Breaking News
light_mode

Ansor Pati Kirim Mainan dan Jajanan untuk Anak-Anak Korban Banjir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
  • visibility 158
Anak-anak korban banjir dapat jajan dan mainan 

PATI – Pimpinan Cabang GP Ansor Pati memberikan pemulihan
trauma atau trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kegiatan tersebut
digelar di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Ahad (14/2/2021). Menggandeng
Komunitas Pecinta Kucing (Kotaku) Pati mereka berkolaborasi memberikan kegiatan
permainan dan mendongeng.

Tak hanya itu, mereka membagikan tak kurang dari 700 paket
makanan ringan dan 200 paket mainan. Diperuntukkan kepada anak-anak agar tak
mengalami stres atau suntuk sebab rumahnya terendam banjir selama dua pekan
lebih.

Sekretaris LBH Ansor Luqmanul Hakim yang hadir dalam acara
tersebut menjelaskan hal itu dilakukan untuk membantu mengembalikan kondisi
mental dan menghilangkan rasa bosan yang dialami anak-anak setelah dikurung
banjir dan masa pandemi. “Kalau mereka larut dalam trauma dan tekanan mental
itu mengganggu tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini dibutuhkan anak-anak
untuk menormalkan psikologi mereka agar tepa sehat dan bersemangat dalam
situasi sulit yang dialami keluarganya. “Kami menghibur mereka dengan permainan
menyanyi, tepuk tangan dan mendengarkan dongeng yang kami bawakan. Itu membuat
mereka rileks,” imbuhnya.

Luqman menyatakan selama ini bantuan memang berdatangan,
namun ta banyak yang menyasar anak-anak. Padahal seharusnya anak-anak juga
mendapatkan perhatian secara psikis dan mental. “Kalau sudah asyik bermain
beban akan terkurangi. Ia kan kembali pulih kejiwaannya dan lincah seperti
sediakala,” tandasnya.

Dalam kesempatan lain Ketua Kotaku Pati menyatakan, mereka
juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan pembalut. Mengingat korban banjir
juga membutuhkan perhatian kesehatan. “Kami sudah survey, ternyata bantuan
logistik sudah banyak. Obat-obatan dan mainan anak yang nyaris tak ada,”
sebutnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pemulihan trauma, anak-anak
juga mendapatkan kesempatan melihat lihat kucing ras yang dibawa oleh
komunitas. Belasan kucing ras Persia dan Anggora dipamerkan untuk mengurai
perasaan tegang di tengah banjir yang belum surut. “Anak-anak biasanya menyukai
hewan peliharaan. Kebetulan kami adalah komunitas pecinta kucing,” pungkasnya.
(yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingginya Indikasi Gangguan Mental Anak, Edy Wuryanto Dorong Kemenkes Bertindak

    Tingginya Indikasi Gangguan Mental Anak, Edy Wuryanto Dorong Kemenkes Bertindak

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyuarakan keprihatinan mendalam atas temuan pemerintah yang menunjukkan tingginya indikasi gangguan kesehatan jiwa pada anak. Data skrining dari program Cek Kesehatan Gratis yang dirilis Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa menunjukkan gejala kecemasan dan depresi. […]

  • Mental Pantang Menyerah Jadi Modal Persijap Hadapi Arema FC

    Mental Pantang Menyerah Jadi Modal Persijap Hadapi Arema FC

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JEPARA – Tim promosi BRI Super League 2025/26, Persijap Jepara, menunjukkan awal yang positif dengan mengumpulkan empat poin dari tiga laga. Hasil ini menempatkan Laskar Kalinyamat di peringkat ke-10 klasemen sementara. Setelah laga tandang melelahkan melawan Borneo FC Samarinda, Persijap bersiap menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (30/8). Meski kalah 1-3 […]

  • Playoff Liga 2, Prediksi Persijap Jepara vs Sulut United; Bisa Curi 1 Poin

    Playoff Liga 2, Prediksi Persijap Jepara vs Sulut United; Bisa Curi 1 Poin

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 163
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara bakal berjumpa dengan Sulut United Jumat (12/1) di Stadion Klabat Manado, dalam laga lanjutan babak play-off Liga 2 musim 2023/24. Secara kebugaran kedua tim sama-sama bermasalah. Hal itu karena Persijap sebagai tim tamu harus menempuh perjalanan panjang dari Jepara ke Manado Sulawesi Utara. Sedangkan tim tuan rumah Sulut United juga baru […]

  • Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 172
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati sekaligus CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, mengecam tindakan vandalisme yang dilancarkan oleh suporter Kudus terhadap Persipa Pati, pada Rabu (2/10/2024). Ia menyayangkan aksi tersebut, mengingat seharusnya persaingan dalam dunia olahraga dijalankan dengan sportif dan saling menghormati. “Saya sangat menyayangkan aksi vandalisme ini. Sepak bola seharusnya menjadi wadah untuk menjunjung tinggi […]

  • Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa. Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan […]

  • Senangi Dulu Gurunya, Baru Pelajaraanya

    Senangi Dulu Gurunya, Baru Pelajaraanya

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Dari generasi ke generasi, Matematika dipahami sebagai mata pelajaran (mapel) yang amat sulit. Tak jarang, banyak siswa yang membenci pelajaran tentang angka-angka ini. Untuk itulah Budi Ambarwati, guru Matematika kelas IX SMPN 5 Pati ini mencari jurus jitu. Ambar, sapaan akrabnya memahami, pelajaran yang diampunya memang sulit. Dia harus benar-benar telaten untuk menjadikan […]

expand_less