Breaking News
light_mode

Bedah Buku Mbah Dullah Salam, Cara Santri Meneladani Kiai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 28 Jan 2019
  • visibility 274
Seorang santri mengajukan pertanyaan dalam kegiatan diskusi bedah buku Mbah Dullah Salam Kajen

Keteladanan KH Abdullah Zein
Salam, dihadirkan dalam bentuk buku biografi. Ratusan santri menyimak diskusi
buku tersebut. Sebagai kegiatan literasi dan juga menyerap nilai-nilai
ketedanan dari sosok kiai besar di Kajen tersebut

Lantai bawah Masjid Al Waq
lumayan sesak usai Salat Jumat kemarin (25/1/2019). Ratusan santri usai merapal
wirid, langsung duduk bersila mengambil posisi senyaman mungkin. Mereka
antusias mengikuti bedah buku tentang biografi seorang ulama Kajen, KH Abdullah
Zein Salam. Akrab disapa Mbah Dullah. Kiai legendaris yang memiliki kedalaman
ilmu, karomah, serta keteladanan hidup bagi santri-santri dan masyarakat
sekitar.
Di luar masjid, hujan turun
dengan intensitas sedang. Hawa dingin akibat hujan tak membuat surut para
santri ini menyimak diskusi buku karya Jamal Makmur Asmani ini. sekitar 250
peserta hadir mengikuti diskusi.
Sebagai pembedah, Sahal Mahfudh
yang juga Kepala SMPQT Yanbu’ul Qur’an Boarding School 1 Pati. Pria yang juga
santri Kajen ini menyebutkan ada delapan poin penting diskusi tentang
keteladanan Mbah Dullah ini.
”Ada hal-hal yang harusnya dan
sudah patut ditiru para santri, serta juga anak muda zaman sekarang. Mulai dari
soal keilmuwan, ibadah, hingga perilaku kedisplinan,” kata penulis novel Kunthul
Nucuk Mbulan ini memulai obrolan tentang buku Mbah Dullah.
Dari kisah Mbah Dullah itu, kata
Sahal, perilaku mencintai ilmu ditunjukkan. Mbah Dullah adalah pengembara ilmu.
Dari satu pesantren ke peantren lainnya. Dari satu kiai ke kiai lain. Bahkan sudah
dipanggil kiai, Mbah Dullah masih tetap mengaji. Mbah Dullah berguru kepada
Mbah Abdul Hamid Pasuruan, dan juga Kiai Arwani Amin Kudus yang merupakan
besannya sendiri. Mbah Dullah juga gemar tirakat.
Buku Biografi Mbah Dullah Salam Kajen 
 ”Bagi Mbah Dullah, tirakatnya santri itu ya
mengaji. Bahkan jika ada santri yang melakukan puasa sunnah tapi mengalahkan
ngajinya, Mbah Dullah Salam tak menyukai hal itu. Sebab perkara sunnah jangan
sampai mengalahkan perkara wajib (Red, mengaji),” jelas Sahal.
Keteladanan lainnya, lanjut
Sahal, Mbah Dullah Salam adalah sosok yang sangat suka menjalin silaturahmi.
”Kegemaran itu menunjukkan Mbah Dullah adalah sosok kiai yang cinta
persaudaraan. Bahkan ada sebuah cerita, Mbah Dullah ini gemar meminta doa
kepada kiai-kiai untuk anak-anaknya. Serta meminta doa kepada anak-anak kecil
yang belum memiliki dosa, sehingga doa itu akan mudah dikabulkan,” imbuh Sahal.
Mbah Dullah Salam juga sosok kiai
yang sangat disiplin, terutama soal waktu. Dalam hal apapun, baik ibadah,
maupun di luar ibadah, kedisiplinan Mbah Dullah layak dijadikan contoh. ”Mbah
Dullah selalu istiqomah. Misalnya dalam hal salat berjamaah. Bahkan saat dalam
keadaan sakitpun dengan tertatih-tatih Mbah Dullah selalu hadir dalam salat
berjamaah di mushola pesantrennya,” kata Sahal.
Selain dalam hal ibadah,
kedisiplinan itu ditunjukkan Mbah Dullah dalam semua aktivitasnya. ”Mbah Dullah
itu pandai sekali manajemen waktu. Supaya waktunya benar-benari produkti untuk
kebermanfataan orang lain juga,” imbuh pria yang juga menulis buku tentang arab
pegon ini.
Tak hanya itu, sosok Mbah Dullah
Salam ini juga terkenal gemar sedekah. ”Ceritanya yang pernah saya dengar, jika
ada orang yang suka pada barang-barang yang beliau miliki, maka seketika beliau
akan memberikan, seperti sebuah angin yang mudah berhembus kesana kemari
meniupkan kesejukan. Beliau selalu mengajarkan, jika kita ingin anak-anak kita
menjadi orang, gemarlah bersedekah dan niatkanlah untuk anak-anak kita,” begitu
keteladanan dari sosok gurunya Gus Dur tersebut.
 Selain mengulas tentang keteladanan sosok kiai
besar, melalui kegiatan bedah buku ini para santri dikenalkan tentang dunia
literasi. ”Ya kegiatan ini merupakan program dari gerakan literasi yang kami
cetuskan di sekolah. Kami ada program yang namanya Gerakan Literasi Sekolah
(Gelis),” kata Sahal.
Habib Muhamad Abdus Somad memanen
pelajaran dari diskusi tersebut. Santri kelas VIII C ini mengaku bisa menambah
wawasannya dari kegiatan diskusi bedah buku tersebut. ”Saya bisa tahu
keperibdaian, skiap, dan seluruh keteladanan dari sosok kiai besar ini,” kata
santri asal Solo ini.
Dan yang paling utama, kata
Habib, keteladanan tentang keilmuwan yang sangat berkesan untuknya. ”Sosok Mbah
Dullah sangat mencintai ilmu. Mbah Dullah juga sangat tegas kepada anak-anaknya
dalam hal menuntut ilmu. Kalau bagi saya ini bisa menambah semangat belajar
sebagai santri,  tentunya selain itu,
sebagai santri harus memiliki idola. Idola santri tentu adalah kiainya,” imbuh
Habib. (pur)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komika Nasional Gautama Shindu, Ajak Suporter Persijap Jepara Perkuat Branding dan Dukung Klub Lewat Cara Positif

