Breaking News
light_mode

Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
  • visibility 466
Potret Masjid Gambiran, Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati

Gambiran disebut pusat penyebaran Islam di tanah Pati pada masa lampau. Berbicara tentang syiar Islam tidak terlepas dari nama Mbah Cungkrung. Beliau murid Sunan Muria, yang berdakwah dengan corak tasawuf. Bukti lain bahwa dahulu Gambiran merupakan pusat Islam di Pati, adalah keberadaan pemakaman Islam kuno di Dukuh Gambiran RT 01 RW 05.

PATI – Dukuh Gambiran di Desa
Sukoharjo, Kecamatan Margorejo disebut sebagai pusat keagamaan Islam di Kabupaten
Pati. Hal itu diyakini Amal Hamzah, seorang sejarawan lokal. Dia menyebut bahwa
Masjid Baiturrohim Gambiran dahulu merupakan masjid utama di Kota Mina Tani ini,
sebelum berpindah ke Masjid Agung Baitunnur di Alun-Alun Pati.

Berbicara tentang syiar Islam di
Pati yang berpusat dari Gambiran, kata Amal Hamzah, tidak terlepas dari sosok
Mbah Cungkrung, yang makamnya terletak sekitar 30 meter di sebelah selatan
masjid tersebut. Tokoh yang diyakini sebagai waliyullah ini oleh masyarakat
setempat diperingati haul-nya setiap 1 Syuro.

“Nama aslinya tidak diketahui.
Adapun cungkrung kalau menurut orang Jawa diambil dari kata ‘jungkrung’ yang
artinya ‘sujud’. Nama Mbah Cungkrung diambil dari kebiasaan beliau sujud dalam
salat,” terang Ketua Yayasan Baiturrohim ini seperti dilansir dari Tribun
Jateng
.

Amal mengungkapkan, Mbah Cungkrung
diyakini merupakan murid dari Sunan Muria. Disebutkannya, Mbah Cungkrung
berdakwah dengan corak tasawuf.

“Karena Sunan Muria wafat pada
pertengahan abad 16, Mbah Cungkrung juga berdakwah pada kisaran masa itu.
Masjid Baiturrohim Gambiran dibangun oleh Mbah Cungkrung sebagai pusat syiar
agama. Oleh warga setempat masjid ini juga disebut sebagai Masjid Wali,” kata
Guru SMAN 1 Pati ini.

Makam Mbah Cungkrung

Masjid Gambiran
memiliki arsitektur kuno dengan atap limas bersusun seperti Masjid Agung Demak.
Struktur atap disangga oleh empat saka dari kayu. Memang bangunan asli masjid
ini terbuat dari kayu, sebelum kemudian direnovasi menjadi tembok.

Penanda renovasi adalah sebuah
prasasti bertuliskan aksara Arab Pegon yang terletak di atas pintu utama
masjid. Dalam prasasti tersebut, dikatakan bahwa Masjid Gambiran direnovasi
pada 1885 oleh Bupati Pati pada waktu itu, yakni Kanjeng Raden Aryo
Candrahadinegoro.

“Dalam renovasi ini, mustoko atau
kubah masjid berbentuk ngaron (tempat memasak dari tanah liat) diganti mustoko
baru. Sedangkan yang lama dibawa ke daerah Tawung (Tawangrejo, Kecamatan
Winong) oleh murid Mbah Cungkrung,” papar dia.

Amal menambahkan, berdasarkan
keterangan yang dia dapatkan dari KH Hishom, ulama asal Desa Tawangrejo, agama
Islam yang berkembang di Winong dahulu berasal dari murid Mbah Cungkrung.

Penanda “kekunoan” lainnya dari
masjid ini, menurut Amal, ialah keberadaan kompleks makam keluarga penghulu,
persis di sebelah utara masjid. Dilihat dari bentuk patoknya, sambung dia,
diperkirakan makam tersebut ada sejak abad ke-16.

Bukti lain bahwa dahulu Gambiran
merupakan pusat Islam di Pati, kata Amal, ialah keberadaan pemakaman Islam kuno
di Dukuh Gambiran RT 01 RW 05.

“Makam yang cukup padat, seluas
hampir 2 hektare ini, menunjukkan bahwa Gambiran dulu kota dengan banyak
penduduk, atau kalau sekarang disebut metropolitan. Ada keyakinan, penduduk
berbondong-bondong meninggalkan, sehingga makam luas ini tidak digunakan lagi.
Hanya penduduk lokal yang memanfaatkan sebagian kecil area makam,” kata Amal
sembari menunjukkan kompleks makam tersebut.

Menurut Amal, dilihat dari
patok-patok kuburan yang berukuran besar dan terbuat dari batuan andesit,
pemakaman kuno ini diperkirakan dimanfaatkan warga pada abad 16 sampai 17.

