Breaking News
light_mode

Gongcik: Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
  • visibility 519

PATI – Kesenian bela diri Gongcik, yang pernah masyhur di Kabupaten Pati, kini mulai meredup. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya melalui pertunjukan yang melibatkan berbagai generasi. Warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, misalnya, masih aktif melestarikan Gongcik secara turun-temurun.

“Seperti menjelang bulan Syuro ini kami mengadakan pertunjukan Gongcik dari berbagai lintas generasi, mulai dari usia SD, SMP, remaja, hingga orang tua. Mereka berasal dari Kecamatan Trangkil, Tlogowungu, Wedarijaksa, dan Margoyoso. Pertunjukan ini juga dalam rangka memperingati Haul Mbah Wiro Padi, dahulu beliau yang mengajarkan Gongcik kepada masyarakat Pasucen khususnya,” jelas Ahmad Faozi, salah seorang pelestari Gongcik, usai pertunjukan Selasa (24/6/2025).

Pertunjukan lintas generasi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan membangkitkan rasa bangga generasi muda terhadap kesenian ini. Faozi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelangsungan Gongcik.

“Kami memberikan kebebasan dalam berkreasi agar mereka merasa bangga dan merasa memiliki kesenian ini,” tambahnya.

Gongcik sendiri memiliki sejarah panjang di Desa Pasucen sejak sekitar tahun 1835, bermula dari Mbah Wiro Padi. Dahulu, Gongcik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai pertahanan diri dari penjajah dan media dakwah Islam.

“Itu berkembang pesat di era penjajahan karena bisa membekali masyarakat untuk melindungi diri sendiri. Biar tidak ketahuan (penjajah), makanya diiringi dengan tabuhan musik,” terang Faozi.

Hingga kini, puluhan warga Desa Pasucen masih menekuni Gongcik. Kesenian bela diri ini dimainkan berpasangan dengan pakaian serba hitam, diiringi gong, ning nong, kendang, dan jidor.

Gerakannya yang seperti tari-tarian membuat Gongcik tetap menarik dan sering ditampilkan dalam acara hajatan atau sedekah bumi. Upaya pelestarian seperti pertunjukan di Desa Pasucen diharapkan dapat menghidupkan kembali kejayaan Gongcik di Kabupaten Pati.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunker ke Bekasi, DPRD Pati Pelajari Pengolahan Limbah B3

    Kunker ke Bekasi, DPRD Pati Pelajari Pengolahan Limbah B3

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati melakukan agenda kunjungan kerja kemarin. Kunjungan kerja dilakukan ke PT Wiraswasta Gemilang Indonesia komplek industri Jababeka Bekasi. Kunjungan kerja dilakukan untuk mempelajari pemanfaatan dan mengolah limbah B3. Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto menyebut, kunjungan kerja yang dilakukannya tersebut terkait pemanfaatan limbah. Selain anggota Komisi C, […]

  • DPRD Pati Tekankan Perlunya Penguatan Industri Perikanan Juwana Guna Naikkan Ekonomi Pesisir

    DPRD Pati Tekankan Perlunya Penguatan Industri Perikanan Juwana Guna Naikkan Ekonomi Pesisir

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.914
    • 0Komentar

    PATI – Sektor industri perikanan dan kelautan di wilayah pesisir Kabupaten Pati, khususnya Desa Bajomulyo Kecamatan Juwana, perlu mendapatkan perhatian serius dalam pengembangannya. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, yang sebagai putra daerah Juwana melihat potensi besar di sektor tersebut yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. […]

  • Komisi A DPRD Pati Siap Jembatani Aspirasi Tenaga Honorer

    Komisi A DPRD Pati Siap Jembatani Aspirasi Tenaga Honorer

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A DPRD Pati menyatakan kesiapannya untuk membantu tenaga honorer kategori R4 yang terancam berhenti bekerja pada akhir tahun 2024. Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya mencari solusi terbaik agar para honorer tetap dapat bekerja. “Kami menjembatani teman-teman R4 yang berdasarkan keputusan MenPAN-RB itu di akhir tahun ini […]

  • Ali Badrudin: Edukasi Pengelolaan Air Penting untuk Mencegah Kekeringan di Pati

    Ali Badrudin: Edukasi Pengelolaan Air Penting untuk Mencegah Kekeringan di Pati

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI – Ketua sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyoroti masalah penanganan bencana di wilayahnya yang terus berulang setiap tahun. Ia mendesak Pemkab Pati untuk mencari solusi jangka panjang guna mengurangi risiko bencana seperti kekeringan dan banjir. “Kami mendorong Pemkab Pati untuk memikirkan solusi jangka panjang terkait penanganan bencana. Setiap tahun, Pati dilanda kekeringan dan […]

  • Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen Pati menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2024 dengan khidmat di halaman Madrasah pada Selasa pagi (22/20/2024). Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan kependidikan MA Salafiyah Kajen. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Madrasah, Masrukhan, M.Pd. Seluruh peserta upacara mengenakan […]

  • Cover Majalah National Geographic yang mengangkat tema tentang Gunung Muria.

    Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 22.690
    • 0Komentar

    Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh. Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang […]

expand_less