Breaking News
light_mode

Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 62

Kiai Said Aqil Siradj
Nabi Muhammad diturunkan di
masyarakat buta huruf (ummi) secara keilmuan dan sesat yang nyata secara
peradaban. Namun Nabi mampu membangun umat yang
wasatha (Red,moderat-toleran) sehingga mampu menjadi saksi dalam
segala bidang. Baik agama, sosial, ekonomi, peradaban, dan politik.

Masyarakat wasatha inilah yang mampu berperan membangkitkan kemajuan dan
meraih cita-cita di berbagai sektor kehidupan, sehingga Nabi dan para
sahabatnya menjadi pemimpin perubahan yang mencerahkan.

Ada empat metode dakwah Nabi dalam
mengubah masyarakat ummi secara
pengetahuan dan terbelakang dari segi kebudayaan.

Pertama. Membaca Alquran. Masyarakat
Arab diajari membaca Alquran. Alquran adalah firman Allah yang membimbing
manusia menuju “jalan lurus”. Banyak sahabat Nabi yang mendapatkan hidayah
karena mendengar bacaan kitab suci ini. Salah satunya adalah Umar bin Khattab
ketika mendengar adiknya membaca Surat Thaha.

Mendengar bacaan tersebut, Umar
terketuk hatinya. Akhirnya datang kepada Nabi bersaksi masuk Islam. Dikisahkan,
Prabu Siliwangi tunduk kepada Putri Subang Larang ketika mendengar bacaan Alqurannya.

Oleh sebab itu, umat Islam,
khususnya warga NU, harus bisa membaca Alquran sebagai sumber petunjuk Allah
kepada umat manusia.

Kedua. Pembangunan karakter. Setelah
masyarakat mampu membaca Alquran dengan baik, Nabi Muhammad kemudian membangun
karakter positif. Karakter positif lahir dari penyucian jiwa, dari segala
penyakit yang mengotori.

Nafsu ghadhobiyah (Red, kepentingan/interest) dan nafsu syahwathiyyah (Red, hasrat) harus
selaras dengan getaran “Ketuhanan-kemanusiaan”. Nafsu, jika sesuai dengan
bimbingan agama, namanya himmah,
dalam konteks politik kekuasaan, dan azimah
dalam konteks ekonomi.

Karakter positif lahir dari
kemampuan seseorang menyeleraskan nafsunya dengan bimbingan spiritual agama
yang suci.

Umat Islam, harus memiliki himmah yang tinggi, dalam membumikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang
moderat-progresif.

Nabi Muhammad memiliki himmah aliyyah dalam penegakan Islam, sehingga Islam menjulang tinggi di bumi,
meskipun banyak rintangan menghadang. Bagi orang besar, hal yang besar terasa
kecil. Namun bagi orang kecil, hal yang kecil terasa besar.

Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, mengembangkan Jam’iyah Nahdlatul
Ulama dengan segenap jiwa raga, meskipun banyak tantangan. Beliau pernah
dipenjara dan disiksa karena tidak mau mematuhi perintah Jepang, yaitu Saekere
(Red, membungkukkan badan ke arah timur ke arah matahari sebagai bentuk ibadah
orang Jepang).

Ketiga. Meningkatkan pengetahuan. Kemajuan
umat, sangat ditentukan ilmunya. Maka Nabi mendorong sahabatnya untuk
mempelajari ilmu. Semakin tinggi Ilmu semakin tinggi derajat seseorang.

Jangan sampai seseorang
membanggakan leluhurnya yang hebat,tapi dia sendiri Tidak mampu menunjukkan
prestasi. Sebaik baiknya orang adalah memiliki leluhur hebat, tapi dia sendiri
mampu membangun kehebatan

Orang yang Punya leluhur hebat,
tapi dia tidak mampu membangun kehebatan, maka kehebatan leluhurnya akan mudah
dilupakan.

Dalam konteks ini, maka pesan orangtua
kepada anak-anaknya diantaranya adalah, jadilah orang pintar yang berkah. Dan jadilah
orang kaya yang berkah. Dua pesan ini akan berperan besar dalam kehidupan umat
manusia.

Keempat. Kearifan. Hikmah adalah
cahaya Allah yang dipancarkan pada jiwa yang Dikehendaki Allah. Orang yang
mendapatkan hikmah ini, akan terbuka rahasia sesuatu yang akan datang.