    Komika Nasional Gautama Shindu, Ajak Suporter Persijap Jepara Perkuat Branding dan Dukung Klub Lewat Cara Positif

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.326
    • 0Komentar

    JEPARA – Influencer sekaligus komika nasional asal Jepara, Gautama Shindu, menyampaikan pandangannya terkait kondisi finansial yang tengah dihadapi Persijap Jepara. Sebagai suporter, ia menilai persoalan keuangan merupakan tantangan yang bisa dialami klub mana pun apabila regulasi mengenai kesehatan finansial klub belum dijalankan secara optimal. Menurut Gautama, menjalankan klub sepak bola di Indonesia bukan perkara mudah. […]

  • DPRD Pati : Investasi Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

    DPRD Pati : Investasi Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 284
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, menekankan pentingnya investasi pendidikan sebagai fondasi bagi masa depan bangsa. Dalam sebuah pernyataan, beliau mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan alokasi anggaran di bidang pendidikan. “Investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Kita perlu memastikan bahwa semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” tegas Muntamah. Politisi […]

  • Full Senyum Persijap Jepara Hajar Bekasi City 1- 0

    Full Senyum Persijap Jepara Hajar Bekasi City 1- 0

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Persijap Jepara menang 1-0 atas Bekasi City/PERSIJAP Jepara JEPARA – Kemenangan penting berhasil diraih Laskar Kalinyamat atas tamunya Bekasi City, Jumat (23/9/2022). Persijap Jepara berhasil menang tipis 1-0. Gol kemenangan dicetak oleh Qischil Gandrum pada menit ke-46. Striker sekaligus kapten Persijap Jepara itu berhasil mencetak gol cepat pada awal babak kedua, memanfaatkan umpan silang. Pemain […]

  • Relawan Dukung Bambang Pacul Nyalon Gubernur Jateng 2024

    Relawan Dukung Bambang Pacul Nyalon Gubernur Jateng 2024

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PATI – Relawan yang mengatasnamakan Relawan Mas Patjul Kabupaten Pati secara resmi mendeklarasikan dukungan mereka kepada Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Patjul sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Bertempat di Rumah Pemenangan di Desa Puri dan dihadiri oleh puluhan Relawan Mas Patjul pada hari Rabu (22/5/2024) pukul […]

  • Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI – Seorang petani bernama M. Abdul Kholiq (51), warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia di sawahnya sendiri akibat tersengat aliran listrik pada Jumat pagi (03/10/2025). Korban diduga terkena jebakan listrik yang dipasang untuk mengendalikan hama tikus. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Sentono (68) dan Sutopo (40), yang hendak […]

  • Sudi Rustanto Resmi Gantikan Joko Wahyudi di Pansus Hak Angket DPRD Pati

    Sudi Rustanto Resmi Gantikan Joko Wahyudi di Pansus Hak Angket DPRD Pati

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memastikan Sudi Rustanto siap berkomitmen penuh sebagai anggota baru Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati. Ia akan menggantikan Joko Wahyudi yang sebelumnya kerap absen dalam rapat pansus. Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati, Suyono, menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui musyawarah internal […]

expand_less