Breaking News
light_mode

Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
  • visibility 165

Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya
Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel
18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan
dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia.
Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita
tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di universitas
yang terletak di ibukota. Thomas menjalin cinta dengan gadis lokal bernama
Aida. Gadis dari keluarga broken home.
Ayah dan ibunya cerai dan pisah rumah. Novel ini sendiri memang berisi banyak
renungan kehidupan.
Buku ini dibagi menjadi menjadi 9 bagian. Dengan
masing-masing bagiannya menyuguhkan konflik cerita yang menarik, ekspresif,
romantis, terkadang humoris dan tentu saja banyak kisah tragis yang dialami
tokoh utama. Tentang cinta, Soes menuliskan betapa cinta adalah bagian hidup
manusia yang paling indah. Orang paling melarat di dunia adalah orang yang
hidup tanpa cinta. (hlm 26)
Novel ini berlatar tahun 1960an akhir, hingga awal 1970an
di negeri Uni Soviet sekarang Rusia. Di awal-awal, kisah percintaan Thomas dan
Aida menjadi pembuka cerita. Pertemuan demi pertemuan menumbuhkan benih cinta,
hingga ciuman pertama di sebuah taman kota.

JUDUL BUKUANAK BUNGSUPENULISSOESILO TOERHALAMANX + 234 HALAMANPENERBITPATABAPRESSTAHUN TERBIT2018ISBN978-602-73893-8-0

Konflik dimulai ketika Thomas memutuskan berlibur ke
sebuah kampung. Aida tetap tinggal di ibukota. Aida menghabiskan liburannya
untuk beberapa saat dengan mengabdi di sebuah rumah sakit. Aida mahasiswa
kedokteran. Dia bercita-cita menjadi dokter. Niatnya mulia. Tentang
kemanusiaan. Dari cerita ibunya, meski tumbuh normal, Aida kecil kerap
sakit-sakitan. Dari sana ibunya merasa hutang budi, dan berharap anaknya yang
saat kecil sakit-sakitan itu bisa bermanfaat untuk kemanusiaan melalui profesi
dokter.
Sebenarnya perpisahan Thomas dan Aida ketika musim
liburan itu menjadikan Aida merasa sangat kehilangan. Dia merasakan kekosongan
jiwa, dimana itu biasanya diisi oleh Thomas. Memang perpisahan pada detik-detik
permulaan merupakan peristiwa yang tidak diinginkan banyak orang. (hlm 75) Saat
itu cinta Thomas dan Aida memang sedang dalam masa emasnya.
Ditinggal Thomas, sosok Frans seorang  calon diplomat menghampiri kehidupan Aida.
Sosoknya yang pandai menarik perhatian dengan gaya bicaranya itu lama-lama
membuat hati Aida kalut. Kemudian menduakan perasaannya dengan Thomas. Ditambah
surat-surat yang diharapkan dari Thomas sesuai janjinya. Percintaan tumbuh
diantara keduanya. Saat musim liburan itu juga Thomas sempat beromantis ria
dengan gadis Belanda bernama Yance. Bahkan mereka sempat menghabiskan waktu
bersma keliling tempat-tempat di Amsterdam. (hlm 152)
Karena bertajuk novel dewasa, Soesilo Toer dengan
gamplang mendeskripsikan tentang hal-hal yang memang berbau dewasa. Tentang
susu yang ranum, hingga soal ciuman. Emosi pembaca akan dimainkan ketika tiba
pada babak Aida yang tengah hamil. Namun Frans menghilang tanpa kabar. Thomas
yang baru beberapa saat bertemu kembali dengan Aida menjadi pelampiasan. Thomas
mengalah. Dan menikah dengan Aida hingga lahirlah bayi bernama Lora.
Thomas sadar itu bukan anaknya. Lora hasil kerja
orang lain. Namun Thomas seperti tak kuasa melawan. Di sini, kehidupan mulai
terasa memuakkan bagi Thomas. Dia merasa sangat tersiksa. Pahit kehidupan
Thomas, bertambah dengan seretnya ekonomi. Dia harus menanggung beban hidup
rumah tangga. Ada Aida istrinya, mertuanya, iparnya, dan tentu saja Lora.
Kebutuhan bayi jika dihitung berkali lipat dari orang dewasa. Maka bekerja
apapun dilakukan Thomas di luar aktivitasnya menamatkan studi. Dari menulis
artikel sampai kuli angkut sayuran.
Kemelaratan Thomas membawanya merantau ke Siberia.
Dia ikut rombongan mahasiswa pekerja yang akan turut membantu, turut
menyisingkan lengan baju bekerja di stasiun pembangkit listrik terbesar di
dunia. (hlm 183)
Di Siberia, Thomas menemukan gejolak batin yang
dahsyat. Merasakan kegetiran hidup yang amat sangat, hingga kerinduan pada
keluarga. Kepada Aida istrinya, Lora, dan mertuanya. Di Siberia yang masih
belantara hidup sebagai pekerja lumayan susah. Nyamuk dan ringit di Siberia
ganas-ganas. Kerjaannya bukan hanya menghisap, melainkan menggigit dan
mencukili daging manusia dengan tarik. (hlm 187)
Pertama tiba di tempat kerja, Thomas hanya makan
roti hitam sama garam. Diselingi dengan minum teh panas. Ia tidak kaget makan
roti hitam, ia tidak kaget hidup yang sebagaimanapun sukarnya. Hidupnya telah
kebal oleh penderitaan : perang, kelaparan, penyakit, dan perempuan. Hidup
sebagai orang kaya, bisa. Hidup sebagai orang melarat, kuat. (hlm 190)
Di tempat kerja, Thomas juga mendadak rindu tanah
airnya. Kota kelahiran, kampung halaman, dan kuburan orang tua. Thomas
menangis. Seorang teman menegurnya. Thomas tak peduli, membuang muka. Ia tahu
menangis bukan mencuri, dan ia tidak merasa terhina. Bahkan ia berbahagia bisa
menangis, membiarkan perasaan rindu melela seseukanya.
Dua bulan Thomas bekerja. Merantau. Saat tiba
kembali ke ibukota, Thomas, yang sebelumnya dingin dengan istrinya, dengan Lora
yang ia merasa bukan anaknya tiba-tiba ingin cepat sampai. Thomas teramat rindu
berat.
Thomas pulang. Sampai ke rumah Aida, pintu diketok.
Thomas terperanjat ada seorang lelaki di rumah itu. Lelaki itu memperkenalkan
diri sebagai Frans. Dia datang untuk mengambil Lora dan memperistri Aida. Frans
mengakui Lora adalah kerjaannya.
Frans mengajukan semua permintaan. Thomas hanya
mengangguk setuju. Lalu keluar dari rumah itu. Mendadak Thomas seperti
kehilangan barang berharga. Ia telah dikup oleh laki-laki lain. Ia telah
kehilangan semuanya. Thomas berjalan terhuyung-huyung, seperti orang linglung.
Hendak balik arah dan membatalkan keputusannya. Namun hanya niat. Thomas terus
berjalan entah kemana.
  Diresensi oleh Achmad
Ulil Albab, bergiat di PAC IPNU Keling-Jepara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR-RI Minta Investigasi Transparan Kasus Penolakan Ibu Hamil di Papua