KH Abdurrahman Wahid jauh sebelum
jadi Presiden Republik Indonesia, pernah mengatakan, bahwa dirinya akan menjadi
presiden. Gus Dur, juga pernah mengatakan bahwa KH Said Aqil Siradj akan menjadi
Ketua PBNU pada usia 56. Saat Muktamar NU di Makasar tahun 2010, Kiai Said
menjadi Ketua PBNU saat usia 56.

Empat metode dakwah di atas, akan
menjadikan warga NU tercerahkan. Dan mampu berperan di tengah kezaliman international
di bidang politik (Red, hak veto hanya untuk segelintir negara), ekonomi (Red,
negara maju yang berhak menentukan harga komoditas mahal), moneter (Red, dollar
menjadi penentu kurs mata uang), dan keilmuan (Red, hanya ilmu barat yang
dianggap ilmiah).

Empat Cara dakwah di atas akan
menjadikan warga NU mampu memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya kepada
umat dan bangsa.
Jamal Ma’mur Asmani. Catatan ini
ditulis saat pelantikan pengurus PC NU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2024 di
Institut Pesantren Mathaliul Falah, Margoyoso, Pati. Minggu, 7 Juli 2019

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Dukung Atlet Pati di PON XXI Aceh-Sumut 2024

    Anggota DPRD Pati Dukung Atlet Pati di PON XXI Aceh-Sumut 2024

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PATI – Suhartini, anggota DPRD Pati dari Partai PDIP, turut hadir dalam acara pelepasan atlet dan official Kabupaten Pati yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Acara pelepasan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (6/9/2024) malam, dihadiri oleh Penjabat Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko, Sekda Pati Jumani, Ketua Pengadilan Negeri Pati, […]

  • Cerewet Membawa Berkah

    Cerewet Membawa Berkah

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Eka Agustina Novita Sari Banyak orang yang kesel, ketika berhadapan dengan orang yang cerewet. Namun orang cerewet tak selamanya bikin kesal. Buktinya Eka Agustina Novita sari. Berkat kecerewetannya ia malah menemukan bakat terpendamnya, ia menekuni dunia Master Ceremony (MC) berkat polahnya yang cerewet. ”Saya dulu pernah ikut foto-foto jadi model. Saat sesi foto itu saya […]

  • IPNU IPPNU Jepara Diberi Hadiah Mobil Operasional

    IPNU IPPNU Jepara Diberi Hadiah Mobil Operasional

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JEPARA- Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Jepara menerima bantuan kendaraan mobil operasional dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara pada sabtu malam (13/02/2021) di SMK Hadziqiyyah Nalumsari Jepara  Pada kesempatan tersebut, penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Tanfidziyyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq kepada ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam dan ketua PC IPPNU […]

  • Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah

    Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Pahlawan tanpa tanda jasa  Tidak sedikit pahlawan yang tak ingin dikenal. Mereka lebih senang tak diperhitungkan. Karena sudah benar sejak niatnya. Menjadi orang berguna yang tulus dan ikhlas saja. PATI – Gedung SMKN Jawa Tengah disulap menjadi panggung teater. Ada pemakaman umum di pinggir jalan desa. Pencahayaan lampu panggung yang menyorot sebuah makam membuat suasana […]

  • Tahun Ketiga Bupati Marzuqi Fokus Bangun SDM Jepara

    Tahun Ketiga Bupati Marzuqi Fokus Bangun SDM Jepara

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Di tahun ketiga pemerintahannya bersama Wakil Bupati Dian Kristiandi, Bupati Ahmad Marzuqi ingin memfokuskan pembangunan di bidang sumber daya manusia (SDM). Bupati ingin SDM Jepara berdaya saing tinggi. Pembangunan SDM tersebut sekaligus sebagai optimalisasi pembangunan infrastruktur pariwisata yang telah digalakkan sebelumnya. ”Terkait pembangunan di Jepara, bidang infrastruktur dan pariwisata menjadi program prioritas di tahun kedua […]

  • Kapolda Jateng Jenguk Brigadir Eka, Korban Penyanderaan Kelompok Anarko

    Kapolda Jateng Jenguk Brigadir Eka, Korban Penyanderaan Kelompok Anarko

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, mengunjungi Brigadir Eka di RS Bhayangkara Semarang pada Jumat (2/4/2025). Brigadir Eka dirawat setelah menjadi korban penyanderaan oleh kelompok yang diduga Anarko saat mengamankan demonstrasi buruh pada 1 Mei 2025. Aksi demonstrasi awalnya berlangsung damai dengan orasi dan sholawat. Namun, sekelompok orang berpakaian hitam, diduga […]

expand_less