Breaking News
light_mode

Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
  • visibility 192

Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya
Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel
18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan
dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia.
Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita
tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di universitas
yang terletak di ibukota. Thomas menjalin cinta dengan gadis lokal bernama
Aida. Gadis dari keluarga broken home.
Ayah dan ibunya cerai dan pisah rumah. Novel ini sendiri memang berisi banyak
renungan kehidupan.
Buku ini dibagi menjadi menjadi 9 bagian. Dengan
masing-masing bagiannya menyuguhkan konflik cerita yang menarik, ekspresif,
romantis, terkadang humoris dan tentu saja banyak kisah tragis yang dialami
tokoh utama. Tentang cinta, Soes menuliskan betapa cinta adalah bagian hidup
manusia yang paling indah. Orang paling melarat di dunia adalah orang yang
hidup tanpa cinta. (hlm 26)
Novel ini berlatar tahun 1960an akhir, hingga awal 1970an
di negeri Uni Soviet sekarang Rusia. Di awal-awal, kisah percintaan Thomas dan
Aida menjadi pembuka cerita. Pertemuan demi pertemuan menumbuhkan benih cinta,
hingga ciuman pertama di sebuah taman kota.

JUDUL BUKUANAK BUNGSUPENULISSOESILO TOERHALAMANX + 234 HALAMANPENERBITPATABAPRESSTAHUN TERBIT2018ISBN978-602-73893-8-0

Konflik dimulai ketika Thomas memutuskan berlibur ke
sebuah kampung. Aida tetap tinggal di ibukota. Aida menghabiskan liburannya
untuk beberapa saat dengan mengabdi di sebuah rumah sakit. Aida mahasiswa
kedokteran. Dia bercita-cita menjadi dokter. Niatnya mulia. Tentang
kemanusiaan. Dari cerita ibunya, meski tumbuh normal, Aida kecil kerap
sakit-sakitan. Dari sana ibunya merasa hutang budi, dan berharap anaknya yang
saat kecil sakit-sakitan itu bisa bermanfaat untuk kemanusiaan melalui profesi
dokter.
Sebenarnya perpisahan Thomas dan Aida ketika musim
liburan itu menjadikan Aida merasa sangat kehilangan. Dia merasakan kekosongan
jiwa, dimana itu biasanya diisi oleh Thomas. Memang perpisahan pada detik-detik
permulaan merupakan peristiwa yang tidak diinginkan banyak orang. (hlm 75) Saat
itu cinta Thomas dan Aida memang sedang dalam masa emasnya.
Ditinggal Thomas, sosok Frans seorang  calon diplomat menghampiri kehidupan Aida.
Sosoknya yang pandai menarik perhatian dengan gaya bicaranya itu lama-lama
membuat hati Aida kalut. Kemudian menduakan perasaannya dengan Thomas. Ditambah
surat-surat yang diharapkan dari Thomas sesuai janjinya. Percintaan tumbuh
diantara keduanya. Saat musim liburan itu juga Thomas sempat beromantis ria
dengan gadis Belanda bernama Yance. Bahkan mereka sempat menghabiskan waktu
bersma keliling tempat-tempat di Amsterdam. (hlm 152)
Karena bertajuk novel dewasa, Soesilo Toer dengan
gamplang mendeskripsikan tentang hal-hal yang memang berbau dewasa. Tentang
susu yang ranum, hingga soal ciuman. Emosi pembaca akan dimainkan ketika tiba
pada babak Aida yang tengah hamil. Namun Frans menghilang tanpa kabar. Thomas
yang baru beberapa saat bertemu kembali dengan Aida menjadi pelampiasan. Thomas
mengalah. Dan menikah dengan Aida hingga lahirlah bayi bernama Lora.
Thomas sadar itu bukan anaknya. Lora hasil kerja
orang lain. Namun Thomas seperti tak kuasa melawan. Di sini, kehidupan mulai
terasa memuakkan bagi Thomas. Dia merasa sangat tersiksa. Pahit kehidupan
Thomas, bertambah dengan seretnya ekonomi. Dia harus menanggung beban hidup
rumah tangga. Ada Aida istrinya, mertuanya, iparnya, dan tentu saja Lora.
Kebutuhan bayi jika dihitung berkali lipat dari orang dewasa. Maka bekerja
apapun dilakukan Thomas di luar aktivitasnya menamatkan studi. Dari menulis
artikel sampai kuli angkut sayuran.
Kemelaratan Thomas membawanya merantau ke Siberia.
Dia ikut rombongan mahasiswa pekerja yang akan turut membantu, turut
menyisingkan lengan baju bekerja di stasiun pembangkit listrik terbesar di
dunia. (hlm 183)
Di Siberia, Thomas menemukan gejolak batin yang
dahsyat. Merasakan kegetiran hidup yang amat sangat, hingga kerinduan pada
keluarga. Kepada Aida istrinya, Lora, dan mertuanya. Di Siberia yang masih
belantara hidup sebagai pekerja lumayan susah. Nyamuk dan ringit di Siberia
ganas-ganas. Kerjaannya bukan hanya menghisap, melainkan menggigit dan
mencukili daging manusia dengan tarik. (hlm 187)
Pertama tiba di tempat kerja, Thomas hanya makan
roti hitam sama garam. Diselingi dengan minum teh panas. Ia tidak kaget makan
roti hitam, ia tidak kaget hidup yang sebagaimanapun sukarnya. Hidupnya telah
kebal oleh penderitaan : perang, kelaparan, penyakit, dan perempuan. Hidup
sebagai orang kaya, bisa. Hidup sebagai orang melarat, kuat. (hlm 190)
Di tempat kerja, Thomas juga mendadak rindu tanah
airnya. Kota kelahiran, kampung halaman, dan kuburan orang tua. Thomas
menangis. Seorang teman menegurnya. Thomas tak peduli, membuang muka. Ia tahu
menangis bukan mencuri, dan ia tidak merasa terhina. Bahkan ia berbahagia bisa
menangis, membiarkan perasaan rindu melela seseukanya.
Dua bulan Thomas bekerja. Merantau. Saat tiba
kembali ke ibukota, Thomas, yang sebelumnya dingin dengan istrinya, dengan Lora
yang ia merasa bukan anaknya tiba-tiba ingin cepat sampai. Thomas teramat rindu
berat.
Thomas pulang. Sampai ke rumah Aida, pintu diketok.
Thomas terperanjat ada seorang lelaki di rumah itu. Lelaki itu memperkenalkan
diri sebagai Frans. Dia datang untuk mengambil Lora dan memperistri Aida. Frans
mengakui Lora adalah kerjaannya.
Frans mengajukan semua permintaan. Thomas hanya
mengangguk setuju. Lalu keluar dari rumah itu. Mendadak Thomas seperti
kehilangan barang berharga. Ia telah dikup oleh laki-laki lain. Ia telah
kehilangan semuanya. Thomas berjalan terhuyung-huyung, seperti orang linglung.
Hendak balik arah dan membatalkan keputusannya. Namun hanya niat. Thomas terus
berjalan entah kemana.
  Diresensi oleh Achmad
Ulil Albab, bergiat di PAC IPNU Keling-Jepara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Terbentuk Secara Struktural, Komisi B Minta Wadah Petani Milenial Segera Dibentuk

