Breaking News
light_mode

Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 230
Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi


Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

PATI – Para seniman sangat berharap Bupati Pati mengizinkan pementasan terbuka. Hal itu menjadi pokok bahasan dalam pertemuan sejumlah seniman di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Selasa (12/4/2022). Para seniman pertunjukan dari berbagai jenis kesenian ini berembuk untuk mencari solusi atas belum diperbolehkannya pementasan terbuka oleh pemerintah daerah.

“Rekan-rekan seniman Pati cuma berharap diberi kesempatan pentas setidaknya Syawal ini. Karena seniman Pati ‘masa panennya’ itu Syawal-Apit (Dzulqa’dah)-Besar (Dzulhijjah), Saya sangat berharap kebijaksaan Bupati Pati,” terang Wibowo Asmoro, seorang dalang di Kota Pati.

Para seniman tradisional biasanya dipentaskan saat momen haul dan sedekah bumi. Ia mengatakan, terkait hal ini pihaknya akan berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan bupati.

Berdasarkan Instruksi Bupati (Inbup) Pati terbaru yang terbit 5 April lalu, lanjut Wibowo, pementasan kesenian hanya dibolehkan di dalam gedung.

Itu pun jumlah penonton dibatasi 50 persen dari kapasitas gedung. Durasi pertunjukan juga dibatasi hanya dua jam. Menurut Wibowo, kebijakan tersebut belum memadai untuk menghidupkan kembali perekonomian para seniman.

“Ini sangat memberatkan seniman yang sudah hampir tiga tahun tidak bisa bekerja,” bebernya.

Berdasarkan perundingan yang telah dilakukan, para seniman bersepakat untuk mengirimkan surat pada Bupati Pati Haryanto. Surat tersebut dimaksudkan sebagai pendekatan persuasif pada bupati agar mengeluarkan kebijakan yang bisa membantu seniman.

“Teman-teman seniman mohon petunjuk dari bupati, langkah apa, kebijakan apa yang bisa diberikan untuk kami agar bisa bekerja kembali. Diharapkan paling tidak Syawal sudah boleh. Maka kami kejar waktu untuk mengirimkan surat pada bupati, mohon kelonggaran, kebijakan, dan petunjuk,” ucap Wibowo.

Ia menyebut, di beberapa kabupaten tetangga, sudah ada kelonggaran untuk para seniman.

“Ada beberapa kota/kabupaten yang sudah ada kelonggaran, mungkin karena ada otonomi daerah, kebijakan dikembalikan ke daerah masing-masing. Di Blora sudah ada pentas, Rembang, Boyolali, Purwodadi, Jepara, Kudus juga sudah. Yang kami pertanyakan kenapa Pati belum. Itu pertanyaan klasik dari pelaku seni di Pati,” ungkap dia.

Selama “puasa manggung”, lanjut Wibowo, banyak seniman yang jadi “pedagang dadakan”.

“Sepeda motor dijual, apapun yang ada di rumah dijual untuk menyambung hidup. Sebab mayoritas tidak punya pekerjaan sampingan,” imbuhnya.

Senada, Mogol, seniman ketoprak, mengatakan bahwa belum diperbolehkannya pementasan terbuka membuat kondisi perekonomian para pekerja seni di Pati kian memburuk.

“Kondisi seniman saat ini hancur lebur, ‘modar sak klenger-klengere’. Sudah dua tahun lebih kami tidak bisa beraktivitas,” ujar dia.

Ia juga menilai kebijakan izin pentas dalam gedung dengan durasi dan penonton terbatas sama sekali belum bisa menghidupi seniman.

“Maka, kami akan coba bertemu bupati. Belum tau kapan, tapi secepatnya. Pertama untuk meminta kebijakan. Kedua, kalau memang seniman punya salah, kami coba mencari celah salahnya apa, ini berkaitan dengan (hubungan) anak kalih bapak (anak dengan bapak),” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2020, Jepara Fokus Bangun Empat Sektor, Perpustakaan Juga Penting

    Tahun 2020, Jepara Fokus Bangun Empat Sektor, Perpustakaan Juga Penting

    • calendar_month Jum, 31 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memimpin rapat JEPARA – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara tahun 2020, memprioritaskan pada empat sektor pembangunan. Diantaranya infrastruktur, kepariwisataan, pendidikan dan kesehatan. Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat rapat akhir RKPD, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jepara, Rabu (29/5/2019), di kantornya. Hadir […]

  • Satlantas Polres Pati Gelar Coaching Clinic

    Satlantas Polres Pati Gelar Coaching Clinic

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

      Masyarakat bisa latihan dulu sebelum ujian praktik pembuatan SIM di Satlantas Polres Pati. PATI – Program Coaching Clinic mulai digelar Satlantas Polres Pati. Program ini sebagai pelatihan sebelum ujian praktik SIM bagi masyakarat. “Jadi, nanti pada saat ujian sudah mempunyai gambaran tentang ujiannya bagaimana, tesnya apa saja. Peserta coaching clinic didampingi oleh petugas uji […]

  • Seorang pedagang kelapa kopyor di Desa Ngagel Dukuhseti Pati sedang mengemas buah kelapa kopyor untuk dijual

    Kelapa Kopyor Pati Permata Hijau di Pekarangan Rumah

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Kelapa kopyor menjadi buah unggulan dari Pati Jawa Tengah yang memiliki nilai lebih dan keunikan rasanya sangat diminati.

  • Ponpes Nurul Huda Sirahan Pati, Telaga Ilmu di Pinggiran Dua Kota

    Ponpes Nurul Huda Sirahan Pati, Telaga Ilmu di Pinggiran Dua Kota

    • calendar_month Sab, 23 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren Nurul Huda Sirahan, terus tumbuh menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mumpuni. Setidaknya untuk wilayah pinggiran Pati dan Jepara. Pesantren yang kini diasuh Jamaludin Umar ini tetap menjadi idaman bagi mereka yang ingin belajar agama. Beberapa santri Pondok Pesantren Nurul Huda Sirahan saat lomba antar santri beberapa waktu yang lalu Desa Sirahan tidak begitu […]

  • Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, JAKARTA – Beberapa waktu lalu penolakan terhadap ceramah Ustad Abdus Somad (UAS) di Hongkong, tampil menyita perhatian publik. Sejumlah info pun merebak, tak ketinggalan fitnah pun ditebar. Seperti sebuah fitnah yang dialamatkan ke Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. Berkaitan dengan hal itu, Said Aqil Siroj (SAS) Institute memberikan klarifikasi yang terjadi […]

  • Kegiatan Penghijauan Universitas Safin Pati: Upaya Tanggung Jawab Sosial Bersama PT Nojorono Tobacco Internasional

    Kegiatan Penghijauan Universitas Safin Pati: Upaya Tanggung Jawab Sosial Bersama PT Nojorono Tobacco Internasional

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 239
    • 0Komentar

    PATI – Universitas Safin Pati bersama PT Nojorono Tobacco Internasional Kudus telah mengadakan kegiatan penanaman bibit Tabebuya di lingkungan kampus sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (27/6/2024). Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk menjaga kelestarian alam dan mengurangi emisi yang berkontribusi pada pemanasan global. Hal ini juga selaras dengan visi Nojorono Kudus […]

expand_less