Breaking News
light_mode

Kabar Gembira: 14 Macan Tutul Jawa Masih Hidup di Hutan Gunung Muria

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
  • visibility 1.017

KUDUS – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Pegunungan Muria. Sebanyak 14 ekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa karnivora langka dan dilindungi, diketahui masih menghuni hutan-hutan Gunung Muria yang membentang di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati.

Temuan ini disampaikan oleh Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria), komunitas pelestari lingkungan yang digawangi oleh pemuda setempat. Melalui berbagai upaya perlindungan dan edukasi, mereka terus menjaga kelestarian satwa dan hutan Muria.

“Salah satu kegiatan utama kami adalah patroli rutin ke dalam hutan. Kami memantau kondisi alam dan juga melakukan pendekatan kepada para pemburu maupun perambah hutan agar berhenti dari aktivitas merusak itu,” ujar Teguh Budi Wiyono, Ketua PEKA Muria seperti yang dikutip dari Liputan Pusparagam Muria National Geographic Indonesia.

Teguh menegaskan bahwa Gunung Muria adalah sumber kehidupan. Dengan menjaga kelestarian hutan, masyarakat bisa memperoleh manfaat jangka panjang tanpa harus menebang pohon atau merusak ekosistem.

“Kami mulai mengembangkan wisata edukasi konservasi. Di kawasan Colo, misalnya, kami ajak masyarakat untuk menghasilkan pendapatan bukan dari kayu, melainkan dari potensi wisatanya,” ungkap Teguh.

PEKA Muria kini mengelola sejumlah kegiatan wisata edukatif, seperti wisata kopi Muria, wisata parijoto, hingga wisata konservasi macan tutul jawa. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diajak masuk ke dalam hutan untuk menelusuri jejak kaki macan, mempelajari feses, hingga belajar memasang dan membaca hasil kamera jebak.

“Pada 2020, kami mencatat 14 individu macan tutul terekam kamera. Ada juga dua anak macan, tapi tidak kami masukkan ke hitungan karena belum tentu bertahan hingga dewasa,” jelas Teguh.

Pada periode 2022 hingga 2025, PEKA Muria kembali bekerja sama dengan SINTAS Indonesia untuk memantau pergerakan satwa ini. Mereka menempatkan 40 titik kamera pemantau di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati.

“Hasilnya konsisten. Sampai sekarang masih ada 14 individu yang terekam melintas di hutan Muria,” tambahnya.

Teguh percaya bahwa selama masyarakat menjaga keberadaan macan tutul jawa—yang merupakan predator puncak dalam rantai ekosistem—maka keseimbangan hutan juga akan tetap terjaga.

Namun ia juga mengingatkan, “Kalau macan tutul punah, maka satwa lain juga akan ikut menghilang. Ekosistem akan runtuh.”

Upaya PEKA Muria mendapat apresiasi dari Hendra, satu-satunya profesor riset di Indonesia yang berfokus pada konservasi macan tutul jawa.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan masyarakat lokal, terutama generasi muda,” kata Hendra masih dari sumber National Geographic Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa apa yang dilakukan PEKA Muria sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menekankan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Ke depan, masyarakat dan pemerintah daerah harus lebih diberdayakan dan dilibatkan dalam kegiatan konservasi. Upaya seperti ini perlu direplikasi di wilayah lain, demi menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian hutan secara berkelanjutan,” pungkas Hendra.

Editor : Arif 

  • Penulis: Abdul Adhim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Akademisi UIN Walisongo Pelajar MA Salafiyah Praktikkan Ilmu Falak di Pantai Kartini Jepara

    Gandeng Akademisi UIN Walisongo Pelajar MA Salafiyah Praktikkan Ilmu Falak di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Para siswi MA Salafiyah praktik melakukan rukyat di Pantai Kartini Jepara  JEPARA – menjelang matahari terbenam, puluhan pelajar MA Salafiyah Kajen menyesaki sudut di Pantai Kartini Kamis (8/11/2018). Bukan untuk menikmati sunset ala wisatawan, mereka yang masih berseragam lengkap ala pesantren, mereka nampak serius menggunakan sebuah alat peneropong bernama teodolit. Mereka sedang praktik melihat rukyat. […]

  • Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Bupati Pati, Sudewo (SDW), diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. “Ya, benar. Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee terkait proyek pembangunan jalur kereta,” ujar Juru […]

  • DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 268
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati berencana menggelar rapat bersama Penjabat (PJ) Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas penataan lahan di wilayah Pati. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menanggapi rencana penataan lahan yang tengah digodok DPRD Provinsi Jawa Tengah. “Nanti kita agendakan rapat dengan PJ Bupati, maupun Forkopimda,” ungkapnya. “Karena […]

  • Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Para tersangka penganiayaan diamankan Polres Magelang Seorang pria menjadi korban pembacokan. Kepalanya luka akibat sabetan parang. Dia dikeroyok tiga orang. Aksi sadis ini diduga karena ada motif asmara.  MAGELANG – Polres Magelang tangkap pelaku pengeroyokan pada seorang pria berinisial IP (29). Diduga pengeroyokan ini dilatar belakangi motif asmara, Sabtu (15/01/2022). Pers rilis atas kasus […]

  • Dewan Pati Desak Pemkab Ketatkan Izin Pendirian Pabrik Demi Lindungi Lingkungan

    Dewan Pati Desak Pemkab Ketatkan Izin Pendirian Pabrik Demi Lindungi Lingkungan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Haryono, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperketat izin pendirian pabrik. Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak negatif limbah industri yang dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Kekhawatiran ini muncul setelah Haryono menerima laporan dan aduan dari warga Kecamatan Juwana yang merasa terganggu dengan keberadaan pabrik di wilayah […]

  • Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 Digelar, DPRD Siap Bahas dalam 30 Hari

    Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 Digelar, DPRD Siap Bahas dalam 30 Hari

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.730
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Paripurna untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun 2025 telah digelar pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Dalam rapat tersebut, PLT Bupati Pati telah menyampaikan laporan sesuai mekanisme yang berlaku. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa DPRD memiliki jangka waktu 30 […]

expand_less