    Belum Terbentuk Secara Struktural, Komisi B Minta Wadah Petani Milenial Segera Dibentuk

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.583
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Dinas Pertanian (Dispertan) untuk segera merealisasikan pembentukan asosiasi khusus bagi petani milenial. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dispertan terkait rencana pembentukan organisasi tersebut. […]

  • Miris Nasib Lapangan Takraw Pati Sering Tergenang Banjir

    Miris Nasib Lapangan Takraw Pati Sering Tergenang Banjir

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Kondisi lapangan sepak takraw Pati yang berada di halaman SD Negeri 2 Dukuhseti usai hujan deras. Jadwal latihan tim sepak takraw Pati untuk ajang Porprov 2023 kacau. Penyebab lapangan tempat pemusatan latihan mereka di halaman SD Negeri 2 Dukuhseti sering tergenang air saat hujan deras.  PATI – Lapangan sepak takraw yang ada di halaman SD […]

  • Adu Penalti Warnai Drama Perebutan Juara

    Adu Penalti Warnai Drama Perebutan Juara

    • calendar_month Kam, 27 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Putra Rio Bakaran memastikan diri menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Sepakbola U 21 tahun 2018. Meladeni Sentana FC di partai puncak sore kemarin Selasa (25/9/2018) di Stadion Joyokusumo. Putra Rio akhirnya menang melalui drama adu penalti. Di waktu normal, skor satu sama kuat tak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 235
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan tempat-tempat wisata yang ada di Pati. Ia berharap, dengan kerja sama semua elemen, dapat ditemukan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan pariwisata di Pati. Kemudian, bisa dikomunikasikan untuk mencari hal-hal yang bisa dikreasikan guna meningkatkan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 209
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Partai Golkar, Endah Sri Wahyungiati, mendorong pengembangan industri di Kabupaten Pati dengan fokus pada pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan serta investasi ramah lingkungan. “Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan meningkatkan daya saing Kabupaten Pati di tingkat nasional,” […]

  • Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B.

    Perda Kedaulatan Pangan untuk Kemandirian Pangan Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B, diharapkan Jawa Tengah semakin mandiri pangan.

expand_less