“Kita tidak tahu pada waktu itu
berasal dari mana batunya. Namun, yang jelas bisa dipastikan ini pemakaman
Islam. Tandanya, ada dua batu nisan, satu di utara satu di selatan, karena
mayatnya dihadapkan ke arah kiblat,” jelas dia.

Amal menerangkan, pusat Islam di
Pati mulai berpindah sejak Masjid Agung Baitunnur berdiri pada 1845. Letaknya
yang berada di barat pendopo menjadikan masjid ini sebagai masjid besar
kabupaten.

“Pendirian masjid ini membawa
dampak besar. Para ulama Gambiran diboyong ke sana. Ada yang ditempatkan di
Kauman, Saliyan, dan Kampung Mertokusuman. Ketika ulama-ulama Gambiran pindah
ke Pati, masjid ini mulai agak sepi. Namun, atas kebaikan bupati pada waktu
itu, 1885 masjid ini direnovasi,” jelas dia.

Meski kini Masjid Baiturrohim
Gambiran bukan lagi masjid utama di Pati, jejak-jejak syiar Islam Mbah
Cungkrung masih bisa ditemukan.

Satu di antaranya, menurut Amal,
warga Muslim Tawangrejo Kecamatan Winong mengakui Mbah Cungkrung sebagai
leluhurnya. Setiap ada tahlil, nama Mbah Cungkrung disebut. Kemudian, saat
peringatan haul Mbah Cungkrung di Gambiran, sejumlah penduduk dan perangkat
Desa Tawangrejo ikut hadir.

Kemudian, meski semarak keagamaan
sempat meredup saat ulama Gambiran hijrah ke Masjid Agung Baitunnur Pati, kini
gairah keagamaan kembali bangkit.

Di bahwa naungan
Yayasan Baiturrohim, di Gambiran berlangsung aktif pendidikan agama mulai dari
TPQ,TK, Jamaah Yasin-Tahlil, sampai Pondok Pesantren. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan. Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan […]

  • Persib Putri Raih Juara Tambaharjo Pati Cup 2022

    Persib Putri Raih Juara Tambaharjo Pati Cup 2022

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Persib putri juara Tambaharjo Cup 2022 PATI – Turnamen sepakbola putri digelar di Desa Tambaharjo Kecamatan Tambakromo, 13-14 Agustus 2022. Dalam turnamen bertajuk Tambaharjo Cup 2022 tersebut tim Persib Bandung Putri berhasil keluar sebagai juara. Turnamen sepakbola putri pertama di Kabupaten Pati ini menyedot animo penonton yang luar biasa banyak. Terlihat penonton duduk mengitari lapangan […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dukung Gerakan Jumat Bersih, Ajak Warga Jaga Lingkungan

    Wakil Ketua DPRD Pati Dukung Gerakan Jumat Bersih, Ajak Warga Jaga Lingkungan

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.198
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati Bambang Susilo menyatakan dukungan penuhnya terhadap Gerakan Jumat Bersih. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasinya dalam kegiatan gotong royong dan penanaman pohon yang diselenggarakan di Alun-Alun Kembangjoyo pada bulan sebelumnya. Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, gerakan tersebut merupakan langkah konkrit untuk memastikan lingkungan di Kabupaten Pati tetap […]

  • Hasto Utomo Jelaskan Alasan DPUTR Pati Merevisi Desain Bahu Jalan RSUD Kayen

    Hasto Utomo Jelaskan Alasan DPUTR Pati Merevisi Desain Bahu Jalan RSUD Kayen

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.968
    • 0Komentar

    PATI – Menyusul adanya peningkatan biaya bahan bangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melakukan penyesuaian desain pada pekerjaan pembangunan bahu jalan di ruas Jalan Kawedanan, Kota Kayen. Keputusan ini diambil agar seluruh target panjang penanganan jalan dapat tercapai meskipun anggaran yang tersedia mengalami keterbatasan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang […]

  • Bunda Mawar Ajak Guru PAUD Lebih Kreatif

    Bunda Mawar Ajak Guru PAUD Lebih Kreatif

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Bunda PAUD Kudus Mawar Hartopo Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong agar semakin kreatif kembangkan pembelajaran inkuiri. PAUD memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa KUDUS – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peranan penting dalam. Di era pembelajaran yang semakin dinamis, guru PAUD dituntut mampu mengembangkan proses pembelajaran yang […]

  • Hajar PSBS Biak 2-0, Rekor TakTerkalahkan Persijap Jepara Tetap Terjaga 

    Hajar PSBS Biak 2-0, Rekor TakTerkalahkan Persijap Jepara Tetap Terjaga 

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.892
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali meraih kemenangan saat menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, dengan skor akhir 2-0. Kemenangan ini mengerek posisi Persijap ke posisi 13 klasemen sementara. Gol pertama Persijap di cetak oleh Borja Herrera, memanfaatkan situasi sepak pojok di dalam kotak penalti. Borja Herrera berhasil mengeksekusi bola muntah dengan baik […]

expand_less