Breaking News
light_mode

Timbulkan Bau Menyengat, Tempat Sampah Dikeluhkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
  • visibility 170

Lingkar Muria, PATI – Keberadaan tempat pembuangan sampah
yang berada di sebelah GOR Pati dan deretan kios buah dikeluhkan. Munculnya
keluhan itu lantaran baunya yang menyengat. Terutama saat ada angin berhembus,
bau tak sedap langsung terendus.
Solikhin, 46, salah seorang warga
yang mengeluhkan bau tempat sampah itu mengemukakan, dirinya sudah kerap
mencium bau tak sedap ketika lewat di jalan Kolonel Sunandar itu. ”Terutama
saat angin berhembus. Bau tak sedap langsung menusuk hidung,” kata pegawai
swasta tersebut.
Hal itu, lanjut Solikhin cukup
mengganggu. Terutama saat makan, langsung eneg.
Seperti diketahui berjejeran dengan lokasi tempat pembuangan sampah itu juga
ada Pujasera.
Dari pantauan di lapangan,  siang kemarin, sampah yang didominasi sampah
organik dari sisa-sisa buah-buahan dan makanan tersebut masih banyak yang
menumpuk.
Sampah-sampah itu dibungkus dengan
plastik kresek berwarna-warni. Selain itu ada juga sampah-sampah yang dibungkus
sak besar. Meski sudah dibungkus baunya tetap saja tercium.
 Hal yang sama juga dikatan Nur Ali, 26, pria
yang bekerja di sebuah kantor pemerintah itu selalu melalui Jalan Kolonel
Sunandar. Ali mengaku sedikit menyayangkan bau yang ditimbulkan dari tempat
pembuangan sampah.
”Terlebih ini di dalam kota. Bisa
mengurangi keindahan dan kenyamanan kota, sebab menimbulkan polusi udara. Bisa
tidak dapat adipura kalau begini,” papar Ali dengan sedikit berkelakar.
Menanggapi hal itu kepala Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Pati Purwadi melalui Kasi Peningkatan Ihsan
menuturkan, kalau di lihat masalah itu sebenarnya ada di ranah Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang, terkait pengangkutan sampah.
”Namun tetap kami berkordinasi
dengan DPUPR. Tapi hanya sebatas mensosialisasi bagaimana pengelolaan sampah
yang benar. Sebab untuk masalah pengangkutan itu di ranah sebelah,” jelas Ihsan
saat dihubungi melalui WhatsApp.
Lanjut Ihsan, selama ini pihaknya
telah membentuk beberapa komunitas atau kelompok masyarakat yang peduli sampah.
Tetapi terkait pengangkutan sampahnya haruss kerjasama dengan DPUPR.
”Kendalanya disitu,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas
Pekerjaan Umum 
dan Penataan Ruang Faisal melalui Kasi
Persampahan Sukiman mengaku volume sampah di tempat pembuangan sementara itu
relatif besar. Setiap hari setidaknya ada tujuh bak sampah yang disebut
kontainer itu diangkut ke Tempat Pembuangan (TPA) Sukoharjo.
”Ya memang maklum sampah sangat
banyak. Ditambah sampah yang basah, seperti sampah sisa makanan dari warung dan
juga rumah makan yang dibuang di tempat pembuangan sementara tersebut. Praktis
menimbulkan bau,” kata Sukiman.
Untuk itu pihaknya mengaku, akan
melakukan penyemprotan rutin di tempat tersebut. ”Paling tidak sepekan sekali
kami bersihkan supaya mengurangi aroma tak sedap yang ditimbulkan itu,”
pungkasnya.  (has)
BAU
MENYENGAT SAMPAH DI TENGAH KOTA
LOKASI
TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA JALAN
KOLONEL SUNANDAR PUJASERA PURI
KELUHAN
BAU MENYENGAT
TERUTAMA SAAT ADA ANGIN BERHEMBUS
SAMPAH TIDAK SETIAP SAAT DIANGKUT
KEADAAN
TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH
TERLIHAT KUMUH
BECEK
BANYAK SAMPAH DENGAN KANTONG
PLASTIK MASIH MENUMPUK

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 246
    • 0Komentar

    KUDUS – Gerakan tanam padi serentak di 14 provinsi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto turut dilaksanakan di Kabupaten Kudus, Rabu (23/4/2025). Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, turut serta menanam padi di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kudus dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sam’ani menyatakan bahwa ketahanan pangan Kudus telah […]

  • Mandi Sampai Pagi di Blumbang Sarean Kajen Malam Suro

    Mandi Sampai Pagi di Blumbang Sarean Kajen Malam Suro

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Suasana mandi di kolam belakang makam Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen PATI – Toyib, 17, sama sekali tak menggigil kedinginan. Walaupun sudah lebih 30 menit berendam di semua kolam besar di belakang makam Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen tersebut. Sabtu (31/8) malam lalu, area kolam yang tepat bersebelahan dengan balai desa tersebut penuh sesak. Baik oleh orang-orang […]

  • Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    • calendar_month Ming, 10 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sejumlah gerobak PKL saat menghadiri syukuran  PATI – Perlawanan PKL hanya tinggal perlawanan. Relokasi sudah pasti jadi dilakukan. Meskipun mayoritas pedagang menolak untuk dipindahkan. Jumat (8/2/2019) malam lalu, bahkan Bupati Haryanto telah menggelar syukuran untuk miwiti area jualan yang baru di TPK Perhutani KPH Pati.  Jajaran Pemerintah Kabupaten Pati, tokoh masyarakat, serta sejumlah pedagang menghadiri […]

  • Gelar Aksi Kamisan, AJI Semarang Sampaikan 5 Tuntutan di Depan Mapolda Jawa Tengah

    Gelar Aksi Kamisan, AJI Semarang Sampaikan 5 Tuntutan di Depan Mapolda Jawa Tengah

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 165
    • 0Komentar

    SEMARANG – Jurnalis dan aliansi masyarakat sipil menggelar Aksi Kamisan di Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (17/4/2025). Massa menyinggung kekerasan terhadap jurnalis yang marak terjadi dewasa ini. Selain orasi, Aksi Kamisan juga diwarnai dengan pembacaan puisi dan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan tindakan intimidasi yang dilakukan oknum aparat terhadap jurnalis. Selain itu, terdapat makam buatan […]

  • Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Temuan Bangkai Macan Tutul “Alarm” Hutan Muria Bermasalah Ngobrol tentang Muria dan konservasinya Kursi-kursi di Kafe Wis Go Ngopi, mulai penuh. Beberapa anak muda asyik ngobrol di satu sudut terpisah. Obrolan-obrolan kecil membuat hangat malam yang sedang dingin itu (23/2/2020). Mereka para pegiat lingkungan, pecinta alam, tukang mendaki gunung. Obrolan tentang kondisi ekologi Pegunungan Muria […]

  • Dukung Kiprah Perguruan Tinggi di Pati, Ini Alasan Anggota DPRD Pati Wisnu Wijayanto

    Dukung Kiprah Perguruan Tinggi di Pati, Ini Alasan Anggota DPRD Pati Wisnu Wijayanto

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Wisnu Wijayanto, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan sekolah tinggi di Bumi Mina Tani. Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kemajuan bangsa. “Meskipun pemerintah telah memiliki program wajib belajar 12 tahun, sistem ini harus terus ditingkatkan […]

expand_less