Breaking News
light_mode

Ansor Pati Kirim Mainan dan Jajanan untuk Anak-Anak Korban Banjir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
  • visibility 206
Anak-anak korban banjir dapat jajan dan mainan 

PATI – Pimpinan Cabang GP Ansor Pati memberikan pemulihan
trauma atau trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kegiatan tersebut
digelar di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Ahad (14/2/2021). Menggandeng
Komunitas Pecinta Kucing (Kotaku) Pati mereka berkolaborasi memberikan kegiatan
permainan dan mendongeng.

Tak hanya itu, mereka membagikan tak kurang dari 700 paket
makanan ringan dan 200 paket mainan. Diperuntukkan kepada anak-anak agar tak
mengalami stres atau suntuk sebab rumahnya terendam banjir selama dua pekan
lebih.

Sekretaris LBH Ansor Luqmanul Hakim yang hadir dalam acara
tersebut menjelaskan hal itu dilakukan untuk membantu mengembalikan kondisi
mental dan menghilangkan rasa bosan yang dialami anak-anak setelah dikurung
banjir dan masa pandemi. “Kalau mereka larut dalam trauma dan tekanan mental
itu mengganggu tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini dibutuhkan anak-anak
untuk menormalkan psikologi mereka agar tepa sehat dan bersemangat dalam
situasi sulit yang dialami keluarganya. “Kami menghibur mereka dengan permainan
menyanyi, tepuk tangan dan mendengarkan dongeng yang kami bawakan. Itu membuat
mereka rileks,” imbuhnya.

Luqman menyatakan selama ini bantuan memang berdatangan,
namun ta banyak yang menyasar anak-anak. Padahal seharusnya anak-anak juga
mendapatkan perhatian secara psikis dan mental. “Kalau sudah asyik bermain
beban akan terkurangi. Ia kan kembali pulih kejiwaannya dan lincah seperti
sediakala,” tandasnya.

Dalam kesempatan lain Ketua Kotaku Pati menyatakan, mereka
juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan pembalut. Mengingat korban banjir
juga membutuhkan perhatian kesehatan. “Kami sudah survey, ternyata bantuan
logistik sudah banyak. Obat-obatan dan mainan anak yang nyaris tak ada,”
sebutnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pemulihan trauma, anak-anak
juga mendapatkan kesempatan melihat lihat kucing ras yang dibawa oleh
komunitas. Belasan kucing ras Persia dan Anggora dipamerkan untuk mengurai
perasaan tegang di tengah banjir yang belum surut. “Anak-anak biasanya menyukai
hewan peliharaan. Kebetulan kami adalah komunitas pecinta kucing,” pungkasnya.
(yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19.  PATI – Para seniman sangat berharap […]

  • DPRD Pati Dukung Program Panen 10 Ton GKP Per Hektar

    DPRD Pati Dukung Program Panen 10 Ton GKP Per Hektar

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 204
    • 0Komentar

    PATI – Program Pemerintah Kabupaten Pati yang menargetkan hasil panen minimal 10 ton gabah kering panen (GKP) per hektar mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyatakan program ini sebagai langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan. “Kami mendukung program-program yang dicanangkan pemerintah pusat, dan […]

  • Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan pengalaman kurang mengenakkannya, yakni merasa diikuti oleh sebuah mobil misterius. Pengalaman ini diungkapkan seusai rapat Pansus di Gedung DPRD Pati pada Selasa (19/8/2025). “Di sekitar rumah, ada sebuah mobil yang bolak-balik hampir empat kali lewat di samping rumah saya. Saya […]

  • Eks Pelatih Persija Jakarta Merapat, Persiku Kudus Siap Menggebrak Liga 2 Musim 2024/2025 

    Eks Pelatih Persija Jakarta Merapat, Persiku Kudus Siap Menggebrak Liga 2 Musim 2024/2025 

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 199
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Manajemen Persiku Kudus resmi menunjuk Sudirman sebagai pelatih kepala tim macan muria. Mantan pelatih Persija Jakarta ini mengaku akan merombak total skuad Persiku Kudus. Kedatangan Sudirman diyakini bakal membawa sejumlah nama pemain Persija Jakarta untuk bisa memperkuat Persiku Kudus di Liga 2 musim 2024/2025. Pemain-pemain Persija yang masih minim bakal diproyeksikan untuk memperkuat […]

  • Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara. (DOK HUMAS JATENG)

    Kobar Api Perang Obor : Tradisi Unik Tegalsambi Jepara yang Terus Menyala

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 9.484
    • 0Komentar

    JEPARA – Malam itu, langit Desa Tegalsambi di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, seolah menyala. Kobaran api berputar di udara, memercikkan bara ke segala arah, sementara ribuan pasang mata terpaku menyaksikan ritual yang telah diwariskan lintas generasi: Perang Obor. Senin (25/5/2026), tradisi sakral itu tampil berbeda. Tidak hanya api yang menari di tengah jalan desa, tetapi […]

  • Komisi B DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pangan Rumah Tangga

    Komisi B DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pangan Rumah Tangga

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.167
    • 0Komentar

    PATI – Potensi pertanian di Kabupaten Pati dinilai masih sangat besar, namun belum digarap secara optimal. Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti masih banyaknya lahan yang terbengkalai, terutama di tingkat desa, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, menilai bahwa lahan-lahan yang kering dan tidak produktif tersebut […]

expand_less