Breaking News
light_mode

Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 244
Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi


Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

PATI – Para seniman sangat berharap Bupati Pati mengizinkan pementasan terbuka. Hal itu menjadi pokok bahasan dalam pertemuan sejumlah seniman di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Selasa (12/4/2022). Para seniman pertunjukan dari berbagai jenis kesenian ini berembuk untuk mencari solusi atas belum diperbolehkannya pementasan terbuka oleh pemerintah daerah.

“Rekan-rekan seniman Pati cuma berharap diberi kesempatan pentas setidaknya Syawal ini. Karena seniman Pati ‘masa panennya’ itu Syawal-Apit (Dzulqa’dah)-Besar (Dzulhijjah), Saya sangat berharap kebijaksaan Bupati Pati,” terang Wibowo Asmoro, seorang dalang di Kota Pati.

Para seniman tradisional biasanya dipentaskan saat momen haul dan sedekah bumi. Ia mengatakan, terkait hal ini pihaknya akan berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan bupati.

Berdasarkan Instruksi Bupati (Inbup) Pati terbaru yang terbit 5 April lalu, lanjut Wibowo, pementasan kesenian hanya dibolehkan di dalam gedung.

Itu pun jumlah penonton dibatasi 50 persen dari kapasitas gedung. Durasi pertunjukan juga dibatasi hanya dua jam. Menurut Wibowo, kebijakan tersebut belum memadai untuk menghidupkan kembali perekonomian para seniman.

“Ini sangat memberatkan seniman yang sudah hampir tiga tahun tidak bisa bekerja,” bebernya.

Berdasarkan perundingan yang telah dilakukan, para seniman bersepakat untuk mengirimkan surat pada Bupati Pati Haryanto. Surat tersebut dimaksudkan sebagai pendekatan persuasif pada bupati agar mengeluarkan kebijakan yang bisa membantu seniman.

“Teman-teman seniman mohon petunjuk dari bupati, langkah apa, kebijakan apa yang bisa diberikan untuk kami agar bisa bekerja kembali. Diharapkan paling tidak Syawal sudah boleh. Maka kami kejar waktu untuk mengirimkan surat pada bupati, mohon kelonggaran, kebijakan, dan petunjuk,” ucap Wibowo.

Ia menyebut, di beberapa kabupaten tetangga, sudah ada kelonggaran untuk para seniman.

“Ada beberapa kota/kabupaten yang sudah ada kelonggaran, mungkin karena ada otonomi daerah, kebijakan dikembalikan ke daerah masing-masing. Di Blora sudah ada pentas, Rembang, Boyolali, Purwodadi, Jepara, Kudus juga sudah. Yang kami pertanyakan kenapa Pati belum. Itu pertanyaan klasik dari pelaku seni di Pati,” ungkap dia.

Selama “puasa manggung”, lanjut Wibowo, banyak seniman yang jadi “pedagang dadakan”.

“Sepeda motor dijual, apapun yang ada di rumah dijual untuk menyambung hidup. Sebab mayoritas tidak punya pekerjaan sampingan,” imbuhnya.

Senada, Mogol, seniman ketoprak, mengatakan bahwa belum diperbolehkannya pementasan terbuka membuat kondisi perekonomian para pekerja seni di Pati kian memburuk.

“Kondisi seniman saat ini hancur lebur, ‘modar sak klenger-klengere’. Sudah dua tahun lebih kami tidak bisa beraktivitas,” ujar dia.

Ia juga menilai kebijakan izin pentas dalam gedung dengan durasi dan penonton terbatas sama sekali belum bisa menghidupi seniman.

“Maka, kami akan coba bertemu bupati. Belum tau kapan, tapi secepatnya. Pertama untuk meminta kebijakan. Kedua, kalau memang seniman punya salah, kami coba mencari celah salahnya apa, ini berkaitan dengan (hubungan) anak kalih bapak (anak dengan bapak),” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Apresiasi Upaya Pemkab Tarik Investor Pabrik Pakan Ikan

    DPRD Pati Apresiasi Upaya Pemkab Tarik Investor Pabrik Pakan Ikan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, memberikan apresiasi positif terhadap upaya pemerintah daerah dalam menarik investor untuk membangun pabrik pakan ikan di Kabupaten Pati. Langkah ini dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. “Langkah ini bagus untuk perekonomian Kabupaten Pati,” ujar Yeti. “Selama ini, banyak hasil tangkap nelayan kita yang disalurkan ke […]

  • Bikin Drama Mudahkan Anak Cerna Pelajaran

    Bikin Drama Mudahkan Anak Cerna Pelajaran

    • calendar_month Rab, 15 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Saila Rachmawati Guru kekinian butuh inovasi. Apalagi mengajar mata pelajaran agama di sekolah umum. Hanya mengandalkan ceramah saja, bisa jadi anak didiknya bosan bahkan bisa ditinggal bolos pelajaran. Salah satu cara yang cukup ampuh adalah dengan menggunakan drama. Seperti yang dilakukan Saila Rachmawati, guru pendidikan agama Islam (PAI) di SMP N 1 Pati. Salah satu […]

  • DPRD Pati Targetkan Raperda Perlindungan Petani Rampung Tahun 2025

    DPRD Pati Targetkan Raperda Perlindungan Petani Rampung Tahun 2025

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani ditargetkan selesai pada tahun 2025. Ia menekankan bahwa peraturan ini sangat penting untuk melindungi kepentingan para petani di Pati. Raperda tersebut telah melalui tahap pembahasan di DPRD dan akan segera dikonsultasikan dengan pemerintah provinsi untuk proses selanjutnya. Setelah mendapat persetujuan […]

  • Pemain Persiku Kudus (jersey merah muda) saat melakoni uji coba melawan Persela Lamongan.

    Inilah Jadwal Lengkap Pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 2024/2025 Bulan September 

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 332
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Jangan sampai ketinggalan,inilah jadwal lengkap pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 tahun 2024/2025 bulan September. Akan ada 4 pertandingan yang dimainkan tim Macan Muria. Dengan rincian 2 pertandingan kendang an 2 pertandingan tandang. Pertandingan pertama anak asuh coacg Sudirman akan menghadapi Nusantara United di Stadion Kebo Giro Boyolali. Di pekan kedua akan […]

  • Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Para santri saat mengikuti upacara Pagi hari, menjelang detik-detik proklamasi, pada Hari Sabtu 17 Agustus 2019, santri-santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Upacara bendera di Yanbu’ul Qur’an 1 Pati ini sedikit unik, karena dilaksanakan dengan menggunakan atribut santri, yakni bersarung dan berpeci. 300-an santri dan segenap […]

  • Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.082
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan bahwa beberapa warga, termasuk mantan wali murid SMPN 1 Tayu, datang ke kantor untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja DPRD dalam melakukan kegiatan sidak terkait permasalahan ijazah di sekolah. Kegiatan sidak tersebut telah memberikan hasil nyata, di mana para siswa atau mantan […]

expand_less