thomas. Dia merasa sangat tersiksa. Pahit kehidupan
Thomas, bertambah dengan seretnya ekonomi. Dia harus menanggung beban hidup
rumah tangga. Ada Aida istrinya, mertuanya, iparnya, dan tentu saja Lora.
Kebutuhan bayi jika dihitung berkali lipat dari orang dewasa. Maka bekerja
apapun dilakukan Thomas di luar aktivitasnya menamatkan studi. Dari menulis
artikel sampai kuli angkut sayuran.
Kemelaratan Thomas membawanya merantau ke Siberia.
Dia ikut rombongan mahasiswa pekerja yang akan turut membantu, turut
menyisingkan lengan baju bekerja di stasiun pembangkit listrik terbesar di
dunia. (hlm 183)
Di Siberia, Thomas menemukan gejolak batin yang
dahsyat. Merasakan kegetiran hidup yang amat sangat, hingga kerinduan pada
keluarga. Kepada Aida istrinya, Lora, dan mertuanya. Di Siberia yang masih
belantara hidup sebagai pekerja lumayan susah. Nyamuk dan ringit di Siberia
ganas-ganas. Kerjaannya bukan hanya menghisap, melainkan menggigit dan
mencukili daging manusia dengan tarik. (hlm 187)
Pertama tiba di tempat kerja, Thomas hanya makan
roti hitam sama garam. Diselingi dengan minum teh panas. Ia tidak kaget makan
roti hitam, ia tidak kaget hidup yang sebagaimanapun sukarnya. Hidupnya telah
kebal oleh penderitaan : perang, kelaparan, penyakit, dan perempuan. Hidup
sebagai orang kaya, bisa. Hidup sebagai orang melarat, kuat. (hlm 190)
Di tempat kerja, Thomas juga mendadak rindu tanah
airnya. Kota kelahiran, kampung halaman, dan kuburan orang tua. Thomas
menangis. Seorang teman menegurnya. Thomas tak peduli, membuang muka. Ia tahu
menangis bukan mencuri, dan ia tidak merasa terhina. Bahkan ia berbahagia bisa
menangis, membiarkan perasaan rindu melela seseukanya.
Dua bulan Thomas bekerja. Merantau. Saat tiba
kembali ke ibukota, Thomas, yang sebelumnya dingin dengan istrinya, dengan Lora
yang ia merasa bukan anaknya tiba-tiba ingin cepat sampai. Thomas teramat rindu
berat.
Thomas pulang. Sampai ke rumah Aida, pintu diketok.
Thomas terperanjat ada seorang lelaki di rumah itu. Lelaki itu memperkenalkan
diri sebagai Frans. Dia datang untuk mengambil Lora dan memperistri Aida. Frans
mengakui Lora adalah kerjaannya.
Frans mengajukan semua permintaan. Thomas hanya
mengangguk setuju. Lalu keluar dari rumah itu. Mendadak Thomas seperti
kehilangan barang berharga. Ia telah dikup oleh laki-laki lain. Ia telah
kehilangan semuanya. Thomas berjalan terhuyung-huyung, seperti orang linglung.
Hendak balik arah dan membatalkan keputusannya. Namun hanya niat. Thomas terus
berjalan entah kemana.
  Diresensi oleh Achmad
Ulil Albab, bergiat di PAC IPNU Keling-Jepara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dikarantina Pemkab, Ini yang Didapat Para Kepala Desa Terpilih

    Dikarantina Pemkab, Ini yang Didapat Para Kepala Desa Terpilih

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Para kepala desa terpilih sedang berfoto bersama Bupati Haryanto PATI – Sebanyak 61 kepala desa terpilih hasil pilkades serentak 2018 bakal menjalani karantina. Karantina dimulai 18 – 26 Februari di Hotel Pati. Dalam karantina itu, para kepala desa terpilih akan mendapatkan bimbingan teknik tentang sejumlah masalah di pemerintahan desa.  Dalam mengikuti kegiatan bimtek tersebut para […]

  • Ilustrasi ikan lele

    Jarang Terpikirkan! Ternyata Begini Tips Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Besar

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 373
    • 0Komentar

      EDUKASI – Budidaya ikan lele merupakan merupakan salah satu usaha sampingan yang punya nilai ekonomi tinggi. Ikan lele banyak disukai orang Indonesia, pasarnya sangat luas dan permintaan pasar terbilang tinggi. Ikan lele selain enak juga memiliki kandungan gizi yang baik, sebagai asupan protein. Budidaya ikan lele tidak sulit, semua orang bisa melakukan usaha budidaya […]

  • Hanya 60 Wali Murid yang Hadir, Ketua Komisi D Tunda Sosialisasi di SMPN 2 Pati

    Hanya 60 Wali Murid yang Hadir, Ketua Komisi D Tunda Sosialisasi di SMPN 2 Pati

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.479
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan kekecewaannya lantaran agenda sosialisasi di SMP Negeri 2 Pati terpaksa harus ditunda. Penundaan ini dilakukan karena jumlah wali murid yang hadir dinilai sangat minim dan tidak sesuai dengan target. Berdasarkan data yang ada, dari sekitar 600 wali murid yang diundang, hanya tercatat sekitar […]

  • Jalan Sehat Muslimat Pati, Deklarasikan Anti Hoax, Gibah dan Fitnah

    Jalan Sehat Muslimat Pati, Deklarasikan Anti Hoax, Gibah dan Fitnah

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    PATI – Bukan car free day, Alun-alun Simpanglima Kamis (7/3/2019) pagi penuh. Sepanjang mata memandang, jalanan di depan alun-alun penuh dengan ibu-ibu berbaju hijau dengan setelan kerudung warna putih. Mereka adalah ibu-ibu Muslimat NU Pati. Mereka sedang memperingati hari lahir (harlah) ke 73. Dalam peringatan itu digelar kegiatan jalan sehat. Selain jalan sehat, ibu-ibu ini […]

  • Emak-emak Muda Fatayat NU Tayu Bagikan Ratusan Bingkisan Lebaran

    Emak-emak Muda Fatayat NU Tayu Bagikan Ratusan Bingkisan Lebaran

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PATI – Semangat berbagi ditunjukkan ratusan emak-emak muda di Kecamatan Tayu. Mereka dengan sigap turun ke jalanan di Alun-alun Kecamatan Tayu Jumat (31/5/2019). Berpakaian serba hijau, mereka dengan penuh semangat membagikan bingkisan kepada tukang becak, dan orang-orang duafa lainnya. Kegiatan bagi-bagi bingkisan menjelang lebaran itu memang dibudayakan kader Fatayat di Kecamatan Tayu.   “Pembagian bingkisan […]

  • Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Pada tahun ajaran 2019/2020, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP didasarkan pada 90 persen sistem zonasi. Sisanya 5 persen prestasi, dan 5 persen lainnya adalah berdasarkan surat pindahan. Untuk zonasi tidak boleh kurang dari 90 persen. Harus diisi peserta didik dari zona tersebut. Sedangkan untuk prestasi dan pindahan maksimal diisi masing-masing 5 persen. […]

expand_less