Breaking News
light_mode

Ansor Pati Kirim Mainan dan Jajanan untuk Anak-Anak Korban Banjir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
  • visibility 197
Anak-anak korban banjir dapat jajan dan mainan 

PATI – Pimpinan Cabang GP Ansor Pati memberikan pemulihan
trauma atau trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kegiatan tersebut
digelar di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Ahad (14/2/2021). Menggandeng
Komunitas Pecinta Kucing (Kotaku) Pati mereka berkolaborasi memberikan kegiatan
permainan dan mendongeng.

Tak hanya itu, mereka membagikan tak kurang dari 700 paket
makanan ringan dan 200 paket mainan. Diperuntukkan kepada anak-anak agar tak
mengalami stres atau suntuk sebab rumahnya terendam banjir selama dua pekan
lebih.

Sekretaris LBH Ansor Luqmanul Hakim yang hadir dalam acara
tersebut menjelaskan hal itu dilakukan untuk membantu mengembalikan kondisi
mental dan menghilangkan rasa bosan yang dialami anak-anak setelah dikurung
banjir dan masa pandemi. “Kalau mereka larut dalam trauma dan tekanan mental
itu mengganggu tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini dibutuhkan anak-anak
untuk menormalkan psikologi mereka agar tepa sehat dan bersemangat dalam
situasi sulit yang dialami keluarganya. “Kami menghibur mereka dengan permainan
menyanyi, tepuk tangan dan mendengarkan dongeng yang kami bawakan. Itu membuat
mereka rileks,” imbuhnya.

Luqman menyatakan selama ini bantuan memang berdatangan,
namun ta banyak yang menyasar anak-anak. Padahal seharusnya anak-anak juga
mendapatkan perhatian secara psikis dan mental. “Kalau sudah asyik bermain
beban akan terkurangi. Ia kan kembali pulih kejiwaannya dan lincah seperti
sediakala,” tandasnya.

Dalam kesempatan lain Ketua Kotaku Pati menyatakan, mereka
juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan pembalut. Mengingat korban banjir
juga membutuhkan perhatian kesehatan. “Kami sudah survey, ternyata bantuan
logistik sudah banyak. Obat-obatan dan mainan anak yang nyaris tak ada,”
sebutnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pemulihan trauma, anak-anak
juga mendapatkan kesempatan melihat lihat kucing ras yang dibawa oleh
komunitas. Belasan kucing ras Persia dan Anggora dipamerkan untuk mengurai
perasaan tegang di tengah banjir yang belum surut. “Anak-anak biasanya menyukai
hewan peliharaan. Kebetulan kami adalah komunitas pecinta kucing,” pungkasnya.
(yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Buruk Nelayan Nekat Melaut Harus Membuat Surat Pernyataan

    Cuaca Buruk Nelayan Nekat Melaut Harus Membuat Surat Pernyataan

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    CUACA EKSTRIM: Beberapa kapal parkir di sepanjang Sungai Juwana kemarin. JUWANA – Cuaca ekstrim mengantui beberapa wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah menghimbau nelayan untuk tidak melaut hingga 3 Desember. Namun beberapa kapal di Juwana nekat melaut dengan syarat harus membuat surat pernyataan. Kasi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha Pantai […]

  • PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Margoyoso menggelar acara Halalbihalal pada Senin (15/04/2024). Acara ini diadakan di Sekretariat PAC PN Margoyoso, dengan tujuan utama mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di antara anggota dan warga. Azis, Ketua PAC PN Margoyoso, mengemukakan pentingnya acara Halalbihalal ini adalah untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kedamaian. […]

  • Ada Jambanisasi, Warga Tak BABS Lagi

    Ada Jambanisasi, Warga Tak BABS Lagi

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    CEK LOKASI : Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan saat melihat pengerjaan jamban di salah satu warga penerima bantuan Lingkar Muria, PATI – Warga kurang mampu di Desa Godo Kecamatan Winong nampaknya sumringah dengan kegiatan fisik yang dilakukan Satgas TMMD Reguler ke 101. Sebab mereka yang selama puluhan tahun Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dalam […]

  • KKN Undip Susun Masterplan Pengelolaan Sampah di Bakaran Kulon

    KKN Undip Susun Masterplan Pengelolaan Sampah di Bakaran Kulon

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Tim KKN Undip 2019 di Desa Bakaran Kulo, Juwana  JUWANA – Selama 20 hari mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyusun masterplan pengeloaan sampah. Hal itu dilakukan untuk membuat Desa Bakaran Kulon bebas dari kumuh. Nur Kholik Kurniana Putra, kordinator desa KKN Undip di Bakaran Kulon mengungkapkan, kegiatan yang dilakukannya  dilatarbelakangi oleh kepedulian mahasiswa yang […]

  • 159 Desa di Pati Sepakat Kumpulkan Modal Usaha Rp 5 Miliar Lebih

    159 Desa di Pati Sepakat Kumpulkan Modal Usaha Rp 5 Miliar Lebih

    • calendar_month Kam, 17 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto bersama jajaran direksi PATI – Sebanyak 159 desa di Kabupaten Pati telah sepakat membentuk sebuah perusahan bersama. Dari sekian desa tersebut, telah terkumpul modal sebesar Rp 5 miliar. Pagi kemarin di Ruang Penjawi Setda Pati dilakukan penandatanganan akta PT Mitra Desa Pati dan PT Maju Sejahtera Berdikari sekaligus kerjasama dengan PT Mitra Bumdes […]

  • DPRD Pati Sorot Anggaran Belanja Pegawai yang Tinggi, Targetkan Penekanan hingga 30 Persen 

    DPRD Pati Sorot Anggaran Belanja Pegawai yang Tinggi, Targetkan Penekanan hingga 30 Persen 

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti tingginya beban belanja pegawai di daerah tersebut. Proporsi belanja pegawai yang mencapai 37%-39% dari total anggaran menjadi perhatian serius bagi DPRD. Mereka berharap agar proporsi ini dapat ditekan hingga 30% pada tahun-tahun mendatang. Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pati, Sadikin, dalam rapat […]

expand_less