Breaking News
light_mode

Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
  • visibility 203

Puncak Gunung Gede yang menakjubkan dengan kepulan asap dari kawahnya 

Matahari mulai meninggi. Kami tak sadar. Setelah makan malam itu kami
terlelap. Nyenyak sekali. Bangun kesiangan membuat momen
sunrise hilang. Padahal momen saat matahari terbit itu menjadi
dambaan para pendaki. Termasuk kami.

Setelah bangun, kami mulai bersiap-siap. Memasak sarapan dengan bahan-bahan
yang kami bawa dari rumah. Ada kacang ijo, jagung, sosis, tempe, dan nasi. Tak
ketinggalan kopi menjadi menu sarapan kami sebelum naik ke puncak. Tak lama
masakan jadi. Semua masakan disantap tiada sisa. Sambil makan, foto-foto tak
ketinggalan.

Makan selesai, tenda kami bongkar. Kami mendirikan dua tenda. Tapi hanya
satu tenda yang kami bongkar. Tenda teman kami dari Lampung tak dibongkar.
Rencananya saya bersama Ci’lo akan melanjutkan pendakian ke Gunung Pangrango.

Perjalanan ke puncak, kami benar-benar kesiangan. Saat yang lain turun,
rombongan kami baru menuju ke atas. Kami banyak berpapasan dengan pendaki lain
di alun-alun Surken itu. Seperti diketahui, dari berbagai sumber yang ada,
nama Alun-alun
Suryakencana berasal dari sejarah Raden Suryakencana, nama lengkapnya Raden
Suryakencana Winata Mangkubumi.

Beliau merupakan seorang putra dari Pangeran Arya Wiratanudar,
yaitu pendiri kota Cianjur yang beristrikan putri Jin Islam. Pangeran Arya
menikahkan anaknya Suryakencana dengan salah satu putri bangsa Jin dan di
percayai masyarakat sekitar sampai sekarang hidup di alam Jin dan bersemayam di
Gunung Gede Pangrango.

Di titik terakhir Surken sebelum tanjakan ke puncak, saya dan
William menuju sungai kecil untuk mengisi perbekalan air yang hampir habis.
Sementara yang lain duduk menunggu kami sambil mempersiapkan tenaga buat nanjak
nanti.

Menurut kepercayaan setempat, sumber air ini dahulu untuk
keperluan minum dan mandi Raden Suryakencana bersama rakyat Jin
nya. Sementara
alun-alun dijadikan lumbung Padi. Petilasan singgasana Kerajaan Raden
Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk Pelana atau tempat duduk untuk
menunggang Kuda.

Sayang, waktu itu kami tak sempat menjumpainya. Setelah
mengisi perbekalan air minum
, kami lanjut berjalan. Kami berjalan
pelan menuju puncak.

Sampai di puncak meski kesiangan
Di perjalanan, sembari istirahat, kami di suguhi pemandangan Gunung
Gede dengan kemegahan dan keindahannya. Kami
akhirnya sampai juga
di puncak Gunung Gede
. Tingginya  2958 MDPL (Meter Diatas
Permukaan Laut).

Hamparan luasnya cakrawala terpampang di depan mata kami. Juga
cantiknya kawah Gunung Gede yang mengeluarkan asap
. Tanda Gunung Api
ini masih aktif. Kami istirahat sejenak sembari bergantian foto dengan pendaki
lain di tugu Puncak Gede.

Wajar saja, banyak juga pendaki yang sampai di puncak siang itu.
Beberapa saat kemudian
kami berpisah
dengan William, Elsa, Lela dan Khusnul. Saya bersama Ci’lo ingin lanjut ke
Puncak Pangrango lalu lintas lewat Cibodas, sementara mereka turun kembali di
jalur putri.
(Arif Bonvink/bersambung)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 221
    • 0Komentar

    PATI – Harga kopi robusta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp 75 ribu per kilogram di tingkat petani. Kenaikan harga ini mendorong para petani untuk memanen kopi lebih awal, meskipun buahnya masih hijau. Hal ini disambut gembira oleh petani kopi robusta di Pegunungan Muria, Dukuh Segawe, Desa Klakahkasihan, […]

  • Kebakaran Genset Truk Sound Horeg di Desa Pasucen, Kerugian Capai Rp275 Juta

    Kebakaran Genset Truk Sound Horeg di Desa Pasucen, Kerugian Capai Rp275 Juta

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.983
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Pati tengah menyelidiki peristiwa kebakaran yang menimpa genset milik truk Sound Horeg di wilayah Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, pada Senin malam (15/6/2026). Akibat insiden tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp275 juta. Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, tepatnya di depan gudang tepung tapioka milik Supandan di lingkungan RT 03 […]

  • Jalan Rusak Parah Jakenan-Rembang, DPRD Pati Desak Perbaikan Segera

    Jalan Rusak Parah Jakenan-Rembang, DPRD Pati Desak Perbaikan Segera

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 249
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi jalan alternatif penghubung Kabupaten Pati dan Rembang di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang rusak parah menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Anggota Komisi C DPRD Pati, Jaza Khoerul Sofyan, mengungkapkan banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan tersebut yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kerusakan yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini disebabkan […]

  • Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Para pengurus Partai Demokrat Pati sebelum mengikuti Rapimnas di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor kemarin Lingkar Muria, BOGOR – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati turut mengikuti kegiatan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat kemarin. Selain ketua dan sekretaris, maupun fraksi, ada beberapa calon legislatif (caleg) baru yang juga […]

  • PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Pelatih PSG Pati saat memberikan intruksi ke pemainnya     Tak main-main, tim pelatih Laskar Kembangjoyo terus mematangkan skuadnya. Klub-klub 1 dibidik menjadi lawan uji coba pasca libur lebaran ini. Sebelumnya klub ini sudah dua kali menjajal kekuatan klub Liga 1, Bhayangkara Solo FC dan Persipura. PATI – Klub Liga 2, PSG (Putra Safin Grup) Pati […]

  • DPRD Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Tanam Jagung Serentak

    DPRD Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Tanam Jagung Serentak

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV. Kehadiran para anggota dewan ini menjadi simbol sinergi kuat antara legislatif, aparat kepolisian, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan. “Komisi B DPRD Pati mendukung […]

expand_less