Breaking News
light_mode

Warga Pelemgede Pati Diviralkan Medsos Tak Dapat Bansos, Inilah Faktnya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 6 Des 2022
  • visibility 230
Kepala Desa Pelemgede memberikan keterangan terkait video viral yang tidak benar

Pemdes Pelemgede Kecamatan Pucakwangi Pati geram dan merasa dirugikan, karena sebuah akun medsos @patinews memviralkan video wawancara dengan seorang pria paruh baya, yang dinarasikan tidak pernah tersentuh bantuan. Tetapi setelah diklarifikasi ternyata video tersebut tidak benar. 

PATI – Sebuah video tentang seorang pria asal Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi yang disebutkan tak pernah mendapatkan bantuan viral di media sosial pada akhir November lalu. 

Video itu diunggah di akun sosial media facebook dan instagram pada 30 November lalu. Dalam unggahan juga disebutkan narasi jika Mbah Jasmani (70) warga Desa Pelemgede, nekat berjalan sampai Pati lantaran tidak pernah mendapatkan bantuan beras ataupun uang. Hanya saja unggahan itu saat ini sudah tidak terlihat lagi.

Jasmani memang warga Desa Pelemgede. Namun kenyataannya dia pernah mendapatkan bantuan. Baik bantuan personal yang diberi kan kepala desa maupun bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) namun diterima oleh istrinya.

“Kalau istri bicara ke saya memang benar. Pernah dapat bantuan. Jadi saya keliru ngomong (di Video,Red) karena tidak tahu apa yang dimaksudkan (Penanya,Red),”terang Jasmani kepada awak media saat diklarifikasi kemarin.

“Saya pribadi sering diberi. Pernah diberi beras 25 kilogram, mi, uang tunai terus. Kemarin mau ke Pati diberi Rp 200 ribu, pulang dari Pati kehabisan uang diberi lagi Rp 200 ribu di balai desa dan beras 10 kilogram serta mi, dan istri juga diberi lagi Rp 200 ribu. Saya sering dibantu Pak Inggi,” imbuhnya.

Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar sangat menyesalkan lantaran tidak ada klarifikasi saat video itu diunggah di sosial media. Padahal dia mengklarifikasi jika Jasmani pernah mendapatkan BLT DD lewat istrinya Parsini. Terlebih Jasmani sering merantau ke luar pulau. 

“Jadi video kalau Mbah Jasmani tidak pernah mendapatkan bantuan tidak benar. Karena pernah mendapatkan BLT DD di tahun 2020 sebesar Rp 2,7 juta. Begitu pula mertuanya yakni Sarinah,” paparnya.

Apalagi baik Jasmani maupun mertuanya kini tengah diupayakan agar bisa masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Usulan itu bahkan telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

“Namun desa hanya memiliki kewenangan mengusulkan saja. Soal disetujui atau tidak kami tidak ada kewenangan tersebut,”terangnya.

Selalu Dibantu

“Setiap pulang merantau pasti datang ke balai desa untuk meminta bantuan,” ujarnya.

Diapun menilai jika klarifikasi itu perlu disampaikan ke media dan pegiat sosial media. Lantaran telah sudah memberi citra buruk ke pemerintah desa (Pemdes).

“Akibat video itu berdampak besar. Terutama saling tuduh ke pemerintah desa.,”tambahnya.

Pasca kejadian itu diapun mendesak agar pihak media sosial yang mengunggah untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf. Dari informasi yang dihimpun pertemuan antara keduanya pun akhirnya terjadi pada Senin (5/12/2022) siang kemarin. Dimana pihak media sosial tersebut meminta maaf dan mengakui kesalahannya, karena mengaku kasihan. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 223
    • 0Komentar

    PATI – Keramaian yang ditimbulkan oleh “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa menjadi sorotan karena sering memicu konflik antarwarga. Pemerintah desa diharapkan dapat berperan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Sebelumnya, sebuah insiden viral terjadi di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso pada Minggu (11/8/2024) di mana seorang ibu bernama Sukati, 54, menyemprotkan air ke arah truk […]

  • Menyemai Kembali Tanaman Obat Keluarga di Sekitar Kita

    Menyemai Kembali Tanaman Obat Keluarga di Sekitar Kita

    • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kegiatan KKN dari rumah oleh mahasiswi UIN Walisongo belum lama ini Beragam jenis tanaman obat keluarga. Manfaatnya banyak. Sudah saatnya kita kembali melirik tanaman ini untuk dibudidayakan di lingkungan rumah. Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Mandiri dari Rumah (KKN MIT DR KE 11) UIN Walisongo Semarang mengadakan penanaman obat keluarga dan pembuatan pot bunga dari bahan […]

  • Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara […]

  • Bek Persijap Jepara Diogo Brito berusaha membuang bola saat dipressing oleh striker Malut United. (PERSIJAP OFFICIAL)

    Persijap Jepara Terpuruk di Jurang Zona Degradasi, Apa yang Salah?

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali gagal meraih poin penuh saat menjamu Malut United pada laga Senin (3/11/2025). Bermain di kandang sendiri, Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2. Hasil ini semakin memperpanjang tren negatif Persijap dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan tersebut menjadi yang kelima secara beruntun, sekaligus kekalahan keempat di laga kandang […]

  • Daftar Oleh-Oleh Khas Pati yang Cocok untuk Keluarga

    Daftar Oleh-Oleh Khas Pati yang Cocok untuk Keluarga

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

      Pohon kelapa kopyor produk unggulan kota Pati  Belum ke Kota Pati jika kamu belum membawa oleh-oleh khasnya. Kota Pati yang berada di jalur Pantura Jawa Tengah bagian timur memiliki sejumlah oleh-oleh khas. Oleh-oleh yang bisa dibawa pulang antara lain berupa makanan ringan, buah-buahan dan juga kerajinan.  Berikut redaksi Lingkar Muria merangkum daftar oleh-oleh khas […]

  • Edy Wuryanto Minta Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Pemudik

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Pemudik

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

      Edy Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah untuk menyiapkan layanan kesehatan untuk para pemudik dengan pelayanan yang terbaik. “Setelah tiga tahun masa Lebaran dihantui Covid-19, saya rasa tahun ini betul-betul dimanfaatkan masyarakat untuk mudik. Bertemu dengan saudara di kampung,” katanya dalam keterangan tertulis […]

expand_less