    Anggota DPR-RI Minta Investigasi Transparan Kasus Penolakan Ibu Hamil di Papua

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 826
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, meluapkan kekecewaannya atas tragedi yang menimpa seorang ibu hamil di Papua. Empat rumah sakit menolak pasien tersebut hingga akhirnya meninggal dunia bersama bayinya. Edy menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, melainkan pelanggaran serius terhadap hak kesehatan yang dijamin undang-undang. “Ini bukan kecelakaan administratif, ini pelanggaran terang-terangan […]

  • Kopi Pati yang Mencuri Hati

    Kopi Pati yang Mencuri Hati

    • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Tumbuh di lereng Pegunungan Muria bagian timur, biji-biji kopi Pati disebut memiliki keistimewaan tersendiri. Kehadiran pabrik kopi Jollong milik Belanda menjadi bukti nyata. Kopi dari Kabupaten Pati tidak kalah nikmatnya. Produk kopi telah menjadi komoditas andalan di Bumi Mina Tani. Kabupaten Pati memiliki lahan kopi yang cukup luas, sekitar 2.000 hektare. Per tahun kapasitas produksinya […]

  • DPRD Pati Dorong Penataan PKL yang Berpihak pada Pemberdayaan dan Perlindungan

    DPRD Pati Dorong Penataan PKL yang Berpihak pada Pemberdayaan dan Perlindungan

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Pati menyampaikan harapan agar penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pati tidak hanya berfokus pada zonasi, tetapi juga pada aspek perlindungan dan pemberdayaan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, dalam sebuah pernyataan resmi. “Tujuannya agar penataan PKL di Kabupaten Pati ini tidak hanya sebatas pada […]

  • Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kegiatan Senandung Cinta 7 Kampus Pantura di STAI Syekh Jangkung Pati  Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sentuhan dari para penyair kenamaan tanah air. Adalah Yudhistira Massardi dan Renny Djajoesman dengan agenda tur “Senandung Cinta 7 Kampus Pantura” yang turut mampir ke Kampus STAI Syekh Jangkung Pati. PATI – Dua penyair kenamaan Yudhistira Massardi dan […]

  • Laga Perdana yang Sulit Bagi Persijap Jepara

    Laga Perdana yang Sulit Bagi Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Persijap Jepara meraih hasil seri saat menghadapi HWFC di Stadion Manahan Solo Persijap Jepara gagal memang melawan Hizbul Wathan FC. Peluang tiga poin gagal diambil dari tim “biasa-biasa” saja ini. Harusnya laga perdana ini mendapat hasil positif. Sebagai bekal optimism Persijap berhadapan dengan tim-tim bertabur bintang seperti Persis Solo dan PSG Pati. SOLO – Persijap […]

  • Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Pupuk Subsidi Awal Tahun 2025

    Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Pupuk Subsidi Awal Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) melaporkan telah terjadi 27.092 transaksi penebusan pupuk bersubsidi oleh petani sejak awal tahun hingga 3 Januari 2025. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan nasional pemerintah. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, menyatakan bahwa kemudahan penebusan pupuk bersubsidi di awal tahun merupakan hasil dari […]

expand_less