Breaking News
light_mode

Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
  • visibility 272

Suporter Persijap Jepara dari kelompok CNS/ @ultraspersijap

JEPARA – Pertandingan home perdana menghadapi Persekat Tegal Minggu (4/9/2022) mendapat sorotan netizen dan Persijap fans. Sebab dalam laporan resmi jumlah penontom yang tercatat hanya 8.500 penonton, padahal stadion berkapasitas sekitar 15.000 penonton itu hampir dipenuhi penonton. 

Karena itu mencuat dugaan ada yang mengarah pada upaya memperoleh keuntungan pribadi. Dugaan itu adalah adanya oknum calo, ataupun oknum panpel yang diduga memasukkan kerabat ke dalam stadion tanpa membeli tiket.

Dugaan-dugaan ketidakberesan ini ramai di sosial media facebook. Seperti di grup facebook SUPORTER PERSIJAP 1954 (BANASPATI_JETMAN_CNS), banyak netizen yng menyayangkan hal tersebut termasuk masih adanya oknum suporter yang masuk di jeda babak pertama dimana biasanya pintu masuk tidak dijaga ketat lagi. Mereka juga menyayangkan tiket yang tidak disobek yang diduga bisa dijual kembali. Karena itu muncul ide agar manajemen membikin tiket gelang.

Netizen meminta evaluasi terhadap kinerja panpel 


Selain itu para netizen juga meminta agar ada perwakilan kelompok suporter yang dilibatkan dalam panpel khususnya di pintu-pintu masuk stadion agar pengawasan tiket lebih maksimal. Sebab para suporter ini disebut lebih “loyal” karena mereka sadar pendapatan tiket adalah salah satu sumber pendanaan yang menghidupi tim kesayangan mereka. 

Apalagi slogan No Ticket No Game telah mendarah daging dalam jiwa Persijap fans. Sangat disayangkan jika sumber pemasukan yang besar ini tidak optimal. 

Komentar netizen juga menyasar ke instagram Presiden Persijap Iqbal Hidayat. Netizen membandingkan jaman ISL ketika pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini panpel langsung mengumumkan jumlah penonton saat menit ke-70.

“#EVALUASIPANPEL jaman ISL lawan Persipura penonton pernah tembus 20.000 dan langsung diumumkan di menit ke 70-80,” kata akun @doelfurniturejepara.

“Tiket kita nafas Persijap. Ayo bikin ke barcode tiketnya. #EVALUASIPANPEL,” tulis akun @fahmi98765. (mif) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Safin Pati dan Kanwil DJP Jawa Tengah I Jalin Kerjasama Bentuk Tax Center

    Universitas Safin Pati dan Kanwil DJP Jawa Tengah I Jalin Kerjasama Bentuk Tax Center

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Universitas Safin Pati (USP) resmi menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I dalam upaya pembentukan Tax Center di lingkungan kampus. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Rektor USP, Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd., dan perwakilan Kanwil DJP Jawa Tengah I, disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa USP. Rektor […]

  • Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Lapangan RS dr Rehatta Desa Kelet Kecamatan Keling mendadak ramai Rabu (17/10/2018). Ratusan kader Nahdlatul Ulama’ mulai dari GP Ansor, IPNU, IPPNU, Muslimat, dan Fatayat berkumpul menyambut rombongan Kirab Satu Negeri (KSN). Pagi itu dilakukan serah terima pasukan pembawa pataka merah putih dari GP Ansor Pati kepada GP Ansor Jepara. Usai serah terima, sebanyak 17 […]

  • DPRD Pati Akan Kaji Kebijakan Sekolah Lima Hari

    DPRD Pati Akan Kaji Kebijakan Sekolah Lima Hari

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan akan mengkaji kebijakan sekolah lima hari yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Pati mulai tahun ajaran 2025/2026. DPRD Pati belum mengetahui manfaat kebijakan tersebut bagi siswa. “Kita kaji dulu, apakah itu bermanfaat atau tidak (untuk anak-anak),” ujar Teguh. Kebijakan sekolah lima hari ini berlaku untuk […]

  • Pembangunan Jalan RT 03 Mantingan Tengah Belum Terealisasi, Pemdes Masih Tunggu Perkades dan Pencairan Bankap

    Pembangunan Jalan RT 03 Mantingan Tengah Belum Terealisasi, Pemdes Masih Tunggu Perkades dan Pencairan Bankap

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.815
    • 0Komentar

    PATI – Rencana pengaspalan jalan di wilayah RT 03 RW 02, Desa Mantingan Tengah, Kecamatan Jakenan hingga kini belum terealisasi. Pemerintah Desa (Pemdes) Mantingan Tengah menyebut pelaksanaan pembangunan fisik masih menunggu proses administrasi dan pencairan anggaran. Kepala Desa Mantingan Tengah, Petemah, mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur jalan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Kabupaten (Bankap). Namun, dana […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati acara haul dan sholawatan yang digelar di kediaman Wakil Ketua I DPRD Pati, H. Suwito. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai pengisi utama. Lantunan sholawat menggema sepanjang acara, menciptakan suasana damai dan menyejukkan hati. Para jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap […]

  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 244
    • 0Komentar

    PATI – Kasus penemuan jenazah laki-laki yang diidentifikasi bernama Kukuh Riyanto (34), warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Pati, yang ditemukan di dasar jurang dengan kondisi mengenaskan, telah terungkap sebagai kasus pembunuhan. Hasil autopsi yang dibantu Dokkes Polda Jateng menunjukkan penyebab kematian Kukuh adalah hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala, mengakibatkan perdarahan otak. Polisi telah […]

expand_less